
Evan menjatuhkan badannya di sebelah sang istri untuk mengatur nafasnya yang masih belum teratur.
"Terima kasih sayangku, abang sangat mencintaimu" bisik Evan sambil memeluk sang istri setelah nafasnya teratur.
"I love you" bisik Evan sambil mencium kening sang istri.
"I love you too my hubby" balas Aira sambil mengecup bibir suaminya.
"Nanti ada yang minta lagi loh" kata Evan sambil tersenyum bahagia.
"Capek bang, Aira sudah lelah dan ngantuk" kata Aira.
"Kita tidur sekarang yank" kata Evan memeluk sang istri agar istirahat dan tidur.
Evan melihat istrinya sudah nyenyak dengan tidurnya yang begitu pulas karena kelelahan.
"Selamat istirahat sayang, maafkan abang jika kamu tersakiti karena wanita tidak jelas tadi siang" gumam Evan sambil memandang wajah sang istri yang begitu cantik dimatanya.
"Selamat malam sayangnya ayah dan bunda, jangan membuat bundamu sedih ya dan jagalah bunda selalu" kata Evan sambil menciumi perut sang istri dan mengusapnya dengan penuh sayang. Kemudian menyusul sang istri tidur.
Paginya Aira terbangun lebih dulu dan langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat berdua bersama sang suami.
Aira masuk ke kamar untuk membangunkan sang suami setelah selesai menyiapkan sarapan.
"Ceklek" pintu terbuka dan Evan langsung melihat ke arah pintu.
"Pagi sayangnya abang" sapa Evan
"Pagi bang, kirain Aira abang belum bangun" kata Aira.
"Sudah bangun dari tadi sayang, nih udah nungguin yang bisa membuatnya tidur kembali"kata Evan sambil menunjuk ke arah juniornya. Aira langsung melotot setelah sadar dengan arah pembicaraan sang suami. Evan tertawa kemudian menarik sang istri hingga terjatuh di atas tubuhnya.
"Abang mau ngapain?" Tanya Aira.
"Mau masuk ke goa sayang" bisik Evan sambil membalikkan posisi sehingga mengungkung Aira yang berada dibawahnya dan langsung mencium bibir sang istri agar tidak banyak protes.
Aira membalas ciuman bibir sang suami hingga suara decapan saling bersahutan. Keduanya menikmati indahnya surga dunia sampai menuju puncaknya yaitu keluarnya lahar hangat ke dalam goa.
Evan menjatuhkan tubuhnya di sisi sang istri agar tidak menindih perut buncit istrinya.
"Calon baby kita pasri sangat bahagia yank kalau ayahnya sering menjenguknya" kata Evan masih dengan nafasnya yang juga belum teratur.
"Itu sih maunya abang bukan mau baby kita" protes Aira membuat Evan terkekeh dan mencium krning sang istri.
"Kita mandi ya sayang" kata Evan yang langsung menggendong sang istri dan dibawanya masuk ke kamar mandi untuk mandi bersama.
__ADS_1
Selesai mandi dan berpakaian rapi, keduanya sarapan bersama di meja makan.
"Yank nanti pulang kuliah mau ke butik atau mau mampir ke kantor?" Tanya Evan.
"Mau ke butik aja, Aira ga mau lagi ke kantor bang" kata Aira membuat Evan menatap sang istri.
"Kenapa ga mau ke kantor, katanya kamu mau mendekatkan Rini ke Reza?" Tanya Evan yang tahu alasan istrinya tidak mau lagi ke kantor.
"Aira minta nomer Rini aja, biar dia yang ke kantor karaoke. Nanti Aira tunggu disana" jawab Aira.
"Terus abang makan siang siapa dong yang menemani?" Tanya Evan.
"Ya kan pasti banyak kok yang mau menemani abang makan siang" jawab Aira cuek.
"Yank kok gitu sih, kamu masih marah soal kemarin ya?" Tanya Evan.
"Kalau seandainya ada pria lain yang tiba-tiba main peluk ke Aira di depan abang, abang akan marah ga?" Tanya balik Aira.
"Abang ga akan terima" jawab Evan.
"Sama halnya Aira bang" kata Aira
"Yank percaya deh ga akan kejadian itu terulang lagi" kata Evan.
"Kalau sampai terulang, Aira akan tidur di rumah papa" kata Aira tegas.
"Okey bang" kata Aira santai sambil menatap suaminya.
"Yank, jujur sejak kita dekat sebelum menikah itu abang sudah ga bisa jauh dari kamu, apalagi sekarang" kata Evan memelas.
"Terserah abang, hanya itu yang Aira bisa katakan" kata Aira.
Padahal sejak hamil Aira juga tidak bisa jauh dari suaminya, hanya Aira ga mau bercerita pada sang suami agar suaminya tidak mudah lagi memberi kesempatan pada wanita yang berusaha mendekatinya.
"Baiklah abang terima apa yang kamu mau" kata Evandro mengalah.
"Sekarang kita berangkat sayang biar kamu tidak teelambat" ajak Evan setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
💥 Kampus
Sampai di kampus Aira buru-buru keluar dari mobil suaminya.
"Yank nanti abang tunggu di kantor tidak ada alasan apapun" kata Evan setelah Aira mrncium punggung tangan suaminya.
"Iya kalau Aira tidak lupa" jawab Aira sambil keluar dari mobil suaminya.
__ADS_1
Evan hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya merajuk. Kemudian Evan menghubungi Nuri untuk mengatakan agar pulang kuliah mengantarkan Aira ke kantor dan tidak diijinkan untuk mampir kemanapun.
"Hai Ra tumben loe baru datang, gue kira loe ga masuk hari ini" sapa Vina di dalam kelas.
"Masuklah, hanya hari ini kesiangan" jawab Aira.
"Memang di tempat loe hujan deras ya sampai kesiangan karena enaknya pelukkan" kata Vina membuat Rio tertawa.
"Ya kan itu enaknya Vin, makanya loe nyobain dulu" kata Aira asal sambil terkekeh.
"Kalau obrolan begini gue belum nyampe nih" sahut Rio.
"Bukan belum nyampe Yo, tapi belum punya ijin mengendara" kata Aira membuat ketiganya tertawa bersama.
"Benar Ra" kata Vina sambil tertawa.
"Asyik bener kelihatannya obrolan kalian" kata salah satu teman kuliah Aira yang sedang duduk dibangku belakangnya.
"Iya nih rumpiannya emak-emak bikin rame ya" sahut Rio.
"Iya Riokan juga emak-emak" sahut Vina membuat Rio melotot protes.
"Sembarang, gua tulen ya. Emang si emon mas boy" kata Rio bergaya ala bencong.
Aira tertawa sambil mengusap perutnya agar anak yang didalam kandungannya tidak mengikuti gaya sahabatnya ini.
"Astaga Rio, untung gue belum hamil. Loe lihat Aira tuh sampai mengusap perutnya lihat gaya loe kaya bencong begitu. Nanti gue bilang Anggi tahu rasa loe ya" kata Vina.
Mereka semua tertawa bersama melihat Rio melotot protes ke Vina. Baru diam setelah ada salah satu dosennya masuk ke dalam kelas untuk memulai perkuliahannya.
Selesai kuliah siang, krtiga sahabat ini jalan bersama menuju tempat parkir.
"Vin, loe dijemput suami loe ya?" Tanya Aira melihat Vina ikut jalan ke tempat parkir tidak seperti biasa.
"Kok lor tahu sih, emang loe lihat suami gue dimana ya" jawab Vina.
"Kan kita belum kenal suami loe, mana gue tahu suami loe yang mana. Gue hanya menebak aja, karena tidak biasa loe jalan ikut kami ke tempat parkir." Kata Aira.
"Benar Ra, gue tadi juga heran melihat Vina ikutan kita jalan ke sini" sahut Rio.
"Iya nanti kapan-kapan gue kenalin kalian sama suami gue ya" kata Vina kemudian melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya setelah melihat keberadaan suaminya.
"Memang sampai sekarang Vina belum bulan madu ya Ra?" Tanya Rio mengingat bercandaan mereka tadi di dalam kelas. Aira menganggukkan kepalanya.
"Hebat juga tuh suaminya bisa tahan" kata Rio sambil nyengir karena dapat pukulan di pundaknya dari Aira.
__ADS_1
"Kalau loe pasti udah ga tahan ya" canda Aira membuat Rio terkekeh.
"Wajar dong, gue kan normal juga Ra" kata Rio.