Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 121. Masih seperti biji kacang


__ADS_3

Aira bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Evan mengikuti dibelakangnya sang istri.


"Abang mau mandi duluan?" Tanya Aira.


"Mau mandi bareng yank" jawab Evan manja.


"Idih abang manja amat sih" kata Aira.


"Abang mau mandi bareng dengan istri dan calon baby kita yank" kata Evan merayu.


"Tapi mandi aja ya bang, Aira lelah soalnya" kata Aira yang memang masih lelah jika harus melakukan penyatuan lagi.


💥 Rumah sakit


Sampai di rumah sakit Evan dan Aira sudah ditunggu Calvin di lobby rumah sakit.


"Yuk kita langsung ke ruangan gue aja, udah ditunggu sama dokter Digna istri gue." Ajak dokter Calvin.


Evan menganggukkan kepala kemudian menggandeng jemari tangan sang istri untuk mengikuti dokter Calvin menuju ke ruangannya.


"Ceklek" Calvin membuka pintu  ruangannya.


"Selamat pagi" sapa dokter Digna.


"Pagi dok" sapa Aira.


"Ini sayang pasiennya istri dari sahabatku" dokter Calvin.


Kemudian dokter Digna mengulurkan tangannya.


"Digna"


"Evandro"


"Aira"


"Maaf ini langsung aja ya saya tanya untuk haid terakhir kapan ya nona?" Tanya Digna.


"Seharusnya saya sudah haid bangsa  beberapa hari yang lalu dok" jawab Aira.


"Okey, terus keluhannya selama ini apa?" Tanya Digna lagi.


"Mual setiap pagi dan kadang terasa pusing" jawab Aira.


"Apakah setelah minum obat dari dokter Calvin itu masih mual?" Tanya dokter Digna.


"Lama ga minun sih dok" jawab Aira.


"Kenapa ga diminum?" Tanya dokter Calvin.


"Emm karena kelupaan" jawab Aira, Evan sengaja diam dan ingin mendengar jawaban Aira.


"Loe ga ngingetin istri loe Van untuk minum vitamin dan obat mualnya?" Tanya dokter Calvin.


"Gimana gue mau ngingetin, orang dia aja ga di rumah dan ga bisa dihubungi juga" jawab Evan tak mau disalahkan.

__ADS_1


"Kalian lagi marahan?" Tanya dokter Calvin.


"Salah paham aja waktu di kantor" jawab Evan.


"Maaf boleh saya periksa untuk di usg ya nona?" Tanya Digna.


"Iya silahkan saja dok" kata Aira kemudian Aira dibantu perawat untuk tidur di brankar dengan membuka sebagian bajunya untuk di oleskan gel putih bening pada bagian perut.


"Kenapa bisa salah paham, loe kembali sama Rani?" Tanya Calvin.


"Tidak, dia yang tiba-tiba ke kantor gue dan peluk gue" jawab Evan pelan agar tak terdengar istrinya. Namun tetap saja Aira bisa mendengarnya.


"Loe gila ya, udah punya istri masih main peluk dengan mantan. Bagaimana perasaan loe kalau istri loe dipeluk mantannya?" Tanya Calvin meninggi.


"Gue hajar dia berani sentuh istri gue" jawab Evan ga terima jika benar itu terjadi.


"Maaf tuan-tuan, ini saya mau melakukan usg barangkali tuan Evan mau ikut melihat melalui layar monitor ini keadaan janin di dalam perut istri anda" kata dokter Digna dengan suara agak keras, agar suaminya tidak ribut dengan sahabatnya.


"Peluk mantan mau, giliran istrinya dipeluk mantannya protes" gumam  dokter Calvin yang didengar Evan. Evan menatap ke Calvin yang terkekeh.


"Iya dok, mana anak saya dok?" Tanya Evan sambil melihat layar monitornya.


"Ini masih seperti biji kacang" jawab dokter Digna menunjukkan dengan kursor melalui layar monitornya.


"Kecil sekali ya sayang" kata Evan menatap layar monitor kemudian menatap istrinya.


"Iya masih sangat kecil" jawab Aira tersenyum.


"Ini posisi baik dan sehat, tapi jangan terlalu kecapekan ya nona dan dijaga juga pola makannya" kata dokter Digna.


"Baik dok" jawab Aira


Dokter Digna sudah kembali duduk di bangku untuk menuliskan resep obat.


"Dok apakah ada pantangan yang harus dilakukan istri saya?" Tanya Evandro.


"Tidak ada tuan, hanya menjaga emosi agar tidak stres dan jangan terlalu capek dalam pekerjaan" jawab Digna.


"Dan inget pesan gue dulu, bahwa bumil itu emosinya sangat labil dan mudah tersinggung atau marah. Jadi loe jangan aneh-aneh sebagai suami" kata Calvin.


"Kalau untuk berhubungan badan apakah boleh dok?" Tanya Evan.


"Boleh asal hati-hati dan jangan terlalu dihentakkan kasar" kata dokter Digna membuat Aira jadi merona pipinya karena malu dengan pertanyaan suaminya.


"Nanti kalau sudah mendekati mau lahiran bisa setiap hafi agar dapat membantu proses lahir Van" kata dokter Calvin.


"Okey, siap" jawab Evan.


"Nyonya nanti kalau suamimu membuatmu cemburu lagi dengan mantannya tinggalkan saja dia" kata Calvin.


"Jangan di dengerin sayang, sembarangan loe ngomong ya Vin" kata Evandro kaget dengan ucapan Calvin.


"Kemarin istri gue udah ninggalin gue selama hampir 5 hari. Dan itu bikin gue jadi ga bisa tidur dan ga tenang. Sekarang loe komporin lagi" kata Evan membuat Calvin dan Digna tertawa.


"Ini resep untuk obat dan vitaminnya dan kembali lagi untuk konsultasi bulan depan" kata dokter Digna.

__ADS_1


"Baik dok terima kasih banyak" jawab Aira.


"Sama-sama" kata dokter Digna.


"Terima kasih ya dok" kata Evandro ke dokter Digna.


"Tuh suamimu minta di suntik biar ga jadi kompor meleduk" kata Evandro sambil menunjuk debgan kepalany kr Calvin membuat Calvin dan Digna tertawa bersama.


Evandro menggandeng istrinya keluar dari rumah sakit dan tiba-tiba bertemu dengan Rani. Rani melihat saat Evan dan Aira keluar dari ruangan dokter Calvin. Setelah pasangan ini jalan menuju ke luar melawati tempat duduk untuk menunggu, Rani berdiri dan mendekati Evan.


"Sayang kamu kenapa ke sini?" Tanya Rani yang langsung memeluk lengan kanan Evandro membuat pasangan ini kagaet dan Aira langsung melepaskan genggaman tangan Evandro. Namun dengan cepat Evan dapat kembali meraih tangan sang istri.


"Lepaskan lenganku, aku tidak ada hubungan lagi denganmu" kata Evan.


"Sayang apakah karena perempuan itu kamu jadi melupakanku?"  Tata Rani dengan suara dibuat manja sambil menunjuk Aira dengan telunjuknya ke pundak Aira.


"Jangan pernah sentuh istriku" kata Evandro sambil mengibaskan lengan kanannya yang sempat dipeluk Rani. Aira hanya diam tak bergeming sedikitpun.


"Kamu merebut apa yang jadi milikku" kata Rani menunjuk dada Aira.


"Oya?! benarkah itu?" Jawab Aira dengan santai.


"Sayang kita pergi saja" ajak Evan dengan memeluk pinggang sang istri.


"Evan jangan pergi, kamu dulu begitu mencintai aku kenapa sekarang kamu seolah lupa denganku hanya karena seorang karyawan yang telah menggodamu" kata Rani.


"Jaga bicaramu Rani, siapapun Aira. Dia adalah istriku,  cinta pertamu dan terakhirku." Kata Evan.


"Tidak mungkin, aku yang pertama pacaran denganmu" kata Rani.


"Terserah apa yang kamu katakan, tapi itulah kenyataannya" kata Evandro kemudian mengajak sang istri pergi menjauh.


Selama di jalan Aira hanya diam begitupun dengan Evandro yang takut jika istrinya salah paham dan pergi lagi meninggalkannya.


"Kita tadi belum belum beli obat kan sayang, kuta mampir dulu ke apotek ya untuk beli obat" kata Evan.


"Hmm" jawab Aira.


"Sayang kamu mau makan apa nanti?" Tanya Evan mencoba menghilangkan keheningan diantara mereka berdua.


"Ga tahu" jawab Aira singkat"


Aira sempat ngepost di sosial media vambar rujak serut dengan judul 'segar makan disiang hari'.


"Sebentar abang ke apotik dulu ya yank, kamu tunggu di mobil saja" kata Evan kemudian keluar dari mobilnya.


*****




Terlanjur mencintai ini kelanjutan cerita dari Awal ekskul ya gaes


__ADS_1


Terima kasih gaes sudah mau mampir ke novelku 😘 🧡


__ADS_2