Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 79. Kakak pasti sembuh


__ADS_3

"Kakak harus yakin bahwa kakak pasti sembuh dan anak itu akan selalu menjadi kekuatan dan kebagiaan kakak" kata Aira.


"Terima kasih Ra dan aku minta maaf ya Ra pernah menyakitimu" kata Lusy.


"Aira juga terima kasih bisa berteman dengan kak Lusy. Tapi kak Lusy harus semangat ya, semoga nantinya anak kita bisa bersahabat" kata Aira memberikan semangat ke Lusy.


"Bang, maafkan Lusy ya yang pernah menyakiti Aira dan mungkin membuat abang tidak nyaman dengan kedekatannya Lusy dengan Aira" kata Lusy.


"Tapi percayalah bang, kak Lukas tidak akan pernah merebut Aira dari kakak." Kata Lusy.


Lukas hanya diam dan Evan menatap Lusy hanya dapat menganggukkan kepalanya, walaupun hati kecilnya memang masih kawatir dengan kedekatan Aira dengan Lusy yang pasti nantinya juga akan membuat Aira dekat dengan Lukas.


"Aku memang tidak akan pernah merebut Aira dari tanganmu, karena prinsipku hanya satu yaitu menikah hanya sekali seumur hidupku." Kata Lukas memberi jeda.


"Tapi jika kamu menyakiti Aira dan tidak dapat membuatnya bahagia, aku akan tetap melindungi Aira dari siapapun karena aku  menganggap Aira sebagai saudara dan adikku sendiri." Kata Lukas menatap Evandro kemudian melihat Aira dan Lusy yang menganggukkan kepalanya.


Aira dan Lusy saling menatap dan Lusy memeluk Aira dengan perasaan bahagia.


"Boleh ya Ra kalian jadi saudara? Karena mami juga menyukaimu, bahkan mengiinginkan kak Lukas menganggap kamu sebagai adiknya tidak akan lebih." kata Lusy.


"Iya Ra, aku akan selalu menganggapmu sebagai saudara sekaligus adikku." Kata Lukas sambil menatap Aira kemudian ke Evan yang sudah melotot serta menatap tajam ke Lukas.


"Boleh kak, kita akan tetap menjadi sahabat dan saudara. Dan sampaikan salam Aira untuk mami" jawab Aira, Lusy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian Andriana menghubungi Lusy dengan video call.


📞 "halo mi, wah mami panjang umur ini" sapa Lusy.


"Kenapa sayang?" Andriana.


"Baru saja Lusy sampaikan salam mami ke Aira dan mami mendapat balasan salam dari Aira" kata Lusy.


"Nih mi, Aira duduk bersebelahan dengan Lusy kok dan suaminya" kata Lusi lagi.


"Kamu sehat sayang?" Tanya Mami Andriana.


"Iya sehat mi, Lusy juga bahagia bisa bertemu Aira dan suaminya disini" kata Lusy.


"Boleh mami bicara sebentar dengan Aira?" Tanya Andriana.


"Boleh mi, silahkan" jawab Lusy kemudian memberikan ponselnya ke Aira.


"Selamat ya Aira, semoga kamu dan suamimu bahagia hingga maut memisahkan" kata Andriana.

__ADS_1


"Aamiin tante, terima kasih" jawab Aira.


"Jangan panggil tante sayang, tetaplah panggil mami. Kamu tetap anak mami sebagai adek dari Lusy dan Lukas sayang" kata Andriana.


"Terima kasih mi" jawab Aira, Evan mendengarkan obrolan istrinya dengan mantan calon mertuanya ada rasa cemburu larena maminya Lukas masih selalu memanggil sayang pada Aira.


"Mami senang mensengar kalian bisa bersahabat sayang, salam buat suami ya. Kapan-kapan kenalin mami ke suamimu ya nak" kata Andriana.


"Iya mi, ini bang Evan juga ada kok mi" kata Aira kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke suaminya.


"Salam kenal tante, saya suami Aira" kata Evan.


"Kamu Evandro Brahmana?" Tanya Andriana.


"Iya tan, saya Evandro Brahmana. Tante apa kabar?" Tanya Evan yang sudah kenal Andriana.


"Baik nak, maaf ya kami ga bisa datang ke acara pernikahan kalian. Tante juga ngga tahu kalau suami Aira itu kamu nak. Selamat ya nak dan tante nitip jagalah anak perempuan tante dengan baik" kata Andriana.


"Iya pasti tante, terima kasih" jawab Evandro.


"Tante bahagia mempunyai malaikat perempuan yang cantik dan baik-baik seperti Lusy dan Aira."


"Iya tante, Evandro juga bahagia dapat menikahi Aira" kata Evandro bangga dengan wajah cerahnya yang ditunjukkan pada Andriana  bahwa Aira miliknya.


"Terima kasih mi atas perhatian mami pada Aira dan selamat ya buat mami yang akan mempunyai cucu, semoga diberikan kebahagiaan dan kesehatan buat semuanya" kata Aira dengan senyumannya.


"Terima kasih sayang, semoga kamu juga segera hamil ya. Biar nanti mami langsung dapat 2 cucu" kata Andriana tertawa bahagia.


"Aamiin mi, terima kasih doanya. Ini ponselnya Aira kasih ke kak Lusy ya mi" kata Aira.


"Iya sayang, biar mami ngobrol sama Lusy. Kamu lanjutkan lagi acaramu dengan Evandro." Kata Andriana tersenyum. Kemudian ponselnya Aira berikan ke Lusy.


"Maaf kak, kami pulang duluan ya" kata Aira pamit dengan melihat Lusy dan Lukas bergantian.


"Iya, terima kasih Ra" jawab Lusy.


"Iya hati-hati di jalan, semoga kamu bahagia Ra" kata Lukas ke Aira kemudian merangkul pundak Lusy. Aira tersenyum melihatnya sambil menganggukkan kepalanya.


Evan menggenggam jemari tangan istrinya dan segera pergi meninggalkan pantai dan mengajak Aira berjalan menyusuri pinggir pantai.


"Bang nanti kita mau berangkat ke lombok jam berapa?" Tanya Aira.


"Kita berangkat pagi saja ya setelah sarapan, kita naik mobil mau nggak, biar kamu bisa menikmati jalanannya" jawab Evan memgajak istrimya kembali ke Lombok naik darat.

__ADS_1


"Aira gimana aja bang" kata Aira.


"Abang mandi aja duluan, biar Aira beresin koper dulu" kata Aira.


"Kita mandi bersama aja yank, baru kita beberes koper" kata Evandro sambil senyum-senyum dengan menaikturunkan kedua alisnya.


"Nggak ah ntar yang ada lama mandinya" kata Aira.


"Cuma sebentar aja yank, satu ronde aja kok kan bentar banget" kata Evandro memelas.


Aira pura-pura tidak melihat ke suaminya. Melainkan sibuk dengan membuka kopernya dan menata baju-bajunya.


"Yank, air udah abang siapin loh. Ayo kita mandi dulu biar cepet berangkat" kata Evan.


"Iya abang mandi dulu aja" kata Aira tanpa melihat ke suaminya yang sudah mendekatinya.


"Sayang..." bisik Evandro di telinga Aira membuatnya merinding.


"Hmm" Aira


"Yank, kita mandi yuk" rayu Evan sambil memainkan rambut Aira di leher


"Abang ih geli" kata Aira manja karena geli dengan hembusan nafas suaminya yang menyentuh leher istrinya.


Evandro menciumi leher istrinya dari belakang, membuat Aira semakin merinding. Evan langsung menggendong Aira dan membawanya ke kamar mandi.


"Abang, turuni Aira" teriak Aira yang kaget karena kelakuan sang suami.


Suaminya mencium bibir istrinya setelah diturunkan dari gendongannya. Aira membalas ciuman suaminya yang begitu lembut tapi menuntut. Tangan Evandro sudah tak terkondisi sambil membuka kancing piyama istrinya.


Aira larut dalam permainan sang suami hingga kedua sudah polos tanpa sehelai benang yang menempel.


Evandro pandai membuat sang istri untuk bisa menikmati permainanannya. ******* sudah menggema di dalam kamar mandi hingga akhirnya laharnya tumpah.


Evandro menggosok badan sang istri begitupun dengan Aira bergantian menggosok punggung suaminya.


"Yank, nanti baju kotormu disatukan aja dengan baju kotor abang di koper ini. Jadi kopermu diisi baju bersih kita." Kata Evandro.


"Iya bang, itu udah dijadikan satu sama Aira sih, hanya belum masuk koper abang aja. Karena di koper abang masih ada beberapa kaos abang yang bersih." Kata Aira.


Kemudian Evandro membantu istrinya berkemas agar istrinya berganti pakaian dulu.


"Sayang ganti pakaian dulu aja, biar ini abang yang beresin kopernya okey" kata Evandro kemudian membereskan kompernya.

__ADS_1


__ADS_2