Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 128. Ijin dulu ke suami


__ADS_3

"Bang besok Aira ijin ke Bogor sama Rio dan Vina ya pulang kuliah kalau mereka ada waktu" tanya Aira. Evan mengernyitkan dahinya bingung.


"Ke Bogor mau apa sayang, mau beli asinan?" Tanya Evan baru memikirkan mereka membicarakan apa.


"Iya, kalau mereka bisa sih" jawab Aira.


"Nanti abang lihat jadwal dulu ya, kalau besok abang ga ada meeting biar abang yang antar kamu aja" kata Evandro kemudian mendial ke nomer meja kerja Suryo meminta asistennya untuk ke ruangannya.


"Sur, besok saya ada jadwal ga?" Tanya Evandro.


Suryo melihat ke layar pada ipad yang dipegangnya.


"Ada tuan, jam 10 pagi ada meeting dengan pt.Angkasa, jam 2 siang dengan Dirgantara group dan jam 4 sore dengan Ganeca group.


"Tolong dijadwalkan untuk Ganeca di majukan nanti malam dan Dirgantara besok pagi jam 9" kata Evandro.


"Ganeca tidak dapat dirubah lagi jadwalnya tuan, karena tuan Ganex Alexander selesai meeting harus kembali ke negaranya." Jawab Suryo.


Evan membuang  nafasnya berat.


"Bang, abang meeting aja. Aira bisa pergi dengan Rio atau ajak bang Haikal besok" kata Aira. Evan hanya memandang wajah sang istri sambil memikirkan bagaimana solusinya untuk dapat mengantarkan sang istri ke bogor.


"Bagaimana kalau kita ke Bogor nya lusa yank?" Tanya Evan ke Aira.


"Maaf tuan lusa tuan ada meeting dengan tuan Raka dan tuan Heidar" sahut Suryo.


Evandro diam dan memikirkan bagaimana sebaiknya mengatur jadwal agar tujuan istri ini tercapai tapi tidak juga mengganggu pekerjaan kantornya.


"Tidak usah dipaksa bang, biar Aira diantar bang Haikal saja. Atau Aira bisa sama Nuri berdua kesana" kata Aira.


"Ya sudah kamu hubungi Rio atau Haikal. Siapa yang bisa mengantarkanmu" kata Evandro pasrah. Suryo pamit undur diri setelah tuannya tidak lagi membutuhkannya.


Tok tok tok


"Masuk"


"Wah rujak sudah datang" kata Aira senang.


"Terima kasih kak Lely" kata Aira dengan senyumnya.


"Sama-sama kak" jawab Lely dengan membalas tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


💥 Restoran Sunda


Reza janjian dengan Haikal untuk makan siang berdua, Reza malas makan di kantor karena berpikir kalau sang mama masih berada di kantor.

__ADS_1


"Gue semalam lagi mikir kalau jika Aira diijinkan bang Evan mau gue ajak kerjasama buka cafe karaoke." Curhat Haikal.


"Aira mau juga?" Tanya Reza.


"Gue belum ketemu. Biasanya jam segini dia makan siang di kantor bang Evan." Jawab Haikal.


"Setiap hari ke kantornya?" Tanya Reza ingin tahu.


"Iya selama ini setiap hari kalau Aira ga capek atau ada kegiatan lain" jasab Haikal.


Derrt... derrt...


"Adek gue memang panjang umur, baru dibicarakan sekarang udah ngehubungi abangnya" kata Haikal terkekeh. Kemudian memencet tobol hijaunya.


📞 "Ya sayang ada apa?" Sapa Haikal.


"Abang besok siang sibuk ga?" Tanya Aira


"Sepertinya ga deh, kenapa dek" jawab Haikal.


"Bang besok mau ga anterin Aira ke Bogor, soalnya bang Evan besok seharian sibuk" Tanya Aira.


"Mau ada acara apa ke Bogor dek?" Tanya Haikal.


"Ya ampun bumil ini, memang harus ke Bogor? Bagaimana kalau besok abang beliin yang ada disini saja dan abang anter ke kantor bang Evan?" Tanya Haikal.


Evan mendengarkan semua pembicaraan istrinya dengan sang abang, karena memang di speaker oleh Aira atas permintaan sang suami.


"Aira sih maunya ke Bogor langsung bang, tapi kalau abang ga bisa ya tidak mengapa, nanti Aira akan ajak Rio saja" kata Aira agak kecewa, abangnya juga tidak bisa mengantar.


"Abang bisa sayang, mau siang pulang kuliah?" Tanya Haikal tak ingin banyak bertanya karena bumil mulai sensitif.


"Iya besok siang, abang jemput Aira ke kampus ya bang" kata Aira bahagia sambil tersenyum. Evan melihat perubahan raut wajah istrinya yang tadi sempat cemberut kecewa, tiba-tiba terlihat bahagia setelah Haikal mengatakan bisa mengantarkannya ke Bogor.


"Sebegitu cepatkah perubahan mood bumil jika kemauannya tercapai?" batin Evandro sambil geleng-geleng kepala.


📞 "Iya dek, besok abang jemput ke kampusmu dan kita langsung berangkat ke Bogor. Tapi jangan lupa adek ijin dulu ke bang Evan" kata Haikal mengingatkan adeknya.


"Iya bang, ini bang Evan juga dengar kok. Nih..." kata Aira kemudian mendekatkan ponselnya ke Evandro.


"Halo Kal" sapa Evan.


"Ya bang, bener  besok Haikal yang anter Aira ke Bogor bang?" Tanya  Haikal.


"Iya Kal, tolong antarkan istri abang ke Bogor ya Kal karena besok abang sibuk ga bisa mengantar Aira ke sana" kata Evandro.

__ADS_1


"Siap bang, asal Aira sudah mengantongi ijin dari abang aja" jawab Haikal.


"Iya abang ngijinin kok" kata Evandro.


📞"Tuh sudah puas dengar suara bang Evan sendiri kan bang" kata Aira.


"Iya, habis abang kan kawatir nganteri kamu ke luar kota tanpa ijin bang Evan, bisa kena marah nanti abang sama papa, bang Haris juga bang Evan sendiri" kata Haikal.


Reza hanya mendengarkan ucapan sahabatnya saja dengan sesekali membuang nafasnya berat.


"Ternyata tidak mudah untuk move on darimu Aira, apalagi hati ini inginnya selalu bertemu denganmu" batin Reza.


📞"Terima kasih ya abangku sayang" kata Aira menutup panggilannya.


"Sama-sama sayang" jawab Haikal sambil geleng-geleng kepala.


"Besok loe mau ke luar kota?" Tanya Reza.


"Mau nganterin bumil yang sedang gidam ingin asinan Bogor" jawab Haikal sambil terkekeh.


"Gue sih ga akan pernah bisa nolak keinginan anak itu sejak dulu" kata Haikal mengingat masa-masa kecilnya bersama Aira.


"Sama siapa saja ke Bogor?" Tanya Reza


"Ya paling hanya gue sama Aira kalau bodyguard Aira ga ikut" jawab Haikal.


"Loe ga ajak Vina Kal?" Tanya Reza.


"Mungkin akan diajak Aira kali besok, cuma ga tahu juga Vina bisa apa ga" jawab Haikal.


"Kalau besok gue ga sibuk dan mobil ga penuh, gue ikutan bolehkan?" Tanya Reza.


"Gue sih bolek boleh saja bro, tapi loe sendiri gimana jika sering ketemu Aira?" Jawab Haikal balik bertanya.


Reza membuang nafasnya berat sambil berkata "gue ketemu atau ga ketemu Aira juga ga mudah untuk gue move on, tapi gue sadar Aira sudah ada yang memilikinya" jawab Reza menatap geleas yang ada di depannya.


"Salah gue sih dulu ngegantungi tanpa ada kepastian" gumam Reza yang masih didengar Haikal walaupun pelan.


💥 Kantor EvD


Aira sibuk dengan laptop dan ponselnya setelah selesai menghubungi Haikal. Evan sibuk dengan beberapa berkas yang menumpuk, lyah walaupun tidak banyak. Dan memang pengusaha muda ini sedang membuangun sebuah hotel di luar kota dengan bekerjasama dengan perusahan Haris.


"Kamu sibuk ngerhain tugas yank?" Tanya Evan ke sang istri.


"Nggak, Aira lagi bikin design baju sama balas chat dari teman aja" jawab Aira.

__ADS_1


__ADS_2