
💥 Ayam bakar
Sampailah sepasang kekasih ini di restoran ayam bakar dekat kantor Evan.
"Ayo sayang kita turun" ajak Evan setelah membukakan pintu mobil buat Aira.
"Terima kasih" kata Aira
"Kok dingin banget ya jawabannya pada hal ini lagi ga ada hujan" sindir Evan menahan senyum sambil melirik Aira.
"Iya anggap saja lagi di dalam kulkas" jawab Aira asal membuat Evan terkekeh.
Evan dan Aira sudah duduk di bangku dan Evan memanggil pelayan restoran itu. Sambil menunggu pesanannya, Aira minta ijin ke Evan untuk pergi ke toilet dulu. Evan membuka pesan di ponselnya karena ada notifikasi masuk.
🗨 "Apa kabar Evan?"
Evan heran ada pesan masuk tapi tidak tertulis siapa nama pengirimnya.
"Maaf ini siapa?" 💬 Evan.
🗨 "Aku Rani, apakah kamu sudah lupa"
"Kabarku baik"💬 Jawab Evan singkat.
🗨 "Aku rindu denganmu sayang, apa kamu ga merindukanku?"
Aira sudah kembali duduk di meja bersama Evan. Dan tidak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Maaf saya sedang sibuk" 💬
Evan meletakkan ponselnya di meja. Kemudian menikmati makanan yang sudah dipesannya bersama dengan Aira.
"Ayo kita makan sayang" ajak Evan dan Aira menganggukkan kepalanya.
Tingg... masuk notifikasi pesan ke ponsel Evan. Evan melihat dari siapa kemudian didiamkan saja.
🗨 "Baiklah, aku akan berkunjung ke kantormu besok sayang karena aku sudah sangat merindukanmu"
"Kenapa ga dibalas sih bang, itu ada pesan masuk" kata Aira.
"Biarkan saja, itu ga penting" kata Evan.
"Kita nikmati saja makanan ini, ga usah membahas pesan yang tidak penting" kata Evan
__ADS_1
"Jadi apakah nanti kita jadi mau KUA sayang?" Goda Evan agar membuat moodnya kembali baik.
"Idih abang kok dilanjut lagi sih. Kan kita juga sebentar lagi udah tunangan bang" kata Aira.
"Atau kita mundurin saja bang tunangannya sampai 2 bulan kedepan?" Canda Aira membalas Evandro aambil tersenyum.
Evandro langsung melotot ke Aira.
"Atau tanpa tunangan saja, jadi langsung hari saat kita tunangan nanti untuk kita menikah saja bagaimana" kata Evan sambil menaik turunkan kedua alisnya dengan tersenyum.
"Ga mau, Aira mau bilang ke papa aja kalau pernikahan kita diundur sampai tahun depan aja bang. Biar kita bisa lebih saling mengenal." kata Aira
"No, kita sudah saling mengenal dari jaman dulu. Abang ga setuju kalau dimundurin" kata Evan cepat.
"Abang, Aira kan belum siap sebenarnya kalau buat nikah secepat itu" kata Aira pelan sambil makan.
"Sayang mungkin sekarang belum siap, tapi nanti setelah kita tunangan kamu pasti juga akan siap dengan sendirinya." Kata Evan meyakinkan Aira.
Tiba-tiba ponsel Evan berdering, Evan melihat ada panggilan masuk tanpa nama. Evan lupa belum menyimpan nomer kontak Rani yang baru. Evan menerima panggilan telp yang masuk ke ponselnya.
"Halo" sapa Evan
"Sayang, aku sangat merindukanmu" kata Rami manja.
"Siapa bang yang telp, kok sepertinya abang ga nyaman?" tanya Aira.
"Orang yang tidak penting, biarkan saja" jawab Evan dingin.
"Sudahlah, kita lanjut makan saja" kata Evan.
Aira melihat Evan seperti orang sedang marah langsung diam saja dan tidak lagi mengajak bicara hingga makanan mereka habis.
"Sudah, kita pulang sayang" ajak Evan setelah melihat Aira sudah selesai.
"Iya ayo" jawab Aira.
"Memang siapa sih yang menghubungi abang, kenapa tiba-tiba abang berubah seperti orang menahan emosi" batin Aira di dalam mobil.
"Apa jangan-jangan kak Lukas yang menghubungi bang Evan. Tapi mau ngapain dia menghubungi bang Evan" batin Aira bingung.
Didalam mobil Evan hanya diam dan Aira berpikir sendiri mencari jawaban siapa yang menghubungi Evan hingga tak terasa tiba di apartemen Evan. Evan membukakan pintu mobil Aira kemudian menggandeng tangan Aira dan berjalan masuk ke apartemennya.
"Abang tadi kenapa ga jadi balik ke kantor sih?" Tanya Aira.
__ADS_1
"Bukannya tadi ada yang minta mau pulang ke apartemen untuk ambil barang dan langsung mau minta pulang ke rumah om Raka" jawab Evan.
"Kan Aira ga jadi pulang ke rumah papa, karena ada yang menjanjikan untuk mau jujur bercerita" kata Aira menyindir Evan.
"Yakin mau abang jujur dan kamu ga akan marah atau cemburu?" Evan menggoda Aira.
"Ga Aira ga marah kok, emang kapan Aira marah sama bang Evan?" Tanya Aira.
"Sepertinya tadi pagi saja masih marah sebelum abang mau bawa ke KUA" kata Evan.
"Idih abang selalu aja begitu, sekarang abang cerita deh sama Aira. Kan tadi bilang mau ceritain semuanya" kata Aira mengingatkan janjianya Evan.
Evan mengambil nafas dan membuangnya dengan berat. Kemudian menatap Aira dalam.
Jujur Evan bingung bagaimana harus mengatakan ke Aira, apalagi sekarang Rani sepertinya mulai mendekati Evan kembali. Padahal mereka sudah sangat lama tidak saling berhubungan. Aira duduk di sofa sebelah Evan duduk setelah meletakkan tasnya ke dalam kamar.
"Apa yang Aira ingin tahu dari bang Evan?" Tanya Evan serius.
"Abang belum menjawab pertanyaan Aira tadi pagi, siapa itu Rani" kata Aira menatap Evan.
"Rani adalah masa lalu abang, tapi kami sudah lama tidak berhubungan sejak dia memutuskan hubungannya dengan abang dulu." Jawab Evan
"Apakah sampai sekarang abang masih mengharapkan dia kembali?" Tanya Aira.
"Sampai kapanpun abang sudah tidak mengharapkannya kembali. Karena sekarang ada yang lebih penting buat abang yang wajib abang harapkan" jawab Evan sambil tersenyum menatap Aira.
"Seandainya dia mengajak abang untuk kembali bagaimana?" Tanya Aira masih menatap Evan.
"Buat bang Evan tidak ada lagi tempat di hati abang selain seorang gadis yang bernama Aira Saputra." Jawab Evan.
"Seandainya gadis itu ikhlas jika abang memang mau menerima kembali Rani bagaimana?" Tanya Aira membuat Evan melotot menahan amarah.
"Maksudnya apakah Aira, Aira ga mau terima abang? Atau Aira akan kembali menunggu Lukas" kata Evan yang sudah naik satu oktaf.
"Bukan maksud Aira tidak mau menerima bang Evan, tapi Aira tidak mau menjadi pihak ketiga atau pelampiasan abang" kata Aira.
"Aira tolong dengarkan abang, kamu bukanlah pelampiasan abang. Abang itu ke Aira tulus, ga ada sedikitpun niat abang melampiaskannya ke kamu Aira" kata Evan memegang kedua pundak Aira agar menghadap ke Evan.
"Aira tolong buka hatimu untukku, abang tahu dihati Aira masih ada nama Lukas" kata Evan.
"Kenapa abang membawa nama kak Lukas?" Tanya Aira.
"Besok Rani mau ke kantor, tadi dia mengirim pesan ke abang. Dan abang kemungkinan besok tidak akan ke kantor, abang hanya mau mengantarmu kuliah kemudian abang akan ke kantor Haris atau ke kantor Haikal saja" kata Evan. Aira hanya diam saat mendengar Rani mau ke kantor menemui Evan.
__ADS_1
Aira memang belum mencintai Evan, tapi dia juga kaget pada saat mendengar jika Rani akan menemui kekasihnya.