Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 55. Aira cemburu


__ADS_3

"Terus dia ngomongin apa sama kamu sekarang?" Tanya Evan.


"Ya ngobrol biasa aja, dia nanyain Aira kuliah dimana dan ternyata kami satu kampus hanya beda jurusan" jawab Aira tersenyum.


"Kenapa sekarang Aira bisa tersenyum setelah berkirim pesan dengan pria lain" batin Evan.


"Besok abang jemput pagi ya sayang" kata Evan setelah sampai di depan pintu rumah Aira.


"Iya bang, terima kasih untuk hari ini" kata Aira datar.


💥 Kediaman Raka


Mobil Ari memasuki halaman rumah Raka. Aira keluar dari mobil Ari dan memasuki rumahnya. Haikal dan Raka sudah menunggu kedatangan Aira sejak selesai makan malam di ruang keluarga.


Haikal melihat adiknya masuk rumah dan langsung naik keatas tanpa melihat ada papa dan abangnya. Kemudian dibelakang Aira terlihat Evan masuk dan bertemu Haikal.


"Apa kabar Kal, kapan datang?" Tanya Evan.


"Baik bang, tadi sore sampe rumah. Ada apa dengan Aira?" Jawab Haikal kemudian menanyakan Aira.


"Mungkin dia masih marah sama bang Evan, entah kenapa belum mau untuk terbuka dengan abang." Jawab Evan.


"Nanti biar Haikal tanya bang" kata Haikal.


"Terima kasih ya Kal. O iya apa om Raka sudah tidur?" Tanya Haikal.


"Papa ada kok bang, itu duduk di ruang keluarga. Ayo abang masuk aja dulu" ajak Haikal. Kemudian Evan masuk dan memberi salam ke Raka serta mencium punggung tangan Raka.


"Maaf om kalau sampai kemalaman Evan mengantarkan Aira" kata Evan.


"Iya gapapa, mungkin om juga masih ijinkan Aira besok ke kampus. Tapi lusa kalian sudah harus di rumah masing-masing untuk istirahat. Karena sehari lagi kalian sudah akan menikah. Biar nantinya tidak terlalu kecapekan saat banyak tamu datang" kata Raka.


"Iya om, mama juga bilang kalau jum'at kami harus dipingit katanya" kata Evan tersenyum.


"Iya kalau jaman dulu dipingit itu seminggu sebelum acara" kata Raka. Kemudian Evan pamit pulang karena hari sudah malam.

__ADS_1


Setelah Evan pulang, Raka kemudian masuk ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Haikal menuju kamar Aira.


"Tok tok tok"


Aira membuka pintu kamarnya.


"Abang, kapan pulangnya?" Tanya Aira


"Tadi sore sayang abang sampe rumah" jawab Haikal.


"Apa boleh abang masuk?" Tanya Haikal.


"Iya masuk aja bang" jawab Aira.


"Sayang, tadi abang lihat kamu langsung masuk ke kamar dan tidak keluar lagi menemui bang Evan yang pamit pulang" kata Haikal. Aira diam saja, dia lupa tadi setelah meletakkan tasnya di kamar tidak turun lagi untuk menemui Evan.


"Apakah kamu ada masalah dengan bang Evan?" Tanya Haikal menatap Aira.


"Entahlah bang, Aira juga tidak tahu perasaan Aira ke bang Evan" jawab Aira jujur.


"Mantannya bang Evan selama ini selalu menghubungi bang Evan dan tadi saat kami sedang makan sate, dia juga datang kemudian memeluk bang Evan" kata Aira yang menceritakan urutan kejadiannya.


"Itu artinya ada rasa cemburu dan tanda bahwa kamu mulai mencintai bang Evan sayang" kata Haikal sambil tersenyum.


"Entahlah bang, tapi Aira ga suka lihat perempuan itu mendekati bang Evan bahkan memeluk serta mencium pipi bang Evan" kata Aira.


"Apa kamu bicara sama bang Evan bahwa kamu ga suka jika perempuan itu mendekati bang Evan?" Tanya Haikal.


"Aira malas bicara sama bang Evan tentang perempuan itu, kelihatan mereka masih saling mencintai. Dan mungkin mantannya itu mau mengajak bang Evan untuk kembali padanya" kata Aira menceritakan isi hatinya.


Haikal merekam percakapannya dengan Aira yang kemudian dia kirim ke ponsel Evan.


"Sayang, bang Evan itu sudah sangat mencintai dan menyanyangimu, jadi tidak mungkin bang Evan mau lagi kembali ke perempuan itu." Kata Haikal.


"Belum tentu bang, sisa cinta mereka pasti masih ada. Apalagi perempuan itu selalu mendatangi bang Evan dengan segala rayuannya" jawab Aira menatap ke arah lain tanpa mau lagi melihat Haikal.

__ADS_1


"Ya sudah kamu ga usah berpikir yang nggak-nggak, sekarang istirahatlah. Tinggal beberapa hari lagi kanu akan menikah okey" kata Haikal tidak ingin lagi memperpanjang obrolannya mengenai masalah Aira dan Evan.


Pagi-pagi Aira terbangun, tapi rasanya dia malas untuk turun ke dapur membantu bibi menyiapkan sarapan. Aira duduk bersandar di atas ranjangnya sambil membuka ponselnya untuk melihat apakah ada pesan masuk.


Setelah beberapa saat Aira mandi dan berpakaian rapi, barulah dia turun untuk sarapan. Ternyata Evan sudah duduk di meja makan bersama papa dan abangnya menunggu Aira sarapan.


"Sayang tumben baru turun, biasanya kamu suka bantu bibi masak buat sarapan" kata papa Raka.


"Iya pah, tadi Aira lagi malas untuk bangun pagi. Enakkan bermalas-malasan di kamar sambil ngobrol sama teman" kata Aira melirik Evan tanpa mau menyapanya.


"Ya sudah ayo kita sarapan, nanti kamu terlambat kuliahnya" kata Raka kemudian mereka semua mulai dengan sarapan tanpa ada yang bersuara hingga sarapan selesai.


"Aira berangkat pah" kata Aira sambil mencium pipi dan punggung tangan Raka. Evan pun langsung berdiri dan juga berpamitan dengan mencium punggung tangan Raka.


"Aira, mulai besok kamu tidak papa ijinkan untuk keluar-keluar sampai hari H kalian menikah" kata Raka mengingatkan. Aura hanya menganggukkan kepalanya kemudian kembali berjalan menuju mobil Evan.


"Ada apa dengan Aira dan Evan?" Tanya Raka pada Haikal setelah keduanya pergi meninggalkan rumahnya.


"Aira kemarin cemburu pah karena mantan bang Evan tiba-tiba datang menemui bang Evan dan memeluknya. Padahal bang Evan sudah putus hubungan dengannya lama" jawab Haikal.


"Berarti Aira sudah mulai mencintai Evan dan dia sudah dapat membuka hatinya untuk Evan." Kata Raka.


"Iya, semalam Haikal juga bilang ke Aira bahwa dia cemburu artinya Aira sudah mulai jatuh cinta dengan bang Evan. Tapi sepertinya Aira masih belum percaya dengan perasaannya." Kata Haikal.


"Yah semoga saja dengan mereka secepatnya menikah bisa membuat Aira lebih mencintai Evan. Karena papa lihat Evan begitu mencintai Aira" kata Raka.


"Iya bang Evan memang kelihatan kalau dia begitu mencintai Aira sampai-sampai dia pake Rio untuk jadi bodyguardnya Aira. Bahkan kata bang Haris setelah mereka menikah nanti akan memberikan bodyguard buat Aira tanpa Aira tahu" kata Haikal membuat Raka terkekeh dengan menggelengkan kepalanya. Kemudian berangkat ke kantor bersama dengan Haikal tapi menggunakan mobil masing-masing.


💥 Kampus


Rio dan Anggi sudah sampai di kampus lebih dulu, baru terlihat mobil Evan masuk ke parkiran kampus.


"Sayang kenapa dari tadi ketemu abang diam saja sih, apakah bang Evan ada salah?" Tanya Evan setelah mereka sampai di parkiran.


Aira menatap Evan saat mau membuka seatbeltnya.

__ADS_1


"Kalau abang masih mencintai Rani dan akan kembali silahkan saja bang. Abang ga perlu mikirin Aira. O ya nanti abang ga usah jemput Aira, mungkin Aira akan pulang sendiri karena Aira nanti ada janji sama teman" kata Aira kemudian segera keluar dari mobil Evan. Namun Evan dengan cepat langsung menarik tangan Aira agar duduk dulu di dalam mobil.


__ADS_2