
"Bukan itu, tetapi karena abang sudah mencintai Aira" jawab Evan sambil menggenggam jemari Aira.
"Abang mencintaimu Aira, apakah Aira bersedia menjadi kekasih bang Evan?" Tanya Evan membuat Aira kaget. Aira tidak menyangka jika Evan mencintainya,
"Tapi saat ini status Aira masih menjadi kekasih kak Lukas" kata Aira bingung mau menjawab.
"Baiklah jawabannya abang tunggu setelah hubungan kalian putus" kata Evan ada rasa kecewa mengingat hubungan Aira dengan Lukas. Tapi Evan mencoba untuk memahami perasaan Aira.
Di meja yang agak berjauhan ada dua pasang mata yang memperhatikan Aira dan Evan. Ya ada Lukas dan Lusy disana ternyata sedang makan siang berdua. Rasa cemburu yang berkobar di hati Lukas melupakan keadaan dimana saat ini sedang ada Lusy calon istrinya yang baru dilamarnya semalam karena paksaan dari kedua orang tua Lukas dan Lusy setelah kejadian kekhilafannya beberapa hari lalu.
Lukas berdiri dan langsung mendatangi Aira yang jemarinya masih dalam genggaman Evan.
"Aira apa yang kalian lakukan" kata Lukas membuat Aira dan Evan kaget dengan kedatangan Lukas yang tiba-tiba.
"Kak Lukas..." kata Aira kaget dan langsung menarik tangannya dari genggaman Evan.
"Aira kamu selingkuh kan dibelakangku. Dan kamu selalu bilang bahwa dia abangmu. Tidak ada abang yang dengan mesranya menggenggap tangan adiknya seperti seorang kekasih" kata Lukas sinis penuh emosi. Lusy mendekati Lukas mencoba meredakan emosi Lukas, karena Lusy tidak ingin jika Lukas masih mencintai Aira. Sedangkan mereka sudah bertunangan dan Lusy sudah menyerahkan seluruhnya pada Lukas.
"Sayang kita sudah tunangan, kamu harus ingat itu" kata Lusy sengaja dibesarkan volume bicaranya agar Aira dan Evan mendengarnya.
"Benarkah kalian sudah tunangan?" Tanya Aira menatap Lusy kemudian Lukas dengan posisi Aira berdiri berhadapan dengan Lukas. Lusy meenjawab dengan jelas bahwa mereka baru semalam tunangan sambil menunjukkan cincin yang melingkar dijemari keduanya.
"Jadi disini siapa yang selingkuh?" Tanya Aira tegas menatap tajam Lukas dengan airmata yang menetes tanpa disuruh.
"Aira maafkan aku, aku tidak bermaksud selingkuh, semua kulakukan karena terpaksa" jawab Lukas mencoba meraih jemari Aira untuk meminta pengertian Aira.
Namun Aira menolak dan menjuhkan tangannya dari tangan Lukas.
"Lukas, kamu bilang kamu terpaksa setelah kita tidur bersama malam itu" protes Lusy.
__ADS_1
"Diam kamu Lusy, semua itu kamu duluan yang memulai memancingku" kata Lukas penuh kemarahan.
"Duerr"
Bagaikan tersambar petir, hati Aira sangat sakit mendengar semua alasan yang diucapkan Lusy. Aira sudah tak lagi bisa membendung airmatanya.
"Maaf kak, saat ini juga hubungan kita selesai. Lakukanlah apa yang menurutmu baik dan biarkan aku pergi melangkah kejalanku sendiri" kata Aira sambil beruai airmatanya, hatinya sangat sakit mendengar pengkhianatan Lukas dibelakangnya.
Selama ini Aira sudah berusaha menjaga hatinya untuk selalu setia dengan Lukas walaupun dia tahu pada akhirnya pasti semua akan kerakhir. Tapi tidak dengan cara yang sangat menyakitkan begini.
"Aira aku masih mencintaimu, maafkan aku Aira. Aku hanya mengikuti kemauan kedua orang tuaku." kata Lukas memohon.
"Maaf kak, lebih baik kita akhiri hubungan kita yang berbeda jalan ini. Selamanya kita tak akan pernah sejalan. Lupakan aku dan kita melangkah di jalan kita masing-masing untuk menemukan kebagiaan kita" kata Aira yang mencoba untuk kuat dan tegar.
Evan langsung memeluk Aira. Aira langsung menangis di pelukan Evan.
"Kita pulang bang" kata Aira meminta Evan untuk pulang.
Lukas meneteskan airmatanya selepas kepergian Aira. Dia sadar bahwa dialah yang selingkuh dan telah menodai cintanya bersama Aira. Dan Lukas juga sadar bahwa jalan mereka memang berbeda. Tetapi hatinya masih belum rela melihat Aira dengan Evan.
Di dalam mobil Aira menangis. Hatinya sangat sakit sekali mendengar semua yang dikatakan Lusy walaupun Aira sadar bahwa mungkin inilah jalan terbaik buat keduanya. Evan membiarkan Aira menumpahkan segala sakit hatinya dengan menangis.
"Sayang mungkin inilah jalan yang sudah Allah beri buat kalian berdua. Menangislah jika memang itu dapat meredakan sakit hatimu" kata Evan kemudian kembali mengemudikan mobilnya membawa Aira ke pinggir pantai yang jauh dari kota Jakarta.
💥 Pantai
"Kita turun yuk" ajak Evan yang sudah membukakan pintu mobil Aira.
Aira mengikuti Evan duduk di pinggir pantai. Pandangan mata Aira seperti kosong tak lagi ada gairah.
__ADS_1
"Kenapa hati Aira sakit sekali bang mendengar apa yang sudah mereka lakukan dibelakang Aira" kata Aira.
"Kenapa kak Lukas tega menodai dan mengkhianati cinta Aira yang selama ini Aira berusaha menjaga hati" kata Aira sambil menangis.
"Aira selama ini mencoba untuk percaya bahwa mereka memang tidak ada hubungan apapun, tapi kenyataannya mereka justru menodai cinta kami" kata Aira yang tak bisa membendung air matanya lagi. Pandangannya jauh ke depan tanpa tujuan.
Evan mendengarkan semua keluh kesah yang dirasakan Aira. Evan duduk di sebelah Aira dengan meraih dan memeluk Aira untuk membawa kepala Aira ke dadanya.
Walaupun ada rasa sesak di dada Evan melihat Aira masih mencintai Lukas, sekalipun sudah dikhianati oleh Lukas. Tetapi Evan mencoba untuk tidak egois,b Evan mencoba memaklumi karena Aira juga baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Jadi wajar jika Aira masih mencintai Lukas.
Bahkan Evan berjanji dalam hatinya akan membuat Aira bahagia dengannya dan akan melupakan cintanya dengan mantan kekasihnya itu.
"Bang apakah semua cowok sama seperti kak Lukas?" Tanya Aira sambil mendongakkan wajahnya ke Evandro.
"Maksudnya yang sama apanya?" tanya Evan.
"Cowok itu mudah berpaling dan mudah mengobral janjinya pada perempuan lain" kata Aira.
"Tidak semua laki-laki sama, semua tergantung keteguhan hati dari orang itu sendiri" kata Evan.
"Berarti kak Lukas itu orang yang ga teguh dan mudah goyah dong ya bang" kata Aira.
"Aira boleh abang bertanya?" Tanya Evan menatap kedua mata Aira. Aira menganggukkan kepalanya menatap Evan.
"Apakah Aira masih mengharapkan Lukas kembali?" Tanya Evan. Aira menatap Evan lama ada sesuatu yang terpendam dari sorot mata Evan menanti jawaban dari Aira.
Aira menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu masih masih mencintai Lukas?" Tanya Evan pelan sambil memandang Aira.
__ADS_1
"Mungkin saat ini masih ada bang, tapi Aira akan berusaha melupakannya. Karena semua itu tidak akan mungkin untuk kami raih sampai kapanpun. Karena kami tak akan pernah bisa sejalan." Jawab Aira menatap mata Evan.