
"Kenapa memangnya, bang Ferry itu sudah punya pacar bang. Lagian Aira juga tidak pernah ada hubungan apapun dengannya." Kata Aira yang tahu suaminya tengah cemburu.
"Terserah apapun alasanmu, yang pasti abang tidak akan mengijinkanmu bertemu dengannya lagi" kata Evan.
"Ya nanti kalau Aira mau beli ajak Rio atau Nuri deh, yang penting Aira ga sendiri ke sananya kan" kata Aira masih taknterima dengan aturan suaminya.
"Biar Nuri saja yang kamu suruh beli dan kamu tunggu di dalam mobil atau di kampus" kata Evan tegas.
"Bang kenapa sih harus begitu, Aira ketemu kak Reza ga boleh, ketemu bang Ferry juga ga boleh terus nanti lama-lama ketemu Rio juga ga boleh" protes Aira.
"Ya kalau sama Rio ga masalah sayang, kalian kan memang sahabatan" kata Evan lembut, tahu jika istrinya mulai marah.
"Ya sama bang Ferry juga teman baik kok, tanya deh sama Rio tahu juga" kata Aira.
"Nanti kalau kamu ingin makan es buah bilang abang aja biar abang yang beli. Kamu tungguin aja di rumah" kata Evan yang mulai malas berdebat dengan sang istri. Aira hanya diam tanpa mau menjawab lagi.
"Mendingan beli sendiri, ga perlu bilang-bilang" batin Aira yang malas menanggapi ucapan sang suami yang menurutnya ga masuk akal.
💥 Kampus
Paginya seperti biasa Aira akan diantar ke kampus dulu baru sang suami ke kantor.
"Nanti abang tunggu di kantor ya yank" kata Evan sambil mencium kening sang istri.
Aira keluar dari mobil Evan kemudian jalan menuju ke kelas.
"Aira" panggil seseorang yang ga asing di telinga Aira. Aira menengok ke arah suara.
"Vina, apa kabar?" Sapa Aira sambil memeluk sahabatnya.
"Kamu sudah sehat Ra, gue ikut senang" kata Vina sambil membalas memeluk Aira.
"Selamat ya Vin dan loe hutang penjelasan dengan gue" kata Aira.
Vina membuang nafasnya berat menatap sahabatnya ini setelah mengurai pelukannya.
"Loe nanti pulang kuliah ke kantor bang Evan?" Tanya Vina.
"Iya, tapi kalau loe mau ngejelasin ke gue. Gue bisa bilang ke abang dulu" jawab Aira sambil jalan menuju kelasnya.
"Kapan loe datang Vin?" Tanya Aira.
__ADS_1
"Semalam gue baru sampe Ra. Dan gue kangen banget ma loe, makanya gue usahakan untuk ke kampus agar ketemu loe Ra" jawab Vina dengan mata berkaca-kaca menahan rasa bahagia kardna Aira sudah sehat dan sedih karena merasa bersalah meninggalkan sahabatnya yang kala itu sedang sakit saat Vina harus menikah dadakan.
"Kangen sama Aira atau abangnya" sahut Rio yang sudah berada dibelakang kedua sahabat cantiknya.
"Rio, loe tiba-tiba bersuara bikin gue kaget aja" kata Vina yang bersamaan dengan Aira menengok ke belakang sambil mengusap airmatanya yang dempat terjatuh tanpa diminta.
"Hahaha emang gue hantu yang tiba-tiba bersuara. Kalian aja yang jalan ga lihat kalau gue dari tadi ada dibelakang kalian" kata Rio protes.
"Hari ini kita kuliah hanya sampai jam 10, karena mata kuliah bu Alia kosong" kata Rio.
"Serius Yo?" Tanya Aira semangat.
"Iya, karena beliau sedang sakit" jawab Rio.
"Kalau begitu nanti kita langsung ke cafe aja ya Ra sebelum loe ke kantor bang Evan dan setelah kita selesai kuliah" kata Vina.
"Gue boleh ikutan ga nih" kata Rio iseng.
"Iya loe ikutan aja sekalian Yo, biar gue sekalian jelasin semuanya dari pada nanti gue mesti jelasin lagi ke loe" kata Vina kemudiqn mereka masuk ke dalam kelas.
💥 Cafe
Ketiganya duduk di dalam cafe yang siap mendengarkan penjelasan Vina yang mana Vina kenapa tiba-tiba menikah tanpa ada kabar sebelumnya.
Derrt... derrt...
📞"Halo sayang, lagi dimana?" Tanya Evan dari sebrang.
"Lagi di cafe sama Rio dan Vina, nanti Aira ke kantor abang setelah dari cafe ya bang" kata Aira jujur.
"Nanti abang jemput aja yank, kamu selesai jam berapa? Soalnya abang ada meeting sekalian makan siang. Jadi abang ga ada di kantor saat makan siang" kata Evan.
"O gitu, ya sudah kalau begitu nanti Aira bilang Nuri biar pulang dulu saja ya dan abang jemputnya setelah selesai meeting aja" kata Aira.
"Nuri ada di cafe situ, biarkan saja dia situ dulu sampai kamu abang jemput" kata Evan.
"Ya sudah terserah abang aja" kata Aira mengakhiri panggilannya.
"Bang Evan absen ya Ra?" Tanya Rio sambil terkekeh.
"Tahu aja" jawab Aira sambil tertawa bersama dengan kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Ayo sambil makan kita mendengarkan penjelasan pengantin baru kita" kata Rio.
Vina membuang nafasnya berat mendengar candaan Rio.
"Apa kabarnya bang Haikal Ra?" Tanya Vina.
"Bang Haikal baik Vin, loe ga usah kawatir. Mungkin kalian memang bukan jodoh" kata Aira santai agar Vina tidak merasa bersalah.
"Apakah loe masih mencintai bang Haikal?" Tanya Rio, Vina hanya menghembuskan nafasnya tanpa menjawab Rio.
"Jangan kamu pikir ucapan Rio Vin, gue tahu bagaimana perasaan loe saat ini." Kata Aira menghibur sahabatnya.
"O iya, loe juga sama ya Ra. Maaf gue lupa" kata Rio bercanda dan itu tidak membuat Aira tersinggung.
"Loe jangan bercanda begitu Yo, bagaimana kalau suatu saat loe hidup di kota lain dan tiba-tiba Anggi dijodohin dengan yang lain?" Tanya Aira.
"Jangan gitu dong, gue bisa protes sama suami loe" kata Rio kawatir dengan candaan yang dilontarkan calon kakak iparnya yang sekaligus sahabatnya.
"Bisa gue culik tuh Angginya nanti" kata Rio.
"Gimana ceritanya sih Vin, loe bisa tiba-tiba menikah mendadak?" Tanya Aira tanpa memperdulikan ucapan Rio.
"Jadi dulu itu antara ortunya dan ortu gue ada janjian mau jodohin kami saat mama hamil gue Ra. Mereka bilang kalau gue lahir perempuan akan dijodohkan dengan anaknya. Tapi kalau ternyata gue lahirnya laki, ya akan dijadikan saudara dengan anaknya" kata Vina.
"Memang suami loe anak tunggal Vin?" Tanya Rio.
"Iya dia anak tunggal" jawab Vina.
"Apakah saat ini dia ga punya pacar Vin?" Tanya Aira.
"Entahlah, gue ga perduli Ra. Gue ga ngerti mesti bagaimana nantinya" jawab Vina.
"Loe ga bisa ga perduli Vin. Jika dia memang masih punya kekasih, mendingan loe minta ketegasan suami loe pilih kekasihnya atau loe yang sudah sah jadi istrinya." Kata Aira.
"Karena nantinya loe yang akan tersakiti jika loe masih terikat pernikahan dengannya, namun dia punya wanita lain" kata Aira memberikan nasehat.
"Emang bang Evan dulu juga begitu ya Ra?" Tanya Vina.
"Enggak sih, kebetulan saat itu bang Evan sudah lama putus dengan kekasihnya" jawab Aira pelan.
"Cuma saat kami lagi bulan madu, mantannya telp ke bang Evan bilang kalau dia hamil. Gue kaget dong, merasa dibohongin kan sama bang Evan. Gue langsung minta pulang dan minta cerai. Tapi bang Evan nya belum mau pulang" kata Aira.
__ADS_1