
Aira membanting pintu kamar mandi dan menguncinya. Aira menangis campur marah karena ucapan dari suaminya. Aira mandi dan berbilas hingga selesai, namun tidak segera keluar dari kamar mandi.
Aira duduk di bangku di depan wastafel yang ada di dalam kamar mandi sambil menatap ke cermin.
"Kenapa justru kamu yang marah sama aku bang, kamu yang cemburu tapi kamu juga yang menudingku seolah aku selingkuh dengan kak Reza." Gumam Aira.
Antara Evan dan Aira terjadi salah paham, yang satu cemburu dan yang satunya tersinggung karena ucapan dari suaminya karena merasa seolah dituduh selingkuh.
Setelah Aira keluar dari kamar mandi, Aira kemudian mengambil laptopnya dan duduk di sofa depan tv di ruang tamu.
Evan melihat istrinya keluar dari mandi hanya diam tanpa mau bersuara. Begitu juga dengan Aira yang berusaha sibuk dengan kembali mengerjakan tugas kampusnya.
Aira membuka ponselnya yang baru saja berbunyi tanda ada notifikasi masuk. Evan memperhatikan sikap istrinya dari bangku meja makan.
"Kamu ga makan dulu, abang sudah pesan makanan ini" kata Evan datar.
"Terima kasih, aku belum lapar" jawab Aira dingin.
"Kalau lagi jatuh cinta dan sibuk chatingan mana lapar, tapi tiba-tiba nanti pingsan dan sakit" sindir Evan.
Aira hanya diam, kemudian berdrri dan membuat teh manis hangat tanpa memperdulikan suaminya.
"Jadi begini hasil pertemuanmu dengan mantan, sampai di rumah mengacuhkan suamimu" kata Evan menahan cemburu.
"Siapa yang mengacuhkan, bukankah ini yang abang mau kan" kata Aira sambil menatap sang suami.
"Kamu kenapa sih dari tadi marah sama abang?" Tanya Evan.
"Kenapa, seandainya Aira mengatakan ke abang dan menuding abang yang masih mengharapkan Rani bagaimana perasaan abang?" Tanya Aira.
"Aira kenapa kamu kamu selalu begitu sih, bukankah kamu yang tadi bertemu dengan Reza kenapa harus mengungkit Rani segala" kata Evan.
"Kenapa abang mengatakan Aira masih berharap kembali sama kak Reza? Dan kenapa selalu itu pertanyaan yang abang lontarkan ke Aira. Apakah dimata abang Aira akan semudah itu untuk kembali pada masa lalu? Kalau memang abang sudah bosan dengan Aira, lepaskan Aira bang" kata Aira tegas.
Evan melotot mendengar ucapan Aira yang terakhir.
"Maksudmu apa Aira melepaskanmu, sampai kapanpun abang ga akan pernah melepaskanmu" kata Evan.
"Dan ingat Aira abang tidak akan pernah lagi mengijinkanmu bertemu siapapun pria diluaran sana" kata Evan tegas.
"Mulai besok abang yang akan mengantarkan dan menjemputmu kuliah" kata Evan tegas sambil menatap tajam sang istri.
"Lalu untuk apa gunanya mempekerjakan Nuri?" Tanya Aira.
"Untuk menunggumu kuliah agar tidak akan ada pria di luaran sana yang akan dapat kau temui" kata Evan.
"Aku mau menginap ke rumah papa malam ini" kata Aira.
"Tidak akan abang ijinkan kamu keluar dari tempat ini" kata Evan.
__ADS_1
"Itu hanya alasanmu saja bilang ke rumah papa dan kebenaran memang kalian pasti sudah mulai berkencan" tuding Evan.
Aira diam dan melihat ke arah ponselnya yang bergetar karena ada panggilan masuk.
Aira meraih pomselnya dan akan menjawabnya melihat nama yang tertera di layar ponselnya ada Haikal. Namun dengan cepat Evan menyahut ponsel Aira dan membantingnya hingga pecah.
"Abang kenapa sih, Aira mau menerima telpon dari bang Haikal" teriak Aira.
"Jangan alasan, itu pasti dari Reza kan. Mulai hari ini kamu ga perlu lagi pegang ponsel" kata Evan yang sudah diliputi oleh rasa cemburu yang ga jelas.
Aira langsung masuk kamar dan menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang.
"Baiklah, aku akan selalu ingat kata-katamu bang, Aira ga perlu lagi ponsel" gumam Aira kemudian menjatuhkan badannya di atas kasur.
💥 Cafe
Haikal memang malam ini janjian bertemu dengan Reza di cafe. Haikal menghubungi Aira untuk mengajaknya makan siang bersama besok sepulang kuliah. Karena Haikal rindu makan sate berdua dengan adeknya yang lama tidak pernah mereka lalukan karena kesibukan Haikal sebelum Aira menikah.
"Kenapa Aira ga terima telp gue ya, apa.dia udah tidur kali" batin Haikal.
"Hai bro, maaf terlambat" sapa Reza.
"Hai, gapapa gue juga baru nyampe kok" jawab Haikal.
"Loe belum pesan?" Tanya Reza melihat meja Haikal masih kosong.
"Ya sudah loe mau pesan apa?" Tanya Reza.
"Capucino ice ya mbak" kata Haikal.
"Gue juga samain aja deh" kata Reza.
"Za loe dulu dekat dengan Aira sejak kapan?" Tanya Haikal.
"Sejak Aira kelas X dan gue deket sama Aira itu bangsa setahuanlah, kenapa memangnya bro?" Tanya Reza.
"Gapapa, gue cuma ingin tahu aja" jawab Haikal.
"Aira tinggal dimana sekarang?" Tanya Reza.
"Di apartemen bang Evan sementara sambil menunggu rumah di renovasi" jawab Haikal.
"Hmm, dimana rumahnya yang di renovasi?" Tanya Reza.
"Gue belum tahu sih" jawab Haikal.
"Pacar lke orang Indonesia atau orang bule bro?" Tanya Haikal.
"Tadinya orang Indonesia, tapi sekarang gue belum ada" jawab Reza santai.
__ADS_1
"Belum move on atau baru putus?" Tanya Haikal.
"Keduanya" jawab Reza menatap ke depan kemudian membuang nafasnya berat.
"Kenapa putusnya, loe yang selingkuh atau loe disslingkuhin?" Tanya Haikal.
"Tidak keduanya, cuma dia sekarang sudah menikah" jawab Reza teringat dengan Aira saat tersenyum.
"Kamu masih mencintainya?" Tanya Haikal.
Reza membuang nafasnya kasar, kemudian mengaduk minuman yang baru saja diantarkan.
"Mungkin" jawab Reza singkat.
"Apakah perempuan itu juga masih menvintai loe?" Tanya Haikal.
"Entahlah, gue sayang salah yang telah meninggalkannya tanpa kabar" jawab Reza lesu.
"Tapi dia sudah jadi milik orang Za, ikhlaskan dia. Mungkin dia sudah bahagia dengan suaminya" kata Haikal.
Reza memandang Haikal lama kemidian menhambil ponselnya untuk melihat notifikasi yang masuk baru saja, yang ternyata ada email masuk. Bukan pesan dati Aira seperti harapannya.
"Kalau boleh tahu, apakah Aira sudah hamil?" Tanya Reza tiba-tiba.
Haikal memandang sahabatnya penih tanda tanya.
"Apakah perempuan yang masih kamu cintai Aira?" Tebak Haikal.
Reza membuang nafasnya kasar.
"Iya, gue dulu pernah pacaran dengan Aira setahun kemudian gue melanjutkan kuliah ke luar negri tanpa memintanya untuk menunggu gie. Dan selama itu juga gue ga pernah memberi kabar karena ponsel gue hilang dan gue lupa no ponsel Aira." Cerita Reza.
"Jadi kalian tadi ketemu itu untuk mengenang masa lalu?" Tanya Haikal.
"Bukan, tadi gue ketemu Aira untuk menjelaskan kejadian masa lalu dimana gue ga pernah memberikan kabar padanya. Dan niat gue untuk mengajaknya kembali pada gue. Tapi ternyata Aira sudah menikah" jawab Reza panjang eudian mengusap mukanya dengan tangan kanannya.
"Ikhlaskan adek gue bahagia dengan suaminya" kata Haikal.
"Sebelum Aira menikah dengan bang Evan, Aira sudah berjuang untuk melupakan kekasihnya Lukas yang 2 tahun hubungan itu terjalin. Tiba-tiba Lukas menghamili mantannya karena maminya ingin dia menikah dengan sang mantan dengan menjebak Lukas agar tidur dengan Lusy. Disitu Aira begitu terluka. Dan yang selalu mendampingi Aira saat itu adalah bang Evan yang akhirnya oleh papa bang Evan dijodohkan dengan Aira" kata Haikal.
Terima kasih gaes... masih setia mengikuti ceritanya. 😘
Perasaan perempuan sedang sensitif, makanya Aira mudah marah dan Evan yang terlalu mencintai istrinya juga begitu mudah cemburu.
Dan ternyata Reza juga masih mencintai Aira ya gaes...
Yah memang kalau sudah cinta dan tidak pernah ada masalah memang susah melupakannya ya...
__ADS_1