Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 9.


__ADS_3

Paginya Aira terbangun lebih dulu kemudian turun membantu bibi di dapur.


"Non Aira mau masak apa, jam segini sudah bangun?" Tanya mbok Ipah


"Iya mbok Aira ingin masak nasi goreng" jawab Aira


"Mbok, dulu apa mama juga sering masak di rumah?" Tanya Aira tiba-tiba keinget mamanya.


"Iya non, dulu nyonya selalu memasak sendiri untuk tuan dan anak-anaknya. Mbok hanya membantunya seperti kalau sama non begini" cerita mbok Ipah.


Selesai masak buat sarapan, Aira segera menuju ke kamarnya untuk mandi. Raka sudah duduk di meja makan untuk menunggu anak-anaknya sarapan bersama.


"Pagi pah" sapa Aira selesai mandi sambil mencium pipi papanya.


"Pagi juga anak gadis papa, ini kamu semua yang masak?" Tanya Raka jadi teringat istrinya yang selalu menyiapkan sarapan.


"Iya pah, tadi Aira pengin bikin nasi goreng terus sekalian aja goreng ikan asin dan sosis cari gampang hehehe" jawab Aira.


"Pagi pah, eh Aira tumben amat liburan begini udah bangun pagi" sapa Haikal.


"Yee Aira mah selalu bangun pagi bang, emang abang yang bangunnya selalu siang" kata Aira ga terima.


"Pagi pah, pagi semua" sapa Haris.


"Enak aja, abang selalu bangi pagi dong dik" kata Haikal


"Pagi anak-anak papa, sudah ayuk kita sarapan" ajak papa Raka.


Kemudian mereka berempat sarapan dengan tanpa bersuara. Suara Haikal yang tadi ribut dengan Aira pun terhenti setelah sang papa memintanya untuk sarapan bersama. Memang aturan di keluarga ini, saat sedang makan tidak diperbolehkan mengobrol, karena kawatir membuat tersedak.


Selesai sarapan Aira menuju ke taman samping rumah dimana terdapat kebun buah dan bunga yang luas serta ayunan di bawah pohon mangga. Aira duduk di ayunan sambil memainkan ponselnya. Sedang Raka, Haris dan Haikal mengobrol di ruang keluarga yang menembus pintu dan dinding kaca ke halaman samping dimana Aira berada.


"Ris bagaimana jika bulan depan kamu menikah dengan Aini, kan kalian sudah cukup lama pengenalannya?" Tanya Raka.


"Bulan depan, cepat amat pah. Bulan ini Haris sangat sibuk pah. Bagaimana kalau 3 bulan lagi saja, biar kami ada persiapan" jawab Haris.


"Ya sudah terserah kamu saja" jawab Raka mengikuti kemauan anaknya.


"Kamu Haikal ayo kapan kamu selesai kuliah dan bantu papa di kantor" kata Raka ke Haikal.


"Iya pah kan doain aja bulan depan sebentar lagi Haikal wisuda" jawab Haikal.


"Iya papa akan selalu mendoakan kalian semua" kata Raka.


"Kal nanti setelah lulus kamu lanjutin ambil S2 di kampus Aira aja sama dengan abang dulu" kata Haris agar adiknya melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.


"Aira nanti juga boleh kan ambil S2 ya pah kalau sudah lulus?" Tanya Aira yang sudah ikut bergabung dengan papa dan kedua abangnya.

__ADS_1


"Ya ampun, kamu selesaiin dulu sarjanamu Aira" kata Haikal.


"Iya bang, kqlau Aira ga selesai ya mana bisa Aira daftar S2" kata Aira. Raka dan Haris tertawa mendengar jawaban Aira.


Haris selalu menganggap Aira itu anak kecil, hingha Aira sudah kuliah pun Haris masih tetap menganggapnya anak kecil.


"Pah kita mau berangkat jam berapa nih ke rumah om Darwis?" Tanya Haikal.


"O iya papa hampir lupa ya kalau kita janjian pagi ini mau ke sana" jawab Raka sambil melihat jam di pergelangannya.


"Iya sekarang saja, ini sudah jam 9. Pasti anak gadis papa lama dandannya" kata Raka.


"Kan karena Aira mesti dandan juga pah, kalau abang kan tinggal gati baju aja selesai" jawab Aira manja.


"Iya sekarang Aira bersiap sana" kata papa Raka.


Aira kemudian masuk ke kamarnya untuk mencuci mukanya kemudian berganti pakaian dengan menggunakan tsirt dan celana panjang jeans dan memakai liptin serta bedak tipis seperti saat kuliah.


Aira turun dari tangga dan ternyata benar semua anggota keluarganya sudah menunggunya dan sudah berganti pakaian semua siap berangkat.


"Aira sudah siap papa" kata Aira kemudian memeluk lengan papanya.


Mereka berangkat bersama dengan mengendarai mobil Haris. Haikal pegang kemudi, Haris duduk di sebelah Haikal, sedangkan Aira dan papa Raka duduk di belakang di kursi penumpang.


💥 Kediaman Darwis


"Assalamu'alaikum" salam dari keluarga Raka bersamaan.


"Wa'alaikumsalam..." jawab Darwis yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Silahkan masuk ayo..." kata Darwis, kemudian menyusul keluar dari dalam sang istri dan kedua anaknya Evandro dan Anggi.


Mereka saling bersalaman.


"Ini Haikal dan Aira?" tanya Diana yang sudah lama sekali tidak bertemu.


"Iya tante" jawab Haikal dan Aira bersamaan.


"Ternyata sudah besar-besar semua ya anak-anak kita." Kata Raka setelah mereka kembali duduk di sofa.


"Iya lama kan sejak mamanya Aira meninggal kan kita terus jarang sekali bertemu" kata Diana istri Darwis.


Anak-anak mereka saling ngobrol. Hanya Anggi dan Aira yang diam tanpa banyak bicara.


"Apa kalian berdua lupa ya kalau dulu kalian sering bermain bareng?" Tanya Diana ke Anggi dan Aira.


Anggi dan Aira hanya tersenyum dan saling pandang.

__ADS_1


"Ini Aira yang dulu suka main sama Anggi?" Tanya Evandro ke Haris


"Iya loe lupa ya, gue aja ga ngenalin Anggi sekarang yang sudah besar" jawab Haris tersenyum.


"Aira lupa ya sama abang?" Tanya Evandro


"Hehehe maaf bang, Aira lupa" jawab Aira sambil tersenyum.


"Sekarang Aira kuliah ya?" Tanya Evandro.


"Iya bang" jawab Aira singkat.


"Kuliah dimana, sama dengan Haikal?" Tanya Evandro lagi.


"Aira kuliahnya di sini bang" jawab Aira


"Anggi juga daftar di sana kak" sahut Anggi.


"Wah asyik dong kalian bisa sekampus tuh" kata Haikal. Anggi hanya tersenyum menanggapi ucapan Haikal.


"Kak Aira ambil jurusan apa?" Tanya Anggi.


"Ambil bisnis" jawab Aira.


"Kalau Anggi ambil apa yang di daftar?" Tanya Aira.


"Ambil akuntansi kak" jawab Anggi


"O akuntansi gedung sebelah Aira dekat kantin tuh" kata Aira.


"Kamu hafal sekali Ra, jangan-jangan sering di kantin ya" kata Haikal.


"Hehehe tahu aja bang"jawab Aira terkekeh santai.


"Wah kalian cepat sekali akrab ya" kata Darwis senang melihat kedua keluarga kembali terjalin silaturahminya dengan kekeluargaan.


"Ayo makan siang dulu, tapi seadanya ya" kata Diana menawarkan makan siangnya.


"Iya tan, kami di rumah juga seadanya kok. Tadi Aira hanya masak nasi goreng saja buat sarapan" kata Haris.


"Wah kamu pinter masak ya, sama persis seperti almarhumah mama" kata Diana ke Aira. Aira hanya tersenyum menanggapi pujian tantenya.


Mereka menikmati makan siang bersama sambil sesekali mengobrol.


"Kamu udah semester berapa Kal?" Tanya Evandro.


"Semester akhir bang, minggu depan ujian skripsi akhir kemudian tinggal menunggu wisuda" jawab Haikal.

__ADS_1


__ADS_2