
💥 Sate pak Dul
Aira masuk ke kedai sate pak Dul langganannya. Aira duduk di meja yang ujung agar tidak terlihat banyak orang setelah pesan sate.
"Aira..." panggil seorang laki-laki dengan suara agak ragu karena melihat Aira menggunakan kacamata.
Aira menengok ke arah suara yang tidak asing menurutnya.
"Kak Reza" sapa Aira terbata dan kaget bisa bertemu dengan Reza.
"Kamu sendiri?" Tanya Reza dan Aira hanya mengangguk.
"Boleh ya kakak duduk disini biar kita satu meja, karena kakak juga sendiri" kata Reza.
"Silahkan kak" jawab Aira berusaha santai. Walaupun hatinya kawatir jika ada orangnya Evan atau Evan disitu melihatnya.
"Kamu dari mana kok sendirian, dimana suamimu?" Tanya Reza pura-pura tidak tahu jika saat ini Aira sedang ada masalah dengan suaminya.
"Emm dari kampus tadi habis gladi resik" jawab Aira ragu sambil menyeruput minumannya.
"Ga dijemput suami atau bodygourdmu?" Tanya Reza ingin tahu.
"Nggak kak, Aira lagi ingin sendiri" jawab Aira sambil memainkan gelas yang ada di depannya.
"Kak Reza baru pulang dari kantor?" Tanya Aira mengalihkan pembicaraan.
"Iya tadi kakak dari kantor" jawab Reza.
"Kamu agak kurusan Ra, apa kamu susah makan afau sedang ada masalah?" Tanya Reza yang melihat Aira lebih kurusan.
"Masak sih kak, perasaan makan Aira masih sama kok" jawab Aira.
"Iya kelihatan agak kurusan, jika ada masalah jangan dipendam sendiri. Kamu bisa cerita ke kakak jika mau cerita" kata Reza.
Aira hanya tersenyum sambil memainkan gelas yang ada di depannya.
"Besok acara di kampus jam berapa?" Tanya Reza melihat Aira yang hanya diam seperti tak ingin lagi bicara.
"Kok kak Reza tahu kalau besok ada acara di kampus Aira?" Tanya Aira sambil menatap Reza.
"Tahu dong, kakak gitu loh" jawab Reza sambil bercanda.
"Ayo sambil di makan, kasihan yang ada di dalam perutmu" kata Reza karena pesanan mereka sudah datang.
__ADS_1
"Iya" jawab aira singkat.
"Boleh kan kalau besok kakak ikut datang ke kampusmu?" Tanya Reza lagi.
"Boleh sih untuk umum kok itu acaranya, memang kakak bisa datang?" Jawab Aira dengan sebuah pertanyaan.
"Mungkin jika tidak ada acara sih" jawab Reza sambil melihat ekspresi Aira.
Aira hanya diam tanpa memberi komentar lagi. Dan Aira ingat dengan apa yang tadi dibilang Vina bahwa Haikal akan datang dengan sahabatnya.
"Berarti yang di maksud Vina sahabat bang Haikal pasti kak Reza" batin Aira.
"Tapi ngapain kak Reza datang ke kampus gue kalau ga ada keperluan, apa ada yang kak Reza kenal di kampus?" Batin Aira bertanya.
"Kamu ga keberatan kan kalau kakak datang ke acara kampusmu?" Tanya Reza.
"Hah kenapa keberatan, kan semua terserah kak Reza aja" jawab Aira santai.
"Okey kalau begitu besok akan kakak usahakan untuk datang melihat Aira jadi mc" kata Reza membuat Aira heran kenapa Reza tahu jika Aira akan jadi mc menggantikan Tania.
Aira hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan Reza.
Tanpa Aira tahu, ada sepasang mata yang telah mengabadikan pertemuan mereka berdua dan mengirimkannya ke ponsel Evandro.
💥 Apartemen
"Aira dengan Reza makan sate di pak Dul?" Gumam Evandro mulai dilanda cemburu.
"Jangan-jangan selama ini Aira pergi dengan Reza seperti dugaanku" kata Evan mulai geram dengan Reza.
Evandro yang tadinya mau mandi jadi batal dan langsung menyahut kunci mobilnya untuk menyusul sang istri di kedai sate pak Dul. Evan menyetir dengan kecepatan tinggi agar dapat segera bertemu sang istri.
💥 Sate pak Dul
Evandro sampai di kedai sate langsung segera keluar dari mobilnya dan masuk untuk mencari sang istri. Namun yang ditemukan Evan hanya Reza yang duduk seorang diri karena tanpa Reza tahu, Aira diam-diam memesan ojol untuk kembali pulang ke hotel tempat Aira menginap.
Evan mendatangi meja dimana Reza sedang duduk seorang diri.
"Dimana istriku Aira?" Tanya Evan tiba-tiba dengan ketus membuat Reza kaget.
"Tadi sih dia bilang mau ke toilet dulu" jawab Reza santai.
Evan menuju ke toilet, namun pintu toilet terbuka pertanda kosong.
__ADS_1
Evandro kembali ke meja dimana Reza duduk menunggu Aira.
"Dimama kau sembunyikan istriku?" Tanya Evan dingin ke Reza.
"Apa maksud anda tuan?" Tanya Reza.
"Aira ridak ada di toilet, jangan bilang kau sengaja menyembunyikan Aira" kata Evan geram.
"Maaf saya tidak tahu dimana Aira, karena tadi di hanya bilang mau ke toilet." Jawab Reza.
"Apakah Aira tahu kalau disini ada orang suruhanmu?" Tanya Reza. Evan diam dan berpikir apakah Aira pulang tanpa pamit ke Reza.
"Maksud saya, jika Aira mengetahui orang suruhan anda pasti dia sudah pulang tanpa bilang ke saya" kata Reza menjelaskan.
📞"Halo dimana istri saya, apakah kamu melihat istri saya keluar dari kedai sate?" Tanya Evan dengan langsung menfhubungi anak buahnya yang tadi mengirimkan foto Aira bersama Reza.
"Maaf tuan, saya tidak melihat nyonya keluarnya" jawab Anak buah Evan.
"Cari istri saya sampai ketemu" perintah Evandro keras.
Evan frustasi mencari istrinya yang belum juga ditemukan keberadaannya. Padahal sudah mendapatkan titik terangnya, hanya terlambat sedikit waktunya.
Reza menuju kasir untuk membayar makannya bersama Aira.
"Berapa pak meja no.7 semuanya?" Tanya Reza.
"Hanya tuan saja, karena nona tadi sudah membayar sebelum keluar dan pergi" jawab pak Dul.
"Bapak lihat nona tadi perginya kemana?" Tanya Evandro antusias.
"Maaf tuan saya tidak melihatnya. Saya hanya melihat dia naik ojol" jawab pak Dul.
"Apakah Aira cerita dimana dia selama ini tinggal?" Tanya Evan datar ke Reza.
"Tidak, hanya Aira terlihat lebih agak kurusan tadi" jawab Reza membuat Evandro makin merasa bersalah dan frustrasi.
Evan baru teringat dengan chat yang diberikan anak buahnya sore tadi sebelum ada foto Aira dan Reza makan bersama. Evan membuka pesan yang tadi dikirimkan oleh anak buahnya dan membacanya ulang.
"Aira di hotel Sanjaya, bukankah itu milik Lukas?" Gumam Evandro.
"Sial, dia ikut campur tangan urusan keluarga gue" gumam Evan lagi jadi mencurigai Lukas yang menyembunyikan sang istri. Padahal Lukas tidak tahu menahu masalah mereka berdua.
"Apakah boleh saya ikut membantu mencarinya?" Tanya Reza.
__ADS_1
"Tidak perlu, ini urusan rumah tangga saya. Tapi jangan anda coba-coba menyembunyikan keberadaan istri saya" jawab Evan mengancam Reza.
"Maaf saya tidak berniat menyembunyikan istri anda. Tetapi jika ternyata Aira anda sakiti, jangan salahkan saya jika saya akan merebut Aira dari tangan anda. Sekalipun ada anak anda di dalam perut Aira" ancam balik Reza membuat Evandro melotot dan makin geram dengan Reza.