
"Dan maafkan Aira kak selama kakak pergi, Aira juga sempat berhubungan dengan orang lain sebelum Aira bertemu dengan bang Evan" kata Aira.
"Kenapa minta maaf Ra?" Tanya Reza.
"Ya karena kita pada saat itu belum ada kesepakatan putus hubungan" jawab Aira. Reza diam memandang Aira yang begitu jujur padanya.
"Itu nama suami kamu Ra yang kamu sebut bang tadi?" Tanya Reza.
"Iya kak, bang Evan namanya" jawab Aira singkat.
"Kalau kakak boleh tahu siapa nama panjang suami kamu?" Tanya Reza.
"O ya, maaf kalau boleh kakak tahu kenapa kamu putus dengan kekasihmu sebelum memutuskan menikah dengan suamimu?" Tanya Reza ingin tahu.
"Karena perbedaan keyakinan, papa tidak merestui hubungan kami, begitu juga dengan maminya. Dia dijodohkan dengan mantan pacarnya dulu. Dan Aira juga dijodohkan papa dengan bang Evan" jawab Aira jujur.
"Kamu masih sama seperti dulu Ra." kata Reza menatap mata Aira.
"Kakak tahu kamu merasa bersalah atas sikap yang kamu ambil dengan mencintai kedua pria itu selain kakak dan itupun kamu lakukan setelah kakak lama tak pernah memberikan kabar padamu." Kata Reza.
"Sebenarnya kakaklah yang bersalah disini. Sekali lagi maafkan kakak. Dan jika kamu tidak bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang, jangan pernah segan untuk bercerita dengan kakak" kata Reza.
"Terima kasih kak atas perhatian kakak" kata Aira sambil tersenyum haru. Aira tahu Reza belum bisa mengikhlaskan Aira dan terlihat ada luka dari matanya yang berubah menjadi sendu.
Aira ingin menangis melihat orang yang pernah dicintainya terluka hatinya karena dia, tapi Aira berusaha menahan air matanya agar tak jatuh di depan Reza.
"Makanlah dulu, kamu pasti lapar kan habis kuliah" kata Reza lembut.
Aira menganggukkan kepalanya kemudian meraih sendok untuk memakan apa yang tadi sudah dipesannya.
"Maafkan aku Aira yang tak bisa melupakanmu dan aku akan menunggumu jika kamu memang tidak bahagia dengan pilihan papamu" batin Reza masih berharap.
"Apakah suamimu juga tahu dengan pertemuan kita ini? Kamu sudah meminta ijin suamimu?" Tanya Reza sambil menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.
"Iya sudah kak, bang Evan mengijinkan jika hanya makan siang hari ini" jawab Aira.
"Namanya Evan siapa?" Tanya Reza.
"Evandro Brahmana, keluarga kami saling mengenal sejak Aira masih sangat kecil bahkan mungkin masih balita" jawab Aira.
"Evandro Brahmana yang merupakah salah satu pemilik hotel BS?" Tanya Reza sambil menatap Aira dalam.
"Iya, kakak kenal bang Evan?" Tanya Aira.
__ADS_1
"Iya kakak mengenalnya dan apakah Haris Saputra abang Aira?" Tanya Reza.
"Iya kak" jawab Aira.
Aira dan Reza ngobrol panjang dan tanpa mereka ketahui sebenarnya Evan mengadakan video call dengan Nuri dimana kameranya Nuri hadapkan ke Aira dan Reza. Sehingga Evan tahu apa saja yang keduanya lakukan termasuk saat Reza memegang jemari tangan Aira.
Setelah dirasa cukup lama, Aira pun berusaha pamit lebih dulu ke Reza karena kawatir suaminya nanti salah paham lagi.
"Maaf kak Aira harus ke kantor bang Evan dulu" kata Aira setelah melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah memasuki waktu sore hari karena sudah jam 15.20 wib.
"Terima kasih Aira sudah mau menemani kakak makan siang. Salam kenal buat suamimu dan salam juga buat kakakmu" kata Reza sambil mengulurkan tangannya ke Aira. Dan Aira pun membalas uluran tangan Reza.
"Loh dek, kok kamu disini?" Sapa Haikal yang pada saat masuk melihat adeknya duduk dengan seorang pemuda kemudian berdiri untuk berjabatan tangan.
"Eh Reza, kalian saling kenal?" Tanya Haikal kaget melihat Aira hanya berdua dengan Reza.
"I iya bang, kakak Reza kakak kelas Aira waktu sma dulu" jawab Aira terbata, kawatir Haikal salah paham.
Reza sahabatan dengan Haikal sejak smp, tapi saat duduk dibangku sma, Reza memang berbeda sekolah dengan Haikal.
"Hai bro" sapa Reza mengulurkan tangannya ke Haikal dan disambut uluran tangan juga oleh Haikal.
"Kamu sama siapa ke sini dek, abang tahu ga Aira ke sini?" Tanya Haikal.
"Maaf bang, Aira pulang dulu ya, kawatir bang Evan nunggu kelamaan nanti di kantor" kata Aira.
"Okey, hati-hati ya sayang salam buat abang" kata Haikal sambil mencium pucuk kepala Aira.
Reza kaget melihat Haikal mencium pucuk kepala Aira.
Aira jalan keluar menuju mobil dimana Nuri sudah menunggunya.
"Loe apanya Aira Kal, kalian kelihatan dekat dan mesra sekali?" Tanya Reza ingin tahu.
"Kalau gue bilang gue kekasihnya loe percaya ga?" Tanya Haikal.
"Gue ga percaya" jawab Reza.
"Hehehe dia adek gue" jawab Haikal.
"Haah serius?" Tanya Reza.
"Iya, kenapa loe kaget?" Tanya Haikal heran melihat Reza kaget.
__ADS_1
"Apakah Aira benar sudah menikah?" Tanya Reza kemudian.
"Iya sudah sebulan lebih, kenapa? Jangan bilang loe naksir adek gue" tebak Haikal.
Reza membuang nafasnya berat sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Benar loe naksir Aira kan?" Tanya Haikal.
"Aira suka cerita tentang mantannya ga ke kamu?" Tanya Reza.
"Mantannya, maksudnya Lukas?" Tanya Haikal.
"Ya pokoknya mantannya Aira, gue ga tahu namanya" jawab Aira.
"Kalau Lukas sih gue tahu, cuma sekarang kan Lukas juga sudah menikah dan antara Aira dengan Lukas tidak akan mungkin bisa bersama karena mereka berbeda jalan bung" kata Haikal.
"Makanya papa menjodohkan Aira dengan bang Evan yang ternyata bang Evan itu sudah mencintai Aira sejak Aira masih kecil" kata Haikal.
"Apakah Aira juga mencintai Evandro?" Tanya Reza ingin tahu.
"Bang Evan orangnya posesif, tuh Aira kuliah aja sampai harus ditungguin bodyguard, saking takutnya kalau Aira jalan dengan laki-laki lain" kata Haikal.
"Oh pantas, Aira sejak kemarin kalau mau aku jemput selalu banyak alasan, ternyata ini penyebabnya." Batin Reza.
"Apakah Aira setiap hari juga harus ke kantor suaminya?" Tanya Reza.
"Itu gue ga tahu bro" jawab Haikal sembari menyeruput kopinya.
"Tadi loe ketemuan dengan Aira udah lama?" Tanya Haikal.
"Makan siang aja setelah Aira selesai kuliah" jawab Haikal.
"Kok gue ga tahu kalau Aira dekat dengan loe?" Padahal Aira waktu sma kelas X gue masih kelas Xll. Kok gue bisa ga tahu loe kenal dengan Aira?" Tanya Haikal.
"Ya mungkin karena kami bertemunya di sekolah, gue ga pernah main ke rumah loe soalnya" kata Reza.
"O iya bisa jadi, soalnya yang gue tahu Rio teman dekatnya Aira" kata Haikal.
"Sampai sekarang Aira masih dekat dengan Rio?" Tanya Reza.
"Masih bahkan sempat dijadikan bodyguard Aira tuh oleh bang Evan" kata Haikal sambil terkekeh.
"Kenapa memangnya dengan Aira sampai Rio jadi bodyguardnya?" Tanya Reza ingin tahu.
__ADS_1
"Ya bang Evan itu kawatir dengan mantannya Aira yang masih suka ngejar Aira. Padahal mantannya itu Lukas sudah dijodohkan dengan perempuan lain" jawab Haikal.