Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 40.


__ADS_3

"Sayang nanti kalau capek dan ngantuk tidur aja ya di kamar sebelah, ini pintunya." Kata Evan aambil menunjukkan pintunya.


"Iya abang, tapi Aira mau nungguin Anggi dulu katanya sudah di jalan" kata Aira.


"Okey, abang tinggal dulu ya sayang" kata Evandro kemudian keluar bersama Suryo dari ruangannya karena rekan kerjanya sudah menunggu di ruangan rapat.


Anggi sampai di kantor Evandro langsung masuk dan bertemu dengan aopir kantornya untuk menitipkan tas agar dimasukkan ke dalam mobil Evandro. Anggi naik lift langsung ke ruangan Evandro setelah mendapat ijin dari bagian reseptionis.


"Selamat siang kak Lely" sapa Anggi.


"Siang, eh Anggi apa kabar?" Tanya Lely


"Kak Aira ada di dalam ya?" Tanya Anggi.


"Ada, eh Anggi itu siapanya abang?" Tanya Lely.


"Loh kak Lely belum tahu, itu calon istri bang Evan" jawab Anggi.


"Serius, tapi masih muda banget" kata Lely kaget.


"Iya, kan tante pasti dapat undangan nantinya kak" kata Anggi.


"Anggi ke dalam dulu ya kak" kata Anggi pamit.


"Iya silahkan, makasih ya Anggi" kata Lely.


"Ceklek" Anggi langsung membuka pintu ruangan Evan.


"Kamu udah nyampe, tasmu mana?"


"Tas Anggi kasih sopir bang Evan biar dimasukkan ke mobil abang" kata Anggi.


"Tadi udah makan siang belum Nggi?" Tanya Aira.


"Udah kak di kantin kampus sama kak Rio, kak Vina, kak Leo dan kak Lukas.


"Kak Lukas sepertinya masih cinta sama kakak deh" kata Anggi.


"Memang tadi ngomongin apa kalian?" Tanya Aira.


"Kak Lukas sepertinya masih masih belum bisa terima diputusin sama kakak" kata Anggi.


"Terus tadi juga dikasih tahu panjang lebar sama kak Leo dan dibilangi kalau mungkin ini adalah jalan yang terbaik buat kalian berdua" kata Anggi bercerita. Aira mengambil nafas dan membuangnya dengan berat.


"Sudahlah kita cerita yang lain saja" kata Aira.


"Kak kita di kamar bang Evan aja yuk bisa sambil istirahat" ajak Anggi kemudian berdiri dan masuk ke kamar Evan yang di sebelah ruangannya.


"Ayuk" jawab Aira ngikuti Anggi sambil membawa tasnya.

__ADS_1


Aira langsung rebahan diatas ranjang yang ada di kamar itu. Begitupun dengan Anggi. Aira masih kepikiran dengan Lukas, tapi disisi lain dia jadi benci dengan Lukas karena Aira merasa Lukas tega membohonginya dengan selingkuh sama Lusy. Tapi justru Aira yang awalnya dituduh selingkuh dengan Evan. Lama-lama Aira pun jadi ketiduran karena mikirin permasalahannya dengan Lukas. Sedangkan Anggi masih asyik memainkan ponselnya dengan chatingan bersama Rio.


Evan dan Suryo sudah selesai rapatnya.


"Hari sabtu nanti datanglah ke restoran bukit, gue dan Aira mau tunangan" kata Evan setelah sampai di ruangannya


"Pantas saja kalian begitu dekat" kata Suryo.


"Loe datang ya, acara jam 10.00 pagi" kata Evan.


"Siap bos, gue datang sama Lely" kata Suryo


"Iya kamu ajak aja Lely" kata Evan.


"Sejak kapan kalian mulai dekat?" Tanya Suryo.


"Sebenarnya sejak Aira masih sangat kecil, hanya kami terpisah lama. Dan dipertemukan lagi setahun lalu." Jawab Evandro mengingat saat awal bertemu dengan Aira setahun lalu.


Kemudian Suryo pamit keluar ruangan Evan.


Evan membuka pintu kamarnya melihat Aira tertidur. Pelan-pelan Evan bicara dengan Anggi.


"Tadi kamu diantar sama Rio dek?" Tanya Evan


"Iya bang dan tas baju Anggi aku kasih sopir abang ya tadi untuk dimasukin ke mobil abang" kata Anggi dan dianggukkin oleh Evan.


"Abang tahu ga tadi kak Lukas di kantin" sama kak Rio dan kak Leo.


"Siapa Leo?" Tanya Evan.


"Kak Leo itu sahabatnya kak Lukas dan adiknya bang Suryo." Jawab Anggi.


"Kak Lukas kelihatannya masih suka deh sama kak Aira" kata Anggi.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya Evan.


"Dia tadi ngomong sendiri di depan kak Rio dan kak Leo. Tapi kak Lukas dibilang kak Leo katanya mungkin ini adalah jalan terbaik buat kalian berdua" kata Anggi.


"Dia juga bilang ke kak Aira supaya tidak menerima lamaran abang dan disuruh menunggu kak Lukas kembali sama kak Aira. Tapi kak Aira ga mau" kata Anggi.


Evan sempat emosi mendengar cerita dari Anggi.


"Kak Aira ga akan mau kembali ke kak Lukas, Anggi percaya itu" kata Anggi.


"Tadi kamu juga bilang kak Aira yang Lukas masih mencintainya dan semua ini?" Tanya Evan.


"Iya dan kak Aira hanya bilang bahwa dia nggak akan mau untuk kembali dengan kak Lukas" kata Anggi.


"Tetus kak Aira ngomong apa lagi?" Tanya Evan.

__ADS_1


"Kak Aira ga ngomonv apa-apa lagi, hanya begitu saja terus tiba-tiba dia tidur." Jawab Anggi.


Evan berdiri dari sofa dan masuk ke kamar untuk melihat Aira. Evan duduk di pinggiran ranjang menghaxap ke Aira. Evan memandang wajah Aira yang sedang tertidur nyenyak.


"Aku nggak akan membiarkan Lukas untuk mengambilmu kembali dariku sayang" kata Evan kemudian mencium kening Aira.


Aira menggeliat dan mengerjabkan matanya berusaha membuka matanya.


"Abang, sudah selesai rapatnya?" Tanya Aira.


"Sudah" jawab Evan lembut sambil tersenyum.


"Maaf Aira ketiduran" kata Aira.


"Gapapa, tidurlah dulu jika masih capek" kata Evan.


"Ah abang, Aira ga capek kok" kata Aira sambil bangun dari tidurnya.


"Kalau masih mengantuk tidurlah lagi gapapa" kata Evan.


Aira menggelengkan kepalanya. Ari tersenyum melihat Aira menggelengkan kepalanya. Aira duduk disebelah Evan di pinggiran ranjang.


"Abang mau pulang sekarang?" Tanya Aira.


"Apa Aira mau pulang sekarang?" Evan balik bertanya, mereka saling menatap. Evan mencium kening Aira lama, melihat Aita diam dan memejamkan matanya, Evan mencium bibir Aira. Aira kaget saat Evan mencium bibirnya. Aira mendorong tubuh Evan agar menjauh darinya.


"Aku mencintaimu Aira" kata Evan dengan kedua tangannya memegang dikedua pipinya Aira. Pipi Aira merona mereh mendengar ucapan dari Evan, tapi sirinya ga berani membalasnya karena Aira belum tahu apalah dirinya sudah mulai mencintai Evan atau belum.


Kedua tangan Aira memegang kedua jemari tangan Evan yang ada diantara pipi dan ditelinga Aira.


"Terima kasih bang" jawab Aira pelan sambil tersenyum. Evan kembali mencium bibir Aira dan kali ini mendapat balasan dari Aira. Evan melepas pagutannya.


"Mau pulang sekarang, Anggi sudah menunggu di luar" kata Evan. Aira lupaa jika ada Anggi.


"Ah maaf aku lupa jika ada Anggi. Iya yuk bang kita pulang" ajak Aira. Ari tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Kak Aira udah bangun?" Tanya Anggi melihat Aira keluar dari kamar Evan.


"Iya sudah, maaf tadi kakak ketiduran." Kata Aira.


"Gapapa kak, Aira tadi disini juga ditemani abang kok" kata Anggi.


***


Terima kasih sudah meluangkan waktu dengan membaca karyaku.


Baca juga karyaku "AWAL EKSKUL" dan "BERMULA DARI CAFEMART"


Jangan lupatinggalkan jejakmu dengan like, komen, vote dan hadiah 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2