Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 84. Kenapa loe tegang...


__ADS_3

"Kalau bibit cinta gue ke Aira memang sudah aja sejak Aira masih kecil, tapi entah kenapa sampai saat gue kerja tuh bayangan wajah Aira waktu masih kecil suka muncul di mata gue. Dan gue ga kepikir kalau dia tuh adek loe, kan gue lebih mudah untuk deketin." Kata Evandro.


"Gue baru sadar waktu kami udah mau nikah" kata Evan lagi.


"Jadi loe suka sama Aira dari Aira masih suka loe gendong?" Tanya Haikal tak percaya.


"Iya lucu kan, cinta anak kecil ternyata bisa jadi kenyataan" kata Evandro bangga.


"Aira sendiri inget nggak waktu masih suka main dan digendong sama bang Evan?" Tanya Aini.


"Aira nggak inget kak" jawab Aira.


Haris masih belum percaya dengan perasaan Evandro ke Aira yang ternyata cintanya tumbuh sejak masih kecil.


"Gue masih ga habis pikir deh seorang Evandro mencintai gadis kecil yang sudah terpendam sejak lama, bahkan sempat terisi dengan yang lain" kata Haris.


Evandro membuang nafasnya kasar saat Haris mengatakan terisi dengan yang lain. Itu bisa membuat Aira salah paham dengan ucapan Haris.


"Kenapa loe sekarang jadi seperti wartawan sih Ris?" Tanya Evandro.


"Loh gue hanya ingin tahu seorang Evandro yang dikenal tidak mudah jatuh cinta pada perempuan ternyata punya cinta terpendam sejak lama" kata Haris.


"Iya tapi ga usah kemana-mana lagi pertanyaannya. Nanti loe tanggung jawab" kata Evandro membuat Haris tertawa.


"Kenapa loe tegang, takut ga dapat jatah ya" tebak Haris menggoda Evandro.


"Sial loe Ris" kata Evan.


"Kakak dengar katanya Aira ketemu Lukas saat di Bali ya?" Tanya Aini.


"Iya kak dan Arini juga temenan sama kak Lusy istri kak Lukas" jawab Aira.


"Kalian ketemu dimana sayang?" Tanya Haris.


"Di Kintamani bang, kami juga sempat foto bersama" jawab Aira.


"Ehem" Evandro berdehem membuat Haris menengok ke Evandro yang duduk di sebelah kemudi dan Aira duduk di belakangnya bersama Aini.


"Ada yang cemburu nih sepertinya" sindir Haris.

__ADS_1


"Udah loe konsentrasi aja ke jalan bang" kata Evan mengalihkan percakapan.


"Van loe panggil gue abang kok jadi gimana gitu deh gue dengarnya" kata Haris membuat yang lain tertawa.


💥 Makam


Sampai di makan Evan membukakan pintu mobil istrinya dan menggandengnya ke dalam makam mamanya Aira.


Raka dan semua anak-anaknya menabur bunga untuk permaisuri Saputra yang telah berpulang lebih dulu. Disusul dengan Darwis dan anak-anaknya yang ikut menabur bunga dan mereka bersama-sama mengirimkan doa untuk almarhumah.


Aira menangis bersimpuh di sisi batu nisan mama tercinta.


"Mama Aira sudah menikah ma dengan bang Evan yang selalu mama titipin untuk merawat Aira saat mama sibuk" kata Aira menangis dan Evan memeluknya dari samping


"Aira rindu mama, kapan mama akan menjemput Aira?" Tanya Aira.


"Sayang mama akan lebih bahagia melihat putri yang dicintainya bahagia. Jangan minta dijemput mama ya sayang. Ada abang yang akan selalu siap kapanpun Aira butuh" kata Evan sambil mencium kening sang istri.


Mama Diana mendengar keluhan menantunya yang menyayat membuat hatinya ikut tersakiti.


"Evan apakah kamu sudah menyakiti hati istrimu?" Batin Diana.


"Mama ga akan terima jika kamu sampai membuat menantu mama tersakiti, apalagi kalau ada hubungannya dengan perempuan lain" batin Diana geram.


💥 Kediaman Raka


Aira meminta ijin suaminya untuk malam ini tidur di rumah papa Raka, karena nanti sore ingin ikut mengantar papa Raka ke bandara.


"Sayang mandi dulu biar badanmu segar dan capeknya hilang baru nanti lanjut ngobrol lagi" kata Evandro yang melihat Aira setelah sampai di rumah papa Raka langsung ngobrol dengan mama Diana dan  yang lainnya.


"Iya Aira mandi dulu baru nanti kita lanjut ngobrol lagi ya, kakak mau siapin buat kita makan siang bersama." Kata Aini.


"Iya sayang, kamu terlihat capek sekali nak" kata mama Diana.


"Iya ma" kata Aira kemudian masuk kekamarnya untuk membersihkan badannya yang disusul Evan berjalan dibelakang Aira dengan mendorong koper baju mereka.


Aira mandi bersama sang suami tanpa ada plus-plusnya karena banyak anggota keluarga di ruang tengah sedang berkumpul.


Setelah Aira berganti pakaian dan sudah terlihat lebih segar, Aira keluar menuju dapur untuk membantu Aini menyiapkan makan siang. Sedangkan Evan menuju ruang tengah untuk ikut ngobrol dengan yang lain.

__ADS_1


"Kata Vina di Bali bertemu dengan Lukas dan istrinya ya bang?" Tanya Haikal.


"Perasaan loe gimana tuh Van istri loe ketemu sama Lukas?" Tanya Haris penasaran, karena tahu kalau Haris itu posesif ke Aira dari sejak mereka belum menikah.


"Ya gue kaget aja tiba-tiba ada suara pria menyapa istri gue dan ngobrol." Jawab Evan.


"Sepertinya ga perlu gue jawab loe pasti tahu deh perasaan gue lihat istri gue ngobrol dengan mantannya yang masih mencintainya smapai saat ini" kata Evan teringat waktu malam di pantai Evan melihat Aira duduk berdua dengan Lukas, dimana pada saat itu Aira sedang salah paham dengan Evan.


Evan membuang nafasnya berat teringat bagaimana Lukas memandang Aira dan memperingati Evan untuk tidak membuat Aira menangis.


Haris melihat sahabatnya yang sekarang sudah .enjadi adik iparnya membuang nafas berat seolah ada sesuatu yang berat yang ditahan.


"Loe punya bodyguart di kampus tuh" kata Haris sambil terkekeh. Evan tertawa menanggapi ucapan Haris.


"Iya ada Rio yang dari dulu selalu gue titipin untuk jaga dan anter Aira" kata Evan terkekeh.


"Bang makan dulu, semua sudah siap" kata Aini ke Haris agar mengajak yang lain untuk makan siang bersama.


"Kak Aira capek ga selama disana?" Tanya Anggita


"Capek sih Git, tapi seneng lihat pemandangan di sana. Apalagi saat bisa melihat matahari terbit di pagi hari. Aduuuh bagus banget deh" jawab Aira semangat.


"Bang Evan, foto Aira yang di abang belum di kirim ke Aira ya?" Tanya Aira agak berteriak karena jaraknya agak berjauhan.


"Iya ini sayang masih ada di handpone abang. Coba deh kamu buka sendiri" kata Evan sambil memberikan ponselnya ke Aira.


Aira membuka galeri foto suaminya yang banyak berisi foto-foto Aira kemudian menunjukkan ke Anggi.


"Ihh so sweet mesra banget abang" teriak Anggi membuat yang lain menengok kearahnya dan Aira menutup kedua telinganya.


"Nih ma, abang mesra banget sama kak Aira" kata Anggi menunjukkan foto selfienya Evan dengan Aira pada saat bulan madu.


"Loe bisa mesra juga ya Van, ga dingin banget dekat ma Aira" ledek Haris.


"Sial loe Ris, ngeledek gue" kata Evandro ga terima membuat yang lain tertawa.


"Kapan lagi gue bisa ngerjain loe Van" kata Haris santai.


Mama Diana melihat foto anak dan menantunya yang terlihat rukun dan mesra ikut bahagia.

__ADS_1


__ADS_2