Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 126. Kedatangan Rani


__ADS_3

📞"Ya bang"  sapa Aira.


"Kamu dimana sayang, kok abang chat ga dijawab?" Tanya Evan.


"Di cafe dengan Rio dan Vina bang.  Nanti Aira nyusul abang setelah dari cafe. Apa abang sudah kirim lokasi ke Nuri?'  Tanya Aira.


"Sudah sayang, kamu belum makan bukan, abang tunggu ya di restoran atau di kantor saja biar abang beliin kamu makan siang?" Tanya Evan ke Aira.


"Abang tungguin Aira saja di restoran" jawab Aira.


"Okey yank, abang tunggu di restoran ya kalau begitu" kata Evan ga jadi menutup laptopnya.


"Gue pergi duluan ya Vin, Yo. Abang udah nungguin gue" kata Aira.


"Iya sana, salam ya buat abang loe. Dan ingat kata-kata gue tadi Ra" kata Rio.


"Iya gue akan selalu ingat itu. Makasih ya Yo, Vin" kata Aira kemudian keluar dari cafe itu.


Ketika Rio sedang berdiri menuju kasir untuk membayar, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata Evandro yang menghubungi Rio.


"Bang Evan, ada apa bang Evan ngehubungi gue?" Gumam Rio pelan.


📞"Ya halo bang" sapa Rio.


"Yo tadi apa benar kamu ketemuan dengan Aira dan Vina di cafe?" Tanya Evan.


"Iya bang, sekarang Aira sudah keluar sih dan Rio lagi di kasir" jawab Rio.


"Yo, tolong kamu minta rekaman cctv selama kalian ngobrol. Abang ingin tahu kenapa Aira tadi menangis" kata Evan tanpa bertanya lagi.


Rio kaget dengan apa yang Evan minta.


"Mati gue, tadi kita ngebahas mantan Aira lagi" batin Rio.


"Bang Evan tunggu kirimannya ya Yo, makasih"  kata Evan mengakhiri panggilannya.


💥 Restoran


Evan menunggu istrinya datang dengan membuka kembali laptopnya dengan ditemani Suryo.


"Sayang, kamu disini?" Sapa Rani yang kemudian duduk disebelah Evan dengan bergelayut manja.


Suryo dan Evan sama-sama dibuat kaget dengan kedatangan Rani yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Buat apa kamu datang kemari?" Tanya Evan dingin dan ketus sambil memundurkan badannya.


"Sayang aku ingin mengulang ciuman yang kemarin, lama kita tidak melakukan itu. Ternyata kamu masih begitu menikmati ciuman kita" kata Rani sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Evan.


"Maaf Ran, hubungan kita sudah selesai. Dan aku sudah punya istri" kata Evan tegas.


"Kenapa, kamu takut istrimu tahu kedatanganmu?" Tanya Rani yang semakin berusaha mendekat ke Evan.


"Tolong kamu keluar dari sini" usir Evan sambil berdiri dan menatap tajam ke Rani. Rani sakit hati diusir Evan dan dia mengeluarkan kata ancaman pada Evan.


"Ingat Van, gue pasti akan mendapatmu kembali. Dan perempuan kecilmu itu akan pergi meninggalkanmu" kata Rani kemudian keluar dari ruangan Evan dan berpapasan dengan Aira yang akan masuk.


Aira melihat Rani keluar dari ruangan Evan. Aira hanya diam. Aira tidak tahu suaminya berada dimana dan dengan siapa saja.


Suryo melihat Aira datang langsung keluar untuk mengajak Aira masuk.


"Masuk Ra, sudah ditunggu suamimu sejak tadi" kata Suryo membuat Aira bangun dari lamunannya tentang Rani dan Evandro.


"Apa perempuan itu yang ditemuin bang Evan tadi selama.meeting?" Tanya Aira ke Suryo.


"Bukan, kamu jangan slah paham. Dia baru datang dan langsung diusir suamimu" kata Suryo yang tahu Aira masih marah dengan suaminya gara-gara Rani.


"Kamu jangan bohongi aku kak" kata Aira menatao ke Suryo.


Evan menatap Suryo yang memberikan kode bahwa Aira bertemu Rani di luar.


"Sayang kamu mau makan apa, biar abang pesanin" tanya Evan.


"Apa aja bang, Aira masih kenyang" jawab Aira datar. Kemudian Evan memilihkan menu makan untuk Aira


"Sayang tadi kenapa ga kasih kabar abang kalau kamu ketemuan sama Rio dan Vina?" Tanya Evan sambil menunggu pesanannya datang.


"Maaf bang Aira lupa tadi mau kasih kabar" jawab Aira.


Tadi abang meeting dengan klien abang, selesai meeting abang cari kamu kenapa belum datang. Sedangkan jam sudah seharusnya kamu smapai disini" kata Evan.


"Setelah abang menghubungimu, tiba-tiba Rani datang dan duduk di meja kita. Untung langsung mau pergi waktu abang usir" lanjut Evan.


"Mungkin dia minta saku ciuman dulu"jawab Aira ketus.


"Sayang abang tidak akan pernah mengulang kejadian itu"  kata Evan.


"Kalau kamu tidak percaya, boleh tanya ke Suryo, karena tadi abang ngobrol sama Suryo pada saat Rani datang" lanjut Evan.

__ADS_1


Aira hanya diam dan tidak lama pesanannya datang. Aira menyendok makanan yang dipesankan Evan untuk Aira.


"Enak kan sayang?" Tanya Evan memandang istrinya yang sedang makan.


"Anak papa kira-kira mau makan apa sayang?" Tanya Evan sambil memeluk pinggang Aira dengan jarinya mengelus perut sang istri.


Aira hanya diam tanpa mau bersuara.


"Sayang mama kamu marah sama papa, padahal papa tidak sengaja bertemu dengan mantan. Dan papa juga sudah mengusirnya" kata Evan.


Aira mendengarman ucapan Evan heran dari mana Evan tahu jika Aira marah dengan suaminya.


"Kalau mama cemburu, tandanya mama cinta sama papa ya nak?" Tanya pada baby yang ada dikandungan Aira dengan mengusap perut Aira.


"Ya istri mana yang ga cemburu jika suaminya ada perempuan lain" jawab Aira.


Evan mencium pucuk kepala Aira.


"Abang mencintaimu sampai maut memisahkan kita sayang, jadi jangan pernah berpikir abang akan menduakanmu ataupun meninggalkanmu" kata Evan serius.


Sejak kejadian Rani ke kantir Evan itu, memang kepercayaan Aira ke sang suami berkurang. Aira bukan perempuan yang mudah percaya jika belum melihat sendiri. Selama ini Aira percaya dengan Evan karena memang dirinya juga tidak pernah melihat sikap suaminya dekat dengan perempuan manapun atau bahkan dengan mantannya. Namun karena Aira melihat bagaimana Evan ke Rani saat itu, kepercayaan yang diberikan Aira pada sang suami menurun drastis.


Setelah selesai Aira makan, Evan mengajak kembali ke kantor karena masih ada urusan yang harus diselesaikan.


💥 Kantor EvD


Aira duduk dimeja yang disediakan Evan untuknya. Aira membuka laptopnya untuk melihat email yang masuk.


Aira sibuk dengan ponselnya membalas pesan yang masuk walaupun layar laptop di depannya masih menyala. Aira menyalakan aplikasi musik dari laptop dengan sangat pelan agar tidak mengganggu Evan dalam bekerja.


"Kamu suka dengerin lagu-lagu yank?" Tanya Evan yang sedang sibuk menandatangani berkas.


"Maaf mengganggu ya bang, padahal sudah dikecilin sama Aira. Apa abang bawa headset, kebetulan headset Aira ketinggalan." Tanya Aira.


"Memang kamu biasa bawa headset?" Tanya balik Evan.


"Iya, kadang kalau lagi di perpustakaan Aira baca sambil dengerin lagu" jawab Aira.


"Itu volumenya mau digedein lagi juga ga masalah kok, abang ga terganggu" kata Evandro.


"Makasih bang, tapi biar aja segini kalau abang ga terganggu" jawab Aira kemudian sibuk kembali dengan ponselnya.


Evan masuk ke dalam ruang kamarnya sendiri untuk membuka kiriman video cctv dari Rio. Evan mendengarkan dengan seksama apa yang diobrolkan Aira. Evan kaget Aira begitu terbuka dengan Rio dan yang membuat Evan lebih kaget lagi kepercayaan Aira ke Evan menurun dan ternyata benar dugaan Evan bahwa Aira masih menyimpan rasa cintanya pada Reza.

__ADS_1


__ADS_2