Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 190. Jangan melihat ke yang lain


__ADS_3

Aira membuang nafasnya tanpa melihat dan menjawab ucapan sang suami. Aira paham jika Evan masih sangat cemburu dengan kedekatan Aira dan Lukas.


"Aira ke sana hanya untuk menengok kak Lusy bang, bukan untuk ketemu kak Lukas" gumam Aira yang masih terdengar oleh telinga Evan.


"Mau menengok siapapun, kalau kamu tujuannya datang ke rumah mereka tetap harus ada abang yang menemanimu" kata Evandro tegas tak ingin dibantah.


Aira sibuk membalas chat dari sahabatnya.


"Kamu sibuk berbalas pesan dengan mantan?" Tanya Evan.


"Nggak" jawab Aira singkat tanpa melihat ke suaminya.


"Kalau diajak bicara itu lihat dong pada lawan bicaranya, jangan melihat ke yang lain kecuali kamu sedang sibuk mengendarai kendaraan" kata Evan membuat Aira berhenti mengetik di ponselnya.


"Nggak" jawab Aira ulang sambil melihat suaminya.


"Jawab itu jangan ketus dong, seperti ga ikhlas saja" kata Evan lagi.


"Terserah abang sajalah maunya gimana" jawab Aira kesal kemudian mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.


Aira melihat ke samping kiri lewat jendela kaca tanpa mau melihat ke depan, apalagi ke suaminya.


"Kita kembali ke kantor ya yank?" Ajak Evandro.


"Terserah, Aira diturunkan di butik saja" jawab Aira.


"Ya sudah kita ke butik saja kalau begitu" ucap Evandro.


"Aira berhenti di butik saja dan abang bisa langsung kembali ke kantor" kata Aira.


"Abang juga mau ke butik kalau begitu" kata Evan.


"Abang bukannya banyak kerjaan, jadi abang bisa lanjut ke kantor. Nanti Aira bisa pulang sendiri kok" kata Aira menekan rasa kesalnya pada sang suami.


💥 Butik Aira


"Kamu ada janjian dengan orang disini?" Tanya Evan melihat ada mobil warna hitam terparkir di depan butik istrinya.


Aira melihat mobil yang di maksud suaminya.


"Kalau ga salah itu mobil kak Reza deh, tapi kok tumben dia ke sini ada kabar apa memangnya" jawab Aira heran.


"Jangan bilang kamu janjian bertemu disini dengan Reza, makanya kamu ga mau ke kantor abang lagi" kata Evan dingin mendengar ada nama Reza disebut istrinya.


"Kalau Aira ada janjian dengan kak Reza pasti Aira akan ngomong sama abang. Dan Aira sudah bilang ga akan ke kantor abang tadi" kata Aira.

__ADS_1


"Ya kan kamu di jalan sibuk membalas pesan, siapa tahu janjian dengan mantan yang satu lagi ini" kata Evandro dengan nada cemburu.


"Dijalan tadi aku sibuk membalas chat dari beberapa temanku baaang dan Aira juga ga ada janjian dengan mantan siapapun itu" kata Aira kesal.


"Kok jadi kamu yang marah sih, harusnya kamu senang dong bisa bertemu dengan kedua mantanmu kan" kata Evandro menatap istrinya.


Aira turun dari mobil suaminya dan langsung masuk ke dalam butik tanpa menunggu sang suami membukakan pintunya.


"Kok main tinggal abang aja sih" gumam Evan melihat kepergian sang istri yang tak memperdulikannya.


"Selamat siang kak Aira" sapa salah satu pegawai butiknya.


"Ada tuan Reza menunggu di ruangan kak Aira" kata salah satu karyawan Aira.


"Tolong buatin minum ya, saya akan kesana" kata Aira kemudian berjalan menuju lift untuk ke ruangannya yang diikuti suaminya dari belakang.


"Ceklek" Aira membuka pintu ruangannya membuat Reza menengok ke arah pintu yang terbuka.


"Kak Reza..., tumben ke sini ga kasih kabar Aira" sapa Aira.


"Aku pikir kamu pasti ada disini setelah kuliah selesai, ternyata salah dugaan kakak" kata Reza sambil tersenyum ke Aira.


"Selamat siang bang, apa kabarnya?" Sapa Reza sambil mengulurkan tangannya yang disambut ramah oleh Evan.


"Kabar baik" jawab Evan sambil duduk sofa ruangan sang istri.


"Iya Aira tahu kakak kalau ke sini pasti urusan kerjaan, tapi kenapa nggak bilang sebelumnya dengan Aira. Tadi kalau Aira ga ke sini gimana coba, kakak mesti nungguin Aira yang datang ga tahu sampai kapan" kata Aira.


"Ya ga mengapa, kan bisa kakak titip ke Lisa kalau ternyata kamu ga datang" jawab Reza santai.


"Bilang aja kakak ke sini mau cari info tentang Rini kan?" Tebak Aira sambil tersenyum.


"Nggak Aira, beneran kakak ke sini cuma mau kasih contoh produk baru saja" jawab Reza sambil teekekeh.


"Kakak mau makan apa biar dipesanin sama anak-anak dibawah" tanya Aira.


"Terima kasih Ra, tapi kakak tadi sudah makan dengan klien di resto dekat sini" jawab Reza.


"Beneran nih, bukan karena ga enak dengan bang Evan kan? Biasanya abang suka makan dimsum di dekat sini kan?" Tanya Aira.


"Kok kamu tahu sih Ra" kata Reza.


"Tahu dong, Nayla pernah cerita kak soalnya. Dan Nayla kalau kesini suka minta Lisa untuk dibeliin dimsum disitu juga" jawab Aira sambil terkekeh.


"O gitu, tuh anak ga pernah cerita kalau main kesini buatmakan dimsum" ucap Reza.

__ADS_1


Aira melihat contoh kain yang dibawa oleh sang mantan padanya.


"Aira mau yang ini, ini juga dan yang salur itu juga ya kak" kata Aira sambil menunjukkan beberapa kain yang mau dipesan.


"Siap bumil, pesanan sudah dicatat ya" jawab Reza terkekeh melihat Aira yang antusias memilih bahan.


"Tante Rina apa kabar kak?" Tanya Aira kembali menata Reza.


"Eh iya kemarin mama nanyain kamu juga, katanya kenapa Aira ga pernah main ke butiknya mama" kata Reza.


"Kok kalian bisa nyambung sih" kata Reza lagi.


"Ya kebetulan saja kali kak" jawab Aira santai, namun tidak dengan Evan yang menatap Aira dan Reza dengan hati yang kesal bercampur cemburu.


"Ehem" Evan berdehem.


"Ya sudah kakak pamit dulu ya masih mau ada meeting lagi di kantor" kata Reza kemudian berpamitan juga dengan Evan.


💥 Apartemen


Setelah Reza pulang, tak lama kemudian Evan pun mengajaknya pulang ke apartemen.


"Mulai besok setiap pulang kuliah harus ke kantor abang dan tidak ada penolakan" kata Evan tegas.


"Besok ga bisa bang, Aira mau ke trio karaoke, ada janjian dengan Rini" jawab Aira.


"Rini atau Reza?" Tanya Evan ketus.


"Abang kenapa sih masih saja cemburu, Aira sudah punya suami dan juga sedang hamil. Ga akan ada laki-laki yang tertarik pada seorang wanita yang memiliki suami apalagi kondisi hamil pula" jawab Aira sambil melangkah menuju ke kamar mandi.


"Besok suruh Rini yang ke kantor abang saja atau biar Rini dijemput Nuri kalau perlu dan kamu tungguin Rini di sana" kata Evan tidak ingin dibantah.


"Aira juga besok harus ke butik, ada yang belum terselesaikan gaun pesanan orang bang" kata Aira.


"Siapa yang pesan?" Tanya Evan.


"Langganan Aira namanya pak Ridwan, dia pesan gaun kecil buat anaknya ulang tahun" jawab Aira.


"Ridwan Gunawan?" Tanya Evan


"Iya, abang kenal ya" jawab Aira.


"Dia duda dan punya seorang putri kecil" jawab Evan dengan nada cemburu.


"Besok janjiannya jam berapa dengan Ridwan?" Tanya Evan.

__ADS_1


"Jam 2 siang" jawab Aira membuat Evan terdiam. Mengingat besok dirinya akan ada meeting penting di jam yang sama, seandainya bisa dibatalkan Evan sudah pasti akan membatalkannya demi menemani sang istri untuk bertemu dengan sang duda keren.


__ADS_2