Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 53. Bertemu Farel


__ADS_3

"Vin loe besok ada kuliah pagi kan?" tanya Aira mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa loe jadi pindah topik Ra?" Tanya balik Vina.


"Gue hanya nanya aja Vin ga ada niat lain" jawab Aira sambil mengambil air minumnya.


"Emang kalian ga pengin pulang apa, gue aja udah pengin cepat sampai di rumah" kata Aira.


"Pengin cepet sampai di rumah atau biar ga perlu bahas mantan" kata Evan.


"Mantan siapa dulu ini, kan pasti yang lain juga ada mantan yang mungkin mulai dekat lagi" kata Aira cuek.


"Loh kok jadi ngobrolnya kesana" kata Evan.


"Jangan-jangan ada yang sedang cemburu nih" kata Vina.


"Tapi gapapa cemburu kan artinya cinta" kata Vina lagi.


"Gue ga cemburu kok, santai aja kali" jawab Aira. Evan melihat Aira hanya tersenyum tanpa mau mengomentari.


"Sudah nanti ada yang marah. Soalnya kalau marah itu bisa tahan untuk ga bicara sama kita lama" kata Rio.


"Gue ga marah kok, terserah aja kalian mau ngomong apa, gue mau lihat acara tv aja" kata Aira sambil mengganti chanel tv dan kemudian memainkan ponselnya.


Aira masuk ke kamar yang dulu dia pake tidur untuk istirahat sebentar karena matanya berasa ngantuk. Evan hanya melihat punggung Aira yang jalan masuk ke kamar.


"Lagi ada masalah ya bang sama kak Aira?" Tanya Anggi setelah Aira masuk ke kamarnya.


"Nggak ada sih dek, emang kak Aira cerita apa sama Anggi" jawab Evan.


"Nggak cerita apa-apa sih bang" kata Anggi.


"Tadi Lukas masih nemuin Aira ga Yo?" Tanya Evan.


"Tidak sih bang, cuma kak Lukas nanya ke Rio kapan Aira akan menikahnya dan Rio jawab tidak tahu karena Aira belum cerita" jawab Rio.


Evan diam memikirkan bagaimana caranya agar Aira tidak bertemu Lukas. Memang Evan terlalu kawatir jika Lukas nekat akan merusak rencana pernikahannya dengan Aira. Karena diantara mereka memang masih ada cinta walaupun jalan mereka di depan berbeda.


Sedang Aira di dalam kamarnya memikirkan kenapa tadi harus bertemu dengan Lukas disaat masih ada Evan. Karena Aira tidak ingin antara Lukas dan Evan terjadi permasalahan.


Aira menyadari jika jalan di depan untuk bersama dengan Lukas itu suatu hal yang tidak mungkin. Tapi melihat cara Lukas memperlakukan Aira seolah mereka masih memiliki jalan keluar yang akan membuatnya tetap bersama.


"Maafkan aku kak, biarkan aku menutup pintu hatiku untukmu dan membukanya hanya untuk bang Evan." Gumam Aira di dalam kamar.

__ADS_1


"Kita memang harus mengikhlaskan hati kita masing-masing untuk pasangan kita. Dimana memang kita tidak berjodoh" lanjut Aira tanpa sadar air mata menetes. Dan langsung dihapusnya agar tidak ketahuan yang lain.


Kemudian Aira bangun dari rebahan di ranjang dan mencuci mukanya, barulah dia keluar dari kamar.


"Kamu tidur sayang?" Tanya Evan melihat Aira keluar kamar.


"Tidak bang, hanya istirahat sebentar aja" jawab Aira sambil menuju dapur untuk mengambil air putih.


"Ya sudah yuk kita pulang udah sore" ajak Vina.


"Iya yuk" kata Rio sambil berdiri untuk mengambil tas ranselnya.


"Aku ikutan kak Rio ya bang" kata Anggi ke Evandro.


"Iya hati-hati ya" kata Evan.


"Nitip Anggi ya Rio, terima kasih dan kalian hati-hati di jalan" kata Evan.


"Iya bang, terima kasih juga" kata Rio.


"Kita juga akan pulang sekarang kan bang?" Tanya Aira yang sudah bersiap-siap untuk mengambil tasnya.


"Iya boleh, tapi di cek dulu apa yang ketinggalan. Biar nanti sampai di rumah ga perlu balik ke sini lagi" kata Evan sambil membukakan pintu buat Rio dan yang lainnya.


Setelah Rio, Anggi dan Vina keluar dari apartemen Evan.


"Aira akan mau menginap disini lagi setelah kita halal deh bang" kata Aira.


"Ya kalau kita sudah halal sih abang ga akan meminta ijin dulu sayang, langsung aja abang ajak tidur di sini" kata Evan gemas.


"Kita nanti mau makan malam dimana sayang?" Tanya Evandro.


"Terserah abang deh" jawab Aira.


"Ehmm mau ga kalau abang ajak beli sate ayam di tempat pak Dul sana?" Tanya Evan.


"Memang abang tidak kejauhan dari sini ke sananya terus anter Aira dulu ke rumah baru abang pulang ke rumah mama." Kata Aira.


"Kok tahu kalau abang akan pulang ke rumah mama sih" kata Evan.


"Tahulah, Aira gitu loh" jawab Aira.


"Okey deh kita ke sate pak Dul dulu aja ya sayang, abang lama ga ke sana" kata Evan.

__ADS_1


Aira mengambil tasnya kemudian melangkah keluar pintu apartemen bersama Evandro menuju ke parkiran mobil di lantai bawah.


Evan mencari tempat duduk di sate pak Dul setelah mereka parkir.


"Pak sate ayamnya 2 porsi sama es jeruk 2 juga ya" kata Evandro


"Baik den, tunggu sebentar dulu ya" jawab anaknya pak Dul.


"Aira..." panggil seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah Aira.


Aira dan Evan menengok ke arah suara yang memanggil.


"Eh kak Farel" sapa Aira sambil tersenyum.


Farel adalah abang dari Fani sahabat Aira. Fani dan Aira dulu sering main bersama dan mereka pulang sekolah sering dijemput Farel. Farel pernah menyukai Aira, tapi saat itu Farel masih menjalin hubungan dengan seorang gadis teman kuliahnya.


"Fani pulang ke sini ga kak?" Tanya Aira.


"Bulan depan dia baru akan pulang, Aira apa kabar lama ga pernah main sama Fani ya?" Tanya Farel.


"Kabar Aira baik kak, iya habisnya Fani sekarang kan jauh dari kita" jawab Aira.


"Maaf ini mas pesanannya" kata anaknya pak Dul memberikan sate pesanannya setelah minumnya di antar.


"Iya terima kasih" jawab Evan.


Evan pindah duduk di sebelah Aira membuat Aira harus bergeser dari tempatnya duduk.


"Makannya jangan buru-buru, nanti jadi keselek loh" kata Evan ke Aira, namun Aira tidak bergeming.


Farel melihat Evan duduk di sebelah Aira heran.


"Apakah cowok ini abangnya atau kekasihnya Aira ya" Batin Farel melihat kedekatannya Aira dan Evan.


"Nanti kalau Fani datang suruh chat ke Aira ya kak" kata Aira tanpa peduli adanya Evan.


"Iya dan no ponsel Aira belum berubah kan, masih yang waktu itu?" Tanya Farel.


"Iya masih sama kak" jawab Aira.


"Sayang kapan yuk kita jalan, aku udah kangen sama kamu" kata Rani.


"Ran maaf kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi tolong jaga sikapmu" kata Evan dingin.

__ADS_1


"Aira, kakak duluan ya" kata Farel sambil mengusap puncak kepalanya Aira setelah Farel selesai makan bersama temannya.


"Iya kak, salam ya buat Fani" kata Aira tersenyum dan Farel juga menganggukkan kepala sambil tersenyum. Evan tidak menyukai senyum yang diberikan Aira ke Farel.


__ADS_2