Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 113. Sayang dimana kamu


__ADS_3

Suryo dan Aira beriringan masuk ke dalam ruangan Evan. Sebenarnya Aira tidak mau masuk, karena Suryo memaksanya akhurnya Aira ikuti perkataan sang asisten dari Evan. Aira kaget dengan apa yang dilihatnya. Rani mencium bibir Evan dan memeluknya erat. Sedangkan Evan hanya diam tanpa berontak, seakan Evan menikmati ciuman dari sang mantan. Jujur memang Evan masih ada sedikit rasa dengan sang mantan.


Evan kaget saat Suryo dan Aira masuk tanpa mengetuk pintu. Aira langsung keluar tanpa mau lagi mendengar Evan atau Suryo memanggilnya.


Evan langsung lari mengejar Aira, namun Aira sudah masuk ke dalam lift dan lift sudah jalan menuju lantai bawah.


Evan terpaksa masuk lift karyawan yang setiap lantai sering berhenti.


Sampai di lantai bawah, Evan melihat sang istri sudah membuka pintu taksi dan masuk ke dalamnya tanpa menoleh ke arah suaminya yang masih berusaha mengejarnya.


Evan langsung berbalik untuk mengambil mobilnya guna mengejar Aira ke apartemennya. Karena Evan sudah tidak terlihat lagi jejak taksi yang ditumpangi istrinya, pikiran Evan tertuju bahwa Aira pasti pulang ke apartemennya. Namun Sampai di apartemen, Aira tak didapatinya.


Evan menghubungi istrinya melalui sambungan telpon tapi tidak dijawab, di chat pun Aira tak membaca. Evan pergi ke rumah mertuanya, karena menurut pikiran Evan, Aira pasti pulang ke rumah papanya. Namun hasilnya pun nihil.


"Sayang kamu dimana, hari ini kita harus ke rumah sakit yank. Maafkan abang sayang, abang salah yank" kata Evan bingung mencari istrinya belum juga ditemukan.


Aira mematikan ponselnya dengan sengaja agar tidak bisa dilacak keberadaannya oleh sang suami.


Evan meminta Nuri mencari keberadaan Aira. Nuri tidak tahu dimana Aira, sebab sejak pagi Nuri sudah diberikan kabar oleh bos besarnya Evan agar hari ini tidak ke kampus karena nyonya bosnya tidak masuk kuliah. Makanya Nuri hanya di kantor seharian tanpa menjadi bodyguard Aira.


Apalagi saat Aira lari keluar dari gedung kantornya Evandro, Nuri sedang di dalam kantin menikmati makanannya. Nuri menghubungi Vina untuk menanyakan keberadaan Aira, namun Aira tidak juga di kosan Vina.


Evan teringat dimana kira-kira istrinya sekarang, Evan langsung menuju ke tempat pemakaman sang ibu mertua. Namun sama saja, hasilnya nihil besar, bahkan bunga saja tak ada, artinya Aira atau siapapun tidak ada yang mengunjunginya.


"Ma, maafkan Evan yang sudah membuat Aira marah. Evan akan bertanggung jawab mencari Aira ma" kata Evan frustasi mencari sang istri yang tiba-tiba tak ada jejak sama sekali.


πŸ“ž"Halo bagaimana istriku apakah sudah ditemukan?" Tanya Evan pada salah satu anak buahnya.


"Maaf tuan kami belum menemukannya" jawab salah satu anak buah Evan.


"Cari sampai ketemu dimanapun berada." Kata Evan emosi kemudian menutup panggilan telpnya.


"Sayang dimana kamu, harusnya hari ini kita ke dokter yank" gumam Evan di dalam mobilnya yang masih terparkir di area pemakaman ibu mertuanya.


"Rani semua gara-gara dia, aku harus kehilangan istri dan calon anakku sekarang" emosi Evan yang merasaΒ  bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya.

__ADS_1


"Kenapa gue ga nolak ciuman dari Rani, kenapa gue hanya diam, kenapa gue ga mengejar istri gue sejak awal" gumam Evan menyesali semuanya.


Evan menghubungi Rio menanyakan apakah Aira menghubunginya atau menghubungi Vina, namun semuanya nihil Aira tidak menghubungi mereka semua sama sekali.


"Reza... apakah Aira pergi dengan Reza?" Batin Evan.


"Tidak mungkin, tapi dimana Aira" gumam Evan masih mencurigai Reza.


Evan langsung ke kantor Reza untuk mengetahuinya sendiri.


πŸ’₯ Hartadi Garment


"Tok tok tok"


"Masuk" kata Reza


"Maaf tuan ada tamu mencari tuan, katanya penting" kata sang asisten.


"Siapa, suruh masuk saja" kata Reza.


"Dimana Aira?" Tanya Evandro menahan emosi.


"Kamu menyembunyikan istri saya bukan?" Tanya Evan.


"Maaf saya tidak tahu dimana istri anda, tapi saya sempat mendengar saat saya sedang asyik ngobrol dengan Aira melalui telpon. Bahwa mantan anda datang dengan tidak sopan dan mengatakan kalau Aira hanya seorang karyawan. Tapi saya akui kehebatan Aira yang tidak membuka jati dirinya pada mantan anda yang selalu mengatakan bahwa dia kekasih anda. Lalu istri mana yang tidak sakit hati jika melihat suaminya bermain dengan perempuan lain" kata Reza membuat Evandro makin emosi.


"Jika anda tidak bisa membahagiakan Aira, maka lepaskan Aira. Saya yang akan membahagiakannya" kata Reza terus terang.


Evandro mengangkat tangannya berniat memukul Reza, namun hanya angin yang dia dapatkan. Karena Reza dapat menghindarinya.


"Saya akan mencari Aira dan akan membantunya lari dari anda, suami yang sudah berani menyakiti hati istrinya sendiri" kata Reza membuat Evan semakin panas hatinya.


"Jangan ikut campur urusan keluarga kami" kata Evan emosi kemudian keluar dari kantor Reza.


"Aira kamu dimana, kenapa ga hubungi kakak saat kamu membutuhkan perlindungan?" Batin Reza kawatir dengan mengingat wajah pucat Aira kemarin.

__ADS_1


πŸ’₯ Hotel Sanjaya


Aira menangis di dalam sebuah kamar di hotel Sanjaya. Aira sengaja pergi ke hotel untuk menghindari suaminya untuk sementara waktu. Hatinya sakit melihat adegan ciuman mesra suaminya yang tak pernah disangka.


"Kamu bilang sudah lama putus dan tidak ada lagi hubungan apa-apa, terus apa yang aku lihat bang. Kamu terlihat menikmati sentuhan bibirnya" kata Aira sambil meneteskan air matanya.


"Maafkan aku bang jika aku harus pergi darimu sementara waktu, aku belum siap dengan semuanya. Aku kecewa dengan sikapmu bang, aku merasa kamu membohongiku selama ini" kata Aira menumpahkan segala apa yang ada di hatinya.


"Kamu tidak akan menemukanku, karena aku tidak akan pernah keluar dari kamar ini barang sedetikpun sebelum aku siap bertemu denganmu" kata Aira bicara sendiri.


Hingga malam hari Aira masih berada di dalam kamar hotelnya, bahkan dia meminta makan malamnya di antar ke dalam kamarnya tanpa mau beranjak keluar dari kamarnya. Aira tidak membawa baju gantinya, namun Aira bukan menghubungi Nuri untuk membawakan baju. Melainkan menghubungi sebuah butik langganannya untuk mengantarkan baju ganti dan baju tidur untuknya.


Selama 2 hari Aira berada di dalam kamar hotel tanpa menyalakan ponselnya. Hanya sesekali Aira menyalakan ponselnya untuk melihat pesan jika harus ke kampus karena akan diadakannya gladi resik.


Hari ini hari ke 3 Aira berada di hotel Sanjaya. Aira terpaksa harus keluar kamar untuk berangkat ke kampus karena ada gladi resik di kampusnya.


πŸ’₯ Kampus


Aira sampai di kampus dengan menggunakan taksi. Aira yang biasanya kemanapun diantar dan diikuti sang bodyguard, hari ini dia pergi seorang diri tanpa ada pengawalan dari suami atau bodyguardnya.


"Hai Ra, kemana saja selama ini baru nongol sekarang?" Tanya Rio.


"Iya gue lagi mengasingkan diri" jawab Aira.


"Ada masalah dengan bang Evan apa kamu?" Tanya Rio.


"Apakah abang mengatakannya padamu?" Tanya balik Aira.


"Tidak, tapi bang Evan 3 hari lalu menghubungiku untuk mencarimu. Memangnya ada masalah apa kalian, sampai aku dengar bang Evan hampir berantem dengan kak Reza karena bang Evan menuduh kak Reza menyembunyikanmu" kata Rio.


"Baguslah kalau begitu, biar puas dia. Memang hanya abang saja yang bisa melakukan itu, gue juga bisa lebih dari itu" kata Aira menahan kesal.


****


Hari ini author up sampai 2 bab ya buat kalian semua gaes...😘

__ADS_1


Doain ya semoga author sehat selalu dan di lancarkan semuanya agar selalu bisa mengerjakan apa yang harus author lakukan setiap harinya πŸ˜πŸ™


Jangan lupa tinggalkan jejakmu dan masukkan kedalam favorit rak bukumu ya gaes


__ADS_2