Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 37.


__ADS_3

Aira dan Evan masuk ke restoran pizza, Aira sibuk memilih pesanan.


"Abang" sapa Anggi.


"Hai sayang, hai Rio" sapa Evan.


Aira mendongak melihat ke arah suara yang ternyata ada Rio dan Anggi.


"Apa kabar bang" sapa Rio.


"Baik, ayo duduk sini saja kita satu meja" kata Evan.


"Hai Yo, Anggi udah dari tadi ya kalian disini?" Sapa Aira.


"Hai Ra, ini ga menganggu kan?" Sapa Rio ke Aira.


"Awas kamu ya Yo" kata Aira. Evan terkekeh mendengar ucapan Aira ke Rio.


🗨"Aira"


Aira melihat kembali ke ponselnya yang dari tadi bergetar.


"Kak Aira audah memilih menunya?" Tanya Anggi.


"Hah, belum sih" jawab Aira.


"Kamu aja yanh pilih Anggi, kakak nvikut aja" lanjut Aira


"Siapa yang mengirim peaan sayang?"


"Emm belum Aira buka sih" jawab Aira.


"Buka saja, siap tahu bang Haikal yang kirim pesan" kata Evan.


"Nanti ajalah bang" jawab Aira kemudian sibuk ikut memilih menu.


🗨 "Aira tolong maafkan aku"


Lukas terus mengirimkan pesannya ke Aira.


Evan melihat sekilas ke ponsel Aira saat ada pesan masuk. Dan tergulis jelas dari siapa pesan yanv masuk itu.


"Bang sambil menunggu pesanan diantar, Aira ke toilet dulu ya" kata Aira.


"Yuk kak Anggi juga mau ke toilet dulu ya kak Rio" kata Anggi yang dianggukin Rio.


"Rio apa setiap hari Aira selalu bertemu dengan Lukas?" Tanya Evan.


"Emm iya bang bahkan setiap pulang Aira selalu di tunggu kak Lukas jika Aira masih di perpustakaan atau lagi bikin tugas bersama Vina dan Rio.


"Aira dan Lukas sudah putus hubungan sejak kemarin dan minggu depan kami berdua akan tunangan" kata Evan membuat Rio kaget.

__ADS_1


"Serius bang?" Tanya Rio.


"Iya dan dua minggu kemudian kami akan menikah karena kami dijodohkan oleh orang tua kami" kata Evan.


"Tapi Rio sangat setuju jika bang Evan yang akan menjadi pendamping Aira" kata Rio tulus.


"Tapi sepertinya Lukas masih mencintai Aira dan aku agak kawatir jika dikampus dia berbuat yang ga benar ke Aira" kata Evan.


"Nanti Rio bantu untuk memperhatikan Aira bang" kata Rio.


"Terima kasih banyak Rio, abang nitip Aira ya kalau Lukas mendekatinya" kata Evan.


"Iya bang, kan kami satu kelas. Jadi mudah buat Rio tahu kemana Aira" kata Rio.


"Terima kasih Rio, maaf jika merepotkanmu" kata Evan.


Derrt...derrt...


Ponsel Evan bergetar tanda ada panggilan


"Ya dek ada apa?" Tanya Evan melalui ponselnya.


"Abang tolong ke toilet, susul kak Aira. Ada kak Lukas disini" kata Anggi.


"Okey abang ke sana sekarang" kata Evan langsung berdiri dan berjalan cepat menuju ke toilet.


Rio bingung melihat Evan menerima telp kemudian buru-buru pergi.


"Ada apa dengan Anggi atau Aira?" Batin Rio karena mendengar Evan memanggilnya dengan kata dek


"Maaf kak, Aira harus kembali. Kita sudah tidak ada lagi urusan." Kata Aira


"Aira tolong mengertilah, kakak sudah menjelaskan lewat pesan yang tadi kakak kirim ke kamu" kata Lukas.


"Aira juga sudah bilang dari kemarin bahwa Aira sudah memaafkan kakak" kata Aira.


"Kembalilah pada kakak, Aira" kata Lukas memohon.


"Maaf kak, kita sudah tidak ada hubungan lagi dan Aira juga akan menikah dengan bang Evan" kata Aira membuat Lukas kaget kemudian menggengvam tangan Aira.


"Jangan terima lamarannya Aira, aku mohon. Tunggu kakak ya Aira" kata Lukas.


"Maaf kak, kita tidak akan pernah bisa bersama. Karena sejak kita putus hubungan kemarin, hatiku sudah mantap untuk menerima bang Evan" kata Aira.


"Tapi kamu tidak mencintai dia Aira" kata Lukas. Evan mendekati Aira kemudian merangkul Aira dan mengajaknya pergi menjauhi Lukas.


"Sayang, sudah selesai ke toiletnya?" Tanya Evan.


"Abang i iya su sudah" jawab Aira terbata karena kaget akan kehadiran Evan yang langsung memeluk pinggang Aira.


Lukas melihat Evan memeluk pinggang Aira langsung melotot, hatinya panas.

__ADS_1


"Aira... dengar kata-kataku tadi" kata Lukas dengan mengepalkan tangannya.


"Maaf kurasa kalian sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi sejak kejadian kemarin Aira memutuskanmu." Kata Evan.


"Aira tidak mencintaimu" kata Lukas.


Evan tidak menanggapi ocehan Lukas. Dan langsung membawa Aira pergi.


"Jangan dimasukkan hati dan pikiranmu apa yang diucapkan Lukas" kata Evan.


"Kenapa kita selalu bertemu dia bang" kata Aira pelan.


"Kamu tenang saja sayang, ga akan terjadi apa-apa sama kamu" kata Evan.


"Kita sudah ditunggu Rio dan Anggi untuk makan siang" kata Evan.


Aira dan Evan sampai dimejanya, Rio melihat wajah lesu Aira dan wajah kawatir Evan.


"Ayo kita lanjutkan makan dulu" kata Evan kemudian mengambilkan Aira pizza agar Aira memakannya.


"O iya Aira nanti kita sekalian aja ya belanja buat isi kulkas" ajak Evandro.


"Nanti setelah dari sini bang?" Tanya Aira yang diangguki oleh Evan.


"Anggi besok waktu kuliah kamu biar di antar sama pak Bejo ya sekalian bawa baju ganti buat tidur di apartemen abang menemani Aira." Kata Evan.


"Siap bang" jawab Anggi.


"Kok besok sih bang, bukannya hari ini?" Tanya Aira.


"O mau hari ini juga, bisa nggak dek hari ini kamu tidur di apartemen abang?" Tanya Evan ke Anggi.


"Besok aja kak Aira, biar Anggi sekalian kuliah dan bawa baju. Kalau sekarang Anggi kawatirnya nanti kemalaman, karena Anggi belum siap-siap" kata Anggi.


"Ya sudah terserah kamu aja" kata Aira.


Selesai makan pizza mereka berpisah, Aira dan Evan menuju ke supermarket. Sedangkan Anggi dan Rio masih mau menonton bioskop.


Evan mendorong troli menuju ke tempat daging kemudian ke sayur dan buah. Evan memilih sayur dan Aira sedang memilih buah.


"Aira, apa kabar" sapa Fahmi kakak kelas Aira sewaktu mereka sma dulu.


"Eh kak Fahmi, alhamdulilah Aira baik" jawab Aira kaget bertemu dengan seseorang yang pernah dia cintai dulu.


Evan melihat Aira berbicara dengan seorang cowok ganteng yang ramah.


"Sama siapa kamu Ra?" Tanya Fahmi.


"Sama abang, kakak sendiri sama siapa kesini" jawab Aira kemudian balik bertanya.


"Kakak sendirian ga ada yang mau diajak jalan"" jawab Fahmi tersenyum.

__ADS_1


"Ah yang benar, mana ada yang mau nolak kak Fahmi" kata Aira. Evan mendekati Aira berniat meletakkan sayuran ke troli yang berada di dekat Aira dan Fahmi. Evan mendengar pembicaraan mereka, entah bercanda atau tidak hingga membuat Evan cemburu.


"Buktinya ada kok dulu kakak pernah ditolak sama seorang gadis remaja dengan alasan belum mau punya pacar dulu" kata Fahmi tersenyum membuat Aira malu akan penolakannya dulu. Memang dulu Aira masih takut untuk pacaran walaupun dia juga punya rasa ke Fahmi, tetapi saat itu baru juga dia duduk di kelas 10 dan Fahmi 2 tahun di atasnya.


__ADS_2