
Aira tahu ada sesuatu yang disembunyikan Evan, jika melihat sorot mata Evan, tapi Aira tidak tahu apa itu.
"Bang, Aira minta maaf jika saat ini Aira belum mencintai abang seperti bang Evan ke Aira. Tapi Aira akan belajar untuk mencintai bang Evan sebagaimana mestinya" kata Aira menggenggam tangan Evan. Evan tak mampu berkata hanya seulas senyum yang bisa terlontar dari bibirnya dengan anggukkan kepalanya saja.
Ada rasa bahagia mendengar Aira mengucapkan sendiri bahwa dia akan belajar untuk mencintai Evan.
"Aira, bang Evan juga bukan orang yang sempurna. Kita sama-sama punya masa lalu dan kita harus bisa melupakan masa lalu itu untuk menatap ke masa depan okey" kata Evan saat mereka duduk berhadapan di atas pasir pinggir pantai.
"Aira janji bang akan belajar melupakan masa lalu Aira" kata Aira dengan masih saling menggenggam.
"Terima kasih sayang" kata Evan kemudian mencium kening Aira. Aira kaget dan tidak menyangka jika Evan akan melakukan itu.
Evan mengajak Aira minum air kelapa di restoran yang ada di pinggir pantai. Mengingat tadi di restoran bukit Aira belum jadi makan siang.
Menjelang petang Aira dan Evan kembali pulang ke apartemen. Aira sudah menghubungi papanya untuk meminta ijin tidur di apartemen Evan untuk sementara supaya jika Lukas sampai ke rumah mencarinya tidak akan bertemu Aira.
💥 Apartemen
Aira sampai di apartemen Evan malam hari. Evan langsung membawanya ke apartemen tanpa berhenti untuk makan malam. Evan sengaja pesan makanan untuk makan malam dan juga baju tidur Aira melalui Suryo sang asisten. Karena Aira selama perjalanan pulang ke aparteman tertidur. Evan tidak tega untuk membangunkannya.
"Sayang bangun yuk, kita sudah sampai di apartemen" kata Evan yang sudah berdiri membuka pintu mobil untuk Aira.
Aira mengerjapkan matanya melihat ke sekeliling.
"Eh maaf bang, Aira tadi tertidur di jalan" kata Aira ga enak hati dengan Evan.
"Iya gapapa namanya juga ngantuk dan capek, tapi sekarang kita turun dan makan malam dulu yuk" ajak Evan.
Aira dan Evan naik menuju ke apartemen Evan.
"Ceklek" pintu terbuka.
"Suryo, kamu baru sampai?" Tanya Evan.
"Iya baru juga sampai. O iya ini yang loe minta" kata Suryo sambil memberikan paperbag baju piyama Aira sambil melirik Aira yang jalan masuk ke kamarnya.
"Terima kasih. Loe ikut makan aja disini Yo" ajak Evan. Saat Suryo memberikan pesanannya ke Evandro.
"Gue ga mengganggu nanti?" Tanya Suryo.
"Tidak, tenang aja" jawab Evan.
Kemudian Evan mengetuk pintu kamar Aira untuk memberikan piyamanya.
"Tok tok tok"
__ADS_1
"Ceklek"
"Ada apa bang?" Tanya Aira
"Ini ada piyama buat kamu ganti baju. Mandilah dulu pasti badanmu lengket, kemudian kita makan malam bersama dengan Suryo juga" kata Evan.
"Terima kasih bang, sebenarnya tadi Aira mau ngajak abang mampir dulu ke rumah untuk ambil baju, tapi Aira justru ketiduran di jalan" kata Aira.
"Gapapa, itu juga sudah dibawain Suryo, besok aja abang antar ke rumah sekalian ketemu papa ya" kata Evan.
"Terima kasih bang. Ya sudah Aira mandi dulu ya bang" kata Aira.
Evan berjalan hendak menuju ke kamarnya sendiri untuk mandi, Suryo bertanya ke Evan mengenai siapa Aira.
"Sejak kapan gadis itu tinggal disini Van?" Tanya Suryo
"Sejak kemarin, dia adiknya Haris" jawab Evan
"Whatt... Haris Saputra?" Tanya Suryo kaget.
"Iya" jawab Evan sambil masuk ke dalam kamarnya mau membersihkan badannya.
Evan yang sudah selesai mandi kembali duduk di sofa depan tv menemani Suryo menunggu Aira. Tidak lama kemudian Aira keluar kamar dengan piyamanya. Kemudian menuju dapur untuk menyiapkan alat makan untuk mereka makan bersama.
Suryo melihat Aira yang tengah sibuk di dapur. Aira terlihat cantik.
"Jaga matamu" kata Evan pelan. Suryo yang sadar sedang nemperhatikan Aora lanhsung tersenyum.
"Maaf" Suryo mengalihkan pandangannya.
"Kak Suryo terima kasih sudah bawain Aira piyama" kata Aira setelah duduk bersama di meja makan.
"Iya sama-sama" jawab Suryo
Mereka bertiga makan malam dalam keheningan.
"O iya sayang, nanti hari senin pulang dari kampus kamu pulang bareng sama Anggi dengan dijemput sopir kantor abang ke apartemen aja dulu ya" kata Evan setelah mereka selesai dengan makan malam..
"Kalau nanti Aira dijemput bang Haikal gimana?" Tanya Aira.
"Senin ada rapat di kampus loh Van pagi" sahut Suryo mengingatkan.
"O abang ada rapat di kampus sih, berarti nanti kalian berdua pulang ikut abang dulu aja ya, tapi kita mampir kantor dulu" kata Evan.
"Ya sudah nanti dilihat lagi aja jadwalnya bang, kan buku Aira di rumah dan mungkin Aira besok tidur di rumah saja deh kasihan papa di rumah sendiri." Kata Aira.
__ADS_1
"Atau kamu mau nginep di rumah, kan ada mama dan Anggi" tawar Evan.
Suryo yang mendengarkan pembicaraan mereka heran dengan Evan bisa sedekat itu pada seorang gadis.
"Gue tunggu ceritanya di kantor ya bos, sekarang gue mau pulang dulu sudah malam" pamit Suryo ke Evan.
"Aira terima kasih makan malamnya, saya mau pulang dulu sudah malam" pamit Suryo ke Aira.
"Iya kak hati-hati dan terima kasih juga" kata Aira.
Paginya Aira bangun untuk membuat sarapan.
"Yah kemarin lupa lagi aku ga bilang abang kalau kulkas kosong. Ya sudah buat nasi goreng aja lagi" kata Aira bicara sendiri sambil membuka kulkas di dapur.
Evan yang sudah berdiri di belakang Aira mendengar semua yang diucapkan Aira.
"Iya kemarin abang juga lupa mau ajak belanja" kata Evan membuat Aira langsung menengok ke arah suara.
Aira kaget kemudian menutup kulkasnya dan menengok ke arah suara yang ternyta berasal dari belakangnya.
"Abang kok Aira ga dengar sih abang sudah disini" kata Aira.
Evan tersenyum sambil mengusap pucuk rambut Aira.
"Nanti saja kita belanja buat isi kulkas ya, tapi kamu juga harus sering kesini biar isinya ga mubazir" kata Evan.
"Hehehe maunya.... kan ga mungkin dong Aira lama-lama tinggal disini bang, apa nanti kata orang" kata Aira.
"Kalau begitu minggu depan aja kita ga usah tunangan langsung akad nikah, resepsi bisa menunggu kapan aja" kata Evan sambil menaik turunkan alisnya.
Pipi Aira langsung merona karena malu mendengar Evan mengajak langsung akad nikah secepat itu.
"Abang..." kata Aira.
"Gimana mau begitu, biar abang telp ke om Raka langsung. Atau nanti kan kita ketemu di rumah" kata Evan.
"Emang abang siap nikah secepat itu?" Tanya Aira.
"Insyaallah siap" jawab Evan serius.
Aira diam saja tak lagi melanjutkan untuk bicara melihat muka serius Evan..
"Abang mau dibuatin nasi goreng, ada sih telor aja hehehe" kata Aira mengalihkan pembicaraan.
"Apa aja atau mau sarapan diluar saja?" Tanya Evan.
__ADS_1
"Gapapa di sini aja bang, biar Aira buat nasi goreng lagi aja ya" kata Aira. Evan menganggukkan kepalanya menurutin apa maunya Aira saja.