
💥 Mall
Evan membuka pintu mobil Aira setelah memarkirkan mobilnya di sebuah Mall besar. Evan tidak mengatakan pada Aira perihal usul Evan ke papa Darwis tentang pernikahan mereka yang akan dimajukan.
Maka dari itu Evan sengaja mengajak Aira jalan ke mall untuk belanja kebutuhan mereka buat persiapan pernikahan mereka pada acara seserahan pada akad nikah.
"Kita masuk toko sepatu dulu ya sayang" ajak Evan.
"Mau beliin buat mama ya bang?" Tanya Aira
"Iya buat mamanya anak-anak abang nanti" jawab Evan sambil tersenyum.
"Hah, maksud abang?" Tanya Aira bingung, sedangkan Evan sudah menahan tawanya melihat Aira tidak paham maksud Evan.
Setelah Aira disuruh mencoba sepatu yang dipilihkan Evan, baru Aira tersadar dengan ucapan Evan sebelumnya dan membuatnya malu sendiri.
Evan sudah melihat beberapa model tas yang akan dibelinya.
"Sayang ini bagus ga menurutmu?" Tanya Evan.
"Bagus itu bang buat mama" jawab Aira. Kemudian Aira melihat-lihat midel tas lain yang dia suka.
Ada tas yang Aira taksir tapi warnanya dia kurang suka. Evan memperhatikan apa yang sedang dipegang Aira.
"Mau yang itu sayang?" Tanya Evan.
"Modelnya sih bagus bang, tapi warnanya Aira kurang suka" jawab Aira.
Evan langsung bilang sama pelayan tokonya untuk meminta warna lain yang sesuai kemauan Aira.
"Memang ada warna lain ya mbak?" Tanya Aira ke pelayan tokonya.
"Ada warna cream coklat dan hitam aja, maaf belum sempat kami pajang tadi" jawab pelayan tokonya kemudian mengambilkan stok dari dalam.
"Ini bagus juga sayang" kata Evan sambil menunjukkan model tas lain ke Aira.
"O iya abang tahu aja sih selera Aira, tapi mau buat apa sih bang beli tas ini sebenarnya" kata Aira.
"Sayang itu buat nanti dipake acara seserahan saat kita akad nikah kata mama" jawab Evan. Aira baru keingat waktu nikahnya Haris dulu, bahwa dari pihak pengantin lakinya membawa seserahan yang diberikan ke pihak perempuannya.
"Berarti nanti kita belanja banyak dong bang kalau mau buat itu" tanya Aira.
"Iya nanti kita belanja banyak buat itu dan akan diambil sopir mama, jadi kita tidak perlu menentengnya sayang" jawab Evan.
Setelah dari toko tas, Evan mengajak Aira ke toko emas untuk membeli cincin pernikahannya. Setelah keduanya memilih cincin dan perhiasan lain, Evan mengajak Aira makan siang karena hari sudah menunjuk jam makan siang, bahkan sudah melewati jam makan siang.
"Kita makan siang dulu ya sayang" ajak Evan.
__ADS_1
"Iya bang, Aira juga udah lapar. Yuk bang kita makan di resto itu aja yang tidak terlalu rame ya" kata Aira yang sudah kelaparan.
"Okey" kata Evan kemudian masuk ke restoran yang dimaksudkan Aira.
Setelah memesan menu yang diinginkan, Aira sibuk dengan membalas chatingan di ponselnya.
Derrt....derrt..
Ponsel Evan berbunyi tanda ada panggilan. Dan benar saja, Evan melihat ada panggilan masuk dari Rina dengan nomer barunya yang terakhir untuk menghubungi Evan. Tetapi panggilan itu dibiarkan Evan tanpa berniat mengangkatnya. Dan untungnya ponsel sudah di silent, jadi tidak akan didengar atau pertanyakan oleh Aira jika ponsel berbunyi dan tidak diterima Evan.
"Ayo kita makan dulu, jangan terlalu sibuk dengan ponsel jika makanan sudah terhidang sayang" kata Evan yang melihat Aira masih sibuk dengan ponselnya sedang pesanan mereka sudah datang.
"Iya bang, bentar Aira balas dulu ini" kata Aira membuat Evan penasaran akan siapa yang mengirim pesan ke Aira.
"Memangnya siapa yang mengirim pesannya?" Tanya Evan.
"Teman Aira bang ada yang group atau yang chatingan pribadi" jawab Aira kemudian meletakan ponselnya dimeja makan. Aira langsung memakan apa yang sudah dipesannya tadi.
"Habis ini kita mau kemana lagi?" Tanya Evan
"Pulang ke rumah papa" jawab Aira.
"Kan om Raka belum pulang jam segini, bagaimana kalau kita ke kantor om Raka aja atau ke kantor Haris?" Tanya Evan.
"Memang papa atau bang Haris ga sibuk?' Tanya Aira.
"Mau dicoba ke sana, ke kantor om Raka?" Tanya Evan.
💥 Kantor Raka
Kemudian Evan mengajak Aira ke kantor Raka Saputra. Setelah sampai di kantor Raka, Aira dan Evan langsung menuju lift karena Aira sudah di kenal dengan karyawan bagian resepsionisnya.
Aira hanya membalas anggukkan kepala dari resepsionisnya.
"Silahkan nona, selamat siang" kata karyawan resepsionisnya.
"Siang, terima kasih" jawab Aira kemudian naik lift ke lantai dimana Raka dan Darwis berada.
"Tok tok tok" Aira mengetuk pintu ruangan Raka
"Masuk"
"Ceklek" Darwis membukakan pintu.
"Om Darwis" sapa Aira sambil mencium punggung tangan Darwis kemudian memeluk Raka.
Begitupun dengan Evan juga mencium punggung tangan Darwis, kemudian ke Raka.
__ADS_1
"Kok ga kasih kabar kalau kalian mau ke sini?" Tanya Raka.
"Iya maaf om tadi dadakan saya yang mengajaknya kemari" kata Evan.
"Iya gapapa, untung saja kami hari ini ga ada rapat" jawab Raka.
"Jadi mau dimajukan akadnya?" Tanya Raka to the point.
"Saya rasa begitu saja om, dari pada nantinya ada hal yang kurang kita inginkan" jawab Evan yakin.
"Hah mau dimajukan? Kapan pah?" Tanya Aira kaget.
"Tuh tanya sama Evan" jawab Raka santai.
"Kamu udah siap nak?" Tanya Darwis ke Evan.
"Harus siap pah, cuma sementara waktu nanti kami akan tinggal di apartemen dulu. Karena Evan belum selesai renovasi rumahnya pah" jawab Evan.
"Renovasi apa?" Tanya Raka.
"Renovasi rumah om, kan Evan ada rumah cuma ga pernah Evan tempati. Tapi setelah om dan papa menentukan kapan kami akan menikah, Evan baru mulai merenovasinya" jawab Evan panjang.
"O gitu, dimana itu?" Tanya Raka.
"Di jalan kebangsaan om" jawab Evan.
"Bagus itu daerahnya dan ga jauh dari kampus Aira.
"Iya om dari kampus Aira kemungkinan hanya 15 menit" jawab Evan.
"O dekat juga ya" kata Raka.
"Kok abang ga cerita ke Aira sih" kata Aira.
"Kan kamu ga nanya sayang" kata Evan sambil menaik turunkan alisnya.
"Gimana mau nanya, Aira aja ga tahu kalau abang punya rumah selain apartemen" kata Aira, Evan hanya terkekeh sedangkan Raka tertawa.
"Jadi mau di majukan di hari sabtu aja, terus acara tunangan di hapus ya" kata Raka.
"Iya om, menurut Evan lebih efektif begitu ya" kata Evandro.
"Berarti nanti acara akad yang akan di adakan dua minggu kedepan untuk resepsi aja nak?" Tanya Darwis.
"Iya pah, bagaimana menurut om dan papa?" Tanya Evan.
"Kok dimajukan sih bang, pantas abang tadi langsung ajak Aira belanja" kata Aira.
__ADS_1
"Apakah Lukas masih sering hubungi kamu sayang?" tanya Raka.
"Iya kadang pah" jawab Aira membuat Evan langsung menatap Aira. Tapi Aira hanya melirik sekilas ke Evan kemudian duduk di dekat papanya.