
"Okey, tapi bener bang Haikal kan yang jemput, bukan abangmu yang dulu kan?" Tanya Lukas lagi.
"Iya bang Haikal yang jemput, lagian ngapain juga bang Evan jemput Aira di kampus" jawab Aira.
"Ya siapa tahu mau ngajak kamu makan malam lagi" kata Lukas ketus.
"Ya ampun kak, kan Aira sama bang Evan memang ga ada apa-apa. Dari bayi juga Aira sering digendong-gendong sama bang Evan. Bahkan fotonya aja ada di mamanya bang Evan" kata Aira.
Lukas hanya diam tidak menanggapi ucapan Aira.
"Hai Ra, Rio belum datang ya. Eh nanti kita kerjain dulu yuk tugas yang kemarin itu" kata Vina.
"Okey nanti aja Vin waktu selesai kuliah atau selesai gue rapat sambil nungguin bang Haikal jemput gue" kata Aira.
"Loe nanti dijemput bang Haikal?" Tanya Vina.
"Iya. Atau kita ngerjain di rumah gue aja gimana, loe nginap di rumah gue dan besok kita berangkat bareng diantar bang Haikal" kata Aira.
"Nanti kita tungguin Rio dulu aja bisa ga dia" kata Vina.
"Ah iya Rio mah bagian sibuk, dia sama kak Leo" kata Aira.
"Kak, Aira ke kelas dulu" kata Aira ke Lukas kemudian mengajak Vina masuk ke kelasnya.
Selesai rapat Aira melihat jam dipergelangan tangannya kemudian memanggil Rio untuk menanyakan apakah jadi untuk belajar kelompok menyelesaikan tugas dari dosen mereka.
"Yo, jadi ga sih kita ngerjain tugasnya sekarang?" Tanya Aira.
"Jadi dong kan kita nungguin Vina datang, gue udah chat dia sih kalau kita akan ngerjain di perpustakaan sekarang sambil loe nunggu bang Haikal." Kata Rio
"Ra jadi dijemput bang Haikal?" Tanya Lukas tiba-tiba.
"Iya kak, tapi Aira mau ngerjain tugas ini dulu sama Rio dan Vina sambil nungguin abang jemput" jawab Aira jujur.
"Ya sudah kalau begitu kakak tungguin di kantin ya" kata Lukas.
"Kak Lukas masih ada urusan memangnya?" tanya Aira
"Tidak sih hanya nungguin kamu dijemput bang Haikal aja" jawab Lukas.
__ADS_1
"Aira ada Vina sama Rio kak, jadi kalau kak Lukas mau pulang dulu gapapa" kata Aira.
"Beneran yang akan jemput kamu bang Haikal, bukan abang kesayangmu itu?" Tanya Lukas curiga.
"Jadi kak Lukas ga percaya sama Aira, okey silahkan tungguin aja" kata Aira datar. Sedangkan Rio yang ada di depan Aira kadi ga nyaman dengan tatapan Lukas yang tajam seolah dia menuduh Rio membantu Aira membohonginya.
"Maaf gue ke kantin bentar. Ra nanti gue tunggu di perpustakaan ya" kata Rio kemudian berlalu dari pasangan ini.
"Iya nanti gue nyusul Yo" kata Aira.
"Maaf kak, Aira mau ke perpustakaan dulumau selesai tugas biar tidak membuat abang menunggu Aira" kata Aira kemudian berjalan meninggalkan Lukas.
Lukas diam menatap Aira berlalu meninggalkannya.
"Aira seandaikan kita bisa sejalan, mungkin akan lebih baik lagi kita ke depannya. Ternyata beda keyakinan membuat kita juga terbatas dalam komunikasi" gumam Lukas.
"Yah aku tahu diantara kita tidak akan mungkin ada yang mengalah karena keyakinan, selama ini memang kita saling menghormati dan menjaga hati kita masing-masing" kata hati Lukas yang takut kehilangan Aira walaupun mereka memang masih baru beberapa bulan menjalin hubungan sebagai kekasih.
Lukas menunggu Aira di kantin seperti apa yang tadi dia bilang dengan sang kekasih hingga Aira dijemput Haikal. Lukas memang kawatir jika Aira hanya menggunakan nama Haikal untuk membohonginya agar Lukas percaya.
"Ternyata kamu ga bohongi aku Ra, kamu benar-benar dijemput bang Haikal" gumam Lukas lirih saat melihat mobil Haikal yang tadi pagi dipakai untuk mengantarkan Aira ke kampus.
"Hai bang, apa kabar" sapa Rio melihat Haikal membuka jendela mobilnya.
"Kabar baik, makasih ya sudah menemani Aira" kata Haikal.
"Sama-sama bang, lagian tadi kita juga baru selesai ngerjain tugas sih" kata Rio.
"Kenapa kalian ga pernah main ke rumah?" Tanya Haikal.
"Tuh katanya Vina ga enak bang kalau keseringan main ke rumah" sahut Aira membuat Vina melotot ke Aira.
"Gue jauh Ra, kapan-kapan pasti gue akan main Ra" kata Vina.
"Bener ya, gue tunggu loh kalau perlu loe nginep aja di rumah. Ntar pulangnya gue antar sama bang Haikal ya bang" kata Aira ke Vina kemudian melihat ke abangnya.
"Iya beres nanti kami antar" kata Haikal.
"Iya nanti kapan-kapan gue ajak Rio main ke rumah loe Ra" kata Vina.
__ADS_1
"Okey, gue pulang dulu ya...dagh..." kata Aira sambil melambaikan tangannya ke kedua sahabatnya.
Lukas melihat interaksi antara Haikala dan sahabatnya Aira.
"Mereka deket juga hubungannya ternyata" batin Lukas.
"Loe belum pulang Kas?" Tanya Leo menepuk punggung Lukas dari belakang melihat sahabatnya ini maaih duduk di kantin.
"Iya bentar lagi gue pulang" jawab Lukas.
"Loe maaih nungguin Aira kuliah?" Tanya Leo.
"Ga sih, Aira baru aja pulang dijemput abangnya" jawab Lukas.
"Tumben dijemput abangnya, memang loe ada masalah dengan Aira?" Tanya Leo menatap Lukas sambil mendudukan dirinya di bangku sebelah Lukas.
"Nggak" jawab Lukas sambil menggelengkan kepalanya.
"Kok tumben Aira dijemput abangnya?" Tanya Leo lagi.
"Iya karena sekalian dia pulang kantor katanya" jawab Lukas.
Leo hanya ber o ria mendengar penjelasan dari Lukas.
"Terus loe nungguin disini karena sambil lihat Aira bener di jemput abangnya nggak, gitu maksud loe" tebak Leo. Lukas menatap Leo kemudian dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Loe ga percaya dengan pacar loe sendiri?" Tanya Leo lagi.
"Bukan gue ga percaya, tapi pernah dia pulang dengan bukan abangnya tapi bilangnya itu abangnya walaupun tidak sekandung. Dan hubungan keduanya bahkan dekat banget seperti sama pacarnya" kata Lukas.
"Jadi loe cemburu ceritanya" kata Lukas.
"Ya wajar dong gue cemburu, sedangkan gue yang pacarnya aja ga sedeket itu hubungannya. Nah dia yang katanya abangnya tapi ga sekandung udah seperti pasangan kekasih. Bahkan makan malam bersama juga coba kebayang ga loe" kata Lukas jadi emosi mengingat saat itu.
"Tapi loe jangan terus emosi gitu sama gue, lagian Aira sepertinya bukan tipe yang mudah selingkuh deh" kata Leo.
"Gue ragu Yo sebenarnya hubungan Aira sama abangnya yang Aira bilang itu" kata Lukas.
"Kenapa loe ragu?" Tanya Leo.
__ADS_1
"Kalau yang gue tangkap sih dari cara dia melihat ke Aira seperti ada sesuatu deh" kata Lukas mengingat sikap Evan ke Aira yang begitu dekat.