
"Nah itu kan udah ada yang ngidam, abang disuruh jadi papanya kenapa menolak?" Tanya Aira
"Hah siapa sayang, kok nyuruh abang jadi papanya orang istri abang aja disini?" Tanya Evandro bingung.
"Itu mantan abang" jawab Aira
Evan memberhentikan mobilnya dipinggir jalan kemudian menatap istrinya.
"Demi apapun, itu bukan anak abang sayang. Jujur abang memang pernah pacaran dengan diia. Tapi abang tidak pernah melakukan hubungan terlarang" kata Evan serius.
"Abang hanya melakukannya dengan kamu sayang, percayalah sama abang" kata Evan menyakinkan Aira sambil menggenggam tangan Aira.
"Yuk bang kita buruan ke kedai sop, Aira udah lapar" kata Aira mengalihkan pembicaraan.
"Kamu yang memulai bicara itu, kamu juga yang mengalihkan sayang. Sebenarnya apa maksud kamu bicara begitu?" Tanya Evandro menatap bola mata istrinya.
"Apakah kamu ga ikhlas jika hamil anak dari abang?" Tanya Evandro frustrasi.
"Bukannya ga ikhlas bang, Aira tahu resiko Aira menerima pernikahan ini pasti ujung-ujung Aira harus siap punya anak" jawab Aira.
"Jika kamu ikhlas untuk hamil anak-anak abang, jangan pernah katakan hal yang tidak abang lakukan sayang. Itu sangat menyakitkan hati buat kita berdua" kata Evandro.
"Maafin Aira bang, bukan maksud Aira menyakiti hati bang Evan. Aira hanya ga terima jika benar abang punya anak dari wanita lain" kata Aira meneteskan air matanya.
"Tidak akan pernah terjadi sayang, hanya Aira yang akan menjadi ibu dari anak-anak abang" kata Evan sambil mencium dan memeluk sang istri setelah melepas seatbeltnya.
"Hanya kamu yang abang mau untuk menjadi ibu dari anak-anakku" kata Evan tegas.
"Maafin Aira ya bang" kata Aira memeluk suaminya.
"Iya sayang, tapi tolong jangan ulang lagi bicara begitu ya. Abang ga bisa jauh dari kamu sayang" jawab Evan sambil mengusap air mata dipipi sang istri. Aira menganggukkan kepalanya
"Kita makan dulu ya kamu udah lapar bukan?" Tanya Evan. Aira menganggukkan kepalanya tanda setuju. Evan melanjutkan lagi menjalankan mobil hingga sampai di rumah makan sop iga.
Aira memakan sop iga dengan lahapnya. Evan melihat istrinya makan terkekeh sendiri.
"Kenapa abang melihat Aira sambil tertawa?" Tanya Aira.
"Rupanya istri abang sudah sangat kelaparan ya" kata Evandro.
"Hehehe Aira sebenarnya sudah lama ingin makan sop iga, hanya saja waktunya yang ga pernah ada buat ke sini" kata Aira.
"Kenapa ga bilang abang?" Tanya Evan.
"Ya kan abang juga sibuk, makanya nanti biar Aira bawa mobil aja ya bang untuk ke kampus biar ga ngrepoti abang" kata Aira mencoba bernegosiasi.
__ADS_1
"Tidak, kamu sama abangmu aja tidak diijinkan apalagi sama suamimu sayang. Kalau suatu saat abang benar sibuk dan tak bisa mengantar dan menjemputmu, abang akan menyuruh sopir kantor untuk jadi sopir kamu yank" kata Evan tegas.
Setelah selesai makan malam, Evan mengajak istrinya pulang untuk istirahat.
💥 Apartemen
Sampai di apartemen, Evan membawa semua barang belanjaannya yang dibantu satpam penjaga apartemen.
Aira memasukkan belanjaannya ke dalam kulkas dengan rapi.
"Yank kita mandi dulu yuk biar badan kita segar dan bisa tidur nyenyak nanti" ajak Evan.
"Iya sebentar bang, abang mandi dulu saja Aira nanti setelah ini beres" jawab Aira.
"Sini abang bantuin yank" kata Evan.
"Ga usah bang, bang mandi aja sana." Kata Aira.
"Loh kok jadi usir abang" kata Evan memeluk iatrinya dari belakang, setelah memasukkan belanjaan sayurnya ke dalam kulkas selesai.
"Habis tadi abang kan mau mandi" kata Aira.
"Iya tapi abang maunya kita mandi bareng, biar punggung abang ada yang gosokin" kata Evan.
"Kamu yang bikin abang ga bisa mandi sendiri yank" kata Evan.
"Wah udah pinter ya abang merayu Aira" kata Aira kemudian mengecup pipi suaminya kemudian pergi masuk ke kamar.
Evan semakin dibuat naik hasratnya melihat tingkah menggemaskan istrinya. Evan langsung ikut masuk ke kamar dan menggendong istrinya ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Aira awalnya kaget saat merasakan badannya melayang, kemudian mengalungkan tangannya di leher sang suami dan mengecup bibir suaminya. Evan langsung mencium bibir mungil istrinya sambil berjalan masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi dengan berbagai acara tambahan, Aira duduk mengeringkan rambutnya yang masih sangat basah.
"Sini biar abang bantu ngeringin yank" kata Evandro yang sudah memegang hairdriyer istrinya.
"Bang sebenarnya Aira itu ingin bisa semuanya sendiri, tanpa bergantung sama siapapun. Jadi Aira nantinya ga ngrepoti. Makanya Aira ingin ke kampusnya bawa kendaraan sendiri." kata Aira tiba-tiba.
Evan mematikan mesin hairdriyernya dan memandang istrinya melalui pantulan kaca. Aira bingung melihat suaminya hanya memandangnya dengan bingung tanpa bersuara.
Evan membawa istrinya untuk berpindah duduk di pinggir ranjangnya berdua. Aira bingung melihat sikap suaminya.
"Sayang, dengar ya bahwa abang tidak pernah merasa direpoti apalagi sama kamu istri abang sendiri. Apapun akan abang lakukan untukmu sayang selama abang mampu okey" kata Evandro.
"Abang akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia bersama abang. Kita ini suami istri sayang. Jadi sewajarnya abang menjadikanmu sebagai ratu dirumah dan di hati abang selamanya" kata Evandro.
__ADS_1
"Tapi Aira...." kata Aira terputus karena Evan langsung memberikan jari telunjuknya di bibir istrinya untuk tidak meneruskannya.
"Kamu istri abang, jadi jangan merasa merepotkan abang, tapi cintailah abang dengan ketulusanmu sayang" pinta Evan.
Aira langsung memeluk suaminya sambil menangis merasa bahwa Evan tahu jika hatinya memang belum sepenuhnya untuk Evan.
"Maafin Aira bang, Aira janji akan selalu memberikan hati ini seutuhnya buat abang. Bantu Aira untuk bisa seperti yang seharusnya bang" kata Aira lirih.
Evan mengurai pelukannya dan memandang kedua bola mata istrinya.
"Abang percaya denganmu sayang dan abang pasti akan membantumu untuk bisa menerima abang sepenuhnya" kata Evan bahagia walaupun ada rasa pedih hatinya saat istrinya mengakui bahwa dirinya memang belum sepenuhnya menerima Evan.
"Sekarang kita istirahat tidur biar besok badannya segar kembali." Kata Evan kemudian menggendong istrinya untuk diletakkan diatas ranjang mereka dan menyelimutinya.
Kemudian Evan pun juga ikut berbaring disebelah sang istri dan memasukkan badannya dalam satu selimut yang sama dengan istri tercintanya.
💥 Villa Saputra
Pagi ini Lukas dan istrinya sudah bersiap untuk kembali ke kotanya menyongsong hari esok untuk kembali melakukan kegiatan dan rutinitasnya.
"Kakak barangnya sudah masuk semua ke koper?" Tanya Lusy.
"Sudah sayang" jawab Lukas.
"Kakak besok sudah akan langsung ke kantor?" Tanya Lusy.
"Iya kenapa apa kamu mau ikut?" Tanya Lukas
"Tidak kak, Lusy hanya bertanya sama kakak saja" kata Aira.
"Atau besok mau dibawain apa setelah kakak pulang kantor?" Tanya Lukas
"Nggak kak, besok aja kalau Lusy ingin sesuatu, Lusy akan mengirimkan pesan ke kakak ya" tanya Lusy.
"Okey, besok kabari kakak aja ya" kata Lukas.
****
Jangan lupa dukungan kalian ya untuk kami para author dengan memberikan masukan.
Like, Komen, Hadiah dan Vote
Terima kasih buat semua teman-teman yang selalu membaca dan mendukung kami semua 😘
__ADS_1