
"Rasanya pusing sekali dok" kata Aira dengan suara pelan karena malas bicara.
Dokter Calvin memeriksa Aira dan menanyakan banyak pertanyaan.
"Kapan terakhir kali nona haid?" Tanya dokter Calvin yang kebetulan seorang dokter spesialis kandungan.
Aira mengingat-ingat kapan dia terakhir haid.
"Sebulan yang lalu dok, memang bulan ini Aira belum datang bulan dan sudah terlambat sekitar semingguan" jawab Aira.
"Coba nanti nyonya tolong cek urine dengan tespek yang akan saya berikan ya dan besok kita akan ketemu lagi di rumah sakit untuk diadakan usg agar lebih jelas" kata dokter Calvin.
"Usg untuk apa Vin?" Tanya Evan.
"Untuk mengetahui usia kandungan istrimu bro" jawab dokter Calvin.
"Maksudnya istriku sekarang ini hamil?" Tanya Evan kaget campur bahagia jika semuanya itu benar.
"Dugaan sementara iya, tapi tetap nanti kita buktikan dengan hasil tespek dan usg Van" jawab Calvin.
Aira hanya diam tanpa bisa bicara, karena kaget antara percaya dan tidak kalau dirinya benar hamil.
"Secepat inikah gue hamil?" Batin Aira.
"Nanti gue kan harus menggantikan tugas Tania jadi mc apakah abang mengijinkan?" Tanya Aira dalam hati.
"Kondisi ibu hamil itu sangat labil dan sensitif. Jadi jika kamu mendapati istrimu yang mudah berubah suasana hatinya jangan heran dan dia juga akan mudah tersinggung jika kamu salah bicara" kata dokter Calvin memberitahu Evandro.
"Pantas saja akhir-akhir ini sering marah marah ga jelas" batin Evandro.
"Okey nona, jangan lupa ya nanti cek urine dengan testpak yang saya berikan ini dan kita bertemu lagi besok, saya tunggu kedatangan kalian besok" kata dokter Calvin.
"Terima kasih dokter" jawab Aira.
"O iya ini saya berikan resep untuk vitamin sementara dan besok akan saya tambahkan lagi dengan vitamin yang lain lagi setelah melihat kondisi kandungannya." Kata Dokter Calvin ke Evandro. Evan menerima resepnya dan dari dokter Calvin.
"Sayang apakah kamu senang dengan apa yang tadi dokter Calvin bilang bahwa kita akan abang akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi ibu?" Tanya Evan setelah mengantarkan dokter Calvin keluar dari pintu apartemennya.
Aira hanya diam sambil memejamkan matanya.
"Apakah kamu masih marah sama abang yank?" Tanya Evan lembut.
"Nanti kita akan keluar jalan-jalan dan membeli ponsel baru buatmu ya" ajak Evan.
Aira tak menjawab apapun, hanya diam dan kembali memejamkan matanya untuk tidur. Jika mengingat masalah ponselnya yang dibanting, hatinya masih sakit.
Evan mencium kening istrinya sambil membisikkan sebuah kata-kata "i love you my darling."
Kemudian Evan mencium perut Aira sambil berbicara "sayang anak papa jangan nakal di dalam ya dan jangan marah sama papa ya sayang"
__ADS_1
Aira merasakan usapan tangan suaminya di perutnya ada rasa bahagia dalam hatinya. Walaupun badannya masih terasa lemas. Evan mengganti baju kantornya dengan kaos dirumah dan celana pendek. Kemudian menyusul sang istri ikut merebahkan tubuhnya di sebelah sang istri dan memeluknya.
Aira yang dipeluk dengan tiba-tiba sempat dibuat kaget, kemudian membuka matanya sedikit karena sang suami memeluknya sambil mengelus perut istrinya sehingga merasakan kenyamanan kembali.
Rasa nyaman dengan dielus perutnya membuat Aira menjadi nyenyak dalam tidurnya. Evan membuka ponselnya setelah sang istri benar-benar tidur untuk mencari informasi seputar kondisi ibu hamil.
Evan yang duduk di sofa kamarnya sambil kerja dengan laptopnya melihat ke arah sang istri yang sudah terbangun.
"Sudah bangun sayang, apakah badannya sudah lebih enakkan?" Tanya Evan dengan menutup laptopnya dan berpindah duduk di pinggiran ranjang sang istri.
Aira hanya menganggukkan kepalanya kemudian turun dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya Evan lembut.
"Ke dapur, mau ambil minum" jawab Aira.
"Biar abang ambilin, kamu disini saja ya" kata Evan.
Tapi Aira tetap mengikutin suaminya jalan ke dapur.
"Loh kenapa ikut sayang, kan abang bilang tungguin aja di kamar" kata Evan.
"Aira juga mau lihat televisi bang" jawab Aira.
"Kan di kamar juga ada yank, abang itu kawatir kamu kenapa-napa kalau kebanyakan jalan" kata Evan.
"Tapi Aira maunya nonton di sini" kata Aira yang langsung duduk di sofa kemudian menyalakan televisi untuk menonton acara kesukaannya.
"Mau jalan kemana bang?" Tanya Aira menoleh sekilas ke suaminya.
"Ke mall, ada yang mau abang beli dan kamu temani abang ya" kata Evan agar istrinya mau diajak keluar.
"Mau kapan perginya bang?" Tanya Aira.
"Kalau sekarang gimana, apa sayangnya abang sudah enakan badannya?" Jawab Evan sambil memandang istrinya.
"Aira sudah gapapa kok, bentar Aira ganti baju dulu bang" jawab Aira kemudian masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah melihat sang istri sudah selesai dengan mengganti bajunya untuk pergi.
"Sudah selesai, yuk kita berangkat" ajak Evan kemudian menggandeng istrinya ke mobil. Dan mereka berangkat menuju sebuah mall yang menjadi tujuan Evandro.
💥 Mall
Di sebuah mall tempat tujuan Evan belanja barang yang dicarinya. Evan menggandeng jemari tangan sang istri.
"Aira" panggil Vina yang jalan dengan Anggi dan Rio.
"Eh Vina, loe belum pulang sejak dari kampus tadi?" Tanya Aira.
__ADS_1
"Belum, ini jalan sama Rio dan Anggi." Jawab Vina.
"Loe sakit Ra, kok kelihatan pucat begitu?" Tanya Rio melihat sahabatnya dengan muka yang pucat
"Nggak, gue sehat aja" jawab Aira.
"Doakan ya, besok kami mau ke dokter untuk memastikan kehamilan Aira" kata Evan.
"Serius loe hamil Ra, selamat ya" kata Vina.
"Selamat ya kak, mama pasti ikut seneng deh kalau dengar kabar ini" kata Anggj.
"Terima kasih ya, doain Aira sehat" jawab Aira.
"Pantas kamu terlihat pucat sekali Ra, badanmu lemas ya?" Tanya Rio terlihat kawatir.
"Tadi iya baxan rasanya lemas, tapi sekarang udah beda sih" jawab Aira.
"Kita duduk ngobrol di restoran itu aja mau ga?" Ajak Evan.
"Mau dong bang, kebetulan Anggi juga haus" jawab Anggi sambil terkekeh. Aira tertawa melihat Anggi manja dengan abangnya.
💥 Restoran
"Kamu tadi di perpustakaan dan ga masuk kelas kenapa?" Tanya Rio.
"Malas aja mau masuk tadi, masih ingin di perpus" jawab Aira santai.
"Diperpus sama siapa sayang?" Tanya Evan.
"Sama petugasnya perpus" jawab Aira asal.
"Petugasnya perpus ganteng lagi ya kak bikin kita jadi betah disana berlama-lama" kata Anggi membuat panas abangnya.
Aira terkekeh mendengar apa yang diucapkan adik iparnya.
"O begitu ya, pantas hobbynya ke perpus" kata Evan datar.
"Kenapa abang percaya sih, Anggi itu hanya godain mas aja" kata Aira.
"Hehehe" Anggi hanya tertawa melihat sang abang langsung cemburu.
"Ra kata Tania loe mau gantiin Tania jadi mc ya acara hari sabtu?" Tanya Vina.
"Iya, Tania minta gue gantiin dia untuk sementara sampai dia kembali lagi ke sini" jawab Aira.
***
Terima kasih atas dukungan kalian ya gaes...😘
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan memberikan like, komen dan vote.
Semoga kita semua selalu dalam keadaan baik dan sehat 🧡