Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 100. Meminta ijin


__ADS_3

"Abang, sudah selesai mandinya?" Tanya Aira yang kaget karena tangan Evan yang melingkar di perut Aira dan suara bisikannya berada dekat di telinga Aira.


"Abang geli bang ah" kata Aira sambil menggerakkan kepalanya karena nafas suaminya mengenai leher Aira membuatnya merinding geli. Evan sengaja menciumi tengkuk dan lehar Aira agar istrinya berhenti membalas chat dari sang mantan yang membuatnya cemburu.


"Sayang... harum sekali..." bisik Evan membuat Aira geli. Ada sesuatu yang mulai bergerak untuk berdiri dibawah sana. Tangan Evan bukan lagi diam memeluk perut istrinya, namun sudah mulai membuka kancing piyama istrinya.


"Ehhmm" ******* Aira mulai terdengar.


Evan berusaha mencium bibir istrinya dan tanpa Aira rasa ponselnya pun sudah Evan letakkan di nakas. Evan perlahan-lahan membuat Aira semakin menikmati permainannya.  Bukan Evandro namanya jika tidak dapat menaklukkan istrinya.


"A  bang  ge  li" kata Aira dengan suara yang serak sambil mendesah.


Evan menidurkan tubuh istrinya untuk direbahkannya di ranjang dan mulai bergerak menindihnya.


"Hmm" suara Evan pun juga sudah serak dan tak dapat lagi menahan hasratnya hingga penyatuan keduanya pun terjadi.


Evan tahu dimana letak sensitif istrinya. Dan Evan bisa membuat sang istri ikut menikmati permainannya yang begitu lembut.


"Bang...akhh.." ******* Aira menggema di dalam kamarnya.


"Ya sayang, mau lebih cepat?" Tanya Evan. Aira mengangguk.


Evan menambah ritme kecepatannya hingga terdengar erangan dari keduanya dengan mengeluarkan lahar hangatnya pertanda permainannya telah berakhir.


"Abang jadi bikin Aira ga lanjut ngerjain tugas kan?" Protes Aira setelah nafasnya mulai teratur.


"Kamu juga menikmati sayang. Tqpi tenang abang bertanggung jawab kok akan menemanimu mengerjakan tugas okey" kata Evan tersenyum sambil mencium pipi istrinya.


"Mau mandi lagi bareng sama abang baru ngerjain tugas sayang?" Tawar  Evan.


"Ah abang sih bikin Aira jadi malas ngerjain tugas deh" kata Aira.


"Ya sudah apa kita lanjut ronde berikutnya, abang masih mampu kok sampai pagi kalau perlu" kata Evan membuat Aira langsung melotot dan bangun.


Evan tertawa melihat sikap menggemaskan istrinya.


"Gimana abang bisa diam melihat sikatmu yank yang bikin abang selalu ingin melakukannya lagi denganmu" kata Evan.


"Idih abang, sudah ayo abang mandi jangan tidur dulu, nanti abang masih mau menemani Aira mengerjakan tugas loh" kata Aira.


"Siap permaisuri sayang" jawab Evan yang langsung menggendong sang istri untuk di bawa ke kamar mandi sambil kembali menciumi bibir istrinya.


Evan kembali melakukan penyatuannya di dalam kamar mandi sebelum mereka mulai mandi.


"Abang selalu deh setiap mandi pasti ga langsung mandi" kata Aira sambil membuka kran air di bathup.

__ADS_1


"Tapi kamu senang kan, buktinya kamu tadi menikmatinya" goda Evan membuat pipi Aira memerah karena malu.


Selesai mandi, Aira kembali melanjutkan tugas kuliahnya ditemani sang suami yang duduk di sofa sambil menonton acara tv.


Disela-sela Aira mengerjakan tugasnya, teringat akan janjiannya dengan Reza.


"Bang, boleh ga besok pulang kuliah Aira makan siang dengan kak Reza?" Tanya Aira ragu.


Evan menatap istrinya kaget mendengar istrinya meminta ijin untuk bertemu dengan mantan dan cinta pertamanya.


"Apakah perlu dengan abang ketemuannya?" Tanya Evan ga ikhlas.


"Abang percaya kan dengan Aira bahwa Aira tidak akan kembali dengan kak Reza?" Tanya Aira ke suaminya dengan menatap kesua bola mata Evan.


"Aira tahu bahwa Aira sudah punya suami bang dan bagaimana Aira harus menyikapi semua ini. Lagian Aira kan juga akan diantar Nuri" kata Aira.


"Kamu ga berangkat berdua dengan Reza kan?" Tanya Evan.


"Aira akan janjian bertemu di lokasi saja bang kalau abang mengijinkan." jawab Aira.


"Kalau abang tidak mengijinkan?" Tanya Evan.


"Ya Aira juga ga akan janjian untuk bertemu kak Reza" jawab Aira.


"Aira hanya mau mendengarkan saja cerita kak Reza dan dia masih belum percaya jika Aira sudah menikah" jawab Aira.


"Sayang bagaimana kalau Reza mengajakmu kembali padanya?" Tanya Evan.


"Apakah menurut abang, Aira akan semudah itu kembali pada orang lain walaupun memang Aira tidak memungkiri jika dulu kak Reza pernah mengisi hati Aira" tanya Aira membuat Evan lega tapi ada terbersit rasa tidak suka mendengar kata dulu memang pernah Reza mengisi hati Aira.


"Ayo kita tidur sayang kalau sudah selesai" ajak Evan mengalihkan pembicaraan.


"Abang kalau sudah capek, tidur duluan aja. Nanti Aira akan menyusul sebentar lagi" kata Aira melihat suaminya


"Abang tungguin kamu saja sayang, biar kamu ada teman saat mengerjakan tugasnya" kata Evan kemudian bangkit dari sofa dan mengambil laptopnya untuk mengecek email masuk.


Paginya Aira bangun dan langsung membuat sarapan kemudian baru mandi.


"Bang bangun nanti terlambat ke kantornya" kata Aira membangunkan suaminya.


Evan membuka matanya, melihat istrinya langsung tersenyum dan duduk di atas ranjangnya kemudian mencium bibir istrinya yang duduk di pinggiran ranjang.


"Kamu udah mandi sayang, baunya harum sekali?" Tanya Evan melihat istrinya  sudah segar.


"Sudah baru saja selesai, sekarang abang mandi dulu, biar Aira siapin baju abang" kata Aira.

__ADS_1


"Baiklah" kata Evan sambil mencium pucuk kepala Aira kemudian masuk ke kamar mandi.


💥 Kediaman Hartadi


Pagi ini Reza seperti orang yang tidak bersemangat.


"Sayang kok makannya dikit amat?" Tanya mama Rini Hartadi.


"Iya ma, lagi ga ingin sarapan saja" jawab Reza.


"Nanti sore kita ada meeting di kantor papa jangan lupa" kata Hartadi.


"Iya pah" jawab Reza.


Reza melihat ponsel ada notifikasi masuk tanda ada pesan. Kemudian dilihatnya pesan dari mana dan ternyata pesan yang sejak tadi ditunggu tunggu. Yaitu pesan balasan dari Aira yang mengatakan bahwa nanti siang Aira bisa bertemu langsung di cafe yang di tunjuk Reza.


🗨"Biar kakak saja yang menjemputmu ya?" Tanya Reza meminta ijin Aira.


"Ga perlu kak, karena nanti Aira juga ada janji sama temen di daerah situ juga jadi lebih baik kita langsung bertemu di lokasi saja" kata Aira.💬


🗨"Baiklah, kakak tunggu ya" kata Reza bahagia.


"Kelihatannya anak mama lagi senang deh, tadi lesu sekarang semangat sekali makannya" kata Rini.


"Ah mama ingin tahu saja" kata Reza sambil tersenyum sendiri.


"Kapan kira-kira mama akan dikenalin calon mantu mama ya?" Tanya Rini.


"Ma Reza masih muda untuk segera nikah, mama sabar aja dulu" kata Reza.


"Bagaimana kalau kamu papa kenalin dengan anak teman papa Za?" Tanya Hartadi.


"Pa, Reza belum ingin mau kenal siapapun. Reza masih ingin konsentrasi ke bisnis dulu pa" jawab Reza santai.


"Za kamu hanya kenalan saja, jadi tidak akan mengganggu bisnismu" kata papa Hartadi.


"Menurut papa kan, tapi ada teman Reza yang terganggu bisnisnya karena seorang kekasih pah" jawab Reza yang masih belum bisa ke lain hati.


****


Jangan lupa ya gaes berikan dukunganmu dengan memberikan LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE.


Jangan lupa juga masukkanlah ke dalam daftar buku favoritmu 🧡


Terima kasih ya gaes untuk semuanya 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2