
"Apakah kamu sudah mencari penjelasan siapa wanita yang memeluk suamimu itu pada bang Evan?" Tanya Reza hati-hati.
"Tok tok tok"
"Masuk" kata Reza.
"Ceklek" pintu dibuka oleh karyawannya untuk mengantarkan kentang pesanan Reza tadi.
"Terima kasih" kata Reza.
"Sama-sama pak, silahkan dinikmati pak, bu" kata karyawan tersebut kemudian keluar dari ruangan itu.
"Minta penjelasan dulu ke bang Evan siapa wanita itu, karena itu penting Aira untuk keutuhan hubungan kalian. Jangan beri celah untuk pihak ketiga masuk dalam hubungan kalian" kata Reza.
"Entahlah kak, hati Aira sakit rasanya. Begitu banyak wanita yang berada disekeliling bang Evan dengan penampilan serta tingkah lakunya hampir semua sama. Seolah bang Evan itu milik mereka" kata Aira.
"Dan bang Evan juga sebenarnya tadi sudah berusaha menjelaskan dan meminta maaf pada Aira, namun hati Aira sudah terlanjur sakit dan malas untuk mendengarkan penjelasannya" kata Reza.
"Dengarkan dulu penjelasannya Aira dan percayalah pada suamimu yang begitu mencintaimu" kata Reza memberikan pengertian Aira agar tidak lagi salah paham..
"Bang Evan tidak mungkin mengkhianatimu Ra, karena kakak melihat bagaimana dia mencintaimu dan selalu berusaha membuatmu bahagia" kata Reza.
"Kakak percaya bahagianya bang Evan jika melihatmu dan calon anak kalian bahagia Ra" lanjut Reza ikut memberikan nasehat untuk orang yang pernah singgah dihatinya.
"Sudahlah kak, biarkan saja apa maunya bang Evan. Sekarang kita bicarakan apa maksud dan tujuan pertemuan kita" kata Aira.
"Okey, kakak akan bicara urusan kerjaan dulu. Tapi nanti kamu juga harus segera selesaikan masalahmu dengan bang Evan. Dan ingat Ra jangan pernah memberi celah pada orang ketiga untuk dapat masuk dalam hubungan rumah tanggamu dengan bang Evan" kata Reza mengingatkan.
"Iya nanti kalau Aira ga malas ngomong sama abang" jawab Aira sambil memakan camilan kentang saos keju yang tadi dipesannya.
Kemudian Reza menjelaskan urusan pekerjaannya dengan Aira membahas tentang urusan bisnisnya yang sedang dikerjakannya di Surabaya dengan serius namun terkesan santai.
Aira masih merenovasi cabang butiknya yang akan dibuka di Surabaya. Dan pembangunannya kebetulan diserahkan pada Reza sepenuhnya yang kerjasama dengan sebuah kantor kontraktor di kota Surabaya tersebut.
__ADS_1
"Apakah Aira perlu ke sana dalam waktu dekat ini ya kak?" Tanya Aira meminta pendapat pada Reza.
"Nanti saja kamu kesana setelah lantainya dipasang, karena kondisinya masih berdebu Ra" jawab Reza.
"O iya kak, nanti Aira juga minta di ruangan Aira diberikan kamar juga ya buat Aira istirahat jika ke sana" kata Aira.
"Siap bumil, itu sudah kakak pikirkan. Apalagi yang bumil inginkan hah?" Tanya Reza.
"Hehehe terima kasih kak Reza yang baik dan bisa mengerti Aira" kata Aira diselingi dengan tertawa kecilnya.
Reza terkekeh dengan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah manjanya kembali pada Aira yang muncul.
"Jika sampai bang Evan berani mengkhianatimu, akan kupastikan kalian berpisah dan akan kurebut kembali hatimu Ra" batin Reza.
"Apakah siang tadi kamu sudah makan?" Tanya Reza melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menujukkan di jam 3 sore.
"Sudah, waktu kak Reza telpon Aira kan Aira sedang makan pizza di mall dekat kantor bang Evan" jawab Aira.
"Okey, tapi sudah habis kan pizzanya?" Tanya Reza menatap Aira. Aira menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ga usah kak, udah ga tertarik makan pizza lagi. Aira pengin makan shushi, yuk kak kita makan di mall XX aja" ajak Aira ke resa untuk makan di restonya.
"Okey yuk kakak siap menemani nyonya Evandro" kata Reza. Aira hanya tersenyum manja seperti biasanya. Bahkan kondisinya seolah seperti sudah tidak bermasalah lagi.
Reza memberikan laporan kondisi Aira saat ini dan mengatakan bahwa mereka berdua akan makan shushi di mall XX karena permintaan Aira pada Evandro.
Sedangkan Evan sejak dimulainya meeting jam 2 siang tadi selalu kawatir memikirkan istrinya yang sedang salah paham, sehingga konsentrasi meeting Evan jadi terganggu karena pikirannya tidak fokus. Beruntung ada Suryo yang ikut juga meeting saat ini.
Evan mulai tenang setelah mendengar laporan dari Reza kalau istrinya mengajak Reza ke restoran shushi. Artinya hati Aira sudah kembali tenang hingga mau kembali mengajak Reza makan. Walaupun ada rasa cemburu dibenaknya Evan, namun dirinya berusaha untuk menepisnya.
"Kamu hanya milik abang saja sayangku, walaupun saat ini hatimu sedang marah dengan abang" kata Evan dalam hatinya setelah membalas pesan pada Reza yang mengatakn jika Aira sedang makan shushi dengan Reza di mall XX.
💥 Hotel Purnama
__ADS_1
Evan melihat jam dipergelangan tangannya setelah selesai meeting. Suryo tahu jika bosnya sedang resah memikirkan istrinya. Apalagi di sebelahnya ada seorang wanita seksi yang sedang mendekatinya dan menempel padanya. Namun Evan tak berpengaruh sama sekali dengan wanita seksi yang mendekatinya.
Bahkan Evan menolaknya saat wanita itu akan mencium Evan dan memeluknya.
"Baik terima kasih tuan atas kesepakatannya. Dan kami permisi karena masih ada keperluan lain yang segera harus kami selesaikan" kata Evan sambil mengulurkan tangannya pada kliennya untuk berpamitan.
"Kenapa buru-buru, nikmatilah makanan kalian yang sudah saya pesankan secara khusus" kata klien tersebut dengan menunjukkan kedua wanita seksi yang berada di sebelah Evan dan Suryo.
"Terima kasih tuan, akan tetapi kami sudah harus pergi lagi ke tempat yang lain" kata Evan menolak halus kliennya karena hatinya sudah ingin segera bertemu dengan sang istri yang sedang marah. Dan lebih tepatnya Evan tidak tertarik dengan perempuan yang bukan istrinya yang disediakan oleh kliennya.
Evan memang bukanlah seorang laki-laki yang mudah berpaling pada wanita lain. Evan merupakan laki-laki normal, namun hasratnya tidak mudah bangkit jika bukan dengan sang istri yang sudah sah untuk disentuhnya. Dan yang pasti kedua laki-laki ini bukan orang yang mudah tergoda dengan seorang wanita.
💥 Mall XX
Evan dan Suryo menuju ke mall XX yang diberitahukan Reza. Evan langsung memasuki restoran yang menyajikan makanan jepang yang sedang diinginkan istrinya sejak tadi pagi
Reza melihat Evan dan Suryo masuk ke restoran dan berjalan mendekatinya. Reza hanya diam tanpa memberitahukan pada Aira yang duduk di depannya.
"Enak ya sayang shushinya?" Tanya Evan yang langsung duduk disebelah sang istri kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.
Aira yang mendengar suara sang suami menyapa dan mencium keningnya sempat dibuat kaget hingga tidak dapat bergerak seperti patung. Kemudian menatap Reza tajam yang mengisyaratkan bahwa pasti Reza telah menghubungi Evan.
Namun Reza hanya menggedikkan kedua bahunya seolah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui apapun dan tidak mengabarkan pada Evan agar Aira tidak marah padanya dan pergi meninggalkan tempat pertemuannya sekarang.
"Abang tadi melihatmu di sini sayang. Setelah abang selesai meeting dengan klien di dekat sini, makanya abang langsung menyusulmu kesini" kata Evan berbohong agar Aira percaya bahwa semua ini bukanlah ulah Reza dan Evan yang sudah janjian terlebih dahulu.
Aira menatap tajam ke Suryo sang asisten suaminya. Begitupun dengan Suryo yang hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan dengan ucapan bohongnya Evandro sang bos.
****
Maaf authornya baru update, sibuk lebaran bersama keluarga besar di kampung halaman
Selamat Hari Raya Idul Fitri
__ADS_1
1 Syawal 1443 H