Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 114. Maaf ponsel gue mati


__ADS_3

"Ra ingat, kamu sedang hamil. Jika ada masalah dibicarakan baik-baik jangan malah pergi dari suamimu. Dia tidak dapat tidur karena istrinya tak ada disampingnya, kemarin gue ketemu bang Evan, matanya jadi mata panda" kata Rio.


"Biarkan saja dia membayar kelakuannya sendiri" jawab Aira santai.


"Jangan loe bilang ke abang jika hari ini kita bertemu di kampus. Karena gue belum mau bertemu dengan abang" kata Aira lagi.


"Ada masalah apa sebenarnya Ra?" Tanya Rio.


"Tanya saja sendiri dengan calon abang iparmu" kata Aira kemudian pergi menuju ruang serbaguna.


"Hai Ra, kemana saja sih loe, gue telp ga diangkat dan gue chat juga ga dibalas?" Tanya Vina yang sudah berada di ruang serbaguna.


"Maaf ponsel gue mati belum gue charger" jawab Aira santai.


"Pantas saja gue susah hubungi loe" kata Vina.


"Besok loe jadi mc gantiin Tania loh, karena dia tidak bisa datang. Hari ini neneknya meninggal dan dia masih di luar kota menemani mamanya." Kata Vina.


"Okey, tapi gue ga tahu harus ngomong apa nanti didepan" kata Aira.


"Tenang aja, kan gue udah ada teksnya tinggal baca aja loe nanti" kata Vina yang sudah membuat teksnya untuk Aira baca.


Saat gladi resik memang tidak semua yang akan mengisi acara bisa datang, termasuk Lukas yang hari ini tidak dapat datang ke kampus.


"Ra loe ikut ngisi acara hiburan ya besok, terserah mau ngisi lagu apa" kata Rio.


"Hah gue disuruh nyanyi apaan sih, kan gue jadi mc Yo" kata Aira kaget.


"Ga masalah mau loe jadi mc atau nggak yang penting loe harus ikut mengisi hiburan besok. Sekarang loe tampil dengan lagu apa aja terserah loe maunya apa. Lagian loe kan dulu sudah biasa karaokean sama kak Reza" kata Rio.


"Gue ga punya lagu Yo, gue lagi malas" kata Aira sambil terkekeh.


"Ra loe nyanyi duet aja sama bang Evan" kata Vina memberikan saran.


"Ga mau, kalau duet mendingan gue dengan yang lain deh nanti" kata Aira.


"Besok bang Haikal juga akan datang loh, katanya sahabatnya juga mau ikut datang" kata Vina.


"Siapa sahabat bang Haikal yang mau datang?" Tanya Aira.


"Ga tahu juga, gue ga nanya sih" jawab Vina.

__ADS_1


"Apa kak Reza?" Tanya Aira dan Rio langsung menatap Aira mendengar nama Reza disebut.


"Kanapa loe ngeliatin gue ?" Tanya Aira ke Rio.


"Loe masih suka hubungan dengan kak Reza?" Tanya Rio.


"Maksud loe?" Tanya Aira.


"Apakah kalian berdua masih suka saling menghubungi dan suka janjian bertemu?" Tanya Rio menyelidik.


"Siapa kak Reza?" Tanya Vina


"Mantan" jawab Rio asal melihat Vina jalan menjauhi mereka.


"Gue sih sama kak Reza ga pernah janjian untuk saling ketemu, hanya awal saja setelah kak Reza kembali ke sini. Itupun juga atas ijin bang Evan." Jawab Aira.


"Apakah kamu masih menyukainya Ra?" Tanya Rio.


"Gue sudah nikah Yo, apakah masih boleh gue mencintai laki-laki selain suami gue?" Tanya balik Aira.


"Kenapa jadi bahas kak Reza sih kita ini?" Tanya Aira kemudian berjalan mendekati Vina dan menjauhi Rio kembali.


"Kapan mulainya Vin, gue udah mau pulang nih kalau ga mulai-mulai" kata Aira.


"Terima kasih Yo, tapi gue bisa pulang sendiri karena masih mau mampir dulu" kata Aira menolak halus Rio.


"Ayo kita mulai ya gladi resiknya" teriak salah satu panitya acara membuat Aira tidak lagi menjawab ajakan Rio


"Siap" teriak yang lain termasuk Aira.


💥 Kantor Pt. Brahmana


"Tuan sebentar lagi kita berangkat untuk meeting" kata Suryo setelah masuk ke dalam ruangan Evandro.


"Apakah meeting ini bisa saya wakilkan ke kamu dan Lely saja?" Tanya Evandro tak bersemangat.


"Tidak bisa tuan, karena meeting ini dengan beberapa perusahaan besar dan mereka tidak mau jika ada yang hanya mengirimkan perwakilannya" kata Suryo mengingatkan.


"Sial gue harus bertemu dengan Reza lagi hari ini, mana ada papa juga Haris lagi" gumam Evandro sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi kebesarannya dengan mata terpejam.


"Aira kamu dimana sih, sudah beberaoa hari abang hidup tanpamu rasanya sepi sayang" batin Evandro sambil mengusap mukanya dengan kedua tangannya dan dengan mata terpejam mengingat sang istri yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

__ADS_1


"Kapan kita berangkat meetingnya?" Tanya Evandro.


"Bangsa 10 menit lagi tuan" jawab Suryo.


"Apakah belum ada kabar dimana keberadaan Aira?" Tanya Evandro berharap.


"Maaf tuan, belum ada kabar lagi" jawab Suryo.


"Sayang tolong kembali, maafkan abang yank" gumam Evandro.


"Gue seperti mayat hidup rasanya Sur tanpa ada Aira disisi gue" kata Evan tak ada gairah.


"Kalau gue boleh tahu, apakah loe masih mencintai Rani?" Tanya Suryo.


Evan membuang nafasnya berat.


"Gue sebenarnya sudah tidak lagi mencintainya, tapi entah kenapa waktu itu gue terbawa dengan apa yang Rani lakukan ke gue" kata Evan pelan dan merasa menyesal.


"Gue kawatir kalau Aira ga mau lagi pulang denganku" kata Evan tak semangat.


"Saran gue, sekarang loe harus semangat kerja sambil menunggu kabar keberadaan istri loe." Kata Suryo.


"Walaupun gue juga tidak bisa menyalahkan dengan apa yang saat ini istri loe lakukan. Karena dia pasti kecewa denganmu. Selama ini dia begitu percaya dengan suaminya dan tiba-tiba harus melihat sendiri bagaimana suaminya menikmati sentuhan dari wanita lain di depannya" kata Suryo.


"Seandainya kami tidak datang waktu itu, apa yang terjadi setelahnya? Kalian pasti sudah melakukannya di sini dan itu yang diinginkan Rani agar loe bisa lepas dari istri loe" kata Suryo membuat Evandro diam.


"Ya sudah kita berangkat sekarang, gue besok ada acara di kampus Aira. Pasti dia ada disana, karena dia jadi panitya bahkan akan menggantikan tugas temannya jadi mc acara." Kata Evandro.


"Gue akan mendukung loe, asal loe semangat menata ke depannya" kata Suryo sambil menepuk bahu sahabatnya yang juga bosnya.


"Okey kita berangkat sekarang" kata Evandro.


💥 Hotel Sanjaya


Selesai gladi resik, Aira langsung pulang dengan naik ojol. Sengaja Aira pulang diam-diam agar Rio tidak memaksanya untuk pulang bersama.


Aira langsung membersihkan badannya dari keringat yang nempel selama seharian.


"Kenapa gue ingin makan sate ayam pak Dul ya" gumam Aira bingung bagaimana caranya dia ke sana.


Terus terang Aira takut bertemu orang yang dikenalnya jika keluar dari kamar hotel ini. Karena jika bertemu dengan orang yang dikenalnya akan dengan mudah orangnya Evan menemukannya.

__ADS_1


Aira berpikir bagaimana caranya dia keluar agar tak di kenalin orang. Akhirnya Aira tetap keluar juga dengan naik ojol ke sate pak Dul, karena inginnya hanya makan sate di tempatnya bukan pesan lewat online. Aira menggunakan masker dan kaca mata putih polos yang dibeli di pinggiran dekat hotel.


__ADS_2