
"Jika sampai kamu benar selingkuh dan sampai Aira pergi dari kamu, gue tidak akan pernah membantumu untuk kembali mendapatkan Aira. Tapi gue akan membawa Aira untuk pergi jauh dari loe" kata Haris membuat Evan menatap Haris tajam merasa tak terima dengan ucapan Haris yang akan membuat istrinya jauh darinya.
"Aira istri gue dan selamanya dia tetap istri gue Ris. Gue tidak akan pernah melepaskan apapun yang sudah menjadi milik gue. Dan tidak akan ada seorangpun yang bisa menjauhkan Aira dari gue" kata Evan frustrasi.
"Gue tahu Aira istri loe, tapi kalau sampai loe nyakitin dia dan tidak dapat membahagiakan Aira, gue yang akan ambil Aira dari loe sebelum papa tahu" kata Haris tegas membuat Evan diam.
Selama Aira dirawat di rumah sakit, tak sekalipun Evan meninggalkan istrinya, walaupun istrinya selalu menolak kehadirannya dan menyuruhnya untuk pulang. Aira di rawat di rumah sakit sudah 5 hari. Dan selama 5 hari itu juga Suryo selalu bolak balik kantor dan rumah sakit untuk meminta tanda tangan Evan.
Dan selama berada di rumah sakit, Aira mengeluarkan suaranya hanya seperlunya jika dengan sang suami.
"Sayang setelah kamu sembuh nanti kita sekalian cek ke dokter kandungan ya, jadwalnya ke dokternyqa kan minggu depan" kata Evan lembut.
Aira menatap suaminya kemudian melihat ke layar ponselnya kembali tanpa mau menjawab.
"Sayang tolong bicaralah dengan abang. Jangan mendiamkan abang seperti ini terus" kata Evan memelas.
Aira memiringkan badannya memunggungi suaminya yang duduk di kursi sebelah ranjangnya tanpa membalas ucapan sang suami.
Tok tok tok
Terdengar pintu kamar diketuk, Evan membukakan pintu kamar dan Aira menengok ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang menjenguknya.
"Kak Lusy..." panggil Aira, Lusy tersenyum pada Aira.
"Aira, kamu sakit apa sampai dirawat di rumah sakit?" Tanya Lusy yang langsung memeluk Aira.
"Aira tidak apa-apa kok kak paling sebentar lagi juga sudah boleh pulang" jawab Aira.
"Jaga kesehatan Aira jangan terlalu capek. Ingat di dalam kandunganmu ada baby yang membutuhkanmu dan dia juga butuh istirahat" kata Lukas.
"Iya kak. Ini kakak tahu dari mana kalau Aira ada disini?" Tanya Aira melihat ke Lusy dan Lukas secara bergantian.
"Kemarin kakak bertemu Rio di kampus, Rio cerita kalau kamu sedang sakit sudah beberapa hari ini tidak masuk kuliah. Nah malamnya kakak cerita dengan kak Lusy, eh dia langsung ngajak ke sini" jawab Lukas. Lusy tertawa mendengar suaminya bercerita.
"Aira sudah baikan kok kak, terima kasih sudah menjenguk Aira" kata Aira ke Lusy.
"Iya Aira, tapi kamu harus menjaga kesehatan agar anak yang di dalam kandunganmu juga selalu sehat" kata Lusy.
__ADS_1
Mereka ngobrol dengan sesekali tertawa ringan.
"Kenapa mantan-mantan istriku begitu perhatian dan bisa membuatnya tertawa, sedangkan denganku, istriku masih belum mau tersenyum sedikitpun" batin Evan merasa cemburu dengan Lukas.
Iya Aira bisa bercanda pada saat Reza ataupun Lukas menjenguknya. Reza memang sering menjenguk Aira, namun Reza tidak sendiri. Reza sengaja mengajak Naila atau kadang mengajak Rio agar Evan tidak salah paham.
Dan hari ini Aira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat Aira.
"Sayang abang sudah mendaftarkan kamu ke dokter kandungan. Sebentar lagi kita akan kesana untuk kamu periksa kandungan" kata Evan.
"Terima kasih" jawab Aira singkat.
💥 Apartemen
Aira pulang ke apartemennya bersama Evan dan mama Diana dengan di jemput Suryo sang asisten.
Sampai di apartemen, Evan sibuk mengecek berkas dengan ditemani Suryo, sedangkan Aira di dalam kamar dengan ditemani mama Diana.
"Sayang kamu tadi mama bawain potongan buah segar loh, kamu mau makan sekarang?" Tanya Diana.
"Iya mama bawa mangga sayang" jawab Diana.
"Tadi mangga yang belum di kupas di masukkan ke dalam kulkas sama bang Evan" kata mama Diana.
"Terima kasih ma udah dibawain banyak buah" jawab Aira, mama Diana mengangguk dengan tersenyum pada menantunya.
"Nanti katanya Anggi dan Rio mau kesini setelah dari kampus" kata mama Diana.
"Ah Aira jadi kangen mau ke kampus" kata Aira mulai mengeluarkan suaranya.
"Kamu istirahat dulu, biar benar-benar kondisinya baik. Atau bagaimana kalau kalian tidur di rumah mama saja nanti?" Tawar mama Diana.
"Terima kasih ma, Aira disini saja tidak mengapa" jawab Aira.
"Sejak kamu dan Evan menikah, kalian baru sekali tidur di rumah mama loh" kata Diana.
"Maafkan Aira ma yang jarang mampir ke rumah mama" kata Aira ga enak hati sambil memegang tangan mama mertuanya.
__ADS_1
"Iya gapapa jangan sungkan sama mama" kata Diana mengusap lengan menantunya.
Memang Aira dan Evan baru sekali tidur di rumah mama Diana dan juga di rumah papa Raka. Aira lebih sering hanya menjenguk kedua mertuanya saja atau papa Raka, namun tidak untuk menginap di rumah beliau.
"Disini tidak ada yang membantumu sayang, atau biar nanti Anggi saja ya yang sementara tinggal disini buat bantu keperluan kalian" kata mama Diana.
"Tidak perlu ma, Aira sudah kuat kok. Aira juga ingin besok bisa segera ke kampus" kata Aira.
"Besok hari Sabtu yank, buat apa ke kampus" kata Evan yang sudah berdiri di pintu kamarnya.
"Emang iya besok hari sabtu? Ah sampai tidak mengenal hari" kata Aira
"Abang boleh ya minta potongan buah mangganya?" Tanya Evan ragu.
"Iya ambil saja, mama mau juga? Maaf ma lupa tidak menawarkan ke mama dari tadi" kata Aira malu sambil tertawa kecil.
"Tidak mengapa sayang, lagian mama juga sengaja bawa itu hanya untuk kamu" kata mama Diana. Evan duduk disebelah istrinya.
"Mama juga bawa yang belum dikupas sayang, abang letakkan di dalam kulkas" kata Evan.
"Mama tadi juga cerita kok kalau ada yang belum dikupas dan sudah di kulkas" kata Aira.
Evan mencium kening sang istri dan sesekali memeluknya di depan mama Diana. Aira tak bisa menolak saat suaminya memeluknya di depan mama mertuanya. Evan memang sengaja melakukannya, karena selama ini istrinya menolak untuk dipeluk dan dicium.
Sedangkan Evan sudah sangat rindu untuk memeluk istri dan anaknya yang masih di dalam kandungan.
"Sayangnya ayah, kamu mau dibeliin apa sama ayah. Ayah kangen nyariin apa yang kamu inginkan loh" kata Evan dengan mengusap perut Aira sambil berbicara pada anak yang masih di dalam kandungan.
Evan sengaja melakukan itu di depan mama Diana agar Aira tidak menolaknya. Karena Evan tahu jika Aira masih belum mau disentuh oleh Evan.
Aira hanya diam tanpa menjawab apa yang diucapkan suaminya. Padahal dalam hatinya dia rindu dipeluk suaminya.
"Sudah mulai gerak-gerak ya sayang perutmu?" Tanya mama Diana.
"Iya ma, tapi masih jarang sih ma" jawab Aira.
"Ya karena baru 5 bulan sayang, nanti semakin besar akan semakin sering pergerakannya" kata mama Diana.
__ADS_1