
Tania akhirnya memberitahukan ke Vina melalui kiriman pesan singkatnya bahwa untuk gladi resik nanti, tugas sebagai mc yang seharusnya Tania akan digantikan oleh Aira selama Tania belum datang.
Aira malas untuk kembali ke kelasnya mengikuti kuliah siang ini. Dia menghabiskan waktunya dengan membaca banyak buku di perpustakaan. Rio dan Vina menunggu Aira yang tidak masuk ke kelas jadi bingung dan berkali-kali Aira di hubungi melalui telp ga di angkat, di chat tidak juga di jawab.
Aira kemudian keluar dari perpustakaan dan berjalan menuju gerbang kampusnya untuk mencari taksi. Namun Nuri sudah langsung memanggil Aira.
"Nyonya sudah mau pulang?" Tanya Nuri dari arah belakang Aira.
"Nuri..., iya saya mau ke rumah papa" jawab Aira.
"Biar saya antar nyonya" kata Nuri kemudian Aira mengangguk dan mengikuti Nuri.
"Tolong antar aku kemakam dulu ya Nur" kata Aira.
"Siap nyonya" jawab Nuri.
"O ya Nur, kamu tinggal pulang saja. Biar nanti saya pulang sendiri karena mungkin saya mau disini agak lama." Kata Aira.
💥 Pemakaman
"Ma, Aira datang menengok mama lagi. Maafkan Aira baru bisa datang lagi menengok mama setelah kepulangan Aira dari bulan madu dulu, baru sekarang Aira bisa kesini lagi." Kata Aira dengan mengusap batu nisan.
"Tapi mama tenang aja, Aira ga pernah berhenti mendoakan mama setiap harinya" kata Aira dengan tersenyum walaupun air matanya menetes. Semua itu tidak lepas dari pandangan Nuri sebagai bodyguard.
Nuri memberikan laporan ke tuannya bahwa dirinya sedang mengantarkan Aira ke pemakaman. Dan Aira meminta untuk ditinggal pulang oleh Nuri.
Evan langsung menyusul Aira ke makam mertuanya setelah mendengar laporan Nuri. Aira hanya diam menatap batu nisan yang berada didepannya sambil membayangkan betapa bahagianya dia seandainya mamanya sampai sekarang masih bisa menemaninya.
"Ma apakah mama ingat waktu Aira sering menangis dipangkuan mama waktu kecil, hanya karena ingin meminta mainan yang dipegang bang Haikal?" Tanya Aira sambil meneteskan air mata dengan bibir tersenyum mengenang masa kecilnya.
"Bolehkah ma jika Aira menemani mama diisini hingga malam hari?" Tanya Aira yang didengar Evan yang sudah berdiri di belakang istrinya.
"Aira senang dekat mama disini ma, boleh ya ma Aira disini temani mama sampai malam atau mama mau ditemani Aira selamanya?" Tanya Aira sambil meneteskan air matanya.
Evan ikut meneteskan air matanya mendengar suara istrinya, kemudian Evan berjongkok di sebelah sang istri dan memeluk istrinya.
"Maafkan abang sayang, kita pulang sekarang ya" ajak Evan dengan nada yang lembut.
__ADS_1
Aira hanya melihat Evan sekilas kemudian menggelengkan kepalanya tanpa mau melihat suaminya lagi.
"Ma, mama bahagia kan kalau ditemani Aira?" Tanya Aira sambil menangis.
"Sayang mama sudah bahagia tanpa harus ditemani Aira disini. Dan mama pasti akan bahagia jika melihat anak gadisnya bahagia sayang" kata Evan.
Aira hanya diam tanpa mau bersuara.
"Sayang maafkan abang ya, yuk kita pulang sekarang, mama ingin Aira pulang dengan abang" kata Evan mencoba membujuk Aira.
"Aira akan pulang nanti malam ke rumah papa, jadi abang pulang saja sekarang" kata Aira sambil melepaskan pelukan suaminya.
'Sayang, tolong maafkan abang, abang terlalu cemburu dengan hubungan kamu dan Reza." Kata Evandro.
"Kita beli ponsel buat buat kamu yuk sayang" ajak Evan agar Aira mau diajak pulang.
"Ga perlu abang repot membelikan Aira ponsel, Aira ga butuh semua itu" kata Aira dingin kemudian berdiri meninggalkan makam mamanya tanpa mau melihat suaminya.
"Sayang, kamu mau kemana, mobil abang ada disana" kata Evan melihat Aira berjalan menjauh dari Evan.
Evan langsung berlari mengejar Aira kemudian menggendongnya dan memasukkan ke dalam mobilnya.
Aira sudah didudukan dengan pelan ke dalam mobil Evan dan langsung dipasangkan sabuk pengamannya.
"Kita makan siang dulu ya sayang" ajak Evan setelah mobilnya berjalan.
"Aira ga lapar, silahkan saja abang makan kalau mau makan" jawab Aira dingin.
💥 Apartemen
Evan menghubungi Nuri agar membelikan makan siang untuk diantarkan ke apartemennya. Dan Aira langsung diajak pulang ke apartemen oleh Evan.
"Sayang kita makan dulu ya" ajak Evan ke Aira, namun Aira hanya diam dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena keringat tanpa menghiraukan suaminya.
Evan mandi di kamar sebelah, sementara Aira mandi di kamar mereka. Evan sengaja makan siang menunggu Aira di meja makan setelah selesai mandi.
Namun Aira tidak juga keluar dari kamarnya setelah mandi selesai. Aira memilih untuk rebahan di ranjangnya dengan memejamkan matanya. Karena badannya terasa lemas dan mengantuk.
__ADS_1
"Sayang kita makan dulu ya atau mau abang bawa ke sini makannya?" Tanya Evan melihat istrinya rebahan di atas ranjangnya dengan mata terpejam.
"Aira ngantuk mau tidur, abang makan aja sendiri" jawab Aira tanpa membuka matanya.
Evan mengambil makannya dan membawanya semangkuk soto ke kamar untuk menyuapi Aira.
"Sayang, duduk dulu ya biar abang bantu kamu duduk" kata Evan sambil meletakkan mangkuk sotonya di nakas. Aira membuka matanya melihat Evan membawa soto yang hanya melihat asapnya soto membuat Aira jadi ingin makan.
Aira bangun dengan badan lemas dan duduk dengan bersandar di randaran ranjangnya.
Evan dengan sabar menyuapi istrinya yang sedang nerajuk.
"Coba deh cicipin dulu ya sotonya, enak kok sayang" kata Evan sambil menyuapkan ke istrinya.
"Enak kan sotonya?" Tanya Evan setelah Aira mau menerima suapannya.
"Aira makan sendiri saja bang" kata Aira pelan, badannya masih terasa lemas.
"Biar abang suapin kamu aja, kita bisa makan berdua" kata Evan.
Aira hanya diam dan menerima setiap suapan dari suaminya.
Evan melihat raut wajah istrinya yang lemas dan terlihat pucat sebenarnya ada rasa kawatir jika istrinya sakit, tapi Evan tahu Aira tidak akan mau diajak ke dokter. Maka Evan berinisiatif menghubungi dokter untuk datang memeriksa istrinya.
"Mau dibuatkan abang teh hangat sayang?" Tawar Evan.
Aira hanya menggelengkan kepalanya kemudian memejamkan matanya sambil duduk dengan masih bersandar diatas ranjangnya.
Tiba-tiba kepala Aira terasa pusing dan keluar keringat dingin.
"Tok tok tok"
"Ceklek"
"Silahkan masuk Vin, istri gue ada di kamar" kata Evan sambil melangkah masuk ke kamarnya agar dokter memeriksa keadaan istrinya.
Aira yang sudah tertidur di atas kasurnya, membuka matanya kembali saat mendengar suara asing yang berbicara dengan suaminya di dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Sayang ini ada dokter Calvin yang akan memeriksa kamu sebentar" kata Evan pelan-pelan agar istrinya tidak marah.
"Maaf ya nona biar saya periksa dulu, nona terlihat pucat sekali dan keringatnya juga dingin" kata dokter Calvin yang sudah memegang tangan Aira yang berkeringat dingin.