
Bahkan foto Reza yang berdua dengan Aira pun masih terpajang di dalam kamarnya sejak dia masih di bangku sma dulu.
"Aira semoga kamu belum terikat dengan pria lain dan kita bisa kembali bersama" harapan Reza dalam hati yang begitu besar untuk bisa kembali dengan Aira.
💥 Hotel Hartadi
Sampai di kantor, Reza langsung ke ruang kerjanya. Di meja kerjanya Reza pun ada foto terpampang di dinding dengan ukuran yang memang tidak besar hanya 15 x 20 yang tergantung di dinding sebelah kursi kerjanya.
Reza memandang fotonya yang bersama dengan Aira dulu dimana mereka mengenakan seragam putih abu-abu yang sedang tertawa bersama dengan saling memandang, terlihat begitu mesra.
Reza memotret fotonya dan dikirimkannya ke Aira. Tapi Aira belum juga membuka ponsel karena masih di kelas mendengarkan ceramah dati dosennya.
Selesai kuliah siang, Aira langsung segera keluar kelas untuk mencari Nuri yang sudah berdiri di dekat kelas Aira.
"Nuri, kamu dati tadi berdiri di dekat Aira?" Tanya Aira melihat Nuri di dekat kelasnya.
"Sudah menjadi tugas saya nyonya" jawab Nuri.
"Ssstt Nuri tolong jangan panggil saya nyonya kalau sedang di kampus dan kita sedang berdua saja okey" kata Aira.
"Maaf nyonya, eh nona" kata Nuri.
"Panggil saja saya dengan Aira saja" kata Aira.
"Tapi nanti saya di marahi sama tuan kalau harus memanggil dengan nama saja non" kata Nuri.
"Hanya jika di kampus dan hanya jika kita berdua saja okey" kata Aira.
"Baik Aira" jawab Nuri.
"Aira, apa kabar?" Panggil Lukas.
"Baik kak, kakak ga ke kantor?" Tanya Aira.
"Setelah ini baru ke kantir, kamu dinemput suamimu atau mau kakak antar?" Tanya Lukas.
"Terima kasih kak, tapi Aira sudah bersama teman" jawab Aira menunjuk ke Nuri.
"Okey, hati-hati ya" kata Lukas.
"Salam buat kak Lusy ya kak" kata Aira.
__ADS_1
"Iya nanti saya sampaikan" jawab Lukas sambil memandang Aira.
"Aku bahagia Ra, melihatmu bahagia hidup bersama suamimu. Dan aku akan berusaha menganggapmu sebagai saudara" batin Lukas.
"Ayo kita pulang sekarang Nur" ajak Aira ke Nuri.
"Siap"Â jawab Nuri.
Aira jalan bersama Nuri menuruni anak tangga di kampusnya.
Sampai di lantai bawah menuju ke parkir Aira mendapat telpon dari Reza.
📞"Halo Aira, kamu dimana?" Tanya Reza yang masih di dalam mobil.
"Aira di kampus kak, ada apa?" Jawab Aira kemudian bertanya balik ke Reza.
"Kakak juga sekarang berada di kampusmu" kata Reza.
"Kamu pake baju biru muda ya, aku ada didepanmu" jawab Reza yang melihat Aira sedang jalan. Reza keluar dari mobilnya untuk menemui Aira dan mengakhiri panggilannya.
"Aira" panggil Reza yang sudah berdiri di depannya.
"Iya, aku Reza. Apa kamu sudah lupa denganku?" Tanya Reza bahagia melihat Aira begitu cantik.
"Ah maaf kak Reza beda sama dulu" jawab Aira sambil menerima uluran tangan Reza.
"Kenapa kakak ke kampus Aira, apa ada keperluan dengan kerjaan kakak?" Tanya Aira. Reza tersenyim memandang Aira.
"Kamu juga banyak berubah Aira, kamu makin terlihat cantik dan mengagumkan. Tapi ada yang masih sama seperti dulu, yaitu selalu tersenyum ke siapa saja" kata Reza yang menahan sebuah kerinduan yang dalam pada sang mantan yang belum ada kata putus.
Dari jauh Lukas melihat Aira menerima uluran tangan dari Reza dan begitu erat genggaman tangan Reza membuat Lukas bertanya dalam hati.
"Siapa dia dan apa hubungannya dengan Aira?" Batain Lukas.
"Kelihatannya akrab sekali dengan Aira" batin Lukas mengingat siapa Reza.
"Sepertinya aku pernah ketemu orang itu, tapi siapa dia?" Tanya Lukas pada dirinya sendiri dalam hati.
"Kakak kangen sama kamu Ra, makanya kakak berusaha menemuimu" kata Reza menatap Aira penuh cinta dan kerinduan. Aira hanya tersenyum.
"Aira juga kangen kak, tapi sekarang semuanya sudah berbeda" batin Aira.
__ADS_1
Sedangkan dari jauh Nuri memfoto kejadian di mana Reza mengulurkan tangannya dan diterima oleh Aira. Karena semua yang dilakukan Aira harus di foto dan dilaporkan pada bos besar Evan. Itulah tugas Nuri sekarang jika pergi dengan Aira tanpa ada Evan.
"Kapan ada waktu untuk kita bisa ngobrol santai Ra?" Tanya Reza sambil memandang Aira penuh rasa rindu dengan mata yang berbinar.
"Aira ga janji kak, karena sekarang Aira sudah bersuami. Jadi Aira harus minta ijinnya dulu." Kata Aira berusaha menghilangkan rasa yang dulu pernah ada.
"Kakak minta maaf ya Ra atas kejadian yang dulu dimana kakak tak pernah menghubungimu. Seandainya dulu kakak segera kembali untuk menemuimu, pasti kita masih bisa bersama sampai sekarang ini." Kata Reza.
Aira hanya tersenyum dan tidak menanggapi apa yang diucapkan Reza.
Sebenarnya bukan hanya Reza yang sedih, Aira pun juga merasakan sesak dadanya melihat Reza yang masih begitu besar harapan dan cintanya Aira. Aira bukan tidak tahu, tapi Aira bisa merasakan apa yang dirasakan Reza, kecewa, sedih dan pasti hatinya luka melihat orang yang cintainya sudah bersanding dengan orang lain.
"Maaf kak, Aira pulang dulu kasihan teman Aira sudah menunggu" kata Aira tanpa mau menatap mata Reza.
"Kakak antar kamu pulang Ra dan biarkan temanmu pulang duluan ya" kata Reza.
"Aira mau ada perlu sama dia soalnya kak. Sampai bertemu dilain waktu ya kak. Sekali lagi maafkan Aira." Kata Aira berusaha menghindar.
"Kalau besok saja kakak jemput kamu ya ke kampus, terus kita makan siang bersiang bisa kan?" Tanya Reza.
"Nanti Aira kabari ya kak, soalnya Aira kan harus minta ijin dulu ke suami karena Aira janji setiap siang Aira belajar ngantor di kantor suami" jawab Aira.
"Kalau boleh kakak tahu, memang suamimu ngantor dimana Ra?" Tanya Reza.
"Di gedung EvD kak" jawab Aira
"Aira pulang dulu ya kak, maaf sudah ditunggu teman" kata Aira lagi.
Reza tersenyum dan menatap kepergian Aira dengan sedikit rasa kecewa, walaupun kerinduannya sudah terobati untuk melihat Aira yang sekarang.
"Kamu selalu terlihat cantik dan mempesona Aira. Seandainya dulu aku bisa menghubungimu sebelum keberangkatanku dan ponselku tidak hilang, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi." Batin Reza sakit dalam hatinya.
"Kenapa aku tidak menghafalkan nomer ponselmu waktu itu" batin Reza ada penyesalan.
"Aira kenapa kamu ga berikan kesempatan buatku?" Reza bertanya dalam hati.
"Seharusnya aku bahagia melihatmu bahagia, tapi ternyata hatiku sakit dan belum bisa menerima kenyataan bahwa kamu benar sudah menikah." Batin Reza sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.
"Apakah benar kamu sudah menikah atau itu hanya alasan kamu untuk menghindariku Aira" batin Reza ragu.
"Semoga saja kamu hanya ingin menghindariku, agar aku masih ada kesempatan untuk aku bisa mendapatkanmu kembali" gumam Reza di dalam mobilnya.
__ADS_1