Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 177. Ikuti saja apa mau istriku..


__ADS_3

"Gue duluan ya Yo, salam buat Anggi" kata Aira.


"Anggi hari ini ga ada kuliah, makanya gue mau langsung pulang juga" kata Rio.


"O pantas loe ga nungguin di kantin" kata Aira kemudian mendekati mobil Nuri.


Aira memejamkan matanya setelah masuk ke dalam mobil. Dan tanpa bertanya, Nuri langsung membawa istri bosnya itu ke kantor.


💥 Kantor


Nuri melihat ke belakang dimana sang nyonya bos duduk dengan mata masih terpejam.


"Nyonya, sudah sampai di kantor" panggil Nuri pelan untuk membangunkan nyonya bos.


"Hah sudah sampai ya" jawab Aira sambil menengok ke jendela melihat ke kanan dan kirinya.


"O iya, maaf ya Nuri tadi saya ketiduran" kata Aira.


"Iya tidak mengapa nyonya" jawab Nuri sambil membukakan pintu mobil nyonya bos.


Aira jalan melenggang masuk ke dalam kantor sang suami. Karyawan yang berada di meja resepsionis menundukkan kepalanya melihat nyonya bos untuk memberi hormat.


"Selamat siang semua" sapa Aira ke bagian resepsionis.


"Siang nyonya" jawab mereka sambil menganggukkan kepalanya memberi hormat kembali.


Aira berjalan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai dimana ruangan sang suami berada yaitu di lantai paling atas. Evan masih disibukkan dengan tumpukan berkas yang ada di meja kerjanya.


Aira mengetuk pintu ruangan sang suami.


Tok tok tok


"Masuk" sahut Evan tanpa menatap pintu.


"Ada apa Sur?" Tanya Evan sambil matanya menatap ke berkas yang terbuka dimejanya.


Tidak ada suara karena Aira sengaja tidak mau menjawab ucapan sang suami yang mengira itu sang asisten yang masuk.


Evan mengarahkan kepalanya untuk menatap ke pintu.


"Sayang, kamu sudah datang ternyata. Kirain abang tadi Suryo yang masuk" kata Evan langsung berdiri menyambut sang istri dengan merentangkan kedua tangannya serta senyum di bibirnya buat sang istri.


Aira menyambut pelukan sang suami dengan mengecup kening sang istri.


"Mau makan disini atau kita keluar?" Tanya Evandro.


"Makan disini saja bang, abang  sedang banyak kerjaan kan" Jawab Aira dengan senyum manisnya.


"Benar sayang, tapi kalau istri dan calon anak abang maunya makan diluar ya tidak masalah" kata Evandro.


"Kita makan disini saja bang sekalian Aira menemani abang menyelesaikan pekerjaan abang" kata Aira membuat Evan bahagia atas pengertian sang istri.


"Terima kasih sayangnya abang sudah mau mengerti abang" bisik Evan sambil mencium pipi kanan sang istri.

__ADS_1


"Mau makan apa sayang biar abang pesan dengan Lely" tanya Evan dan langsung memanggil Lely sang sekertaris melalui telp yang ada di mejanya.


Tok tok tok


"Masuk"


"Tuan memanggil saya?" Tanya Lely


"Iya, tolong belikan makan siang buat kami" jawab Evandro.


"Aira bakmi ayam pangsit goreng yang di mall dekat sini aja kak Lely sama brokoli saos tiram" jawab Aira sambil melihat ke Lely sang sekertaris Evandro.


"Ya sudah, saya disamakan saja dengan pesanan istri saya" kata Evan.


"Kak Lely kalau mau sekalian aja pesan sekalian kak Suryo" kata Aira.


"Baik, terima kasih nyonya" jawab Lely.


"Panggil saja Aira kak, ga usah formal kalau ga ada klien kak" protes Aira, Lely tersenyum kemudian melihat sekilas ke bug bosnya.


Evan hanya menganggukkan kepalanya saja pada sang sepupu sekaligus sekertarisnya.


"Ikuti aja apa mau istriku Lel, lagian juga tidak ada orang lain sekarang" kata Evan menambahkan.


"Baik kak, terima kasih" jawab Lely kemudian pamit undur diri untuk membeli pesanan makan siang bosnya.


"Kamu mau minum apa yank?" Tanya Evan.


"Aira ke pantry aja sendiri bang, abang mau dibuatin minum apa?" Tanya balik Aira setelah menjawab sang suami.


"Siang suamiku sayang" kata Aira kemudian keluar dari ruangan sang suami dan berjalan menuju ke pantry.


"Siang nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rini.


"Saya mau teh manis panas Rin dan suami saya Air mineral saja" jawab Aira.


"Baik nyonya biar saya buatkan saja, nanti saya antar ke ruangan tuan Evandro" kata Rini.


"Rin mau ga kamu kerja ikut saya di karaoke?" Tanya Aira


Rini menatap sekilas pada istri big bosnya heran, karena Rini membayangkan yang namanya karaoke itu seperti club malam.


"Itu bukan sebuah club Rin, melainkan hanya sebuah tempat untuk karaoke yang ada beberapa ruangan untuk mereka karaokean" jelas Aira yang mengerti akan pikiran Rini.


"Maaf nyonya kalau saya sudah salah berpikir" kata Rini membuat Aira tersenyum.


"Tidak mengapa Rini, mau kan kamu ikut kerja saya disana sambil kamu tetap dapat melanjutkan kuliahmu. Karena karaoke saya baru buka agak siang, jadi pagi kamu bisa ke kampus tanpa mengganggu kuliahmu" kata Aira.


"Lalu disini bagaimana nyonya, saya kan masih terikat kontrak dengan kantor tuan" kata Rini.


"Disini nanti akan diurus oleh kak Suryo dan saya yang akan memintakan ijin ke tuan sendiri" kata Aira.


"Baik nyonya, saya siap ikut bekerja dengan nyonya" jawab Rini.

__ADS_1


"Terima kasih Rini, nanti saya akan bicara dengan tuanmu" kata Aira senang.


"Semoga saja tujuanku berhasil" batin Aira sambil tersenyum.


"Nanti biar saya bawakan saja minumnya ke ruangan tuan, nyonya menunggu saja di dalam ruangan tuan" kata Rini.


"Terima kasih Rin, saya tinggal dulu ya" kata Aira sambil mengusap punggung Rini. Rini hanya menganggukkan kepalanya tanpa berani menatap istri bosnya.


"Udah cantik, baik, lembut, ramah lagi. Beruntung sekali tuan mempunyai istri sebaik nyonya" gumam Rini senang bila bertemu istri bosnya ini.


"Pasti nyonya itu banyak sekali pria yang mengejarnya sebelum menikah dengan tuan" batin Rini.


Aira duduk bangku mejanya yang biasa buat Aira mengerjakan tugas kampusnya jika berada di ruangan sang suami.


Sambil menunggu makan dan minumnya datang, Aira membuka laptopnya untuk melihat laporan keuangan karaokenya. Sedangkan E an masih sibuk dengan beberapa berkasnya yang belum terselesaikan.


Tak lama kemudian Rini mengetuk pintu ruangan bosnya untuk mengantarkan minuman.


"Terima kasih Rin, nanti saya kabari ya kapan kamu mulai kerja ikut saya" kata Aira.


"Baik nyonya, terima kasih banyak sebelumnya" jawab Rini kemudian pamit undur diri.


"Kamu sudah menawari Rini pekerjaan yank?" Tanya Evan.


"Iya bang dan Rini sepertinya setuju, hanya dia bingung karena terikat kontrak kerja disini" jawab Aira.


"Bang, boleh kan kalau Rini ikut kerja di tempat Aira?" Tanya Aira meminta ijin ke sang suami.


"Ya sudah nanti biar Suryo yang mengurus semuanya. Jadi mulai senin nanti biar Rini ikut kerja kamu saja" kata Evan yang tidak dapat menolak keinginan sang istri.


"Terima kasih suamiku, sayangku" jawab Aira sambil memeluk sang suami


"Kalau ada maunya baru main peluk dan sayang" gumam Evan.


"Aira dengar bang" kata Aira.


"Coba tiap panggil suamìnya dengan kata sayang tanpa harus menunggu sesuatu dulu" sindir Evan.


Aira ternyum dan dalam hati memang Aira masih kaku untuk memanggil suaminya dengan kata sayang.


"Suamiku sayang" kata Aira sambil mencium pipi sang suami.


"Duh manisnya istri abang kalau sudah dapat yang diinginkan" kata Evan sambil terkekeh.


Evan mendudukkan istrinya dipangkuannya sambil tangannya memeluk erat pinggang sang istri.


"Katanya minta dipanggil sayang..." kata Aira.


"Iya dong mulai hari ini panggil suamimu dengan panggilan sayang okey" kata Evan tegas tanpa mau menerima penolakan ataupun alasan lain sambil menatap gemas sang istri


***


Maaf ya gaes kalau baru up lagi, author sedang sibuk dengan banyak kegiatan. Sehingga waktunya untuk menuangkan ide ceritanya kehabisan dan ketiduran melulu.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘


__ADS_2