Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 43.


__ADS_3

"Memang kak Lukas masih nyari kamu Ra?" Tanya Rio. Aira menggelengkan kepala.


"Nyari sih kelihatannya nggak, tapi kirim pesan ke gue iya bahkan banyak banget. Cuma ga ada satupun yang gue balas" kata Aira.


"Bang Evan tahu juga?" tanya Rio.


"Tahu, gue cerita dan gue tunjukin chatingannya" kata Aira.


"Nanti deh kita ke kantin siang ya, gue cerita ke loe Ra. Kemarin gue ketemu sama kak Leo. Dia cerita banyak tentang kak Lukas" kata Rio.


"Gue malas dengar dia lagi Yo, hati gue sakit saat dia dengan seenaknya nuduh gue selingkuh dengan bang Evan. Tapi ternyata justru dia yang selingkuhin gue duluan" kata Aira.


"Ya semoga saja ini jalan yang terbaik buat gue bisa jauh dari dia." kata Aira.


Setelah selesai kuliah, Rio mengajak Aira ke kantin karena ada yang mau Rio sampaikan ke Aira tentang rencana Lukas. Aira dan Rio juga Vina sudah sampai di kantin dan duduk dalam satu meja di pinggir.


"Apa yang tadi mau loe ngomong sama gue?" Tanya Aira tak semangat.


"Kamu kenapa Aira dari tadi pagi loe kelihatannya ga semangat banget" kata Vina.


"Tidak apa-apa Vin, lagi malas aja" kata Aira asal.


"Ra kamu tahu ga kalau kak Lukas itu ternyata sudah mau nikah sama Lusy?" Tanya Rio pelan. Dan Aira menganggukkan kepalanya.


"Loe tahu dari siapa?" Tanya Rio.


"Dari dia sendiri sama calonnya sebelum gue putus dulu itu" jawab Aira.


"Dan dia berniat menikah hanya 1 tahun saja dengan Lusy, karena kak Lukas masih mau mengejar cinta loe" kata Rio.


Aira hanya diam dan memejamkan matanya dan dengan kedua tangannya menopang dagu ke atas.


"Itu juga yang semalam dia ngomong lewat chat ke gue Yo" kata Aira.


"O iya Yo tolong jangan kasih tahu kapan gue akan menikah dengan bang Evan. Biarkan dia tahu dengan sendirinya atau tahunya setelah gue nikah aja sama bang Evan" kata Aira.


"Gue setuju Ra dan sangat yakin bang Evan itu benar-benar sangat mencintai loe" kata Rio.


"Entahlah Yo, tapi gue ga tahu ke depannya. Bang Evan itu juga banyak di dekatin cewek cantik dan seksi yang mungkin lebih dewasa dan cantik dari gue" kata Aira.


"Gue percaya itu, tapi kalau yang gue lihat bang Evan ga akan pernah bisa berpaling dari loe Ra, walaupun mungkin banyak cewek yang deketin bang Evan" kata Rio.


"Atau.... jangan bilang loe sekarang lagi cemburu sama bang Evan ya" tebak Rio.

__ADS_1


"Ngapain gue cemburu, gue itu siapa Yo. Malas ah bahas gituan. Gue mau ke perpustakaan aja deh" Kata Aira kemudian berdiri.


"Ehem.." Evan berdehem. Aira melihat siapa yang berdehem kaget.


"Abang, udah lama datangnya" tanya Aira kaget.


"Tadi abang dengar ada yang sedang cemburu, siapa dia. Apakah Rio ya" sindir Evan sambil menaikturunkan kedua alisnya.


Pipi Aira langsung merona.


Evan duduk di depan Aira, karena sebelah Aira ada Vina. Rio dan Vina tertawa melihat Aira kaget.


"Siapa yang cemburu?" Tanya Aira pipinya merona karena malu terlihat oleh Evan.


"Loh kok berdiri mau kemana dek?" Tanya Evan masih dengan senyumnya.


"Ke perpustakaan tadinya mau sekalian nungguin bang Evan jemput" kata Aira.


"Nah ini abang sudah disini masak mau ditinggal ke perpustakaan" kata Evan.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang aja" ajak Aira.


"Okey ayo kita pulang sekarang" kata Evan berusaha bersabar, kemudian berdiri mengikuti Aira.


"Iya hati-hati jangan mudah marah, ntar cepet tua" kata Rio sambil tertawa.


"Sembarangan, siapa juga yang marah" protes Aira membuat Evan ikut tertawa sambil mengacak-acak puncak rambut Aira.


Evan menggenggam jemari tangan Aira sambil jalan meninggalkan kantin kampus. Disaat baru mau keluar kantin, Aira berpapasan dengan Lukas yang menatap Aira tajam melihat kemesraan Aira dengan Evan.


"Aira, nanti sore aku tunggu di cafe tempat biasa kita disana" kata Lukas tiba-tiba membuat Aira melotot kaget dan langsung berhenti melangkah.


"Untuk apalagi?" tanya Aira. Evan langsung merangkul pundak Aira.


"Kamu bilang untuk apa, kenapa segitu cepatnya kamu melupakan kenangan kita Aira" kata Lukas.


"Maaf aku memang sudah lupa" jawab Aira kemudian pergi keluar dari kantin.


Rio melihat semua adegan yang terjadi antara Aira dan Lukas.


"Aira kamu pasti akan kembali lagi denganku" kata Lukas pelan yang didengar Vina, Rio dan Leo yang duduk di sebelah Lukas.


"Rio apa benar katanya Aira akan menikah dengan abangnya itu, kapan pernikahannya diseleanggarakan?" Tanya Lukas.

__ADS_1


"Saya kurang tahu kak, karena Aira belum cerita" jawab Rio.


"Memangnya loe mau ngapain kalau tahu kapan Aira akan menikah Kas?" Tanya Leo.


"Gue harus bisa batalin pernikahannya. Gue ga terima Aira menikah dengan orang lain" kata Lukas.


"Kas inget dong, loe udah mau nikah sama Lusy bulan depan. Jadi kalau Aira juga menikah dengan orang lain ya wajar saja dong. Atau siapa tahu ternyata waktu pernikahannya Aira bersamaan dengan saat kamu juga nikah dengan Lusy" kata Leo.


Lukas menatap tajam ke Leo.


"Gue masih belum bisa melepas Aira. Gue kecewa dengan kedua orang tua gue yang ternyata sudah bekerja sama dengan Lusy agar gue mau menikahi Lusy dengan cara seperti itu" kata Lukas sendu.


"Dan gue juga sadar jika gue ga akan pernah sejalan dengan Aira. Tapi entah kenapa hati ini seolah sudah menjadi milik Aira. Dan gue belum bisa melepaskan Aira begitu saja. Gue masih belum bisa terima melihat Aira dengan laki-laki lain" kata Lukas.


"Gue juga berharap Aira masih mencintai gue dan mengingat semua kenangan kita dulu sehingga kita bisa kembali bersama." kata Lukas seperti orang frustasi.


"Lukas, mungkin perpisahan loe dengan Aira ini adalah jalan terbaik buat kalian. Jika kalian teruskan hubungan ini yang tak akan pernah bisa sejalan. Artinya suatu saat pasti kalian juga akan berpisah. Itu justru lebih menyakitkan bukan" kata Leo. Lukas hanya membuang nafasnya kasar.


Di dalam mobil Aira hanya diam. Evan melirik Aira yang hanya memandangi ponselnya.


"Mau makan apa dan dimana dek?" Tanya Evan santai.


"Terserah abang aja, Aira ngikut" jawab Aira.


"Ya sudah abang bawa ke KUA sekarang aja ya" kata Evan menahan senyum.


"Hah kok ke KUA" kata Aura bingung masih belum nyantol kalau dibercandai Evan.


"Katanya ngikut abang aja, jadi ya bang Evan ajak ke KUA aja sekarang biar kita cepat halalnya" canda Evan.


"Idih abang kok gitu sih" kata Aira sambil menepuk pundak Evan. Evan langsung tertawa kencang.


"Ya sudah kalau begitu kita makan di ayam bakar aja deh bang dekat kantor abang itu" kata Aira.


"Okey, kalau begitu. Wah padahal ini tadi sudah deket loh sama KUA nya dek" canda Evan kemudian memutar arah menuju restoran ayam bakar.


****


Baca juga ya karyaku "AWAL EKSKUL" dan "BERMULA DARI CAFEMART"


Terima kaaih sudah meluangkan waktunya untuk membaca.


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Hadiah dan Vote 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2