
"Mau kemana dek?" Tanya Evan
"Ke kamar bang, mau istirahat" jawab Aira.
"Baru selesai makan, sini duduk dulu aja disini temani abang biar makanannya juga turun dulu baru istirahat tidur sayang" kata Evan meminta Aira menemaninya.
Aira menuruti kemauan Evan, duduk di sofa sebelah Evan untuk ikut menonton acara televisi dengan tangannya memainkan ponselnya.
"Sayang, nanti hari minggu kita jalan ya abang samperin pagi" kata Evan.
"Emang ga capek apa bang?" Tanya Aira.
"Nggak sih, kan acaranya hari sabtu santai" jawab Evan.
"Kalau Aira ga mau gimana" kata Aira.
"Abang paksa dong" kata Evan sambil tersenyum.
"Kan ga baik bang memaksakan kehendak" kata Evan.
"Kan cuma sekali ini abang memaksakan" kata Evan sambil menaikturunkan kedua alisnya dengan tersenyum bibirnya.
"Idih merayu, Aira mau janjian sama Rio dan Vina buat kerja kelompok" kata Aira.
"Kerja kelompok jam berapa?" Tanya Evan.
"Dari pagi jam 10 sampai sore" jawab Aira asal sengaja ngerjain Evan. Sebenarnya ga ada janjian dengan kedua sahabatnya sih.
"Kenapa lama banget sih kerja kelompoknya, ya nanti abang antar dan tungguin deh" kata Evan.
"Hehehe Aira belum ada janjian kok sama mereka" kata Aira jujur.
"O udah mulai berani ngerjain abang ya" kata Evan terkekeh sambil mengacak pucuk rambut Aira.
"Gapapa sekali-kali lah bang" kata Aira tersenyum.
"Sekarang sekali-kali, suatu saat sekali-kali lagi..." kata Evan.
"Hehehe... sudah ah bang Aira mau istirahat dulu" kata Aira kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Paginya Aira bangun lebih pagi untuk membuat sarapan kemudian kembali ke kamarnya untuk mandi.
Sedangkan Evan sebenarnya sudah bangun sejak subuh tadi. Tetapi bukannya keluar dari kamar akan tetapi langsung membuka laptopnya untuk meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda kemarin.
Aira mengetuk pintu kamar Evan setelah selesai mandi, karena melihat kamar Evan masih tertutup rapat dan Evan sendiri juga belum terlihat keluar kamar.
"Tok tok tok"
__ADS_1
"Ceklek" pintu di buka Evan.
"Abang ga ke kantor, kok belum siap-siap?" Tanya Aira.
"Iya abang mandi dulu terus kita makan pagi, mungkin abang nanti ga ke kantor" jawab Evan
"Ya sudah Aira tungguin di meja makan ya bang" kata Aira.
"Iya sayang, sebentar ya abang mandi dulu" kata Evan kemudian masuk ke kamar mandi setelah menutup pintu kamarnya kembali.
Sedangkan Aira menunggu Evan selesai mandi dengan duduk di kursi makan sambil memainkan ponselnya. Banyak chat masuk terutama di group kuliahnya yang mengatakan bahwa nanti kuliah hanya sebentar.
Evan selesai mandi dan sudah menggunakan pakaian kantornya walaupun nanti tidak ke kantor. Evan menuju meja makan untuk sarapan bersama Aira yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Wah nanti Aira hanya ada kuliah sampai jam 9.30" kata Aira ngomong sendiri.
"Cuma sebentar aja kuliahnya?" Tanya Evandro.
"Iya, soalnya kuliah berikutnya dosennya lagi sakit jadwalnya akan diundur" jawab Aira.
"Ya sudah kalau begitu nanti abang tungguin aja di mobil" kata Evan
"Loh abang serius ga ke kantor?" Tanya Aira memandang Evan.
"Tidak, nanti aja abang ke kantornya sama kamu kalau jadi ke kantor" jawab Evan.
"Sudah ada Lely dan Suryo yang ngurusin" kata Evan.
"Ya sudah yuk bang, kita berangkat. Kalau begitu Aira sekalian bawa buku aja deh ke mobil abang biar nanti pulang kuliah sekalian pulang ke rumah papa" kata Aira.
"Yakin mau pulang hari ini?" Tanya Evan berat ditinggal Aira.
"Yakin dong, kan Aira harus pulang bang" jawab Aira
"Kenapa ga mundur aja?" Tawar Evan.
"Bang, Aira kan nginep disini udah lama. Apa kata orang nanti kalau melihat Aira nginap di tempat abang, sedangkan kita masih belum halal" kata Aira.
"Ya sudah di halalkan siang nanti aja, abang sepertinya udah nyaman ada Aira di apartemen" kata Evan jujur.
"Ya ga mungkinlah bang, kan kita masih dua minggu lagi dari hari pertunangan kita" kata Aira.
"Bisa saja dimajukan, nanti abang akan bilang langsung ke om Raka" kata Evan.
"Ya ampun abang, kasihan tante Dinda dong yang ngurusin pernikahan kita" kata Aira.
"Tidak masalah untuk hal seperti itu semua bisa diatur" kata Evan.
__ADS_1
💥 Kampus
Evan mengantar Aira ke kampus untuk kuliah. Karena hari ini Evan tidak akan datang ke kantor, seperti janjinya ke Aira tadi saat sarapan dia akan menunggu kekasihnya sampai selesai kuliah di dalam mobil.
Aira keluar dari mobil Evan setelah sampai di kampus. Kemudian Evan mencoba menghubungi papa Darwis untuk mengatakan jika akad nikah dengan Aira di majukan dengan alasan karena mantannya Aira dan mantannya Evan punya niat akan membatalkan pernikahannya di hari yang sudah ditentukan.
Selesai Aira kuliah, Aira langsung jalan menuju ke mobil dimana Evan sudah menunggunya. Saat Aira sedang jalan keluar kelasnya, Aira dipanggil sahabatnya.
"Ra loe tumben kelihatan buru-buru pulangnya?" Tanya Rio setelah Aira di luar kelas.
"Iya karena udah ditungguin abang di mobil" jawab Aira.
"Bang Evan yang nungguin?" Tanya balik Rio heran sambil jalan disamping Aira.
"Iya dari nganterin gue tadi pagi, abang masih nungguin gue di kampus" jawab Aira.
"Wouw bener-bener tuh bang Evan ga bisa jauh kelihatan dari loe Ra" kata Rio sambil terkekeh.
"Iya sepertinya bang Evan tipe yang posesif nantinya tuh sama Aira" kata Vina
"Ga usah nanti, sekarang aja sebenarnya juga sudah kelihatan" sahut Rio.
"Ga juga kok, abang biasa aja deh ke Aira" kata Aira.
"Gue pulang duluan ya, dagh..." kata Aira setelah mereka sampai di lantai bawah. Rio dan Vina menuju ke kantin sedangkan Aira langsung belok menuju ke parkiran mobil dimana Evan sudah menunggunya.
"Sudah selesai sayang kuliahnya?" Tanya Evan setelah Aira duduk di dalam mobil.
"Iya, sekarang kita pulang ke rumah papa" kata Aira sambil tersenyum.
"Kan om Raka jam segini juga ga ada di rumah, jadi sebaiknya kita jalan dulu sebentar sambil nanti cari makan siang okey" kata Evan.
"Memang abang beneran ga ke kantor?" Tanya Aira heran.
"Nggak, abang hari ini mau ajak Aira ke mall aja" jawab Evan kemudian menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus.
"Ke mall mau ngapain bang?" tanya Aira.
"Kita mau cari cincin nikah buat nanti sayang" kata Evan.
"Bukannya dulu kita sudah pesan bang" kata Aira.
"Belum sayang, waktu itu kita hanya pesan cincin untuk tunangan aja" kata Evan.
"Kenapa ga nanti aja setelah kita tunangan baru pesan cincin nikah" usul Aira.
"Karena hari ini kita lagi ada waktu longgar, kenapa ga hari ini saja sayang. Kawatirnya abang, nanti kita sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing" kata Evan.
__ADS_1
"Ya sudah terserah abang aja deh" kata Aira pasrah.