
"Untuk apa menyusulku kesini, aku bisa pulang dengan ikut kak Reza" kata Aira ketus tanpa melihat ke suaminya.
"Sayang, sudah dong marahnya. Kita selesaikan masalahnya nanti di apartemen okey" bisik Evan sambil mencium daun telinga Aira membuat Aira merinding geli.
Aira hanya diam tanpa menjawab ucapan dari sang suami.
"Bagaimana perkembangan bisnis karaokenya yang di Surabaya Za?" Tanya Evan pada Reza untuk mengalihkan kemarahan sang istri.
"Masih direnovasi bang sekalian merenovasi cabang butik Aira yang akan dibuka disana juga" jawab Reza.
"Apakah sayangnya abang mau menengok proyek yang di Surabaya?" Tanya Evan pada Aira dengan menaikkan kedua alisnya.
"Mungkin kami akan janjian suatu saat nanti bertemu disana" jawab Aira santai sambil jarinya menunjuk pada Reza dan dirinya sendiri dengan menekan kata kami.
"Dengan senang hati abang akan mengantarmu setelah kita dari konsultasi dokter kandunganmu" kata Evan dengan membelai rambut sang istri yang terlihat badai sambil tersenyum.
"Ga usah senyum-senyum, Aira ga butuh semua itu" kata Aira ketus sambil mencolek pipi suaminya tanpa mau membalas senyuman bahagia dari sang suami karena suasana hati sang istri mulai mencair.
"Aira bisa berangkat sendiri nanti sama Lisa" kata Aira.
"Siapa yang akan memberikan ijin berangkat sendiri sayang" kata Evan tidak terima dengan jawaban istrinya.
Reza melihat bagaimana Aira sudah terlihat mulai benar-benar mencintai suaminya. Ada rasa bahagia melihat keduanya kembali baik, walaupun tetap masih ada rasa sakit dihatinya karena orang yang dicintainya tak dapat dimilikinya. Namun Reza sudah mengikhlaskan Aira untuk hidup bersama Evan asal Aira bahagia.
Reza tersenyum melihat keduanya yang berada didepannya bercanda. Sedangkan Suryo hanya diam karena sudah biasa melihat pertengkaran dan rayuan dari pasangan ini jika keduanya sedang memperbaiki sebuah masalah.
"Semoga kamu selalu bahagia Ra, aku akan belajar mencintai gadis lain sepetti yang kau inginkan" batin Reza.
"Aira jaga kesehatanmu dan anak kalian, saya harus pamit dulu karena masih ada yang harus dikerjakan" pamit Reza kemudian mengulurkan tangannya pada Evan, Aira dan Suryo.
"Terima kasih ya kak untuk semuanya sampai ketemu lagi nanti di Surabaya" kata Aira sambil menerima uluran tangan Reza.
"Kakak tunggu ya kabarnya" kata Reza yang dianggukkin Aira.
"Terima kasih Reza atas semuanya" kata Evan
"Titip jaga Aira bang" kata Reza menatap Evan.
"Pasti akan abang jaga dan lindungi, karena dia adalah kebahagian buat saya" jaeab Evan mantap. Reza menepuk punggung Evandro sambil tersenyum ikhlas.
__ADS_1
"Maafkan Aira kak, semoga kakak mendapatkan gadis yang lebih baik dari Aira" batin Aira melihat Reza mrnitipkan dirinya pada Evandro.
"Sayang kita pulang sekarang?" Tanya Evandto.
"Iya tapi Aira mau mampir dulu ke es buah bang Ferry" jawab Aira.
"Siap tuan putri sayang" kata E an kemudian merangkul sang istri dengan perut buncitnya.
"Sayang ayah, apakah kalian kangen sama ayah?" Tanya Evandro di dalam mobil sambil mengelus perut sang istri yang duduk disampingnya.
"Nanti malam papa tengok ya sayang" kata Evan masih dengan tangan mengelus perut sang istri.
"Kalau babynya ga mau ditengok gimana?" Tanya Aira.
"Tidak mungkin sayang, baby kita kan sangat mencintai ayahnya. Pasti akan sering berharap untuk selalu rutin ditengok" kata Evandro. Aira hanya memajukan bibirnya mendengar ucapan sang suami.
Evan langsung mencium bibir sang istri yang menggodanya membuat Aira melotot dengan apa yang dilakukan sang suami.
💥 Apartemen
Setelah sampai di apartemen, Evan berjalan mengikuti istdinya denganmenggenggqam tangan sang istri.
"Kita mandi bersama aja yank jadi ga perlu ada yang menunggu, okey" jawab Ecan..
"Abang mandi saja duluan, biar Aira masak dulu buat makan malam nanti" kata Aira santai kemudian keluar dari kamar.
"Sayang, kamu masih marah sama abang?" Tanya Evandro menahan tangan sang istri yang sudah membuka pintu kamarnya.
"Aira hanya mau masak buat makan malam bang" jawab Aira datar.
"Kalau memang istri abang sudah tidak marah, buktikan agar mau mandi bersama dengan abang" kata Evan menatap sang istri.
"Abang mandi saja, Aira belum mau mandi sekarang" jawab Aira
"Dengan cara apalagi abang meminta maaf agar kamu mau memaafkan abang" kata Evan.
"Aira sudah memaafkan abang, hanya saja saat ini Aira ga ingin kita mandi bersama" kata Aira kemudian keluar dari kamar dan menuju dapur.
"Kalau begitu abanv akan menemanimu memasak di dapur" kata Evan mengekor dibelakang Aira.
__ADS_1
Aira sibuk memasak didapur tanpa memperdhlikan adanya sang suami disana.
"Yank mau ga abang buatkan teh jahe biar badanmu hangat?" Tanya Evan melihat cuaca diluar yang sednag turun hujan deras.
"Terima kasih bang" jawab Aira sambil membawa makanannya yang sudah selesai dimasak ke atas meja makan.
Kemudian Aira masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket sejak pulang dari kantor bersama sang suami tadi.
Evan masih sibuk di dapur membuat teh jahe untuk dirinya dan istrinya.
Beberapa kali ponsel Evan berdering, namun Evan tak ingin mengangkatnya karena tertera nomor baru yang tak ada di kontaknya serta sudah diluar jam kantor.
"Kenapa ga diangkat saja bang, sejak tadi ponsel abanv bunyi" kata Aira yang sudah selesai mandi dan berdiri di dekat sang suami.
"Biarkan saja tank, ini kan sudah diluar jam kantor dan juga tidak ada nama tertera di layar. Berarti itu orang baru yang ga penting urusannya. Jika dia merasa penting pasti akan menghubungi Suryo dan Suryo akan menghubungi abang" kata Evan santai.
"Kamu udah mandi? Kenapa abang ga diajak sih yank?" Tanya Evan melihat istrinya sudah terlihat lebih segar.
"Ya sekarang abang mandi saja sana kalau masih mau mandi" jawab Aira santai membuat Evan tak nyaman dengan sikap istrinya yang seolah acuh padanya.
"Baiklah, abang mandi dulu" jawab Evan kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
💥 Kediaman Hartadi
Reza memarkirkan mobilnya di garasi rumah, kemudian masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya. Namun baru saja menaiki anak tangga yang pertama terdengar suara mamanya menyapa.
"Loh abang sudah datang?" Sapa Rina.
"Eh mama, iya ma baru saja nyampe" jawab Reza kemudian menghampiri mama Rina dengan mencium punggung tangannya.
"Tumben anak mama jam segini sudah sampai di rumah" kata mama Rina.
"Iya kebetulan sudah tidak ada lagi meeting dan abang agak mengantuk tadi" jawab Reza.
"Ya sudah mandi saja sana, nanti mama tunggu makan malam ya" kata mama Rina.
"Iya ma, Reza istirahat dulu ya sebentar" kata Reza kemudian kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Reza masuk ke kamar dan langsung membersihkan badannya yang lengket karena keringat.
__ADS_1
Reza duduk di depan meja belajarnya yang dulu saat duduk dibangku sma, dimana masih terpajang fotonya yang berdua dengan Aira.