
Tok tok tok
"Ya masuk"
"Maaf tuan, ini makan siangnya baru datang" kata Lely.
"Ya letakkan saja di meja ini" kata Evan menunjuk meja di depan Aira.
"Eh kak Lely, maaf ini ada es buah buat kakak sama kak Suryo" kata Aira .
"Baik, terima kasih nyonya" jawab Lely.
"Ih kakak jangan panggil nyonya dong, panggil nama saja" kata Aira.
"Baik, terima kasih Aira" kata Lely.
"Iya sama-sama kak" jawab Aira sambil tersenyum.
"Ini makannya apa bang?" Tanya Aira sambil mengambil kotak makannya.
"Itu steak ikan sayang" jawab Evan.
"Asyik terima kasih suamiku, lama Aira ga makan steak ikan" kata Aira senang.
"Kasihan istri abang lama ga makan steak ikan ya" kata Evandro sambil mengacak-acak pucuk kepala istrinya.
"Habis suami Aira ga pernah ingat akan gizi istrinya sih" kata Aira.
"Memang abang ga pernah kasih gizi buat anak dan istri abang ya, habis makan selesai abang akan berikan gizi buat calon baby kita yank" kata Evan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ih bukan itu bang maksud Aira, gizi beneran" kata Aira sambil memajukan bibirnya.
Evan hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah istrinya hari ini.
"Kamu hari ini membuat abang jadi semangat banget sih yank" kata Evan.
"Bagus dong bang" jawab Aira sambil menuangkan es buah ke dalam mangkuk yang sudah disiapkan di meja depan sofa.
"Iya semangat untuk memakan istri abang sampai ga bisa jalan" lanjut Evandro sambil terkekeh.
"Tuh mulai deh abang, ingat loh Aira sedang hamil dan tidak boleh terlalu sering melakukan itu" kata Aira mengingatkan.
"Melakukan itu apa sayang?" Tanya Evan menahan tawa melihat raut wajah istrinya yang merina karena malu.
"Ya itu melakukan yang abang suka" kata Aira lagi sambil memberikan semangkuk es buah untuk sang suami.
"Memang yang abang suka apa sih yank?" Pancing Evan sambil menahan tawanya.
"Ya itu... yang abang pikirin" jawab Aira sambil tersenyum.
__ADS_1
"Abang mikirin apa memangnya?" Tanya Evan lagi menggoda sang istri yang terlihat masih malu-malu.
"Tahu ah, Aira mau makan ikan dulu" kata Aira sambil membuka makanan yang dibawakan Lely. Evan tertawa melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
"Abang setelah ini masih ada meeting ya?" Tanya Evan.
"Sepertinya tidak. Kenapa sayang, apakah kamu mau ajak abang mengunjungi calon baby kita untuk memberikan gizi?" Jawab Evan menggoda sang istri.
"Idih kesitu lagi kesitu lagi..." protes Aira.
"Aira ada janjian mau latihan vokal sama kak Lukas di trio karaoke sih" jawab Aira membuat raut wajah ceria Evandro langsung surut.
"Mau buat apa latihan vokal dengan Lukas?" Tanya Evan heran dan kurang setuju.
"Aira disuruh tampil dengan kak Lukas saat acara kampus yang akan datang" jawab Aira.
"Kenapa harus kalian berdua memang ga ada yang lain apa?" Tanya Evan lagi
"Ya Aira ga tahu bang kenapa mereka memilih kami berdua" jawab Aira santai.
"Apa kalian nanti akan duet?" Tanya Evan.
Aira menganggukkan kepalanya membuat Evan kurang setuju.
"Kenapa tidak sendiri-sendiri saja sih yank" kata Evan.
"Itu permintaan panityanya bang, bukan Aira yang minta" kata Aira.
"Abang kenapa sih harus cemburu, diantara kami juga ga ada hubungan apapun lagi kan bang. Kita sudah punya pasangan masing-masing bang" kata Aira.
"Ya tetap saja yang namanya mantan bisa saja kan clbk (cinta lama bersemi kembali)" kata Evan.
"Ya bisa saja sih, tapi itu tidak berlaku dengan Aira dan kak Lukas bang. Benteng diantara kita itu terlalu tinggi" kata Aira sambil menikmati steak ikannya.
"Kalau dengan Reza gimana?" Tanya Evan membuat Aira yang sedang makan langsung menatap suaminya.
"Abang kenapa sih harus membahas masalah itu melulu, capek deh Aira jawabnya" protes Aira kemudian keluar dari ruangan Evan menuju ke pantry.
"Sayang kamu mau kemana?" Panggil Evan melihat istrinya keluar dari ruangannya.
Aira sengaja tidak menjawab panggilan suaminya dan langsung menutup pintunya.
"Eh nyonya, ada yang bisa Rini bantu?" Tanya Rini office girl di pantry lantai atas.
"Hai Rin... lama kita tidak berjumpa ya, kamu semakin cantik saja. Saya cuma mau ambil gelas aja kok" sapa Aira tersenyum.
"Oh baik nyonya akan saya ambilkan gelasnya" kata Rini kemudian membuka lemari pantry untuk mengambil gelas buat Aira.
"Sayang, kamu mau ngapain disini?" Tanya Evan yang mengusul istrinya keluar ruangan.
__ADS_1
"Mau ambil gelas" jawab Aira santai.
"Terima kasih Rini, kamu baru dari kampus ya?" Tanya Aira.
"Iya nyonya, hari ini saya ijin setengah hari karena ada kuliah pagi" jawab Rini dan Aira hanya meanggut-manggut tanda mengerti.
"Ayo kita kembali melanjutkan makannya dulu baru nanti kamu lanjut ngobrol dengan Rini" kata Evandro.
"Rin mau ga kalau kamu ikut kerja di tempat saya saja, jadi kamu bisa kuliah pagi tanpa harus ijin dulu?" Tanya Aira.
"Yank, Rini disini kerja dengan abang jadi jangan digangguin dulu" kata Evan.
"Aira tidak mengganggu bang, hanya menawarkan pada Rini saja kerjaan di trio karaoke" kata Aira.
"Terus disini bagaimana dong" kata Evan.
"Kan abang bisa minta Suryo lagi pengganti Rini" kata Aira.
"Ya sudah terserah kamu saja, asal Rini tidak terpaksa" jawab Evan mengalah.
Sedangkan Rini hanya diam karena bingung harus menjawab bagaimana.
"Ya sudah besok kita bahas lagi ya Rin, saya mau menyelesaikan makan dulu yang tadi dempat tertunda" kata Aira tersenyum manis pada Rini, kemudian kembali ke ruangan sang suami.
"Iya nyonya silahkan" jawab Rini sambil menundukkan kepalanya.
"Bang menurut Aira, Rini itu cantik loh bang dan baik lagi orangnya. Gimana ya kalau Aira kenalin ke kak Reza?" Tanya Aira ke Evan.
"Kamu jangan sembarangan ngenalin Reza ke Rini, nanti keluarga Hartadi suka nggak dengan Rini yang posisinya bekerja sebagai office girl di kantor walaupun dia memang baik anaknya dan rajin juga" kata Evan.
"Makanya mau Aira ambil alih di kantor Aira, siapa tahu bisa lebih dekat dengan kakak Reza nantinya. Tapi kelihatannya keluarga kak Reza itu tidak memandang seseorang dari segi itu sih kak. Mereka lebih melihat dari segi kepribadian dan tergantung anak mereka saja" kata Aira.
"Sebegitunya kamu sampai hafal ya, apakah kamu juga dekat dengan keluarganya sejak dulu?" Tanya Evan menyelidik.
"Tidak bang, Aira hanya dekatnya dengan Nayla aja" jawab Aira
Cup
Evan lega mendengarnya kemudian mengecup kening sang istri
Tok tok tok
"Masuk"
Pintu terbuka saat Lely sedang membuka pintu, tiba-tiba langsung ada seorang wanita yang menerobos masuk membuat Lely yang membuka pintunya dibuat kaget.
"Maaf nona, anda..." ucapan Lely terpotong
"Sayang...." panggil wanita model itu yang menerobos masuk dan langsung duduk di pangkuan Evan di sofa tanpa memandang ada siapa di ruangan itu.
__ADS_1
Aira kaget melihat sikap wanita model yang tidak tahu diri ini. Evan langsung mendorong si wanita itu hingga terjengkang.