Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 178. Mengurangi ice cream


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk"


"Maaf menganggu, ini kak Aira untuk pesanan makan siangnya" kata Lely.


"Terima kasih kak Lely" jawab Aira sambil menerima makan siang yang sudah dipesannya dengan senyum manisnya.


"Sama-sama kak Aira" jawab Lely pada istri dari sepupunya kemudian pamit keluar dari ruangan Evandro.


"Ayo bang kita makannya di sofa saja biar tidak membuat kotor berkas abang" ajak Aira.


"Kok bang lagi sih" protes Evan pada sang istri.


"Ulang lagi gimana tadi cara ngajak suamimu makan di sofa" kata Evan membuat Aira berdecak.


"Sayang kita makan di sofa saja ya" ajak Aira membuat Evan tersenyum kemudian mencium bibir sang istri gemes.


Keduanya berjalan menuju ke sofa untuk makan bersama.


💥 Apartemen


"Sayang, mau ikut mandi ga?' Tanya Evandro sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tidak sayang, karena aku mau masak buat makan malam kita" jawab Aira


"Makan malamnya nanti kita pesan saja yank, sekarang kamu bersihkan dulu badanmu dan istirahat saja sambil menunggu makan malamnya datang" kata Evan.


"Ya sudah sekarang sayangku mandi dulu dan biar istrimu ini istirahat. Nanti kita gantian sambil menunggu makan malamnya datang" kata Aira sambil menahan tawa, tahu apa yang diinginkan sang suami.


"Kita mandi aja bareng yank, biar menyingkat waktu" kata Evan.


"Ga usah bang, kan kita tidak sedang diburu waktu" kata Aira membuat Evan menatap sang istri sambil berpikir agar tujuannya tercapai.


"Kok panggil bang lagi sih, berarti harus dihukum ini" kata Evan kemudian menggendong istrinya untuk dibawa ke kamar mandi.


"Loh Aira kan mau istirahat dulu sayang" protes Aira.


"Tidak ada penolakan dari hukuman sayangku" kata Evan yang sudah membawa sang istri ke dalam kamar mandi dan langsung menyalakan kran air hangat di bathup untuk berendam berdua.


Akhirnya pasrah juga sang istri yang sudah tidak dapat lagi menolak keinginan sang suami untuk mandi bersama yang seharusnya cukup dengan waktu 30 menit, ini sampai 1,5 jam mereka habiskan waktu di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai dan memakai piyamanya, baru keduanya melanjutkan acara makan malam bersama dimana makanan sudah berada di meja makan yang sudah dibelikan Suryo sate ayam saat keduanya sedang mandi tadi.


"Kapan makanannya datang sayang, bukannya sejak tadi kita berada di kamar mandi?" Tanya Aira heran.


"Saat kita mandi kali datangnya" jawab Evan santai.


"Hah, berarti mereka tahu dong pasword apartemen kita?" Tanya Aira lagi.


"Iya itu Suryo sayang yang mengantarkannya ke sini" jawab Evan.


"Berarti kak Suryo tahu kita sedang di kamar mandi berdua?" Tanya Aira lagi sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Iya kali biarkan saja, ayo kita makan. Abang sudah lapar sayang" kata Evan menunggu sang istri mengambil air putih.


Keduanya makan malam tanpa ada suara, suasana hening hingga selesai makan dan sudah berpindah duduk di sofa untuk menikmati acara komedi di televisi.


"Sayang, dulu waktu abang pacaran sama Rani di kantor, Suryo tahu juga dong apa yang kalian lakukan?" Tanya Aira.


"Maksudnya?" Tanya balik Evan heran kenapa tiba-tiba istrinya mengungkit masalalunya.


"Rani pasti sering ya mendatangi abang di kantor? Dan kalian pasti sering kan pacaran di kantor? Nah apakah Suryo juga sering tahu itu?" Tanya Aira.


"Sayang untuk apa mengungkit masalalu, semuanya sudah berlalu" kata Evan tak mau mengungkit masalalunya agar istrinya tidak salah paham.


"Abang ga pernah berbuat lebih sama Rani, hanya sebatas sampai ciuman bibir saja" lanjut Evan yang tahu maksud sang istri.


"Benarkah, kenapa dia waktu itu bilang kalau hamil anakmu?" Tanya Aira lagi.


"Abang juga tidak tahu, mungkin itu hanya jebakannya saja. Sudahlah tidak perlu lagi diungkit yang sudah berlalu" kata Evan kemudian mengambil ponselnya.


"Kapan jadwalnya kita ke dokter lagi yank dan kemarin mama bilang kalau mau mengadakan 7 bulanan di rumah mama" kata Evan.


"Jadwal ke dokter kandungan kan baru nanti minggu depan sayangku, memang mama mau ngadain tujuh bulanannya kapan?" Tanya Aira.


"Entahlah, abang juga tidak tanya lagi" jawab Evan.


"Kemarin kak Lusy bilang kalau dalam minggu ini kemungkinan dia akan melahirkan secara operasi cecar" kata Aira.


"Kenapa operasi?" Tanya Evan.


"Katanya sih karena bayinya terlalu gede berat badannya" jawab Aira.

__ADS_1


"Kamu jangan kebanyakan makan ice cream ya yank, biar baby kita tidak kebesaran di dalam kandungan" kata Evan.


"Soalnya kata orang kalau hamil itu tidak boleh banyak makan ice cream, juga minum dingin karena bisa membuat bayinya nanti besar dan susah keluarnya secara normal" kata Evan.


"Kan tiap bulan kita ke dokter sayang, pasti dokter sudah memantau berat badan baby kita dan kebetulan juga Aira tidak suka minum dingin kebanyakan" jawab Aira.


"Ice cream juga jangan kebanyakan" kata Evan.


"Iya sayangku" jawab Aira sambil mencium pipi sang suami. Evan tersenyum senang jika istrinya sedang kesal karena semakin menggemaskan.


Soalnya di kulkas ada banyak ice cream dari yang clasic dengan 3 rasa, sampai yang box 1 kg dengan beberapa rasa ada semua.


"Berarti mulai hari ini, sehari hanya boleh 1 cup kecil ice cream atau satu bungkus yang clasic,  tidak boleh lebih" kata Evan membuat Aira mengerucutkan bibirnya tanpa menjawab sang suami. Evan melihat istrinya diam dengan bibir sudah cemberut hanya bisa terkekeh.


"Sayang kan itu semua juga buat kalian berdua agar nantinya baby kita tidak ke gendutan di dalam kandungan" kata Evan memberikan pengertian pada sang istri.


"Sayangkan kalau ice creamnya udah dibeli ga dimakan" kata Aira.


"Ya nanti abang bantuin ngabisin atau ajak aja temanmu kesini buat pesta ice cream" usul Evan menahan tawanya, karena tahu jika saat ini sang istri tidak akan mau berbagi ice creamnya.


"Memang abang mau kalau nanti anak kita ileran?" Tanya Aira membuat Evandro ga bisa berkomentar lagi.


"Kalau begitu, makannya sedikit-sedikit saja" kata Evandro.


"Iya sedikit kok Aira makannya" kata Aira sambil tersenyum.


"Sudah yuk kita istirahat sayang, kamu sudah capek" kata Evan kemudian mematikan televisinya dan mengajak sang istri agar ikut masuk ke kamar mereka.


💥 Kediaman Hartadi


"Sayang bagaimana hubunganmu dengan Haikal?" Tanya mama Rina setelah mereka selesai makan malam.


"Baik ma" jawab Nayla sambil duduk santai di sofa ruang keluarga.


"Ma apa ga sebaiknya kami menikahnya tahun depan aja?" Usul Nayla.


"Kenapa memangnya nak?" Tanya papa Hartadi.


"Ya Nay belum siap menikah muda aja sih pah. Kalau Aira mau menikah muda itu mungkin karena melihat dari usia suaminya kali" kata Nayla.


"Papa dulu tidak menyangka Evandro akan dapat memperistri Aira" kata papa Hartadi.

__ADS_1


"Kenapa ga menyangka pah?" Tanya Reza.


"Ya melihat Evandro itu orangnya dingin sama perempuan. Dan kabarnya sih sejak putus dengan pacarnya dia sudah tidak tertarik lagi dekat dengan seorang gadis" kata Hartadi.


__ADS_2