
Apakah anak mama sudah punya kekasih tapi belum mau mengenalkan ke mama dan papa?" Tanya mama Rini.
"Belum ma, nanti kalau Reza sudah punya kekasih pasti akan Reza kenalkan ke papa dan mama" jawab Reza kemudian pamit pergi ke kantor.
💥 Hotel Hartadi
Reza sampai di ruangan kantor melihat berkas yang menumpuk di meja langsung segera dikerjakannya agar nanti saat bertemu Aira pekerjaannya sudah terselesaikan." Itu yang ada dibenak Reza setiap janjian dengan seseorang.
"Tok tok tok"
"Ya masuk"
"Maaf tuan, ada tamu yang mencari anda" kata sang sekertaris cantik.
"Siapa? Suruh masuk aja" kata Reza.
Kemudian sang sekertaris meminta tamunya masuk ke ruangan pak bos.
"Haikal, apa kabar?" Tanya Reza yang kaget dengan kedatangan sahabatnya.
"Kamu udah kembali ternyata bro tanpa memberi kabar" kata Haikal sambil berpelukan.
Mereka berdua adalah sahabat masa sma dulu,
"Loe tahu dari mana gue ada di sini?" Tanya Reza.
"Kemarin gue ketemu om Hartadi dan beliau mengatakan kalau disini sekarang yang pegang itu loe" jawab Haikal.
"Ah loe kenapa ga kasih kabar gue dulu sih, kan nanti kita bisa jalan bareng" kata Reza.
"Loe sibuk ya sekarang, maaf gue jadi ganggu donh ini" kata Haikal.
"Nggak sekarang, tapi siang ini gue ada janji. Ntar sore aja pulang kantor kita ketemuan yuk di cafe" ajak Reza.
"Boleh juga tuh" jawab Haikal.
"Gue juga bentar lagi mau ada janjian di dekat sini soalnya. Makanya gue sempatin mampir dulu ke kantor loe dadakan" kata Haikal sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Gue cabut dulu, sampai bertemu nanti sore" kata Haikal pamit kemudian keluar dari kantor Reza.
Reza pun juga keluar tidak lama setelah Haikal pergi, karena Reza mau ada janji dengan Aira di sebuah cafe di mall. Aira mengajak ketemuan di cafe yang berada di mall dengan maksud sekalian mau jalan-jalan dengan Nuri.
💥 Mall
__ADS_1
"Nuri nanti kita jalan ya setelah dari cafe kalau ga kelamaan" ajak Aira setelah mereka di dalam mobil menuju mall untuk janjian di sebuah cafe dengan Reza.
"Nanti apa nyonya ga ditunggu tuan di kantor?" Tanya Nuri untuk memgingatkan Aira.
"Sebentar aja sih, soalnya ada yang aku butuhin. Tapi kalau nanti bang Evan sudah keburu ngehubungi kamu ya sudah kita ga jadi aja. Ntar kapan-kapan aja kalau aku ada waktu lagi aku mau jalan sendiri" kata Aira.
"Nyonya bilang dulu saja ke tuan kalau nyonya mau mau jalan dulu ke mall, biar nanti tuan tidak menunggu-nunggu nyonya" kata Nuri.
"Nggak ah, abang suka salah paham kalau Aira bilang mau jalan tanpa ada abang" kata Aira.
Nuri memberhentikan mobilnya di lobby mall kemudian kunci diberikan pada sekuriti untuk diparkirkan. Nuri turun dari mobil dan membukakan Aira pintu mobil baru mereka jalan masuk ke mall secara bersamaan.
"Kenapa ga berhenti di tempat parkiran mobil aja langsung Nur, baru kita jalan bareng" kata Aira.
"Nanti nyonya kejauhan jalannya" kata Nuri.
"Nur, Aira itu udah biasa juga jalan agak jauh. Dulu sering kok Aira pergi dengan teman juga mesti cari parkir dulu baru kami jalan masuk ke dalamnya." Kata Aira.
"Tapi ini sudah atas perintah tuan" kata Nuri.
"Ya ampun abang lagi abang lagi... kenapa sih harus seperti pejabat aja" protes Aira ga suka.
Aira jalan dengan Nuri dan masuk ke dalam cafe dimana Aira janjian dengan Reza.
"Nanti biar Nuri menunggu nyonya disana saja, kalau nyonya ada perlu dengan Nuri" kata Nuri.
Reza tersenyum bahagia melihat Aira datang menuju mejanya.
"Hai Ar apa kabar" sapa Reza dengan mengulurkan tangan kanannya.
"Hai kak, kabar Aira baik. Kakak apa kabar?" Tanya balik Aira.
"Kakak juga baik. Terima kasih kamu sudah mau datang Ra" kata Reza.
"Sama-sama kak." Jawab Aira kemudian pelayan cafe memberikan buku menunya.
Sambil menunggu pesanan datang, Aira membuka ponselnya untuk melihat barang kali ada pesan dari suaminya.
🗨"Halo sayang, apakah sudah sampai di cafe?" Tanya Evan melalui pesan singkatnya.
"Baru saja nyampe bang" jawab Aira. 💬
Namun tak ada lagi balasan dari Evan.
__ADS_1
"Ra benarkah kamu sudah menikah?" Tanya Reza dengan menatap Aira yang masih melihat ke ponselnya.
Aira mendongakkan kepalanya memandang Reza.
"Iya kami menikah sebulan yang lalu" jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya ragu.
"Kamu ga bohongi kakak kan?" Tanya Reza masih belum percaya.
"Untuk apa Aira bohong kak, kami menikah karena dijodohkan" jawab Aira.
"Apakah kamu mencintai suamimu Ra?" Tanya Reza serius.
Aira baru akan menjawab, ternyata pesanannya datang.
"Maaf kak, ini pesanannya" kata pelayan cafe tersebut.
"Terima kasih" jawab Aira. Reza memandang Aira serius menunggu jawaban. Tapi Aira tidak segera menjawab.
"Apakah kamu mencintai suamimu Ra?" Tanya Reza lagi diulang karena Aira seolah tidak mau menjawab pertanyaan dengan cara sibuk mengaduk makanan dan mencicipinya.
"Iya kak, Aira mencintainya dan dia mencintai Aira sejak Aira masih kecil" jawab Aira pelan namun tatapan mata Aira masih tertuju ke Reza.
Reza membuang nafasnya berat mendengar jawaban Aira. Ada rasa kecewa dan sakit di hatinya, karena orang yang selama ini diharapkan sudah benar-benar milik orang lain.
"Dan apakah kamu juga mencintainya sejak dulu, sebelum kita bertemu?" Tanya Reza menatap Aira dan tangan Reza menggenggam jemari tangan Aira yang berada di atas meja.
"Bukannya tujuan kita bertemu, kak Reza mau bercerita ke Aira selama kakak kuliah di negara orang?" Tanya Aira mengalihkan pembicaraan sambil mencoba menarik tangannya dari tangan Reza.
Reza tersenyum melihat Aira yang mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah kakak akan cerita selama disana. Kakak selalu berharap hari segera berganti dan kakak selalu diselimuti rasa bersalah tanpa berpamitan dengan orang yang kakak cintai dan tinggalkan dalam kurun waktu beberapa tahun" cerita Reza membuat Aira diam.
"Dan selama itu juga kakak berusaha menutup pintu hati kakak untuk gadis manapun. Karena harapan kakak setelah kakak lulus dan kembali ke Indonesia, kakak bisa menjalin kembali dengan gadis yang pernah kakak tinggalkan tanpa ada kabar dari kakak" kata Reza menatap Aira penuh harap.
"Tapi ternyata, yang kakak dapati tidak sesuai dengan yang kakak harapkan." Kata Reza memandang Aira dengan mata yang berudah jadi sendu.
"Maafkan Aira kak, kita memang tidak pernah berjanji bukan untuk saling menunggu sampai kita dipertemukan kembali yang entah sampai.kapan" kata Aira merasa bersalah, namun Aira juga manusia biasa yang punya rasa jenuh jika harus menunggu sesuatu yang tidak pasti.
"Ya, kakak memang salah saat itu tidak berusaha mencari tahu dan memberikan kabar padamu Aira. Kakak berpikirnya hanya akan secepatnya menyelesaikan study kakak untuk kembali kita bertemu" Kata Reza.
***
Terima kasih ya gaes sudah meluangkan waktunya untuk membacanya.
__ADS_1
Berikan komentarmu dan masukkan ke daftar daftar rak buku favoritmu 🧡
Salam sayang author untuk kalian semua 🥰 🙏