
"Lukas ke kamar dulu ma" kata Lukas setelah Lusy selesai dari toilet.
"Iya kalian siapkan saja koper buat besok pagi kalian berangkat ke Bali.
"Iya ma" jawab kedua bersamaan.
"Sudah sana kalian istirahat saja" kata Andriana pada anak dan menantunya.
"Semoga ini yang terbaik buat kalian semua. Maafkan mama anakku" gumam Andriana setelah keduanya pergi.
Lukas dan Lusy menuju ke kamarnya kembali.
"Sayang, aku siapin dulu baju kamu yang buat kita bulan madu ya" kata Lusy.
"Iya" jawab Lukas singkat.
"Maafkan aku Lusy, jika sekarang hatiku masih belum bisa menerima kembali seperti dulu. Karena aku terlanjur kecewa dengan apa yang sudah kamu lakukan bersama mama untuk menjebakku menikah denganmu" batin Lukas
Lusy begitu semangat mempersiapkan kebutuhannya untuk bulan madu nanti. Walaupun setiap pagi Lusy selalu merasakan mual, tapi dia bahagia saat ini dengan kandungannya.
Lusy menyadari bahwa Lukas masih kecewa dengan diri Lusy yang mau melakukan perbuatan yang tidak pantas hanya untuk mengikuti kemauan maminya. Dan Lusy juga tahu bahwa Lukas masih berharap untuk mendapatkan cinta Aira kembali. Tapi Lusy akan berusaha membuat Lukas benar-benar mencintai Lusy kembali seperti dulu sebelum kehadiran Aira di hati Lukas.
💥 Hotel SB
"Bang kita ke rumah papa aja yuk, buat Aira siapin baju buat dibawa nanti ke Lombok" kata Aira mengajak suaminya pulang.
"Kuta disini saja sayang, nanti akan ada sopir yang mengantar bajumu. Lagian yang ada nanti kamu kecapekan kalau harus keluar-keluar hari ini" kata Evandro.
"Tapi Aira bosan bang kalau harus seharian di dalam kamar" kata Aira.
"Ya sudah biar ga bosan, kamu pijitin abang aja" kata Evandro.
"Idih, ga mau ah" kata Aira.
Evan terkekeh melihat istrinya mulai jenuh karena ga ada kegiatan.
"Ya sudah kita berenang aja gimana?" Tawar Evandro.
"Nggak ah, udah panas. Lagian Aira ga bawa baju berenang" jawab Aira.
__ADS_1
"O iya kan Aira mesti bawa baju berenang juga dong buat nanti di pantai." Kata Aira.
"Udah ga usah dipikir yang buat kita ke Lombok, semua sudah siap sayangku. Sekarang kita istirahat aja dulu, sini tiduran disebelah abang saja dari pada mikirin barang buat ke Lombok."Â Kata Evandro yang duduk diatas ranjangnya dengan bersandar di sandaran kepala ranjang sambil menepuk sebelahnya agar sang istri mau berpindah duduk disebelHnya.
"Aira disini aja bang, ntar kalau disitu jadinya tidur lagi. Kan ini masih jam segini belum waktunya tidur siang" kata Aira.
"Tidak mengapa tidur lagi, kan tidurnya dipeluk abang" kata Evan sambil menaikturunkan kedua alisnya sambil tersenyum menggoda sang istri.
"Bang kita berangkat jadinya hari ini atau brsok sih?" Tanya Aira.
"Hari ini sayang, nanti setelah makan siang kita akan dijemput Suryo" kata Evandro.
"Kalau begitu sekarang Aira bersiap mandi dulu" kata Aira setelah melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah nenunjuk pukul 10 pagi.
"Okey yuk kita mandi bareng yank" ajak Evandro.
"Idih abang, ga mau ah. Kita mandi sendiri-sendiri aja" kata Aira.
"Gapapa kenapa malu, kan abang juga sudah melihat semua dari semalam." Jawab Evandro.
"Tapi Aira malu bang kalau kita mandi bareng" kata Aira.
"Bener ya" kata Aira.
"Iya kan kalau kita saling membelakangi ga kelihatan kan" kata Evandro tersenyum jail.
Aira masuk ke kamar mandi menyalakan kran air untuk mengisi air di bathup, sedangkan Evandro sudah langsung melepas semua pakaiannya hingga menampilkan tubuh polosnya.
Aira kaget suaminya sudah berdiri dibelakangnya dengan tubuh yang sudah polos dan memeluk Aira dari belakang.
"Abang, jangan peluk Aira begini dong, kan Aira mau lepas baju dan mau segera mandi" kata Aira.
"Iya abang bantu melepaskan pakaiannya" bisik Evan tepat ditelinga Aira membuat Aira merinding dan geli.
"Sayang..." panggil Evan sambil mencium pipi Aira dan tangan Evan sudah mulai membuka satu persatu kancing baju Aira. Evan mencium daun telinga Aira kemudian turun ke leher hingga tanpa sadar Aira mengeluarkan desahannya membuat Evan semakin bersemangat.
Evan membalikkan badan Aira dan mencium bibir mungilnya dengan tangan kiri memegang tengkuk Aira dan yang kanan sudah berada di kedua gunung kembarnya. Aira membalas ciuman bibir sang suami. Ciuman yang awalnya lembut lama kelamaan berubah panas.
Desahan demi desahan menggema didalam kamar mandi. Kaki Aira sudah berada dipinggang sang suami hingga Evan pun sudah menyatukan miliknya dengan milik Aira. Setelah erangan panjang dari ke dua, baru Evan mengakhirinya.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang, sekarang biar abang yang mandiin istri abang. Sini abang sabun punggungnya yank" kata Evandro setelah mereka berdua berendam di dalam bathup.
"Bang, kita makan siang dibawah aja kan dan langsung berangkat gitu?" Tanya Aira sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Kita makan siang di kamar saja ya, biar istri abang ga kecapekan" kata Evan.
"Iya boleh aja makan di kamar, lagian Aira juga mau beresin kamar dulu sebelum ditinggal." Kata Aira.
"Nanti juga akan ada yang beresin sayang, kamu ga perlu bawa barang lagi saat kita pergi." Kata Evan.
"Tok tok tok"
"Ceklek" Evandro membukakan pintu kamarnya.
"Maaf tuan, mau mengantarkan makan siangnya" kata pelayan hotel.
"Iya letakkan saja di atas meja" kata Evandro sambil menunjuk mejanya.
"Terima kasih" kata Evan setelah makan siangnya diletakkan di meja.
"Sama-sama tuan" jawab pelayan hotel itu.
"Sayang, kita makan dulu yuk. Kamu pasti udah laparkan karena tenaganya habis dipake tadi di kamar mandi" kata Evan sambil tersenyum mengajak sang istri makan.
"Abang, sekarang kalau ngomong selalu aja ngarahnya ke situ ya" kata Aira.
"Ya kan sekarang kita udah jadi suami istri, kalau dulu kan belum" kata Evandro.
"Kalau dulu abang ngomongnya nyangkut yang begituan Aira nanti bingung, nanya saam abang gimana rasakan kan abang juga ga ngerti jawabnya. Kita kan sama-sama baru merasakan sensasinya" kata Evan melanjutkan.
"Idih abang, udah deh ga usah dilanjut" kata Aira yang malu. Evan tertawa melihat wajah istrinya yang malu.
Mereka makan berdua di sofa sambil menonton acara di televisi.
"Bang nanti kita liburan lihat sunset ya, sama sunrise pagi-pagi kan bagus dan sejuk udaranya" kata Aira membayangkan suasananya di pantai.
"Istri abang suka ke pantai ya?" Tanya Evandro.
"Ya gara-gara diajak abang waktu itu kan, Aira ke pantai sebelum mama meninggal. Sejak meninggalnya mama, papa selalu sibuk dengan urusan kerjaan" kata Aira mengingat masa kecilnya.
__ADS_1