
"Maksud loe Aira selingkuh sama cowok yang disebut abangnya itu?" Tanya Leo.
"Entahlah gue juga bingung. Tapi kalau keingat bagaimana sikap kedua saat makan malam itu gue agak curiga juga. Tapi Aira bukan tipe orang yang bisa berbohong, gue tahu itu" kata Lukas.
"Sorry gue nanya sama loe Kas, apakah Aira tahu hubungan loe sama Lusy?" Tanya Leo.
"Kenapa loe jadi bawa nama Lusy?" Lukas balik bertanya dengan Leo.
"Ya siapa tahu kan Aira pernah lihat loe jalan sama Lusy tanpa sengaja dan sekarang dia berniat membalas perlakuan loe" kata Leo.
"Gue sama Lusy sudah putus dan kami hanya teman satu gereja saja. Ya walaupun kadang aku memang kadang suka natar dia kalau pulang dari gereja" kata Lukas.
"Dan loe sadar ga bagaimana perasaan Aira seandainya melihat kedekatan loe sama Lusy" kata Leo.
"Loe kenapa jadi bahas gue dan Lusy, gue ngebahas hubungan Aira sama tuh cowok yang dibilang abangnya" kata Lukas emosi kemudian berdiri dan pergi keluar dari kantin menuju ke mobil untuk pulang.
Leo geleng-geleng kepala melihat sikap Lukas yang cemburuan tapi tidak melihat bagaimana hati kekasihnya bila melihat dia jalan dengan mantannya.
Lukas memang pernah pacaran dengan Lusy selama 3 tahun di masa sma dulu, kemudian di saat masuk kuliah mereka putus karena Lusy pindah ke luar negri dan Lusy tidak mau menjalani pacaran jarak jauh hingga akhirnya Lukas memilih pacaran dengan Aira. Dan sekarang Lusy sudah kembali di negri sendiri. Sedangkan Aira dengan Lukas, mereka berbeda kepercayaan.
Di dalam mobilnya, Lukas menghela nafasnya berat mengingat obrolannya dengan Leo yang mengatakan bagaimana perasaan Aira jika tahu Lukas jalan bersama Lusy hampir setiap akhir.pekan karena setiap pulang dari gereja Lusy sering meminta Lukas menemaninya hanya sekedar jalan atau belanja.
"Gue dengan Lusy hanya bertemu setiap akhir pekan saja dan itu hubungan kami juga hanya sebagai teman walaupun aku sering nemani Lusy jalan." Gumam Lukas yang tidak menyadari bahwa Lusy sebenarnya masih mengharap untuk mereka kembali pacaran. Hanya saja Lusy tidak mengetahui bahwa mantan kekasihnya sudah memiliki penggantinya.
💥 Kediaman Raka
Haikal memarkirkan mobilnya di garasi. Aira keluar dari garasi langsung memasuki kamarnya dan segera mandi karena berasa gerah dan lengket di badan.
Selesai mandi, Aira istirahat duduk di balkon kamarnya sambil memainkan ponselnya dan membuka pesan yang masuk. Ternyata ada beberapa pesan masuk dimana salah satunya dari Evandro.
🗨 "Halo adik abang, apa kabar?" Evandro
💬 "Alhamdulilah baik bang, Aira baru pulang kuliah"
🗨 "Loh kok baru pulang, main dulu ya apa jangan-jangan adik abang pacaran dulu"
💬 "Idih abang... Aira ada rapat tadi bang sama belajar kelompok dulu buat ngerjain tugas sama teman"
🗨 "Rapat sampai sore?"
__ADS_1
💬 "Iya tadi rapat sampai sore sambil menunggu bang Haikal jemput"
🗨 "Loh sekarang dijemput Haikal, tahu gitu tadi pulang bareng bang Evan aja" kata Evan.
💬 "Iya dijemput bang Haikal karena Aira juga kebetulan pulang sore"
🗨 "Sudah makan malam belum ini?"
💬 "Ini baru mau turun buat makan. Abang udah makan belum?"
🗨 "iya ini abang juga makan malam, ya sudah kita makan malam sulu di rumah masing-masing ya sayang. Nanti di lanjut lagi kalau axa waktu"
💬 "Baik abangku, salam buat Anggi ya bang. Maaf Aira makan dulu karena sudah ditunggu papa"
Kemudian Aira meletakkan ponselnya di ranjang dan Aira turun ke bawah menuju meja makan.
"Malam pah" sapa Aira mencium pipi papanya.
"Malam sayang" jawab Raka, kemudian Aira duduk di samping papanya untuk makan malam yang hening tanpa ada suara.
Selesai makan mereka melanjutkan obrolan dengan masih duduk di meja makan.
"Tadi bagaimana di kampus sayang?" tanya papa Raka ke Aira.
"Loh dek bukannya sebelum ospek biasanya ada pertemuan dulu ya, harusnya tadi dong anak maba datang ke kampus" kata Haikal.
"Besok bang, anak maba mulai masuk. Makanya besok Aira sibuk dari pagi sampai selesai" kata Aira.
"Anggi jadi masuk kampus Aira?" Tanya papa Raka.
"Jadi pah, besok kan pasti ketemu dengan Anggi" kata Aira.
"Pah besok Aira boleh bawa mobil sendiri ga ke kampusnya?" Aira meminta ijin Raka.
"Kan abangmu libur, biar aja diantar sama bang Haikal" jawab Raka.
"Memang jam berapa dek ke kampusnya?" Tanya Haikal.
"Jam 6 aja bang berangkatnya" jawab Aira.
__ADS_1
"Kamu ga disamperin Lukas?" Tanya Haikal
"Kak Lukas ga bilang sih dan Aira juga ga pernah minta di samperin" jawab Aira.
"Kan kalian udah pacaran, kenapa ga disamperin sih. Apa Lukas ga tahu kamu panitya ospek?" Tanya Haikal heran.
"Kak Lukas juga panitya sih, cuma bagiannya beda" jawab Aira.
"Nah apalagi kalian sama-sama jadi panitya" kata Haikal. Raka hanya menjadi pendengar obrolan dari kedua anaknya.
"Ya sudah abang besok anter Aira ya pagi" kata Aira.
"Kamu minta Lukas untuk jemput dong dek" kata Haikal.
"Ga usah ah, biar besok naik ojol aja deh kalau abang ga mau antar" kata Aira.
"Kalau begitu biar di antar mang Ujang aja besok" kata Raka.
"Mang Ujang apa ga sibuk ngurusin kebun pah" kata Aira.
"Gapapa nanti papa bilang mang Ujang aja" kata Raka. Raka berdiri dan berpindah tempat ke depan tv untuk melihat acara apa yang ada di televisi sambil memanggil mang Ujang untuk besok disuruh mengantar Aira ke kampus.
Setelah Raka berpindah duduk, tinggallah disitu Haikal dan Aira.
"Memang kamu lagi ada masalah sama Lukas ya dek?" Tanya Haikal.
"Nggak sih bang, kenapa memangnya" jawab Aira.
"Kemarin kamu pulang dijemput abang itu Lukas tahu ga?" Tanya Haikal.
"Tahu sih bang, Aira juga sudah bilang. Cuma awalnya kelihatan ga percaya kalau bang Haikal jemput Aira" kata Aira jujur.
"Kok ga percaya, memang kamu suka jalan sama cowok lain apa?" Tanya Haikal.
"Dia tuh maunya Aira pulang harus bareng dia, bahkan kalau Aira mau bareng Rio aja ga boleh"kata Aira.
"Dia cemburu sama Rio?" Tanya Haikal.
"Awalnya dia cemburu sama bang Evan deh sepertinya" jawab Aira.
__ADS_1
"Kok bisa sama bang Evan, memang dia tahu bang Evan dari mana?" Tanya Haikal heran.
"Pernah tanpa sengaja Aira ketemu bang Evan di kampus waktu bang Evan mau ada rapat yang ternyata di undur 2 jam lagi dan pulangnya Aira diantar bang Evan. Terus kebetulan juga bang Evan yang tiba-tiba haris kembali ke kantor karena ada klien yang dadakan janjiannya dimajukan. Ya udah Aira jadi ikut bang Evan ke kantornya dulu hingga mereka selesai urusannya. Nah sorenya karena macet, bang Evan ajak Aira mampir makan malam dulu. Di restoran itu ternyata kaka Lukas lihat Aira sama bang Evan lagi bercanda dikira Aira pacaran." Kata Aira panjang lebar.