Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 156. Jangan ikut campur


__ADS_3

💥 Trio karaoke


"Kamu makan saja dulu Nuri dan ingat jangan pernah menerima telp dari tuanmu dan jangan memberitahukan kalau kita ada disini" kata Aira.


"Baik nyonya" jawab Nuri heran.


"Ada apa ini, kelihatan nyonya sedang marah dan menghindari tuan" batin Nuri sambil melihat kepergian sang nyonya.


Aira masuk ke ruangannya di kantor karaokenya dan menguncinya dari dalam. Dia menangis karena kecewa merasa dibohongin oleh sang suami yang katanya begitu mencintainya.


"Abang bohong, kenapa abang tega dibelakang Aira pelukan dengan perempuan lain" gumam Aira sambil menangis.


"Kalau memang abang sudah ga lagi mencintai Aira tolong lepaskan Aira bang, Ara akan membawa anak kita jauh dari abang" kata Aira.


Aira mematikan ponselnya sehingga tak ada yang bisa menghubunginya dan melacak keberadaannya.


Namun Suryo tak kalah cerdas, dia melacak keberadaan Nuri yang ternyata di kantor karaoke Aira.


"Nyonya ada di trio karaoke tuan, apakah kita akan menyusulnya ke sana?" Tanya Suryo ke Evan yang sejak tadi marah-marah di dalam mobilnya karena menghubungi sang istri tak ada jawaban, menghubungi Nuri pun juga tidak diterima.


"Kita susul kesana, saya tahu Aira pasti salah paham dengan model itu" kata Evan resah mengingat sikap sang istri tadi.


"Siapa yang ga salah paham jika melihat perempuan begitu intim dengan anda tuan" batin Suryo.


"Kenapa perempuan itu tiba-tiba muncul di kantor?" Tanya Evan.


"Mungkin karena dia yang akan menjadi salah satu model iklan terbaru kita tuan" jawab Suryo.


Evan membuang nafasnya kasar mendengar jawaban Suryo.


Model itu yang dulu hampir pacaran dengan Evan karena selalu dijodoh-jodohkan oleh temannya Evan. Namun Evan tidak mencintainya sama sekali. Tetapi sang model itu sudah terlanjur jatuh cinta dengan Evan.


Evan langsung masuk ke dalam untuk menemui sang istri. Namun Evan tak bisa membuka pintu ruangan Aira yang dikunci dari dalam.


"Sayang, buka pintunya biar abang jelaskan semua. Abang ga ada hubungan apapun dengan dia sayang" kata Evan setelah sampai di depan pintu ruangan karaoke Aira.


Namun Aira tak menghiraukan ucapan sang suami. Ingatannya kembali ke apa yang dilihat tadi bahwa suaminya dipeluk dengan mesra oleh perempuan lain dan sang suami hanya diam seolah menerima pelukan itu.


"Sayang, buka pintunya atau abang akan membuka paksa" kata Evan teriak.

__ADS_1


Suryo meminta kunci duplikat pada sekuriti kantor itu.


"Maaf tuan kuncinya ada di sekertarisnya tuan Reza dan kebetulan dia sedang keluar makan siang" jawab sang sekuriti membuat Suryo ikut terbawa emosi.


Evan mendobrak pintu ruangan Aira, namun belum juga berhasil terbuka.


"Kembalilah bang ke kantor dan jangan lagi anggap Aira" jawab Aira sambil menangis.


"Sayang abang berkata jujur yank, abang ga ada hubungan apapun dengan orang itu. Tadi dia baru datang secara tiba-tiba yank" kata Evan.


"Ada apa ini?" Tanya Reza yang baru saja datang dan kaget mendengar adanya keributan di dekat ruang kerjanya.


Ruang kerja sang pemilik karaoke bersebelahan antara ruang Aira, Adya dan Reza.


"Sayang buka pintunya atau abang akan nendobraknya lagi pintu ini" kata Evan tanpa menjawab pertanyaan Reza.


"Kak Reza tolong usir orang yang ada di depan ruanganku. Aira ga mau bertemu siapapun" kata Aira setelah mendengar adanya suara Reza dari luar ruangannya.


"Aira kamu kenapa menangis?" Tanya Reza kaget mendengar suara Aira, kemudian Reza menatap tajam ke Evan.


"Apa yang anda perbuat pada Aira, tolong pergi dari sini" kata Reza tegas.


"Dia istri saya dan saya akan menjemputnya untuk pulang. Anda tidak berhak ikut campur urusan kami" kata Evan tak kalah tajam tatapannya pada Reza.


"Maaf tuan saya akan mencoba membukanya" kata Suryo dengan membawa kunci duplikatnya.


"Sayang, kita pulang yuk" ajak Evan sambil mendekati sang istri.


"Stop bang jangan dekati Aira lagi. Pergilah dan tinggalkan Aira disini, Aira belum mau pulang" kata Aira.


"Kamu salah paham sayang, abang ga ada hubungan apapun dengan dia. Abang hanya mencintaimu dan anak kita" kata Evan memohon.


"Abang melarang Aira berhubungan dengan lawan jenis, namun abang sendiri berpelukan dengan perempuan lain. Mulai sekarang kita bebas mau berhubungan dengan siapapun bang. Dan aku ga akan perduli lagi abang mau dengan perempuan manapun dan siapapun" kata Aira peenuh emosi sambil meneteskan air matanya. Hatinya sakit melihat suaminya diprluk perempuan lain.


"Kak bawa Aira pergi dari sini" kata Aira meminta tolong pada Reza.


"Aira kamu kenapa?" Tanya Reza mendekati Aira, namun Evan menghadang Reza untuk tidak mendekati istrinya dan menyentuh sang istri.


"Jangan pernah sentuh istri saya" kata Evan emosi.

__ADS_1


"Aira butuh pertolongan dari suami yang telah menyakitinya untuk saat ini" kata Reza.


"Jangan ikut campur urusan rumah tangga saya, kamu hanya orang lain yang masih mengharap cinta dari istri orang" kata Evan.


"Saya memang masih mencintai Aira, tapi saya tidak mengharapkan Aira kembali pada saya. Saya menginginkan dia bahagia dengan apa yang sekarang dimilikinya" kata Reza.


"Namun jika ternyata suaminya tidak bisa membahagiakan Aira, maka saya akan bertekat merebutnya dari tangan suaminya" kata Reza lagi


Bugh


Evan menghantam pipi Reza karena tak dapat menahan emosinya lagi atas kata-kata yang dilontarkan Reza. Reza pun tak kalah emosi dia membalas menonjok suami Aira.


"Hentikan semua dan keluar kalian dari ruanganku" kata Aira histeris.


"Sayang" panggil Evan menatap Aira yang sudah terduduk lemas di kursinya sambil menangis.


"Jangan sentuh Aira, keluar kalian semua dari sini" kata Aira dengan tergugu.


"Sayang abang minta maaf, abang beneran ga ada hubungan apapun dengan perempuan tadi. Dia hanya seorang model di perusahaan abang yank" kata Evan tanpa berani menyentuh istrinya.


"Abang pernah berjanji padamu sayang bahwa ga akan pernah ada perempuan lain selain kamu. Tolong percaya abang sayang. Abang sangat mencintaimu. Abang ga bisa jauh dari kamu dan calon anak kita sayang" kata Evan memohon.


"Tinggalkan aku disini sendiri dan jangan menungguku bang. Biar aku pulang dengan Nuri" kata Aira.


"Abang turuti yang kamu mau, asal kamu janji akan pulang ke apartemen bukan ke rumah papa atau yang lain sayang" kata Evan lembut.


"Iya Aira akan pulang ke apartemen nanti" kata Aira pelan tanpa menatap suaminya.


"Biar Nuri membawakan makananmu ya yank, kamu belum makan siang kan" kata Evan yang tahu jika sang istri belum makan siang.


"Terima kasih, tapi aku ga lapar. Pergilah dan tinggalkan aku" kata Aira.


Evan membuang nafasnya berat melihat istrinya tak mau menatapnya dan juga ga mau makan.


"Kasihan baby kita yang ada di dalam perutmu sayang, dia lapar tapi bundanya ga mau makan" kata Evan. Aira kembali meneteskan airmatanya.


"Dia tidak akan lapar sama seperti bundanya yang sudah kenyang dengan apa yang dilihatnya" kata Aira lemah.


"Maafkan abang yank, dia yang tiba-tiba masuk dan memeluk abang. Abang tak membalas pelukannya sayang" kata Evan frustasi untuk meyakinkan sang istri agar percaya padanya.

__ADS_1


***



__ADS_2