Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 74. Foto siapa


__ADS_3

💥 Restoran Kintamani


Aira memasuki mobil bersama Evandro menuju restoran Grand Kintamani untuk makan siang.


"Bang nanti kita pantai ya" kata Aira.


"Iya nanti sore ya, kita harus ada waktu istirahat dulu. Nanti istri abang kecapekan" kata Evandro.


"Kan malamnya tinggal istirahat tidur bang" kata Aira.


"Iya malamnya tidur setelah selesai kewajibannya" kata Evan sambil menaikturunkan kedua alisnya.


"Itu mah hobbynya abang" kata Aira.


"Tapi istri abang juga menikmati kan...bang...abang...ahh" kata Evan menggida Aira yang langsung merona pipinya karena malu.


Evan mencium kening dan pucuk kepala Aira karena gemas.


"Hmmm harum yank rambutmu, bikin abang jadi candu membuatmu untuk selalu keramas dan mandi bersih" kata Aira.


"Abang ihh makan dulu, nggak ngomongi itu melulu" kata Aira.


Evan terkekeh melihat istrinya yang malu-malu.


Mereka menikmati makan siangnya dengan sesekali bercanda dan saling memberi suapan.


Lukas dan Lusy juga kebetulan makan siang ditempat yang sama dengan Aira dan Evandro.


Lukas melihat bagaimana Evan dan Aira saling menyuapin dan terlihat begitu mesra, Lukas berusaha menerimanya dengan ikhlas walaupun masih ada rasa cemburunya. Apalagi jika melihat Evandro memeluk Aira.


"Semoga kamu benar bahagia Aira dan aku akan berusaha membuka hatiku untuk Lusy jika memang kamu benar-benar bahagia dengannya." batin Lukas.


Tanpa disadari tatapan mata Aira dan Lukas bertemu, Aira berusaha mengalihkan pandangannya ketempat lain. Evan yang melihat wajah ceria istrinya berubah agak sendu, jadi ikut melihat arah mata Aira. Evan berusaha mencairkan suasana hati Aira agar tidak menatap ke Lukas.


"Masih mau makan lagi yank?" Tanya Evan sengaja membuyarkan pandangan istrinya dari tatapan Lukas.


"Aira udah kenyang bang" kata Aira memandang Evan dengan berusaha tersenyum.

__ADS_1


Evan tahu senyum yang Aira berikan bukanlah senyum yang tulus, tapi hanya sekedar menutupi rasa yang ada dihatinya saat ini.


"Bang tadi foto Aira yang diponsel abang mana kok belum dikirim ke Aira sih?" Tanya Aira melihat ponselnya sendiri.


"Aira mungkin memang berat untuk kita berdua saat ini, aku tahu dhatimu masih ada namaku, begitupun denganku. Tapi aku percaya sekarang bahwa ini jalan terbaik untuk kita setelah aku  melihatmu bahagia dengan Evandro"  batin Lukas.


"Mau foto yang mana yang mau dikirim yank?" Tanya Evan sambil menampilkan beberapa foto Aira kemudian memberikan ponselnya ke Aira.


Aira melihat hasil foto dirinya yang ada di ponsel Evan. Aira menggeser beberapa foto di galery ponsel Evandro.


Aira menemukan foto Evandro berpelukan dengan seorang perempuan cantik yang pernah Rani kirim ke ponsel Evandro melalui pesan singkatnya Rani ke Evan.


"Ini siapa bang?" Tanya Aira sambil menunjukkan foto itu ke Evan membuat Evan kaget dan menatap Aira bingung.


"Kamu kenapa membuka galery abang sih yank" kata Evan yang kaget dan bingung bagaimana menjelaskannya ke Aira. Dan tanpa Evan sadari nada suara Evan naik satu oktaf seolah dirinya marah karena Aira membuka foto pribadinya.


"Maaf bang, Aira ga sengaja tadi. Niatnya hanya mencari foto Aira saja" kata Aira kemudian memberikan ponselnya ke Evan.


"Memang siapa dia?" Tanya Aira lagi memandang Evan.


Evandro belum siap menjawab pertanyaan Aira. Masih bingung bagaimana harus menjawabnya, sedangkan Rani hampir setiap hari mengirimkan foto mesranya hasil kenangan bersama saat masih dekat dengan Evan dulu. Aira sudah melihat beberapa foto itu ada rasa sakit dihatinya.


Evan memandang Aira yang berubah sikapnya ke Evan.


Karena Aira tak mendapat jawaban dari Evan, kemudian mengajak suaminya pulang. Aira tidak akan mengulang pertanyaannya lagi untuk yang ketiga kalinya pada Evandro. Moodnya untuk berlibur hilang seketika.


"Apakah bang Evan masih mencintai mantannya?" Batin Aira bertanya.


"Untuk apa aku membuka hatiku buatnya, jika hanya dibibir saja bang Evan mengatakan cintanya padaku. Atau bahkan hatinya masih terbagi, " batin Aira meragukan suaminya.


"Apakah bang Evan menikahiku hanya untuk menutupi hubungannya dengan seorang model  yang sedang naik daun ini?" Bertanya dalam hatinya Aira.


"Sebentar abang bayar dulu dan nanti kita akan jalan lagi ketempat yang lain" kata Evan membuyarkan lamunan Aira.


Aira hanya diam saat Evandro mengajak Aira menuju mobilnya. Bahkan di dalam mobil Aira hanya diam dan bermain dengan ponselnya.


Aira membuka aplikasi novel di dalam ponselnya dan membaca novel tanpa peduli dengan suaminya sedang bingung melihat Aira yang berubah cuek dan dingin pada Evan.

__ADS_1


Evan yang tahu Aira marah padanya, Evan pun membuka suaranya.


"Yank kita ke air tejun ya, bagus loh disana ada pemandangannya sangat indah" kata Evan membuka keheningan di dalam mobilnya agar pikirannya tidak kemana-mana.


"Terserah abang aja"  jawab Aira tanpa menatap Evan.


Aira melihat komentar beberapa temannya dari postingan fotonya yang tadi berada di Kintamani.


Ada yang meminta oleh-oleh jika Aira masih di Bali. Aira membaca komentar dari beberapa temannya tersenyum sendiri. Tanpa mempedulikan Evan yang menggenggam tangan Aira.


"Maaf bang, tolong lepasin tangan Aira mau buat balas teman-teman Aira." Kata Aira melihat jemarinya di pegang Evan.


"Nggak bisakah nanti membalasnya yank?" Tanya Evan dengan lembut.


"Aira maunya membalas sekarang" jawab Aira dingin.


"Sayang, kamu marah sama abang karena foto itu?" Tanya Evan dengan sabarnya.


"Abang pikir sendiri aja" jawab Aira kemudian mematikan layar ponselnya.


Aira memejamkan matanya dengan tangan dilipat di depan dadanya.


"Yank, abang ga ada hubungan apapun dengan perempuan itu sekarang. Dia hanya masa lalu abang"  kata Evan yang tahu Aira marah padamya.


"Bukannya dia mengatakan bahwa sekarang sedang punya hubungan dengan seorang pengusaha. Apakah itu abang yang dimaksudkan?" Tanya Aira dingin dengan masih bersikap sama yaitu mata terpejam dan tangan dilipat di depan dadanya.


"Sayang kamu jangan percaya berita itu ya, sekarang kita nikmati bulan madu kita dan kesampingkan segala masalah yang tidak penting dan akan merusak mood kita" kata Evan.


"Dan untuk foto itu terjadi sudah lama, jauh sebelum kita bertemu dan abang juga sudah lama tidak ada hubungan apapun dengannya" kata Evan menjelaskan.


"Hmmm" Aira sambil memejamkan matanya.


Evan memeluk dan mencium puncak kepala Aira. Ada rasa sakit di hati Aira yang tanpa disadari Aira, air matanya menetes disudut mata Aira.


"Maafkan abang, bukan tidak mau menceritakan masa lalu abang. Tapi belum saatnya abang cetita ke.Aira. Dan abang hanya mencintaimu sayang" kata Evan sambil menghapus air mata Aira.


"Maaf bang, Aira ingin tidur dan ga mau membahas itu" kata Aira menahan sakit hatinya.

__ADS_1


"Kenapa hati ini sakit bang, selama ini Aira berusaha membuka hati untuk abang. Tapi kenyataan yang sekarang harus Aira hadapi ternyata tidaklah mudah untuk hati ini terima" batin Aira.


__ADS_2