
"Percayalah sayang, abang bukan seperti yang kamu pikirkan. Jujur kamu itu memang cinta pertama dan terakhirnya abang, walaupun ditengahnya pernah terisi wanita lain" kata Evan.
"Sudahlah kita pulang saja sekarang" ajak Aira menyudahi pekerjaannya yang membuat moodnya tidak bagus lagi.
"Kita makan malam dulu ya yank, apakah ada yang kamu inginkan?" Tanya Evan setelah berada di dalam mobil.
"Aku ingin makan nasi uduk" jawab Aira masih acuh.
"Baiklah kita akan makan nasi uduk langgananmu" jawab Evan sambil mengecup punggung tangan istrinya. Kemudian mengelus perut buncitnya.
"Kita makan nasi uduk ya sayangnya ayah" kata Evan sambil mengelus perut sang istri. Aira hanya diam karena masih menahan rasa kesal pada sang suami.
Kemudian keduanya menuju ke nasi uduk langganan Aira yang berada agak jauh dari butiknya.
💥 Apartemen
Selesai makan nasi uduk, Aira dan Evan langsung kembali ke apartemennya. Aira langsung membasuh badannya dengan air hangat kemudian beranjak naik ke ranjangnya untuk istirahat.
"Yank, apakah kamu mau ke Surabaya dengan Reza?" Tanya Evan hati-hati.
"Kami mau buka cabang disana setelah Aira lahiran nanti" jawab Aira.
"Nah itu tadi katanya mau ke sana sama Reza?" Tanya Evan.
"O iya itu untuk melihat pembangunannya butik aja. Tapi kak Reza yang akan mengawasi langsung, karena Aira ga mungkin sering-sering ke sana apalagi saat hamil besar begini" jawab Aira.
"Memang kamu mau ke luar kota kapan dan sama siapa?" Tanya Evan.
"Sama Lisa dan Nuri mungkin, tapi waktunya belum tahu kapan" jawab Aira santai sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Apakah itu juga ada Reza?" Tanya Evan lagi.
"Entahlah, kak Reza mau berangkat kapan kami belum janjian" jawab Aira jujur.
"Biar abang yang menemani kamu walaupun kamu sama Lisa. Karena abang sekalian mau menengok proyek yang ada disana juga" kata Evan dan Aira hanya diam.
"Besok ada kuliah pagi yank?" Tanya Evan menengok ke sang istri yang berusaha memejamkan matanya.
"Iya ada" jawab Aira sambil memejamkan mata.
"Pulang kuliah langsung ke kantor abang ya yank" kata Evan meminta istrinya untuk ke kantor.
"Iya" jawab Aira singkat kemudian memiringkan badannya drngan memunggungi sang suami.
__ADS_1
"Yank... kok abang dipunggungi sih, memang abang ada salah ya?" Protes Evan.
"Ya ampun bang bukan marah, ini karena Aira memang ingin memiringkan badan aja." Jawab Aira.
Evan memeluk istrinya dari belakang sambil meniup tengkuk mulus sang istri.
"Abang... Aira udah ngantuk nih, jangan diganggu" kata Aira sambil tangannya memegang tengkuknya sendiri.
"Ngantuk tinggal tidur aja sayang, abang hanya niup aja kok" kata Evan santai dengan tersenyum tanpa diketahui istrinya.
"Sama aja itu mengganggu namanya, bikin geli bang" kata Aira manja.
Tangan Evan pun tak mau diam, tangan kanannya memeluk istrinya sambil memainkan kedua gunung kembar istrinya. Sedangkan tangan kirinya dibawah kepalanya.
Aira berusaha menahan gairah dari keusilan sang suami, namun tetap saja tanpa disadari keluar juga suara ******* yang membuat suaminya tersenyum dan bertambah semangat menjahili istrinya. Karena memang dibawah sana sudah ada yang mengeras sejak tadi minta untuk dipuasin.
Lama kelamaan bibir Evan menempel pada daun telinga sang istri, kemudian turun ke leher dan akhirnya merambah ke bibir hingga keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai kain yang menempel.
Keduanya saling merasakan kenikmatan dunia yang sudah beberapa hari ini sempat terlewatkan. Evan melakukannya dengan hati-hati agar tidak membuat perut sang istri tertekan.
"Akh..." teriakan keduanya yang sama-sama mencapai puncak kenikmatannya.
"Sekarang kita tidur" bisik Evan sambil memeluk sang istri setelah nafas mereka kembali teratur.
💥 Kampus
"Sayang nanti abang tunggu di kantor ya, tapi mungkin saat kamu datang abang masih ada rapat tidak masalah kan?" Kata Evan.
"Iya tidak mengapa bang, nanti akan ke kantor abang setelah beli es buah" jawab Aira.
"Okey, hati-hati ya sayangnya abang" kata Evan sambil mencium kening sang istri.
"Sayang, jaga bunda ya dan jangan menyusahkan bunda. Ayah sayang dengan kalian berdua" kata Evan sambil mengusap-usap perut sang istri. Aira hanya tersenyum melihat tingkah sang suami.
"Kok kalian sih bang" protes Aira.
"Kan bunda dan anaknya jadi kalian dong" kata Evandro dengan mengacak rambut sang istri.
"Sampai jumpa nanti di kantor ya yank" kata Evan setelah istrinya turun dari mobil. Aira menganggukkan kepalanya dengan senyuman manisnya.
"Kamu selalu membuat abang jatuh cinta yank, bikin gemes aja kalau lihat kamu begitu" gumam Evan terkekeh sendiri.
"Hai Ra, loe nanti siang ke kantor bang Evan ya?" Tanya Vina.
__ADS_1
"Iya, memangnya gue mau diajak kemana?" Jawab Aira.
"Mau gue ajak beli es buah pulang kuliah nanti" kata Vina.
"Kebetulan, gue memang rencana mau beli es buah juga mau gue bawa ke kantor" kata Aira.
"Rio belum datang ya, ajak aja Rio kalau loe mau makan disana" saran Aira.
'Tuh adek ipar loe disana, lagian mana mau dia gue ajak ke es buah" kata Vina
"Mau pasti, orang dulu juga kita sering ke sana bareng kok" kata Aira.
"Ya dulu karena ada loe kan" kata Vina.
"Sama aja Vin, sekarang juga ada gue. Hanya saja gue ga makan ditempat" kata Aira.
"Eh bentar, jangan bilang loe lagi ngidam ya" tebak Aira.
"Hah ngidam, kagaklah Ra. Gimana ngidam orang gue nggak ngapain-ngapain juga" kata Vina kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah sadar akan ucapannya.
"Hei memang sampai sekarang belum loe kebuka tuh segel?" Tanya Aira heran.
"Hehehe....belum Ra, gue takut. Dan suami gue juga ga memaksa kok" jawab Vina terkekeh.
"Loe ga kasihan apa dengan suami loe Vin, nanti kalau ada perempuan lain yang ngasih jatah gimana tuh" kata Aira.
"Loe jangan bikin gue ketakutan dong Ra" protes Vina.
Aira tertawa melihat raut muka ketakutan Vina.
"Gue dulu juga takut Vin, tapi ya mau gimana lagi kalau itu memang sudah waktunya kita sebagai istri sah. Dan juga sudah menjadi kewajiban kita yang harus memberikannya" kata Aira.
"Coba deh, loe luangin waktu buat bulan madu deh Vin. Biar kedekatan kalian bisa lebih intim lagi. Karena kan kamu sebelumnya tidak mengenal suami loe sama sekali. Buka deh hati loe untuk suami loe. Jangan terbawa masa lalu, masa lalu sudah seharusnya dilupakan dan menatap ke masa depan" kata Aira.
"Iya nanti gue akan cari waktu" jawab Vina karena dosen mereka sudah masuk ke dalam kelasnya.
💥 Kantor
"Sur, nanti tolong belikan steak ikan buat makan siang saya dan istri saya" kata Evan.
"Baik Tuan" jawab Suryo.
"O iya sama siapkan mangkuk 2 kosong ya, kemungkinan nanti dia akan bawa es buah" kata Evandro.
__ADS_1
"Baik tuan, akan segera saya siapkan dimeja nyonya Aira nanti" jawab Suryo.