Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 93. Ngidamnya bawa kendaraan sendiri


__ADS_3

"Abang serius ini Aira setiap hari harus ikut abang ngantor?" Tanya Aira.


"Iya dan kamu jalan-jalannya ditunda dulu ya waktunya, kan harus selesaikan tugas kampus selama seminggu ditinggal liburan" kata Evan.


"Iya tugas kampus banyak sih yang belum diselesaikan Aira." Kata Aira.


"Makanya mulai besok diselesaikan saja disini ya sekalian nemeni abang kerja yank" kata Evan.


"Bang nanti kalau Aira hamil gimana dong kuliahnya?" Tanya Aira.


"Kan hamil tetap boleh kuliah yank tidak akan masalah. Kalau perlu nanti biar ditunggu sama sopir aja saat kamu kuliah dan diantar ke sini" kata Evan.


"Kalau Aira ngidamnya bawa kendaraan sendiri bagaimana dong?" Tanya Aira sambil menahan senyumnya.


Evan langsung memeluk Aira dan mengusap perut Aira.


"Jangan meminta mami bawa kendaraan sendiri kalau kalian ingin pergi-pergi ya sayang" kata Evan sambil mengusap perut rata Aira.


"Ih abang apaan sih, kan Aira hanya nanya saja" protes Aira sambil memegang tangan suaminya yang mengusap perutnya.


"Siapa tahu anak kita sudah ada di dalam tanpa kita tahu sayang" kata Evan yang berharap Aira segera hamil agar sepenuhnya bisa dia miliki.


Karena menurut Evan jika Aira hamil pasti mau ga mau Aira akan berusaha keras membuka hatinya untuk Evan. Sehingga Evan dapat memiliki Aira seutuhnya tanpa ada yang terbagi untuk yang lain.


"Bang nanti pulangnya kita mampir ke sate ayam pak Dul ya" kata Aira.


"Okey sayang, mau sekarang perginya?" Tanya Evan.


"Kan belum waktunya abang pulanv kantor" jawab Aira.


"Kan ini kantor milik abang, ya abang bebas mau pulang kapan aja" kata Evan.


"Tapi abang tadi bilangnya mau tidur?" Tanya Aira.


"Kan tadi abang cuma mau nemeni istri abang tidur sayang, sekarang mau nganterin istri abang beli sate" kata Evandro sambil mencium pipi istrinya gemas.


"Suryo saya tinggal dulu ya kalau ada apa-apa tolong kamu urus dulu" kata Evandro sambil menggenggam jemari tangan Aira.


"Iya tuan, silahkan" jawab Suryo.


"Kami pergi dulu ya kak" kata Aira ke Suryo dan Lely.


"Silahkan nyonya"ย  jawab Suryo dan Lely bersamaan.


"Kok aneh rasanya ya Aira dipanggil nyonya sama kak Lely dan kak Suryo" kata Aira setelah di dalam lift bersama suaminya.


"Ya kan memang kamu sekarang sudah jadi nyonya Evandro sayang" kata Evan sambil terkekeh mendengar istrinya protes.


"Tapi kesannya kok Aira jadi udah tua ya bang dipanggil nyonya" kata Aira tersenyum sendiri.


"Terus maunya dipanggil nona terus, mana ada orang sudah bersuami masih dipanggil nona yank" kata Evan masih tertawa kecil.

__ADS_1


"Abang sudah dong jangan ketawain Aira" kata Aira yang sadar bahwa dirinya memang sudah menjadi nyonya Evan jadi tersipu sendiri.


๐Ÿ’ฅ Sate ayam


Sampai di tempat sate ayam langganannya, Aira dan Evan menunggu pesanannya sambil ngobrol.


"Aira kalian makan disini juga?" Sapa Haris.


"Abang kok tumben sih kita bisa ketemuan disini" kata Aira langsung memeluk Haris dan Aini.


"Iya kakakmu yang pengin makan disini" kata Haris yang langsung duduk di depan Evan.


"Gue ke sini juga Aira yang pengin" kata Evandro.


"Jangan-jangan udah isi nih" kata Aini sambil tersenyum melihat Aira.


"Iya kak isi sate ayam nanti" jawab Aira tertawa.


"Doain aja kalau isi bener gue yang senang" kata Evan.


Aira menatap Evan dengan melotot.


"Kenapa, bener kan kalau isi beneran ya harus disyukuri dong kan memang itu yang diharapkan" kata Evan membuat Haris dan Aini tertawa.


"Aira kan masih kuliah bang" kata Aira.


"Kan udah abang bilang, kuliah itu tidak ngaruh sayang mau hamil atai tidak tetap bisa masuk" kata Evan.


"Kenapa sayang, memangnya Aira ga ingin punya anak?" Tanya Haris.


"No sayang, tidak ada kata nanti" sahut Evan.


"Ihh abang selalu begitu deh" protes Aira cemberut.


"Kan setiap malam kita sudah bikin" bisik Evan.


Aira mencubit perut Evan.


"Auw sakit sayang cubutanmu" protes Evan.


"Masak iya, ciba deh Aira ulang" kata Aira.


"No, nanti lecet kamu yang obati ya" kata Evan.


"Ih manja deh, gitu aja lecet" kata Aira membuat tertawa yang lain.


"Tadi kalian habis dari kantor atau dari mana?" Tanya Haris.


"Iya kan Aira gue jemput pulang kuliah terus ikutlah ke kantor, baru pulang ke apartemen" Jawab Evan.


"Jadi sekarang Aira itu ngantor setiap harinya bang" kata Aira, Evan terkekeh mendengar istrinya mengadu ke abangnya. Haris dan Aini ikut tertawa melihat wajah Aira yang mengadu ke abangnya terlihat Aira yang masih sangat muda dan manja.

__ADS_1


""Ini ceritanya mau ngadu ke bang Haris ya" tanya Evan sambil tersenyum.


"Hehehe nggak ngadu bang, lebih tepatnya hanya cerita aja kok" kata Aira terkekeh sendiri.


"Loh kenapa tertawa sendiri?" Tanya Aini.


"Habis lucu aja, kok Aira jadi seperti anak sma aja rasanya ya" jawab Aira membuat ketiga orang dewasa ini tertawa bersama.


"Baru sadar sayang kalau kamu seperti anak sma" kata Evan.


"Bang Haris kenal bang Evan itu kan sudah lama ya, boleh ga Aira nanya?" Tanya Aira.


"Iya kami kan memang kenal sudah sangat lama, bahkan kami satu sekolah waktu sma dulu" jawab Haris.


"Nah bagus dong kalau begitu" kata Aira membuat Evan terkekeh tahu akan maksud pertanyaan istrinya.


"Abang tahu deh apa yang akan Aira tanyakan" sahut Evan, Aira melihat Evan tersenyum kemudian melihat ke Haris.


"Waktu sma, bang Evan punya cewek ga bang?" Tanya Aira.


"Banyak yang deketin Evan waktu itu, tapi Evannya aja yang malas balas cintanya mereka" jawab Haris.


"Kalau bang Haris sendiri banyak ga ceweknya?" Tanya Aini.


"Loh kok jadi abang sih yang ditanyain, kan tadi Evan topiknya" kata Haris yang ga bisa menjawab membuat Evan tertawa.


"Sudah jawab saja ayo sambil makan" kata Evan masih tertawa, karena Evan tahu banyak cewek yang deketin Haris dan Haris pun juga sempat memacari salah satu dari mereka.


"Gimana ini malah jadi gue Van yang ditanyain" kata Haris.


"Ayo Van, kamu yang bantu jawab kalau bang Haris ga bisa jawab." Kata Aini.


"Nah lo Ris gue harus jujur atau jujur ini?" Tanya Evandro.


"Sialan loe..." kata Haris terkekeh.


"Itu mah kembar, harus jujur atau jujur..." protes Haris membuat yang lain tertawa.


"Nih gara-gara loe sih Van" kata Haris.


"Setahu Aira sih bang Haris punya pacar deh waktu sma" kata Aira.


Haris melotot kemudian melihat Aini dan mencium pipi istrinya agar tidak salah menanggapi ucapan Aira.


"Yang penting sekarang abang milik Aini danย  calon anak kita okey" jawab Haris, Evan terkekeh melihat Haris kebingungan.


****



__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE


Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. ๐Ÿ˜๐Ÿ™


__ADS_2