
"Sekarang istirahatlah sayang, kamu sudah capek malam ini" kata Evan lagi
"Tapi Aira masih harus menyelesaikan tugas dulu bang" kata Aira.
"Kalau begitu selesaikan dulu tugasmu. Ini minumlah air yang abang bawa buat teman kamu menyelesaikan tugas." Kata Evan kemudian berpindah duduk di sofa.
"Terima kasih bang" kata Aira kemudian mengambil air dan camilan yang tadi dibawa Evan. Dan Evan pun menemani Aira mengerjakan tugas kampusnya dengan menonton televisi di sofa.
Paginya Aira terbangun lebih dulu, kemudian membuat nasi goreng sosis untuk sarapan mereka bertiga.
Evan sudah terbangun saat pagi, melihat Aira sibuk di dapur Evan hanya diam menemani dengan membuka laptopnya dengan duduk di sofa untuk melanjutkan pekerjaannya yang semalam tertunda. Sedangkan Anggi terbangun tetapi Aira sudah tidak ada di sebelahnya.
"Apa kak Aira semalam ga tidur disini ya, tapi ini bantalnya, ga mungkin deh kalau ga tidur disini. Ponselnya aja ada kok di nakas." Batin Anggi kemudian masuk ke kamar mandi untuk mandi. Baru keluar kamar setelah rapi untuk sarapan.
"Eh Anggi udah rapi, itu kakak sudah bikin buat sarapan. Tapi kakak mau mandi dulu ya" kata Aira.
"Iya kakak mandi dulu saja, Anggi akan tungguin deh." Jawab Anggi kemudian duduk di kursi makan.
"Bang Evan ga mandi?" Tanya Anggi melihat abangnya masih duduk di sofa dengan laptopnya.
"Iya mandi sayang, ini abang baru selesai" kata Evan sambil menutup laptopnya.
"Semalam apa kak Aira ga tidur di kamar ya bang?" Tanya Anggi.
"Loh setahu abang, kak Aira tidur di kamar kok. Baru abang tidurnya paling akhir" kata Evan.
"O, berarti Anggi yang ga tahu kapan kak Aira masuk kamar. Dan paginya Anggi bangun, kak Aira juga sudah ga ada di kasur" kata Anggi.
"Makanya dibiasain bangun pagi dek, tuh bantuan kak Aira bikin sarapan" kata Evan.
"Hehehe Anggi kan kecapekan bang" kata Anggi.
"Kak Aira juga kecapekan, apalagi semalam tidurnya sudah larut malam karena harus mengerjakan tugasnya dulu" kata Evan.
"Yee dibelain kalau sama kak Aira" kata Anggi.
"Loh abang ngomong beneran" kata Evan tersenyum.
"Abang mandi dulu ya" kata Evan yang sudah berdiri dari sofa.
"Iya bang, mandi aja dulu" jawab Anggi.
__ADS_1
"O iya bang, beberapa hari lalu Anggi ketemu kak Rani di mall gandengan tangan sama cowok bule deh" kata Anggi.
"Siapa kak Rani itu?" Tanya Aira yang sudah keluar dari kamarnya melihat ke Evan dan Anggi bergantian dengan santai.
Evan dan Anggi sama kagetnya mendengar suara Aira. Aira melihat sikap kakak beradik ini kaget, jadi merasa apakah dirinya salah bertanya atau kenapa.
"Kenapa kalian kaget dan saling menatap, apa Aira salah bertanya?" Tanya Aira.
"Eh nggak kak, gapapa" jawab Anggi.
Sedangkan Evan diam saja dan langsung masuk kamar untuk segera mandi.
Aira mengambil piring dan gelas untuk diletakkan di meja makan. Dan Anggi langsung mengisi gelasnya dengan air mineral.
"Anggi boleh kakak tanya siapa kak Rani yang tadi kalian bicarakan?" Tanya Aira lembut.
"Eh maaf kak, nanti saja kak Aira nanya ke bang Evan langsung" jawab Anggi.
"Kenapa kamu takut, apakah dia mantan bang Evan?" Tebak Aira.
"I iya kak, ma maaf tadi Anggi lupa kalau ada kak Aira" jawab Anggi terbata.
"Kakak ga masalah Anggi, semua orang punya masa lalu kan hanya bagaimana cara mereka menaggapi masa lalu itu" kata Aira.
"Emm kalau ga salah mereka pacaran lama kak bangsa 2 atau 3 tahun. Terus kak Rani tiba-tiba pacaran dengan sesama artis." Jawab Anggi.
Evan yang sudah rapi, keluar dari kamarnya jadi bingung berhadapan dengan Aira. Evan harus siap jika ditanya banyak hal oleh Aira. Walaupun sebetulnya Evan enggan membahas masa lalu yang menurutnya tidak perlu diingat lagi. Karena selama ini Evan sudah cukup dapat melupakan masa lalunya.
"Ayo kita berangkat sayang, nanti kalian terlambat kuliahnya" kata Evan setelah selesai sarapan.
"Iya bang, sebentar ada buku Anggi yang ketinggalan di kamar" kata Anggi. Aira sejak sarapan tidak banyak bicara.
Di dalam mobil Anggi banyak bicara dengan Evan.
"Bang, nanti Anggi pulangnya sama kak Rio ya. Jadi Anggi pulang ga bareng abang dan kak Aira" kata Anggi.
"Iya jangan kebanyakan mampir kalau pulang kuliah ya langsung pulang" pesan Evan.
"Iya bang, Anggi kalau pulang terlambat juga pasti akan kasih kabar mama kok" kata Anggi.
"Kak Aira nanti selesai kuliah jam berapa?" Tanya Anggi.
__ADS_1
"Jam 11.30" jawab Aira singkat membuat Evan menengok ke Aira untuk melihat apakah Aira marah dengannya atau dengan Anggi.
"Kak Aira kok dari tadi diam saja sih" kata Anggi.
"Memang harus ngomong apa?" Tanya Aira. Evan menggenggam tangan Aira.
"Kamu marah sama abang?" Tanya Evan.
"Karena apa?" Tanya balik Aira.
"Abang juga ga tahu sayang" jawab Evan pura-pura tidak tahu.
💥 Kampus
Sampai di parkiran kampus, Aira keluar dari mobil sebelum Evan membukakan pintu mobilnya. Anggi pun juga sudah keluar dari mobil. Evan tidak segera pergi, hanya memandang kekasihnya yang berjalan menjauhinya.
"Apa Aira marah karena tadi aku ga menjawab pertanyaannya dan langsung aku tinggal mandi atau karena dia cemburu?" Gumam Evan di dalam mobilnya.
"Hah cemburu..?!" Evan kaget sendiri.
"Bagus dong kalau dia cemburu, artinya Aira sudah mulai ada perasaan ke aku" Evan bicara sendiri setelah itu dia tersenyum.
"Yah semoga saja benar dia cemburu dan sudah mulai mau membuka hatinya untukku" kata Evan.
"Aira...Aira... entah kenapa aku justru jatuh cinta sama kamu yang usianya dibawahku jauh." Kata Evan tertawa sendiri. Evan dan Aira terpaut usianya sekitar 7 tahun. Umur Aira saat ini 20 th sedangkan Evan 27 th.
Aira masuk ke kelas bertemu dengan Vina dan Rio yang ternyata sudah datang lebih dulu.
"Hai Ra, loe kenapa kelihatannya lagi kesel gitu?" Tanya Rio.
"Ga kenapa-napa"jawab Aira.
"Vin loe tadi diantar bang Haikal ga?" Tanya Aira.
"Iya kenapa Ra" jawab Vina
"Kok Aira ga nemu mobil abang di parkiran" kata Aira.
"Loe kangen ya sama bang Haikal?" Tanya Vina.
"Iya, aku ketemu hari minggu tapi cuma sebentar aja sih" kata Aira.
__ADS_1
"Nanti deh aku ajak bang Haikal ke apartemen kalau ga sibuk" kata Vina.
"Ga usah Vin, gue juga paling besok udah pulang kok. Kata papa cuma sampai malam ini saja dan ternyata juga ga ada orang yang nyari gue ke rumah. Jadi aman kalau gue ada di rumah." Kata Aira.