Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 54. Sayang aku merindukanmu


__ADS_3

Evan melihat kedekatan dan sorot mata Farel ke Aira ada rasa tidak suka dan cemburu. Rani pun melihat sikap Evan yang begitu dekat dengan Aira bingung, apakah Aira itu kekasih Evan atau adiknya Evan. Karena Rani tahu jika Evan mempunyai seirang adik perempuan tapi belum pernah mereka bertemu.


"Maaf bang, Aira ke toilet dulu ya" kata Aira setelah Farel pulang lebih dulu.


"Tunggu, biar abang antar kamu sekalian kita bayar dulu" kata Evan.


"Ga usah bang, aku bisa kesana sendiri kok" jawab Aira datar.


Rani memandang Aira dari atas sampai bawah.


"Siapa gadis ini, bukannya Evandro belum punya kekasih lagi sejak kami putus dulu" batin Rani.


"Dan aku yakin kalau Evan masih mencintaiku, buktinya dia tidak pernah mau lagi dekat dengan cewek lain sejak kuputuskan" batin Rani bangga.


Evan langsung berdiri dan menggenggam tangan Aira kemudian Evan mendekati kasir untuk membayar makanannya baru dia akan mengantar Aira ke toilet.


"Aira bisa sendiri bang, abang tunggu aja disini" kata Aira pelan, tapi Evan tidak menjawab dan masih menggenggam tanga Aira dengan tangan kirinya. Karena tangan kanan Evan dipakai untuk membayar ke kasir.


Kemudian Evan merangkul Aira untuk jalan menuju toilet.


"Sudah sana, abang tungguin disini" kata Evan yang menunggu di depan toilet perempuan.


Rani menyusul Evan ke toilet dan melihat Evan menunggu Aira di depan toilet perempuan langsung menghampirinya.


"Sayang, aku merindukanmu" kata Rani langsung memeluk Evan dan mencium pipinya. Evan kaget dan langsung mendorong Rani agar menjauh.


"Rani maaf jangan sampai membuat saya kasar sama kamu ya dan sekali lagi ku peringatkan bahwa kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi" kata Evan tegas dengan penuh emosi karena sikap Rani. Aira melihat semua yang dilakukan Rani ke Evan saat Aira keluar dari toilet kebetulan Rani sedang memeluk Evan.


Ada rasa sakit di hati Aira melihat Rani mencium pipi Evan.


"Kenapa hati gue sakit ya melihat adegan tadi. Apakah sebenarnya bang Evan masih menyukainya" batin Aira


Aira jalan melewati Evan dan Rani. Evan melihat Aira jalan dengan mengacuhkannya langsung ditarik pergelangan tangan Aira. Namun Aira bisa melepaskannya dan berjalan menuju ke mobil tanpa menghiraukan Evan.

__ADS_1


Evan melihat sikap Aira yang acuh ke Evan langsung jalan cepat untuk mengejar Aira ke mobil. Aira membuka pintu mobil sendiri dan segera masuk di dalam mobil, kemudian memasang seatbelt.


Evan langsung masuk dan duduk di bagian kemudi di dalam mobilnya.


"Sayang maaf ya, aku dan Rani sudah tidak ada hubungan apapun sejak beberapa tahun lalu." Kata Evan menatap Aira bermaksud menjelaskan ke Aira.


"Ayo bang katanya mau langsung pulang" ajak Aira tanpa memperdulikan penjelasan Evan.


"Sayang dengarkan abang dong, Aira percaya kan sama abang" kata Evan memelas.


"Iya bang, Aira sudah capek bang pengin pulang" jawab Aira dingin.


Akhirnya Evan mengalah dan melajukan mobilnya untuk mengantar Aira, tetapi Evan mengajaknya ke sebuah tempat di pinggir danau.


"Kita turun dulu sebentar yuk" ajak Evan lembut. Aira menatap Evan setelah melihat sekelilingnya.


"Untuk apa kita ke sini bang?" Tanya Aira datar.


"Ada yang abang mau ceritakan ke kamu" jawab Evan.


"Sayang dulu antara abang dan Rani memang pernah pacaran, tapi setelah abang tahu Rani pindah ke luar negri untuk melanjutkan kuliahnya dan dia juga selingkuh yang akhirnya kami putus. Sekarang abang ga ada hubungan apapun dengan dia" kata Evan panjang kali lebar.


"Jika sekarang dia meminta abang untuk kembali bagaimana?" Tanya Aira dingin menatap Evan.


"Tidak, abang sudah ada seorang gadis abang cintai dan tidak akan tergantikan oleh siapapun" jawab Evan tegas menatap Aira penuh cinta dan kawatir jika Aira tidak mempercayainya.


"Kita pulang saja bang, Aira  sudah capek dan mengantuk" ajak Aira mengalihkan pembicaraan.


"Apakah itu artinya Aira sudah ga marah lagi sama abang?" Tanya Evan mencoba berdamai.


"Aira ga marah sama abang kok" jawab Aira masih dingin.


"Kalau ga marah kenapa Aira berubah dingin sama abang" kata Evan.

__ADS_1


"Maaf bang, Aira sedang ga ingin membahas masalah ini lagi. Semua terserah abang aja. Aira sudah capek dan ga tahu lagi harus ngapain. Apakah Aira harus percaya atau tidak dengan abang" kata Aira malas.


"Apakah Aira tahu siapa gadis yang abang cintai hingga membuat abang ga mau kehilangan dia sampai kapanpun" tanya Evan. Aira menggelengkan kepalanya.


"Apakah kamu cemburu sayang?" Tanya Evan menahan senyum.


Evan menggenggam kedua jemari tangan Aira dan menciumnya dengan penuh cinta.


"Aira, abang sangat mencintaimu walaupun abang tahu kamu mungkin belum membuka hatimu untuk abang, tapi dengan sikapmu ini abang dapat menyimpulkan bahwa Aira mulai mencintai abang walau masih sekian persen." Kata Evan serius sambil menatap Aira dengan lembut.


"Maaf bang, Aira ga tahu harus bicara apa. Tapi sebaiknya bawa Aira pulang aja" kata Aira bingung dengan perasaannya sendiri.


Aira bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta, tapi dengan semua sikap Evan padanya selama ini memang Aira merasa nyaman, namun dia sendiri tidak mengerti apakah dirinya sudah mulai jatuh cinta dengan Evan atau belum.


"Maafkan Aira bang yang tidak mengerti harus bagaimana dengan apa yang terjadi di hati Aira saat ini" batin Aira.


"Ya sudah kita pulang sekarang ya, tapi janji Aira jangan marah dan diamin abang ya" kata Evan. Dan Aira hanya mengangguk.


Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ke ponsel Aira saat Aira di dalam mobil dengan suasana yang sedang hening.


Aira mengambil ponselnya untuk melihat pesan masuk. Evan melirik Aira yang sedang membaca pesan masuk.


"Siapa sayang, apa itu bang Haikal?" Tanya Evan.


"Bukan bang" jawab Aira singkat.


"Terus siapa?" Tanya Evan lagi hati-hati


"Dari kak Farel yang tadi ketemu di sate" jawab Aira sambil jarinya mengetik balasan pesan dari Farel.


"Ngapain dia mengirim pesan ke kamu, bukannya yang sahabatmu itu adiknya?" Tanya Evan dengan nada mulai naik karena cemburu.


"Iya yang sahabat Aira memang adiknya kak Farel, dulu Aira juga deket sih sama kak Farel karena kita sering pulang sekolah bareng. Aira sering diantar kak Farel dan Fani" jawab Aira.

__ADS_1


"Apakah kamu menyukainya?" Tanya Evan mulai ingin tahu.


"Aira sama kak Farel tidak ada hubungan apa-apa" jawab Aira santai.


__ADS_2