Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 111. Abang ijinkan


__ADS_3

💥 Kantor


Evan membukakan pintu mobil buat Aira, beberapa karyawan yang datang bersamaan melihat pada pasangan ini. Ada beberapa dari karyawan Evandro yang membicarakan kecantikan Aira.


"Itu istrinya bos ya, cantik sekali dan masih muda pula" kata salah satu karyawan Evan.


"Iya cantik berbeda sekali penampilannya dengan yang sebelumnya dulu sering kesini" kata yang lainnya.


"Bukannya banyak ya yang sering kesini dulu, tapi kalau gue sih milih yang ini dibanding yang lainnya" kata salah satu karyawan Evandro yang juga di dengar oleh bos mereka. Namun Aira hanya diam saja mendengar bisik-bisik dari karyawan sang suami walaupun dirinya dibandingkan dengan mantan suaminya. Evan pun juga hanya diam seolah tidak mendengarkan pembicaraan karyawannya itu.


Sampai di ruangan Evandro, Aira duduk di sofa. Kemudian Aira mengeluarkan tabletnya dari dalam tas untuk mengecek melalui email apakah masih ada tugas kuliah yang belum terselesaikan.


"Sayang itu meja kamu masih ada disitu dan laptopmu juga masih ada jika kamu mau mengerjakan sesuatu melalui laptop duduk saja disitu sayang. Biar nanti badanmu tidak pegal" kata Evan melihat sang istri sibuk dengan tabletnya.


"Memang meja ini bukan mau abang pake untuk sekertaris abang atau asisten abang?" Tanya Aira.


"Tidak sayang, abangmu tidak suka satu ruangan dengan mereka, abang maunya satu ruangan hanya dengan istri abang" jawab Evandro.


"Idih gombal banget" jawab Aira.


"Loh beneran yank, abang ga pernah mau dari dulu satu ruangan dengan Suryo atau pun Lely. Walaupun Lely itu masih sepupu abang" kata Evan.


"Loh kak Lely masih sepupu abang? Kok abang ga pernah cerita sih" kata Aira.


"Gimana abang mau cerita kalau kamu juga tidak pernah nanya" kata Evan.


"Buktinya sekarang Aira ga nanya abang cerita" kata Aira ga mau kalah. Evan terkekeh melihat istrinya tak mau kalah.


"Kalau abang ga mau rapat sekarang ini, kamu udah abang ajak masuk ke kamar deh yank" kata Evandro gemas membuat Aira melotot.


"Ya sudah sekarang abang rapat sana, biar Aira tunggu disini" kata Aira.


"Iya abang rapatnya sebentar lagi yank, kamu mau minum apa biar dibuatin Lely" tanya Evandro.


"Aira teh hangat aja deh bang" jawab Aira. Kemudian Evandro meminta Lely untuk membuatkan kopi dengan gula sedikit dan teh manis hangat.


"Abang nanti rapatnya lama ga sih?" Tanya Aira.


"Tidak lama, abang hanya rapat dengan orang-orang kantor cabang aja" kata Evandro.


Tok tok tok


"Masuk" kata Evandro.


"Ini kopi dan teh hangatnya tuan" kata Lely.

__ADS_1


"Terima kasih kak Lely" jawab Aira.


"Sama-sama kak Aira" kata Lely.


"Selamat ya kak kata tante Diana kakak sudah positif hamil ya, Lely ikut senang deh dengarnya" kata Lely.


"Terima kasih kak tapi masih harus dipastikan dengan usg nanti" kata Aira.


"O nanti mau ke dokter ya kak?" Tanya Lely.


"Iya nanti setelah meeting kami mau ke dokter, kamu tolong temani Aira selama abang meeting ya Lel" kata Evandro sambil menyeruput kopinya.


"Siap abangku, tuanku" kata Lely.


"Lely tinggal dulu sebentar ya kak Aira buat siapin berkas si bos" kata Lely pamit.


"Silahkan kak" jawab Aira tersenyum.


"Bang hari sabtu kan di kampus Aira ada acara tuh, Aira boleh kan datang soalnya Aira harus menggantikan Tania jadi mc selama dia belum datang dari luar kota" kata Aira meminta ijin.


"Abang ijinkan asal tidak membuatmu lelah, karena kamu harus ingat sekarang di dalam situ sudah ada anak kita sayang" kata Evan sambil menunjuk perut istrinya.


"Iya bang, terima kasih" kata Aira sambil mencium pipi kiri suaminya.


"Sebelahnya belum yank, nanti ga seimbang dong" kata Evan menunjuk pipi kanannya yang belum dicium istrinya. Aira mencium pipi yang ditunjuk sang suami.


"Tidak dong, kan sudah pipi kanan dan kiri, jadi sudah seimbang bang" kata Aira.


"Tapi disini belum yank dari tadi pagi loh" kata Evan sambil menunjuk bibirnya agar Aira mencium bibir sang suami.


"Kalau itu nanti malam saja ya bang, karena tempatnya bukan disini" kata Aira sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Sama saja yank, disini juga ga akan ada orang" kata Evandro memelas.


Tok tok tok


"Masuk" kata Evan.


"Maaf tuan, 5 menit lagi meeting" kata Suryo.


Evan membuang nafasnya berat, baru mau minta cium sang istri tapi sudah terganggu dengan kehadirannya sang asisten.


"Bang sudah waktunya meeting sana, biar Aira tungguin abang disini" kata Aira.


"Ini gara-gara Suryo jadi batal deh" gumam Evan.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya menunggu di luar saja" kata Suryo.


"Tidak perlu kak Suryo menunggu di luar, biar abang segera berangkat meeting" kata Aira.


"Okey abang meeting dulu ya sayang" kata Evandro menatap Aira kemudian mengecup bibir sang istri dengan cepat dan tiba-tiba.


"Abang" teriak Aira melotot kaget dengan sikap suaminya.


"Kita dilanjut nanti malam yank" kata Evan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ternyata bisa juga bos genit ke gadis cantik" gumam Suryo.


"Dia istri gue Sur, jangan coba-coba menatapnya" kata Evan tegas.


"Maaf tuan" kata Suryo.


Sepeninggal Evandro dari ruangannya, Aira kembali duduk di meja yang sudah disiapkan Evan khusus untuk sang istri. Aira melihat emailnya yang ternyata tugas kuliahnya sudah diselesaikan semua.


Aira sedang memainkan ponselnya dengan saling berkirim pesan ke sahabatnya Vina. Aira mengatakan bahwa dirinya tidak masuk kuliah karena mau ke dokter kandungan.


Derrt...derrt...


Ponsel Aira tiba-tiba bergetar saat sedang di pake chatingan sengan Vina.


"Sebentar Vin, gue terima telp dari kak Reza dulu ya" kata Aira melalui pesan singkatnya.


Kemudian Aira menerima panggilan dari Reza dan mereka sedang asyik mengobrol hal-hal ringan dengan Reza tiba-tiba ada seorang wanita masuk ke dalam ruangan Evan.


"Maaf nona, tuan sedang meeting" kata Lely mengejar perempuan itu yang sedang membuka pintu ruangan Evan.


"Kamu tahu siapa saya kan, saya akan menunggu kekaaih saya di dalam" kata Rani mantan Evandro.


Aira kaget dengan kedatangan perempuan yang tidak dikenalnya.


"Maaf anda siapa dan mencari siapa?" Tanya Aira ke Rani tanpa menutup sambungan telpnya dengan Reza.


"Kamu siapa berada druangan kekasih saya?" Tanya Rani angkuh.


"Maaf nyonya, saya sudah berusaha menahan untuk tidak masuk" kata Lely kawatir Aira marah.


"Kekasih..." kata Aira heran sambil mengkerutkan keningnya.


"Iya Evandro Brahmana adalah kekasih saya, apakah anda tidak mengenal siapa saya?" Tanya Rani jutek.


"Maaf setahu saya bang Evan tidak punya kekasih hanya punya seorang istri" jawab Aira tanpa membuka katunya sendiri.

__ADS_1


"Saya calon istrinya" kata Rani percaya diri.


Lely bingung bagaimana menghadapi kedua perempuan yang berada di dalam ruangan bosnya.


__ADS_2