Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 132. Tidak abang ijinkan


__ADS_3

"Kenalin ini Haikal sahabat Reza dan juga abangnya Aira, kalau ini bang Evan suaminya Aira" kata Reza ke mamnya.


"Loh kamu udah kenal sayang dengan Aira? Dan ini suaminya, maaf ya nak kirain tante kemarin itu kamu kakaknya Aira" kata tante Rina dengan menerima uluran tangan dari Haikal, Aira dan Evandro.


"Iya saya suami Aira nyonya dan tidak mengapa karena banyak orang mengira kami kakak beradik" jawab Evan.


"Jangan panggil nyonya, tante saja biar kta bisa akrab dan tidak seperti urusan kantor" kata Tante Rina dengan senyum ramahnya.


"Nama bang Evan itu Evandro Brahmana ma" kata Reza.


"Oh Evandro Brahmana, maaf tante ga pernah ketemu langsung. Tapi namanya ga asing ditelinga tante" kata tante Rina


"Tidak mengapa tante" jawab Evan dengan tersenyum.


"Aira cantik, suaminya tampan" kata Rina sambil  menengok ke belakang mencari anak gadisnya.


"Naila sayang, kenalin ini ada Aira yang tadi mama ceritain" kata mama Rina.


"Abang tumben amat datang ke butik?" Tanya Naila melihat Reza berada di butik sang mama.


"Ya karena tadi sekalian nganterin Aira kesini dan bentar lagi abang juga mau pulang sama Haikal." Jawab Reza.


"Ini kenalin anak saya adeknya Reza" kata tante Rina ke Aira.


"Aira"


"Aira Saputra ya?" Tanya Naila.


"Iya, eh Naila maaf gue lupa-lupa ingat" kata Aira kemudian mereka saling memeluk.


"Kenalin ini suami gue dan ini abang gue Nai" kata Aira.


"Kalian sudah saling kenal ternyata" kata Rina.


"Iya ma, Aira ini sahabat Naila waktu smp. Terus smanya kami pisah kalau ga salah sma Aira sama deh dengan bang Reza" kata Naila.


"Iya kami satu almamater sma" jawab Reza.


"Kamu makin cantik aja deh Ra, pantesan tadi pagi mama cerita punya model baru anaknya cantik ternyata loe. Katanya mama suka deh sama anaknya" kata Naila menirukan kata-kata mama Rina. Aira hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya ini.


"Kalau Aira belum ada yang punya, tante mau punya mantu Aira" kata Rina sambil melirik Reza.


"Mama... apaan sih" kata Reza. Aira hanya diam


"Ya sudah yuk Kal kita pulang sekarang" ajak Reza.


"Loh kalian sudah mau pulang?" Tanya mama Rina.


"Iya karena tadi kami bertiga dari Bogor ma nganterin Aira beli asinan" kata Reza.


"Aira sedang ngidam tante, cuma tadi saya sibuk ga sempat bisa nganterin ke Bogor dan maunya Aira hari ini" jawab Evan.

__ADS_1


"Tidak kelihatan ya kalau lagi hamil, selamat ya nak. Sudah berapa bulan sayang?" Tanya Rani sambil mengelus perut datarnya Aira.


"Terima kasih tante, baru 3 minggu tan" jawab Aira.


"Iya kalau orang lagi ngidam memang tidak bisa ditunda sih, takut nanti babynya ileran kata orang jaman dulu" kata Rina Hartadi.


Kemudian mereka diajak tante Rina naik ke lantai tiga untuk latihan jalan di catwalk yang sudah ada pelatihnya.


"Hai mas bro" sapa Edo sang pembimbing para model HR butik pada Evan.


"Udah ga usah genit,  segera mulai aja. Nih ada murid baru tapi sedang hamil muda loh" kata Rina Hartadi.


"Siap bu bos, sini sayang duh gue jadi dag dig dug kalau ada pangeran ganteng begini." kata  Edo dengan gaya ngondenya.


Kemudian mereka para model di latih oleh Edo dan Aira langsung diikutsertakan. Aira sangat cepat beradaptasi dan cepat dapat mengikuti gaya para model dari cara berdiri hingga jalan di catwalk.


Evan melihat istrinya belajar jadi model, tatapan Evan sejak tadi hanya ke istrinya tanpa berkedip.


"Mas ganteng kok sejak tadi yang dilihat hanya Aira sih, lihat eike dooong" protes Edo dengan ngondenya.


"Ya namanya memandang istri sendiri, wajar saja dong Do. Makanya loe cepetan cari istri sana" kata Naila.


"Aduh Nai, eike carinya misua eh suami kaliiii" kata Edo sambil melirik Evan.


Aira tertawa melihat gaya ngonde Edo.


"Tapi jangan juga ngelirik suami Aira dong kak" protes Aira kemudian melihat ke suaminya.


Evan sibuk dengan ponselnya walaupun mendengar apa yang jadi bahan obrolan Edo dan para modelnya.


💥 Apartemen


Aira keluar dari mobil dengan dipeluk suaminya. Ya Evan memeluk sang istri dengan menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya membawa bungkusan asinan untuk disimpan di dalam kulkas.


"Abang jadi mau makan asinan dulu?" Tanya Aira.


"Jadi dong yank, kan sudah dibeliin jauh-jauh" jawab Evan.


"Ya sudah kalau begitu abang mandi dulu saja, biar Aira siapin asinannya" kata Aira.


"Itu asinannya disimpan dulu saja semua di dalam kulkas yank, terus kita tinggal mandi. Jadi setelah mandi kita makan asinan rasanya lebih segar"  Evan.


"Abang modus" kata Aira, Evan terkekeh.


"Aira maunya mandi saja ya bang, karena udah lelah belum istirahat" kata Aira.


"Iya sayang mandi aja, ga ngapa ngapain kok" kata Evan serius.


Setelah selesai mandi yang tanpa tambahan, pasangan ini menuju ke meja makan untuk menyantap asinannya.


"Ini asinan sayur abang dan ini asinan buahnya" kata Aira kemudian duduk disebelah suaminya.

__ADS_1


"Jadinya beli berapa bungkus tadi asinan buahnya yank?" Tanya Evan.


"Beli 5 bungkus" jawab Aira sambil terkekeh.


Evan tertawa kecil memandang istrinya yang begitu senang bisa makan sesuai keinginannya.


"Abang cicipin asinan buahnya boleh nggak sayang?" Tanya Evan.


"Boleh, sini Aira suapin" kata Aira kemudian menyuapi asinan buah sang suami.


"Hmm segar sayang, besok bisa abang bawa ke kantor tuh buat kamu makan di kantor" kata Evan.


"Iya apalagi kalau dingin pasti lebih enak bang" kata Aira.


"Iya tapi kalau sudah malam begini jangan makan terlalu dingin sayang apalagi kamu kondisi hamil. Setahu abang itu bumil tidak diperbolehkan banyak minum yang dingin-dingin dan terlalu manis karena dapat membuat bayi di dalam kandungan itu kegemukan" kata Evan.


Malamnya setelah mereka berada di dalam kamar, Aira menceritakan tentang keinginannya membuka butik.


"Bang, Aira kalau buka butik boleh ga?" Tanya Aira.


"Kamu apa ga capek nanti sayang harus belanja bahan, ngurusin tukang jahit juga kuliahmu " kata Evan.


"Bahan nanti Aira bisa langsung ke pabrik kak Reza bang, rencana besok Aira kalau tidak lelah mau ke pabriknya kak Reza" kata Aira membuat Evan melotot kaget dengan ucapan istrinya.


"Kamu mau kerjasama dengan Reza, tidak abang ijinkan sayang" kata Evan tegas dan ketus.


"Aira hanya kerjasama aja bang, tidak ada hubungan apapun"kata Aira.


"Tidak, kamu ke Bogor sama dia saja abang sebenarnya juga ga ikhlas." Kata Evan.


"Mulai besok abng sendiri yang akan mengantar jemput kamu kuliah" kata Evan.


"Bang, Aira sudah janjian besok mau ke kantor kak Reza untuk melihat contoh bahan dan ke pabriknya kain langsung" kata Aira menjelaskan.


"Kamu ga perlu kerja, abang sudah bisa mencukupimu." Kata Evan dingin kemudian memejamkan matanya dengan badan terlentang dan sebelah tangannya keatas menutup ke dua matanya.


Aira melihat suaminya dingin, diam saja kemudian keluar dari kamar untuk mengambil air putih.


"Ceklek"


Aira menutup pintu kamarnya, Evan membuka matanya dan melirik ke arah pintu kemudian menengok ke sebelah kasurnya.


"Apa Aira marah dan ga mau tidur disini?" Tanya Evan bicara sendiri, kemudian Evan membuang nafasnya kasar.


"Bagaimana aku mengijinkamu sayang, jika yang kamu ajak kerjasama itu Reza. Dan diantara kalian masih ada sisa cinta masa lalu kalian." Gumam Evan pusing memikirkan keinginan sang istri dengan menatap langit-langit kamarnya.


***


Apakah Aira dan Reza masih saling mengharapakan satu dengan yang lainnya?


Apakah benar masih ada cinta di hati keduanya seperti pikiran Evandro?

__ADS_1


Bagaimana komentar kalian, apakah cinta Aira dan Reza akan terjalin lagi?


Apakah nama Lukas juga masih ada di hati Aira?


__ADS_2