
"Ternyata kantor bang Evan ga terlalu jauh juga ya dari kampus Aira" kata Aira.
"Iya memang, kalau Aira ada waktu boleh kok nanti kapan-kapan main ke kantor bang Evan. Tapi kasih kabar bang Evan dulu sebelum ke sini, biar ga kecewa sampai disini ternyata bang Evannya pergi masih ada urusan di luar, kan capek juga tenaga Aira." Kata Evandro.
"Iya kapan-kapan kalau Aira kalau mau ke sini pasti kasih kabar bang Evan dulu" jawab Aira.
"Tok tok tok" pintu ruangan Evan di ketuk Suryo.
"Masuk" kata Evandro.
"Selamat sore tuan. Maaf mengganggu, Tuan Roland sudah menunggu di ruang rapat tuan" kata Suryo.
"Okey, kita kesana sekarang" kata Evandro.
"Tolong bilang ke Lely untuk pesankan french fries sama ice coffee buat Aira" kata Evandro.
"Ga usah bang, Aira belum laper kok" kata Aira.
"Gapapa biar ga jenuh nanti nunggu bang Evan ketemu klien, Aira mau ice coffee kan?" Tanya Evandro.
"Ya sudah terserah bang Evan ajalah" jawab Aira. Evandro tersenyum kemudian meminta Suryo untuk Lely membelikan pesanannya buat Aira.
Evandro dan Suryo keluar dari ruangan untuk menemui kliennya yang sudah memajukan secara dadakan pertemuannya.
Dan Aira menunggu di ruang kerja Evandro sambil memainkan ponselnya.
"Tok tok tok"
Aira membukakan pintu ruangan kerja Evandro yang ternyata Lely sekertaris Evandro.
"Maaf nona, ini pesanannya" kata Lely.
"Terima kasih kak, tapi panggil saja Aira tidak perlu pake nona" kata Aira dengan senyumnya.
"Baik Aira, nama saya Lely sekertaris tuan Evandro" kata Lely memperkenalkan diri dengan ramah.
"Ada yang mau dipesan lagi?" Tanya Lely.
"Tidak kak Lely, terima kasih" kata Aira.
"Sama-sama Aira, kalau begitu Lely undur diri" kata Lely dengan senyumnya yang manis.
__ADS_1
"Silahkan kak, sekali lagi terima kasih" kata Aira kemudian menutup pintu ruangan Evandro kembali dan duduk di sofa seperti semula.
Evandro selesai pertemuannya dengan klien, langsung kembali lagi ke ruangannya. Suryo yang penasaran tentang siapa Aira dan apa hubungannya dengan Evandro, ragu mau bertanya. Karena selama ini tidak pernah ada perempuan yang diajak Evandro ke kantor kecuali memang mereka datang dengan sendirinya untuk menemuinya.
"Setelah ini kita tidak ada lagi pertemuan kan?" Tanya Evandro ke Suryo.
"Tidak tuan, ada lagi pertemuan besok siang setelah jam makan siang dan meeting rutin jam 10 pagi" jawab Suryo. Evandro menganggukkan kepala tanda okey.
"Kalau begitu saya akan pulang sore ini" kata Evandro sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Baik tuan, silahkan" kata Suryo.
Evandro sampai di ruangannya mendapati Aira tertidur di sofa dengan memegang ponselnya.
"Ya ampun kasihan kamu Aira, maaf ya bang Evan membuatmu menunggu lama. Kamu jadi ga bisa istirahat" gumam Evandro menatap Aira kasihan.
"Pasti nih anak kecapekan dan bosan karena hanya duduk aja disini" gumam Evandro.
"Tok tok tok"
"Ya masuk" kata Evandro
"Maaf tuan, untuk pertemuannya dengan klien siang besok diundur lusa pagi bagaimana?" Tanya Suryo sambil melirik Aira yang tertidur di sofa di sebelah Evandro duduk.
"Tidak tuan" jawab Suryo.
Aira mengerjapkan matanya karena mendengar percakapan Evandro dengan Suryo.
"Bang Evan, sudah selesai meetingnya ya. Maaf Aira ketiduran?" Tanya Aira yang sudah membuka matanya dan melihat Evandro duduk disebelahnya. Evandro melihat Aira terbangun langsung memelankan suaranya.
"Ga papa sayang, Aira tidur lagi aja kalau masih mengantuk atau nanti tidurnya dilanjut di mobil aja" kata Evandro sambil mengusap pucuk kepala Aira.
"Okey, berarti lusa bisa dong kita ketemuan dengan klien" jawab Evandro ke Suryo.
"Baik tuan, terima kasih" kata Suryo kemudian undur diri dari ruangan Evandro.
"Segitu dekatkah Evandro dengan gadis ini sampai memanggilnya dengan sayang, siapa dia?" Suryo bertanya dalam hati melihat Evandro mengusap pucuk kepala Aira segala.
"Abang udah mau pulang sekarang?" Tanya Aira yang sudah merubah posisi duduknya lebih tegak.
"Iya.. yuk kita pulang sekarang, abang antar Aira pulang. Bang Evan kawatir kalau Aira pulang kemalaman nanti keburu ditunggu om Raka. Atau biar abang telp om Raka saja dulu ya" kata Evandro meminta persetujuan Aira.
__ADS_1
"Terserah bang Evan aja, tapi tadi siang Aira sudah bilang papa sih kalau Aira pulang telat." Kata Aira.
Tapi Evandro tidak enak hati dengan Raka, biar bagaimana Aira adalah anak gadis kesayangannya. Dan sekarang pulangnya terlambat karena Evandro.
Kemudian Evandro menghubungi Raka dan meminta maaf kalau Aira pulang terlambat karena tadi diajak Evandro untuk ke kantornya dulu hingga kesorean. Dan Raka juga tidak mempermasalahkan bahkan sudah mengatakan bahwa tadi Aira juga sudah memberikan kabar kalau akan pulang terlambat dengan Evan.
Aira dan Evandro keluar dari ruangan Evandro menuju ke mobil Evan yang terparkir di halaman depan gedungnya.
Aira menyapa Lely pada saat melewati meja kerja Lely. Lely pun membalas sapaan Aira dengan ramah dan menundukkan kepalanya.
"Kita makan malam dulu sekalian ya Ra" Kata Evandro menawarkan Aira makan malam, karena jalanan macet sekali. Jadi waktu sudah petang mereka masih di pertengahan jalan.
"Aira ngikut bang Evan aja" kata Aira.
"Okey, apa Aira mau kalau kita ke ayam bakar?" Tanya Evandro.
"Boleh bang, Aira mah pemakan segala dan tidak ada pantangan sih hehehe" jawab Aira sambil tersenyum memandang ke Evandro.
Evandro ikut tersenyum dan mengusap pucuk kepala Aira.
💥 Restoran Ayam Bakar
Evandro memarkirkan mobilnya di parkiran dalam resto ayam bakar ini kemudian mengajak Aira untuk keluar mobil dan masuk ke restorannya.
Setelah mendudukan badannya, Evandro memesan menu ayam bakar 2 porsi dan tak lupa minumnya es jeruk 2 juga.
"Aira capek ya ikut bang Evan ke kantor seharian?" Tanya Evan disela-sela menunggu pesanannya datang.
"Aira sih bukan capek bang hanya karena semalam tidurnya kemalaman, jadi tadi Aira ngantuk banget saat menunggu bang Evan meeting" jawab Aira.
"Memangnya ngapain sampai bisa kurang tidur, mikirin pacar yang kemarin menggandeng Aira ya" goda Evandro sambil menikmati makan malamnya setelah menu yang mereka pesan dihidangkan.
"Ih bang Evan kenapa sih hobby banget godain Aira terus" protes manja Aira. Evandro tertawa mendengar protesan dari Aira.
"Habis kamu itu lucu Ra, jadi bang Evan seneng deh kalau godain Aira. Bikin bang Evan bisa jadi lupa dengan capeknya kerjaan. Kamu sering-sering main ke kantor bang Evan kalau pulang kuliah ya" kata Evandro.
"Ah ga enak dong bang, lagian ngapain coba Aira main ke kantor abang kalau akhirnya Aira hanya tidur seperti tadi." Kata Aira.
"Gapapa kan sudah kenal juga sama Lely dan Suryo" kata Evandro.
"Ya nanti-nanti aja kalau Anggi sudah mulai kuliah juga, jadi Aira ada teman ke sana" kata Aira.
__ADS_1
"Ya nanti kalau ga ada Anggi, kamu kabarin abang biar dijemput Suryo atau sopir kantor" kata Evandro.
"Terima kasih bang, tapi mungkin Aira nanti aja kalau sama Anggi" kata Aira dan Evandro hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.