
"Ya sudah tidurlah, nanti abang bangunkan saat sudah sampai disana" kata Evando kemudian membawa kepala Aira ke pahanya agar menggunakan paha Evandro sebagai bantalannya.
Aira berusaha untuk tidur walaupun susah, tapi Aira tetap memejamkan matanya. Dan akhirnya Aira dapat tertidur karena dipaksakan sendiri harus tidur.
"Sayang bangun yuk, kita sudah sampai di lokasi" kata Evandro lembut.
Aira mengerjabkan matanya kemudian duduk dan melihat sekelilingnya.
"Kita turun yuk yank" ajak Evandro.
AIR TERJUN GITGIT
Evan mengajak Aira masuk ke lokasi air terjun Gitgit yang ada di kabupaten bulengleng.
Aira berusaha melupakan masalahnya dengan Evan. Melihat air terjun Gitgit, Aira melepas sepatunya dan bermain di air terjun itu walaupun hanya kakinya yang masuk. Tanpa Aira harus berada di bawah air terjun tersebut.
Karena Aira tidak membawa pakaian ganti, jadi Aira hanya memasukkan kakinya ke air dipinggir air terjun Gitgit itu.
Evan mengabadikan momen dimana istrinya sedang bermain air seorang diri. Aira berselfie dengan latar belakangnya air terjun Gitgit nan cantik dengan sekelilingnya masih asri pohon dan dedaunan hijau yang tertata apik. Alam nan indah yang hijau.
"Sayang coba deh mendekat ke air terjunnya biar abang foto dari sini" kata Evandro.
"Aira nggak bawa pakaian ganti bang" jawab Aira.
"Nanti kita beli kalau basah yank" kata Evandro.
Kemudian Evandro meminta tolong orang lain untuk mengabadikan kebersamaannya bersama sang istri.
Aira kaget saat tiba-tiba Evan mencium bibir Aira di dekat air terjun itu, kemudian menggendongnya pun tak luput dari jepretan orang yang dimintai bantuan Evan untuk memgabadikan momentnya.
Setelah hari berganti sore, Evan mengajak Aira untuk pulang ke hotelnya dan akan berencana ke pantai melihat sunset seperti janjinya dengan sang istri.
💥 Villa Regina
Lukas dan Lusy sampai di villa sore hari setelah puas jalan-jalan dan belanja.
__ADS_1
"Kak nanti jadi kan kita jalan ke pantai?" Tanya Lusy.
"Iya jadi nanti kita lihat sunset, sekarang istirahatlah" jawab Lukas santai.
"Kak kita beli jus mangga yuk" ajak Lusy.
"Kamu nggak capek, biar dibuatin bibinya yang jaga villa ini aja ya, nanti kakak bilang. Kamu istirahat dulu buat nanti kita masih mau jalan lagi." Kata Lukas kawatir Lusy kecapekan.
"Iya deh, aku nunggu disini aja" kata Lusy. Kemudian Lukas meminta bibi untuk membelikan jus buat Lusy.
Lukas duduk di taman villa melihat keindahan bunga yang sedang mekar dengan ditemani istrinya sambil menikmati jus mangganya.
"Bunga-bunganya cantik ya kak" kata Lusy.
"Iya yang suka bunga biasanya kan perempuan" kata Lukas.
"Kak, bolehkah suatu saat Lusy menjalin pertemanan dengan Aira?" Tanya Lusy tiba-tiba.
"Kenapa kamu tiba-tiba ingin dekat dengan Aira, apakah kamu punya maksud terselubung?" Tanya Lukas menatap istrinya.
"Tidak, aku hanya ingin dekat aja dengan Aira.. Dulu memang aku cemburu saat kak Lukas masih pacaran dengannya." Kata Lusy.
"Apakah hatimu nggak sakit memuji orang yang dulu membuatmu cemburu?" Tanya Lukas.
"Tidak, aku tulus dan aku juga percaya Aira mengikhlaskan kakak untukku" kata Lusy.
Lukas membuang nafasnya berat, ada rasa lega di hati Lukas mendengar istrinya mau berteman baik dengan Aira. Walaupun belum tentu Aira mau dekat dengan Lusy karena luka yang pernah dia terima dengan caciannya Lusy dulu.
"Aira benarkah kamu mengikhlaskanku untuk Lusy, jika benar mungkin aku juga harus belajar mengikhlaskanmu untuk Evandro" batin Lukas.
"Kak, kenqpa kakak melamun. Kakak ga mau mandi dulu?" Tanya Lusy yang sedari tadi melihat suaminya menatap jauh ke taman tapi pandangannya kosong memikirkan yang lain.
"Mandilah dulu baru nanti gantian kakak yang mandi" kata Lukas memandang istrinya yang masih membawa gelas jus di tangannya.
💥 Hotel
Disebuah kamar hotel di kawasan kota Bali ada sepasang pengantin baru yang sedang diuji kebeaaran cintanya juga kepercayaan hatinya pada pasangannya.
__ADS_1
Aira duduk menghadap ke jendela luar melihat pemandangan di luar hotel. Pikirannya menerawang jauh entah kemana. Ada rasa sedih jika mengingat foto mesranya sang suami dengan mantan dan ada rasa bahagia mengingat kesabaran dan kedewasaan sang suami menghadapinya.
"Bagaimana jika perempuan itu masih mencintai bang Evan dan apakah bang Evan akan juga menerima cintanya dibelakangku?" Tanya batin Aira.
"Tapi melihat kesungguhan bang Evan saat dia menyatakan cintanya padaku tidak mungkin bang Evan bermain dibelakangku" Aira memikirkan yang membuat dirinya sendiri menjadi takut menghadapi kenyataan.
"Apakah aku siap jika bang Evan selingkuh? Kenapa aku jadi takut abang berbuat hal yang tidak-tidak" batin Aira berperang sendiri.
"Sayang, kita mandi yuk" ajak Evan memeluk istrinya dari belakang yang tahu jika Aira masih memikirkan hubungan Evan dengan Rani.
"Abang duluan aja, Aira nanti dulu" jawab Aira malas.
"Sayang sudah ya ga usah dipikirkan lagi." Kata Evan.
"Rani itu masa lalu abang, sudah beberapa tahun lalu abang putus dengan Rani. Mama juga tidak merestui hubungan abang dengannya. Dan abang sudah tidak ada perasaan apapun dengannya." cerita Evandro.
"Memang sebelum kita menikah dia sempat kembali ke sini dan meminta abang untuk kembali padanya." Kata Evandro sengaja menjeda kalimat berikutnya karena ingin melihat reaksi Aira.
Aira membalikkan badannya dan menatap Evan dalam.
"Tapi abang tidak akan pernah mau untuk kembali padanya, karena abang sudah menemukan gadis kecil abang yang selama bertahun-tahun abang tunggu." kata Evandro menatap Aira.
"Lalu kenapa dia mengatakan bahwa saat ini sedang dekat dengan seorang pemuda dengan inisial ES?" Tanya Aira menatap Evan meminta penjelasannya.
"Abang juga tidak tahu sayang, yang jelas abang tak pernah menanggapinya untuk kembali padanya." Jawab Evandro.
"Lalu kenapa dia mengirimkan foto-foto mesra kalian?" Tanya Aira yang masih menatap tajam ke Evan.
"Sayang kamu cemburu dengan Rani?" Tanya Evan melihat ada kemarahan di mata Aira.
"Aira sekarang istri abang, mungkin kalau Aira bukan istri bang, tidak akan pernah Aira tanyakan seperti ini bang" jawab Aira.
Evan tersenyum menatap Aira, kemudian mencium bibir Aira lama yang sudah menjadi candu buat Evan.
"Kenapa abang tersenyum?" Tanya Aira setelah melepas ciumannya.
"Karena abang senang kamu cemburu, artinya istri abang sudah mencintai abang" jawab Evandro.
__ADS_1
"Abang janji akan segera menyelesaikan semua masalah ini. Percayalah sayang tidak akan pernah ada wanita lain di hati abang sampai kapanpun" jawab Evandro.
"Abang nggak akan bohong kan?" Tanya Aira menatap suaminya untuk menyakinkan dirinya.