Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 14.


__ADS_3

Selesai akad nikahnya Haris dengan sang istri Aini, Anggi dan Aira mengobrol di sebuah kamar hotel yang telah disewa untuk istirahat keluarga Darwis. Anggi asyik menghabiskan waktu untuk bercerita dengan Aira.


"Ceklek" pintu kamar dibuka


"Mama dimana dik?" Tanya Evandro ke adiknya.


"Mama di luar bang" jawab Anggi. Bukannya Evandro langsung ke luar tetapi dia jadi duduk di sofa ikut ngobrol dengan kedua remaja putri ini.


"Aira mana kok ga dikenalin sama bang Evan?" Tanya Evandro menggoda Aira dengan menahan senyum.


"Hah... siapa bang yang mau dikenalin sama bang Evan?" Tanya balik Aira yang bingung maksud pertanyaan Evan.


"Pacar Aira" jawab Evandro santai.


"Idih bang Evan... yang ada Aira yang mestinya dikenalin sama pacar bang Evan" kata Aira sambil tersenyum.


"Loh kalau abang kan memang ga punya, kalau Aira kan setiap hari di antar jemput" canda Evandro.


"Bang Evan jangan percaya sama bang Haikal deh, Aira itu berangkat selalu bareng sama bang Haris" kata Aira cemberut. Evan terkekeh melihat Aira cemberut karena godaannya. Kebetulan Aira memang baru beberapa hari lalu jadian dengan Lukas.


Malam ini acara resepsi pernikahan Haris digelar dengan lancar dan sukses. Banyak tamu yang hadir di acara pernikahan Haris dengan Anggraini baik rekan bisnis Raka, Haris maupun dari keluarga besar Raka dan juga dari keluarga besar almarhumah Dini (istri Raka).


💥 Mall


Keesokan harinya Aira bersama Haikal jalan di sebuah mall.


"Bang Haikal besok udah mau langsung kembali ke Surabaya?" Tanya Aira setelah duduk di sebuah resto di dalam mall.


"Iya, kenapa mau ikut abang?" Jawab Haikal.


"Nggak, sepi aja di rumah biasa masih ada bang Haris kan tiap pagi berangkat bareng, besok Aira jadi ikut papa deh" kata Aira.


"Bukannya kata bang Haris kapan itu, kamu mau di jemput sama Lukas?" Tanya Haikal sambil memandang sang adik kesayangan.


"Itu kebetulan aja bang kita bisa barengan" jawab Aira.


"Kebetulan atau kebetulan?" Tanya Haikal bercanda.


"Itu Aira mau karena kak Lukas memaksa mau jemput Aira" kata Aira.


Kakak beradik itu asyik ngobrol berdua tanpa memandang sekeliling yang ada di dalam situ, dimana ada dua orang yang sejak tadi mengetahui kehadirannya akan tetapi sengaja belum menyapanya.

__ADS_1


"Ehem" deheman dari samping meja kedua abang dan adik ini.


Aira menengok ke arah suara yang berdehem langsung membulat matanya melihat Evandro dan Anggi tersenyum.


"Bang Evan, Anggi..." sapa Aira.


Haikal ikut menengok setelah mendengar Aira menyapa seseorang.


"Loh ada bang Evan dan Anggi" kata Haikal kemudian berpindah duduk di meja Evandro.


"Udah duduk sini aja kalian" ajak Evandro.


"Bang Evan udah dari tadi?" Tanya Haikal.


"Baru aja sebelum kalian datang" jawab Evandro. Mereka mengobrol panjang lebar di resto dalam mall itu hingga lama.


Kemudian mereka jalan berempat. Saat Aira dan Anggi sedang bermain basket di permainan yang ada di mall tersebut, tiba-tiba ada yang merebut bolanya. Aira langsung merebutnya kembali tanpa melihat siapa yang mengambilnya.


"Ih ngapain sih nih orang ngangguin aja" teriak Aira yang di dengar oleh Evandro yang berdiri agak jauh dari Aira.


"Kan mau ikut main" jawab siperebut bola itu.


"Kak Lukas" kata Aira kaget. Sedang Lukas hanya tersenyum melihat seseorang yang sudah menjadi kekasihnya sedang bermain game. Dari jauh Evandro melihat Aira dengan Lukas yang tadinya berebut bola, jadi saling tersenyum membuatnya heran.


"Kamu sama siapa sampai ke sini?" Tanya Lukas


"Sama saudara kak" jawab Aira sambil menunjuk Anggi yang juga sedang main game di dekat Aira.


"Kakak sendiri sama siapa?" Tanya Aira.


"Sendiri" jawab Lukas.


"Gimana kalau kita main basket bareng" ajak Lukas.


"Memang kak Lukas kesini tujuannya mau kemana?" Tanya Aira.


"Tujuannya cuma mau makan saja tadi, tapi udah selesai" jawab Lukas.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kak Lukas pulang aja istirahat okey" kata Aira.


"Loh kan kakak mau nemeni Aira main basket" kata Lukas

__ADS_1


Aira berusaha terus membujuk agar Lukas segera pergi dari tempat permainan tersebut sebelum Haikal dan Evandro datang. Akhirnya Lukas mengalah untuk pergi dan kembali pulang.


Evandro sudah melihat dari jauh Lukas dan Aira, tetapi Evandro tidak menanyakan langsung ke Aira karena merasa tidak punya hak. Hanya saja dalam hatinya bertanya tanya sendiri.


"Siapa dia akrab sekali sama Aira, apa itu pacarnya Aira yang dibilang Haikal yang suka antar jemput kuliahnya?" Batin Evandro ingin tahu.


Aira kembali memainkan permainan bola basketnya setelah Lukas pergi. Evandro mendekati Aira akan tetapi hanya diam tanpa bersuara. Sebenarnya ingin bertanya siapa tadi cowok yang deketin Aira, tapi dirinya mengerti bahwa tak punya hak untuk bertanya. Akhirnya diurungkan niatnya yang ingin tahu.


💥 Kediaman Darwis


Sampai di rumah Evandro langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Kemudian turun ke bawah pada saat makan malam.


"Sekarang Haris sudah punya pasangan, kamu kapan mau mengenalkan kekasihmu ke mama bang?" Tanya mama Diana setelah selesai makan malamnya ke Evandro.


"Evan masih sibuk ma, suatu saat pasti akan ada waktunya" jawab Evandro santai.


"Bang kemarin lihat ga kak Aira diganggu temannya?" Tanya Anggi ke Evandro.


"Lihat, siapa dia?" Jawab Evan.


"Lho kalian kemarin ke rumah om Raka?" Tanya Darwis.


"Nggak pah, kami ketemu di mall sama kak Aira dan bang Haikal" jawab Anggi.


"Anggi ga tahu bang, cuma kak Aira panggil temannya itu kak sih. Mungkin teman kuliah kali bang" jawab Anggi. Evandro diam tanpa bertanya lagi ke Anggi.


"Kemarin sebenarnya teman kak Aira itu mau ngajak main bareng kak Aira, tapi kak Aira menolak dan menyuruhnya untuk segera pergi karena ga enak sama kita" kata Anggi.


"Kenapa ga enak sama kita?" Tanya Evandro sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya ngak tahu juga sih" jawab Anggi.


"Apa cowok itu pacarnya Aira yang pernah di bilang Haikal waktu itu ya" batin Evandro menebak nebak.


"Evan ke atas dulu pah, mah" pamit Evandro ke kedua orang tuanya agar tidak diberi banyak pertanyaan mengenai pacar. Evandro memang belum memikirkan untuk punya kekasih karena belum ada perempuan yang pas menurutnya. Selama ini banyak teman perempuan Evandro, akan tetapi dari sekian perempuan belum ada yang ingin dijadikan Evandro sebagai kekasihnya. Karena menurut Evandro punya kekasih itu merepotkan. Menurut Evandro perempuan selalu ngatur kekasihnya yang tidak boleh beginilah, begitulah... kebanyakkan aturan.


Evandro masuk ke kamarnya kemudian membuka laptopnya dan duduk di sofa.


"Ya Haris sekarang sudah menikah memang, pasti mama akan sering mengejarku untuk segera mencari pasangan hidup" batin Evandro saat sedang membuka laptopnya.


"Entah kenapa aku belum tertarik untuk mencari pasangan saat ini, aku masih ingin lebih berkonsentrasi ke kerjaan dulu" kata hati Evandro. Kemudian menutup kembali laptopnya karena pikirannya tidak dapat konsentrasi.

__ADS_1


__ADS_2